Claim Missing Document
Check
Articles

COMPARISON OF SEVOFLURANE WITH PROPOFOL ON THE INCIDENCE OF EMERGENCE AGITATION AFTER GENERAL ANAESTHESIA IN PAEDIATRIC PATIENTS UNDERGOING LAPARATOMY SURGERY AT RSUP PROF. DR. I. G. N. G. NGOERAH Giovanni, Malvin; Suarjaya, I Putu Pramana; Kurniyanta, I Putu; Wiryana, Made; Senapathi, Tjokorda Gde Agung; Suranadi , I Wayan; Widyana, I Made Gede; Putra, Kadek Agus Heryana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa perbandingan antara penggunaan sevofluran dan propofol sebagai obat pemeliharaan anestesi dapat mengurangi insiden AK pada pasien pediatrik yang menjalani operasi laparotomi di RS PROF. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Penelitian ini adalah studi kohort prospektif yang dilakukan pada 84 pasien berusia 3-12 tahun dengan ASA I-II yang menjalani operasi laparotomi. Semua pasien dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang menerima pemeliharaan anestesi dengan sevofluran dan kelompok yang menerima pemeliharaan anestesi dengan propofol. Setelah anestesi dari awal ekstubasi hingga 1 jam di ruang pemulihan, pasien diperiksa dan dicatat apakah terjadi AK menggunakan Pediatric Anesthesia Emergence Delirium (PAED) dan tingkat keparahannya. Jika skornya > 12, pasien diindikasikan mengalami AK. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan penggunaan obat pemeliharaan anestesi menggunakan propofol dan sevofluran terhadap insiden AK dan ditemukan bahwa 21,4% dari kelompok yang menggunakan propofol mengalami AK, dan 59,5% dari kelompok yang menggunakan sevofluran mengalami AK, nilai p <0,001 dengan OR 5,392; 95% CI [2.06 - 14.09]. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa semakin muda usia meningkatkan risiko insiden AK dibandingkan dengan anak-anak yang lebih tua. Propofol secara signifikan mengurangi insiden Agitasi Kebangkitan (AK) dibandingkan dengan sevofluran pada pasien pediatrik yang menjalani operasi laparotomi di RS PROF. Dr. I. G. N. G. Ngoerah.
Translasi Kondilus Mandibula Sebagai Prediktor Sulit Laringoskopi Tanuwijaya, Tommy M; Suarjaya, I PP; Sucandra, I MK; Senapathi, Tjokorda GA; Wiryana, Made; Widnyana, I MG; Panji, I PAS; Kurniyanta, I P
Journal of Medicine and Health Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v6i2.8475

Abstract

Kegagalan mengelola patensi jalan napas yang disebabkan oleh sulitnya laringoskopi dan intubasi dapat menyebabkan gangguan ventilasi, desaturasi, aritmia, kerusakan otak permanen hingga kematian. Salah satu anatomi yang berperan selama proses laringoskopi adalah sendi temporomandibular. Penilaian ultrasonografi sendi temporomandibular terutama fungsi translasi kondilus mandibula memberikan hasil yang dapat diandalkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan korelasi antara jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack Lehane. Populasi penelitian observasional analitik prospektif ini adalah pasien berumur 18-65 tahun yang menjalani operasi dengan anestesi umum pipa orotrakeal di RSUP Prof IGNG. Ngoerah pada periode Februari 2024 dengan jumlah perhitungan 114 subjek. Kriteria inklusi meliputi pasien usia 18-65 tahun, status fisik ASA I - III dan IMT kurang dari 30 kg/m2. Analisis data menggunakan bantuan SPSS versi 26 yang meliputi analisis korelasi dan perhitungan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan kurva ROC. Hasil didapatkan korelasi negatif kuat r=0,631 dan nilai p<0,001 dengan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack-Lehane ≥2b adalah 11,25 mm dengan sensitivitas 94,6%, spesifisitas 95,5%. Simpulan penelitian ini adalah translasi kondilus mandibula yang diukur ultrasonografi berkorelasi negatif kuat terhadap skor Cormack-Lehane sebagai prediktor tingkat kesulitan visualisasi laringoskopi.
Efektivitas Blok Ilioingunal Dalam Menurunkan Penggunaan Opioid Dan Skor Nyeri Pada Seksio Sesarea: Studi Acak Terkontrol Irawan, Andi; Parami, Pontisomaya; Wiryana, Made
Jurnal Anestesiologi dan Terapi Intensif Vol. 1 No. 1 (2025): JATI April 2025
Publisher : Udayana University and Indonesian Society of Anesthesiologists (PERDATIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JATI.2025.v01.i01.p02

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pascaoperasi seksio sesarea merupakan nyeri berat yang dapat mengganggu aktifitas ibu dan hubungan ikatan pertama kali antara ibu dan bayi. Tatalaksana nyeri hanya berfokus pada opioid dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, sedasi, dan depresi napas yang mengganggu ikatan ibu dan bayi. Saraf ilioinguinal menginervasi bagian abdomen bawah yang terlibat dalam insisi Pfannenstiel saat tindakan seksio sesarea sehingga blok ilioinguinal berpotensi mengatasi kedua permasalahan nyeri tersebut diatas pada pascaoperasi seksio sesarea. Pasien dan Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental dengan rancangan yang digunakan adalah single blind randomized controlled trial yang membagi 70 subyek penelitian kedalam dua kelompok, yaitu kelompok blok ilioinguinal pascaoperasi seksio sesarea dan kelompok kontrol. Kedua kelompok juga diberikan patient controlled analgesia morfin  Kemudian dilakukan evaluasi skala nyeri NRS pada jam ke-0, 3, 6, 12, dan 24 selama 24 jam pertama, penggunaan total morfin dalam 24 jam, dan kenaikan nilai NLR dan PLR yang terjadi. Keseluruhan data kemudian dibandingkan untuk melihat keberhasilan blok ilioinguinal dalam menangani nyeri pascaoperasi seksio sesarea. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok blok ilioinguinal memiliki skor nyeri NRS pascaoperasi seksio sesarea yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, dan secara statistik bermakna (p < 0,001). Untuk penilaian konsumsi morfin dalam 24 jam, kelompok blok juga menggunakan morfin dalam jumlah yang lebih sedikit yaitu sebesar 4 mg dibandingkan kelompok kontrol yang hingga 22 mg dan bermakna secara statistik (p < 0,001). Kenaikan nilai NLR dan PLR juga terlihat lebih rendah pada kelompok blok dan bermakna secara statistik (p < 0,001). Kesimpulan: Blok ilioinguinal mampu memberikan penanganan nyeri yang baik selama 24 jam pertama pascaoperasi seksio sesarea dengan mengurangi kebutuhan penggunaan morfin secara signifikan. Selain itu blok ilioinguinal juga mampu menekan respon inflamasi yang terlihat dari rendahnya kenaikan nilai NLR dan PLR dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan blok.
Manajemen Anestesi pada Pasien Pasca Transplantasi Ginjal yang menjalani Operasi Seksio Sesaria: Laporan Kasus Aryasa, Tjahya; Prema Putra, I Made; Wiryana, Made
Jurnal Anestesiologi dan Terapi Intensif Vol. 1 No. 1 (2025): JATI April 2025
Publisher : Udayana University and Indonesian Society of Anesthesiologists (PERDATIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JATI.2025.v01.i01.p05

Abstract

Wanita dengan riwayat pasca transplantasi ginjal harus menjalani persiapan yang matang untuk menjalani proses kehamilan. Manajemen perioperatif pada pasien wanita hamil dengan  pasca transplantasi ginjal juga dibutuhkan kerjasama tim yang meliputi ahli nefrologi, obstetri, dan anestesiologi & terapi intensif. Evaluasi meliputi pemeriksaan preanestesi rutin yang difokuskan kepada efek pemberian obat-obatan imunosupresif pasca transplantasi ginjal dan penyakit komorbidnya. Durante operasi juga harus mempertimbangkan teknik anestesi yang digunakan, interaksi obat dan teknik anestesi yang digunakan terhadap obat-obatan imunosupresi, serta resiko infeksi. Perawatan pasca operasi di ruang terapi intensif dibutuhkan untuk memonitoring status preload pasien, fungsi ginjal, dan juga pencegahan infeksi. Pemahaman mengenai perubahan fisiologi yang terjadi pada wanita hamil dengan  pasca transplantasi ginjal akan memberikan outcome yang lebih baik.
Co-Authors - Yehezkiel - Yehezkiel, - Adinda Putra Pradhana Anak Agung Gde Agung Adistaya Andi Irawan Andi Kusuma Wijaya, Andi Christopher Ryalino Cynthia Dewi Sinardja Demoina, I Gede Patria Devina Martina Bumi Dewa Ayu Mas Shintya Dewi Dyah Kanya Wati Elisma Nainggolan, Elisma EM, Tjahya Aryasa Emkel Perangin Angin, Emkel Gede Semarawima, Gede Giovanni, Malvin Hari Bagianto Hartawan , I.G.A.G. Utara I Gede Budiarta I Gede Prima Julianto I Gusti Agung Gede Utara Hartawan I Gusti Ngurah Mahaalit Aribawa I Gusti Putu Sukrana Sidemen I Ketut Sinardja I Ketut Suastika I Ketut Wibawa Nada I Made Agus Kresna Sucandra I Made Bakta I Made Darma Junaedi, I Made I Made Gede Widnyana I Made Jawi I Made Prema Putra I Made Subagiartha I Nyoman Budi Hartawan I Nyoman Hariyasa Sanjaya I NYOMAN MANTIK ASTAWA I Putu Agus Surya Panji I Wayan Aryabiantara, I Wayan I Wayan Suranadi Ida Bagus Alit Saputra Ida Bagus Gde Sujana Ida Bagus Gde Sujana, Ida Bagus Gde Ida Bagus Gede Suparyatha Ida Bagus Krisna Jaya Sutawan Ida Bagus Okta Ida Bagus Subanada IGNA Putra Arimbawa, IGNA Putra Kadek Agus Heryana Putra Kadek Agus Heryana Putra, Kadek Agus Ketut Semara Jaya, Ketut Semara Kristian Felix Wundiawan Kurnia, Prajnaariayi Prawira Kurniyanta, I P Kurniyanta, I Putu Made Adi Kusuma Made Agus Kresna Sucandra, Made Agus Kresna Made Widnyana Marilaeta Cindryani, Marilaeta Narakusuma, I Putu Fajar Ni Nyoman Sri Budayanti Ni Putu Novita Pradnyani, Ni Putu Ni Putu Wardani Pande Nyoman Kurniasari, Pande Panji, I PAS Pontisomaya Parami Putu Agus Surya Panji Putu Kurniyanta Putu Pramana Suarjaya Raka-Sudewi A. A. Satria Pinanditas S Sidemen, I.G.P.Sukrana Sonni Soetjipto, Sonni Stefanus Taofik Suarjaya, I PP Sucandra, I MK Suputra Widharma, I Gede Suranadi , I Wayan Sutawinaya, I Putu Tanuwijaya, Tommy M Tirta, Ian Tjahya Aryasa Tjahya Aryasa E M Tjokorda Gde Agung Senapathi Wahyu Antara K., I Gede Wardani, Dinar Kusuma Widnyana, I MG Widyana, I Made Gede