Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS PEMBUATAN KOLAM TERPAL UNTUK BUDIDAYA IKAN DI KELURAHAN MARGOREJO, KECAMATAN METRO SELATAN, KOTA METRO Witoko, Pindo; Aziz, Rahmadi; Astria, Qorie; Fatimah, Nurul
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i1.3522

Abstract

Kelurahan Margorejo merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Metro Selatan Kota Metro. Salah satu kegiatan yang mempunyai prospek cukup berkembang di kelurahan Margorejo adalah kegiatan perikanan baik kegiatan pembenihan, pembesaran dan juga pengolahan ikan. Pengetahuan tentang perikanan terutama pembesaran ikan masih cukup rendah, ditambah dengan penggunaan alat produksi yang masih sangat konvensional serta ketergantungan terhadap alam menjadi permasalahan dari kelompok pembudidaya ikan. Rendahnya pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dalam budidaya terutama dalam mengantisipasi kelangkaan sumberdaya air sebagai media budidaya sangat kurang sehingga menyebabkan kegiatan produksinya tidak berjalan secara kontinyu, Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan untuk memberi solusi penerapan teknologi guna mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, diketahui bahwa kegiatan budidaya ikan dengan menggunakan kolam terpal sebagai wadah budidaya dapat menjadi salah satu solusi. Metode pendidikan masyarakat, konsultasi, dan pendampingan merupakan tiga rangkaian metode yang paling efektif dalam memecahkan masalah yang ada di desa tersebut. Manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan adalah memberikan pengetahuan dan ketrampilan baru mengenai pembuatan kolam terpal sebagai media budidaya ikan.
PENINGKATAN NISBAH IKAN NILA JANTAN MENGGUNAKAN 17?-METILTESTOSTERON MELALUI PAKAN Epro Barades; Dwi Puji Hartono; Pindo Witoko; Rahmadi Aziz
Jurnal Perikanan Unram Vol 10 No 1 (2020): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v10i1.200

Abstract

Keberhasilan maskulinisasi pada ikan nila menunjukkan bahwa penggunaan hormon 17?-metiltestosteron (MT) lebih efektif dibandingkan suhu. Akan tetapi penggunaan hormon dengan cara pemberian melalui pakan belum menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perendaman larva. Padahal secara aplikasi melalui pemberian pakan lebih mudah dilakukan. Oleh karena itu, pada penelitian kali ini akan dilakukan pemberian hormon melalui pakan dengan waktu percobaan pemberian pakan melebihi waktu kritis tertinggi, yaitu selama 30 dan 50 hari. D'Cotta et al. (2007) dan Ijiri et al. (2008) menyatakan bahwa waktu kritis untuk dilakukannya perubahan jenis kelamin pada ikan tilapia adalah 9-15 hari setelah pembuahan / day post fertilization / dpf. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan periode waktu pemberian hormon 17? Metiltestosteron yang optimal melalui pakan untuk menghasilkan ikan nila monosex jantan.Perlakuan menggunakan hormon 17?-metiltestoteron dengan dosis 60 mg /kg dengan perlakuan lama pemberian pakan 0, 30 dan 50 hari. Pengaruh lama waktu pemberian pakan mengandung hormon di uji menggunakan uji anova pada selang kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan 17?-metiltestoteron dalam sex reversal dengan dosis 60 mg/kg pakan dengan lamawaktu pemberian 0, 30 dan 50 hari menunjukkan adanya perbedaan jumlah kelamin ikan nila jantan yang dihasilkan. Akan tetapi tidak terlihat adanya perbedaan nyata pada nisbah kelamin jantan pada perlakukan 30 dan 50 hari pemebrian pakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan hormon 17?-metiltestoteron melalui pakan selama 30- 50 hari setelah penetasan dapat meningkatkan nisbah kelamin jantan pada ikan nila lebih dari 80%.
PENDEDERAN UDANG VANAME (Litopenaeus vaname) DENGAN SISTEM BIOFLOK pindo witoko; Nuning Mahmudah Noor; Rahmadi Aziz
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.552

Abstract

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) memiliki prospek sangat bagus untuk dikembangkan. Ketersedian juvenil (benih) udang vaname yang berkualitas sangat diperlukan untuk kegiatan pembesaran. Pendederan udang vanname memiliki beberapa kendala karena dalam proses pelaksanaannya menggunkaan padat tebar tinggi dan jumlah pakan yang dibutuhkan semakin tinggi. Kondisi penggunaan pakan yang tinggi tersebut dapat berdampak terhadap kualitas air budidaya. Hasil limbah dari metabolisme dan sisa pakan yang tidak termakan dapat menjadi toksik bagi udang. Teknologi yang dapat mengurangi resiko terhadap limbah yang bersifat toksik pada udang salah satunya adalah teknologi bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan Survival Rate (SR) pendederan udang vaname menggunakan teknologi Bioflok. Metode penelitian yang digunakan yaitu membandingkan secara langsung dengan analisis secara desnkriptif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan wadah bak permanen yang dilapisi terpal dengan ukuran 3m x 5m x 1,2m sebanyak 2 buah. Tiap bak diisi air laut dengan salinitas 30 ppt sebanyak 12.000 liter dilengkapi dengan 24 titik aerasi dan sebuah mikro bubble. Benih udang vaname yang digunakan berukuran PL 10 dengan bobot rerata 0.01 g/ekor dengan padat tebar 1.500 ekor/m3 (18.000 ekor/bak) dan 2000 ekor/m3 (24.000 ekor/bak). Lama waktu pemeliharaan selama 28 hari. Selama pemeliharaan diberi pakan komersil dengan dosis 5%-10% dari total bobot biomassa perhari. Hasil penelitian menunjukkan panjang dan bobot akhir rata rata yang terbaik didapat pada perlakuan A (1500 ekor/m3) yaitu sebesar 5.15 cm dan 2.32 gram/ekor dengan nilai survial rate (SR) sebesar 89,7%.
PENDAMPINGAN KEGIATAN BUDIDAYA IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS) PADA MEDIA BAK TERPAL DI DESA SUNGAI LANGKA KABUPATEN PESAWARAN Aziz, Rahmadi; Witoko, Pindo; Prastiti, Linuwih Aluh; Astria, Qorie
Jurnal Pengabdian Nasional Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jpn.v5i2.3771

Abstract

Desa sungai Langka merupakan desa yang terletak diwilayah Kecamatan Gedong Tataan. Kedua desa tersebut memliliki posisi strategis dan berpotensi dalam pengembangan Budidaya perikanan serta objek wisatanya (Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, 2019). Kedepanya hal ini akan menjadi daya Tarik kuat bagi wisatawan sehingga dapat mendukung pengembangan agrowisata perikanan sekaligus melakukan peningkatan produksi panen ikan lele di Kabupaten Pesawaran. Namun masih terkendala beberapa masalah teknik budidaya ikan lele yang belum baik dan efisien sehingga perlunya ada penanggulangan dalam perbaikan produksi penen ikan lele. Adapun kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Sungai Langka yaitu pendampingan tentang berbagai metode Budidaya ikan lele diantaranya pemilihan bibit yang berkualitas, dan metode budidaya di media bak terpal.
PEMBERIAN Lactobacillus sp. PADA PAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI TAMBAK INTENSIF juna, Junaidi; Witoko, Pindo; Indariyanti, Nur
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2727

Abstract

White shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the economically important shrimp that has several advantages including tolerance of water conditions, can grow quickly, and thick flesh. One of the problems in white shrimp cultivation is the slow growth of white shrimp due to inappropriate feed management. The addition of grampositive bacteria to the feed is scientifically believed to increase the growth of white shrimp. Among the grampositive bacteria that are commonly added to white shrimp aquaculture activities, namely Lactobacillus sp., this bacterium has many advantages for the survival of white shrimp in aquaculture activities. The addition of Lactobacillus sp. can increase the digestibility of feed due to simplification of complex proteins into simpler proteins so that the feed is easily absorbed by white shrimp. The results obtained from the administration of Lactobacillus sp. bacteria in the feed were getting very good growth results, the growth results from the lowest to the highest were A1 = 23.8 grams/head, A2=28.1 gram/head, A3=24.3 gram/head, A4=22.1 gram/head, A5=22.4 gram/head, A6=18.8 gram/head.
Penggunaan Automatic Feeder Terhadap Pertumbuhan Dan Rasio Konversi Pakan Pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Siswoyo, Siswoyo; Witoko, Pindo; Mahmuda Noor, Nuning; Huda Verdian, Aldi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.2713

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) banyak dibudidayakan di Indonesia. Budidaya udang yang semakin pesat sehingga pakan menjadi variabel terbesar dalam biaya produksi yaitu mencapai 50-60, sehingga perlu adanya sebuah teknologi yang dapat mengontrol dalam proses pemberian pakan udang. Automatic feeder adalah mesin pemberi pakan otomatis yang bekerja menggunakan tenaga listrik dan dapat diatur waktu pemberian pakan dan jumlah pakan yang diberikan. Pemeliharaan menggunakan kolam HDPE dengan penebaran 189 ekor/m² dengan dua perlakuan dan tiga ulangan, perlakuan yang dilakuakan yaitu : M (pemberian pakan manual) dan A (menggunakan automatic feeder). Benur yang digunakan PL-10. Pemeliharaan selama 63 hari. Dari hasil  pemeliharaan nilai rata-rata bobot udang dengan perlakuan metode pemberian pakan automatic feeder pada kolam A1 yaitu 17,61 gram, SR 44,1% dan FCR 1,23. Kolam A2 ABW akhir 12,06 gram, SR 68,2% dan FCR 1,27. Kolam A3 ABW akhir 15,94 gram, SR 54% dan FCR 1,21. Pada perlakuan metode pemberian pakan manual ABW akhir pada kolam M1 yaitu 14,16 gram, SR 39,8% dan FCR 1,43. Kolam M2 ABW akhir 9,94, SR 55,1% dan FCR 1,32. Kolam M3 ABW akhir 16,46 gram, SR 21,9% dan FCR 1,55. 
Pemberian Lactobacillus sp. Pada Pakan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Di Tambak Intensif Witoko, Pindo; Indariyanti, Nur; Junaidi, Junaidi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/peranan.v3i1.4030

Abstract

White shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of the economically important shrimp that has several advantages including tolerance of water conditions, can grow quickly, and thick flesh. One of the problems in white shrimp cultivation is the slow growth of white shrimp due to inappropriate feed management. The addition of gram-positive bacteria to the feed is scientifically believed to increase the growth of white shrimp. Among the gram-positive bacteria that are commonly added to white shrimp aquaculture activities, namely Lactobacillus sp., this bacterium has many advantages for the survival of white shrimp in aquaculture activities. The addition of Lactobacillus sp. can increase the digestibility of feed due to simplification of complex proteins into simpler proteins so that the feed is easily absorbed by white shrimp. The results obtained from the administration of Lactobacillus sp. bacteria in the feed were getting very good growth results, the growth results from the lowest to the highest were A1 = 23.8 grams/head, A2=28.1 gram/head, A3=24.3 gram/head, A4=22.1 gram/head, A5=22.4 gram/head, A6=18.8 gram/head.
PEMELIHARAAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DENGAN GENETIKA BERBEDA Subhan, Rio Yusufi; Witoko, Pindo; Kurniawan, Ilham Hadi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vannamei shrimp is a prospective commodity that continues to be cultured intensively in Indonesia. Efforts to produce vannamei shrimp fry are an activity that continues to be developed by stakeholders, including efforts to improve genetics. Apart from a good aquaculture system, genetics is also an important factor in the success of vannamei shrimp culture. This research was conducted at CV. Manunggal Rasa with a research design carried out using a comparison of 2 genetics of vannamei shrimp larvae, namely American Penaeid, Inc (API) and Benchmark Genetics (BM) with a stocking density used of 40,000 individuals/m2 in each pond with an area of 25 m2. Rearing vannamei shrimp fry for 4 cycles provided several differences in the observation of absolute length growth and survival rate. The absolute length growth of the API genetic vannamei shrimp fry was 5.68 mm, while the BM genetics was 6.16 mm. The survival rate in each cycle is cycle 1 (API 89.9% and BM 93.1%), cycle 2 (API 91.4% and BM 95.6%), cycle 3 (API 88.9% and BM 89 .7%) and cycle 4 (API 93.2% and BM 94.6%). The water quality for each cycle is calculated to be optimal, namely ranging from 27-31oC (temperature), 4.5-5 ppm (DO), 30 ppt (salinity), 0-0.1 ppm (ammonia) and 7.9-8.3 (pH).
MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) MENGGUNAKAN PROPOLIS DENGAN METODE PERENDAMAN LARVA DAN PAKAN Witoko, Pindo; Noor, Nuning Mahmudah; Aziz, Rahmadi; Pramesthye, Errisha Ardhia; Pratama, Rizal Aditia Pratama
Jurnal Perikanan Terapan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red tilapia (Oreochromis sp.) is the result of a cross between tilapia O. mozambicus and fish. tilapia O. niloticus. The advantages of tilapia are its relatively fast growth and relatively easy maintenance, as well as having a significant tolerance to environmental conditions. The growth rate of male fish is higher than that of females. Hormonal stimulants for male sexual orientation can be derived from natural ingredients, namely propolis. Propolis has advantages, including being safe for consumption, relatively inexpensive, and environmentally friendly. Treatment of propolis through immersion and artificial feed on red tilapia (Oreochromis sp.) seeds at a dose of 0.1 ml/L and 2.7 ml/kg of feed resulted in a male sex percentage of 85%, SR 100%, FCR treatment A (1 .43) and treatment B (1.34).
MASKULINISASI IKAN NILA MERAH (Oreochromis sp.) MENGGUNAKAN PROPOLIS YANG DICAMPUR KE DALAM PAKAN BUATAN Witoko, Pindo; Noor, Nuning Mahmudah; Pramesthye, Errisha Ardhia; Pratama, Rizal Aditia; Aziz, Rahmadi
Jurnal Perikanan Terapan Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Perikanan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masculinization is one of the efforts to increase the number of male fish by giving treatment to direct the fish to become male. Masculinization was carried out using Propolis Melia at a treatment dose of 2.7 mL/kg feed with 3 replications. The goal is to produce a male sex ratio and the survival of tilapia. With maintenance for 4 weeks with at-satiation feeding. The results of the percentage of male sex with the treatment dose used were 2.7 mL/kg of feed for repetition 1 (80%), repetition 2 (80%) and repetition 3 (85%) and survival rate 100%.