Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Aplikasilarutan Pestisida Ekstrak Serai Wangi dan Bawang Putih terhadap Serangan Hama Kutu Daun (Aphis gossypi) pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L) Ulfa Novita Sari; Mutmainnah, Mutmainnah; Masluki, Masluki
Wanatani Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jip.v4i1.236

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dan konsentrasi ekstrak serai wangi dan bawang putih terhadap serangan hama kutu daun pada tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan II Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, di Jalan Lamaranginang, kelurahan Batupasi, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo. mulai Pada bulan Desember sampai Februari 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Sehingga terdapat 20 unit percobaan. setiap unit percobaan terdiri atas 2 sampel tanaman terdapat 40 unit tanaman. Adapun perlakuan P0 = tanpa perlakuan, P1= ekstrak serai wangi 30 ml/L dan bawang putih 30ml/L, P2 = ekstrak serai wangi 40ml/L dan bawang putih 40ml/L, P3 = ekstrak serai wangi 50ml/L dan bawang putih 50ml/L, P4 = ekstrak serai wangi 60ml/L dan bawang putih 60ml/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian ekstrak serai wangi dan bawang putih menunjukkan persentase mortalitas tertinggi pada perlakuan P4 (60ml/L) dengan rata-rata 85 %. P4 (60ml/L) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata 18,72%. Hal ini diduga konsentrasi ekstrak seari wangi dan bawang putih 60ml/L air memiliki kepekatan yang tinggi sehingga zat bioaktif yang dikandungnya mampu menekan populasi hama kutu daun pada tanaman cabai rawit.
Pengembangan Kebun Wisata Anggur Berkelanjutan di Desa Padang Kamburi Masluki, Masluki; Jumardi, Andi; Firdamayanti, Erni; Mutmainnah, Mutmainnah; Muis, Ichwan; Naim, Muhammad; Iriansa, Iriansa
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v5i2.4124

Abstract

Kebun wisata anggur desa Padang Kamburi merupakan salah satu destinasi wisata yang memadukan konsep perkebuanan dengan wisata petik. Tujuan penelitian untuk menganalisis potensi pengembangan kebun wisata menjadi kawasan wisata anggur yang sebagai basis ekonomi desa. Metode yang digunakan meliputi wawancara, observasi, studi dokumentasi. Data dan informasi dianalisis dengan menggunakan SWOT yang dilanjutkan dengan penyusunan rekomendasi. Kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan yaitu terdiri atas 2 kelompok tani masing berjumlah 20 orang sehingga terdapat 40 orang peserta dan pemerintah Desa Padang Kamburi terdiri dari 4 orang. Manfaat yang diperoleh yaitu peningkatan kapasitas masyarakat dalam memahami pengembangan agrowisata berbasis anggur beserta produk turunan lainnya. Pengembangan kebun wisata anggur Desa Padang Kamburi memiliki potensi untuk menjadi kawasan agrowisata dengan mempertimbangkan hasil analisis SWOT. Skala perkebunan yang tergolong kecil membutuhkan upaya serius untuk menambah areal perkebunan dengan segala aspek pendukung seperti ketersedian pembibitan, sarana produksi, sarana edukasi, pengolahan dan pemasaran produk.
Identifikasi Cendawan pada Rizosfer Tanaman Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) di Kabupaten Luwu: Identification of Fungi in Rhizosphere of Sago Plants (Metroxylon sago Rottb.) in Luwu Regency Mutmainnah, Mutmainnah; Mangkunegara, Mariyam; Masluki, Masluki
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3170

Abstract

Mikroorganisme yang ada di sekitar rizosfer memiliki peranan sangat penting untuk memelihara kesehatan akar tanaman. pengambilan nutrisi dan unsur hara serta melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim serta bertindak sebagai agens pengendali hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai jenis cendawan pada rizosfer tanaman sagu di Kabupaten Luwu. Penelitian dilakukan pada areal pertanaman sagu di tiga Desa yaitu Daerah Aliran Sungai Makawa (Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara), di Daerah Pesisir (Desa Lamasi Pantai Kecamatan Walenrang Timur) dan Daerah Rawa Mineral (Desa Pasamai kecamatan Belopa) Kabupaten Luwu, dilanjutkan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains dan Laboratorium Terpadu Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo. Isolasi cendawan rizosfer menggunakan metode umpan (Insect Bait Methode). Larva yang terinfeksi ditandai dengan munculnya miselium pada bagian-bagian tertentu dari tubuh yang dapat diamati dari ruas-ruas tubuhnya. Selanjutnya larva tersebut diisolasi pada media PDA dan diinkubasikan selama 3-7 hari pada suhu 22-25°C. Setelah koloni cendawan terbentuk (7 hari setelah tanam) dilakukan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. selanjutnya diidentifikasi. Jumlah cendawan yang ditemukan pada rizosfer tanaman sagu yaitu sebanyak 4 isolat yaitu dari genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), dan Metharizium sp. (LPHJ1). Microorganisms around the rhizosphere have a very important role in maintaining the health of plant roots. taking nutrients and nutrients and protecting plants from extreme environmental conditions and acting as a biological control agent. This research aims to determine various types of fungi in the rhizosphere of sago plants in Luwu Regency. Research was carried out in sago planting areas in three villages, namely the Makawa River Basin (East Bosso Village, North Walenrang District), in the Coastal Area (Lamasi Pantai Village, East Walenrang District) and the Mineral Swamp Area (Pasamai Village, Belopa District) Luwu Regency, continued in the Laboratory Cells and Tissues, Faculty of Science and Integrated Laboratory, Faculty of Agriculture, Cokroaminoto Palopo University. Isolation of rhizosphere fungi using the Insect Bait Method. Infected larvae are characterized by the appearance of mycelium in certain parts of the body which can be observed from the body segments. Next, the larvae were isolated on PDA media and incubated for 3-7 days at a temperature of 22-25°C. After the fungus colony was formed (7 days after planting) macroscopic and microscopic observations were carried out. then identified. The number of fungi found in the rhizosphere of sago plants was 4 isolates, namely from the genus Fusarium sp. (BLP1, LPPT1), Rhizopus sp. (BLP2), and Metharizium sp. (LPHJ1).
EKSPLORASI CENDAWAN ENDOFIT ASAL TANAMAN SAGU (Metroxylon sagu Rottb.) DAN POTENSINYA SEBAGAI PEMICU PERKECAMBAHAN BENIH PADI Mutmainnah, Mutmainnah; Suhaeni, Suhaeni; Masluki, Masluki
PLANTKLOPEDIA: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Vol 4 No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Siddenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/plantklopedia.v4i2.1646

Abstract

Mikroba yang potensinya sebagai pemacu pertumbuhan tanaman salah satunya adalah cendawan endofit. Cendawan endofit adalah cendawan yang hidup dalam jaringan tanaman sehat tanpa mengakibatkangejala penyakit. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengisolasi dan mengetahui kemampuan cendawan endofit asal tanaman sagu sebagai pemicu perkecambahan. Penelitian dilakukan pada areal pertanaman sagu Kecamatan Lamasi Timur Kabupaten Luwu dan Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Cendawan endofit diisolasi dari jaringan daun, akar, pelepah dan batang dengan teknik sterilisasi permukaan. Cendawan yang diisolasi adalah dikultur pada media potato dextrose agar (PDA). Pengujian patogenisitas dan pengaruh cendawan pada perkecambahan biji menggunkan metode blotter test, dengan menumbuhkan 10 butir benih padi pada isolat cendawan endofit umur 7 hari. Tujuh isolat cendawan diperoleh hasil isolasi dari bagian tanaman sagu. Hasil uji patogenisitas terdapat satu isolat AKS2 menunjukkan persentase perkecambahan benih abnormal tertinggi yaitu 70%, sedangkan pada isolat BTS2 dan PLS1 menunjukkan persentase perkecambahan normal lemah benih mencapai 80% memperlihatkan sehingga digolongkan sebagai cendawan potensial patogenik. Ditemukan isolat cendawan yang berpotensi sebagai penginduksi perkecambahan benih padi yaitu yaitu BTS1 dan AKS1 dengan persentase kecambah normal kuat ≥ 80%.
PKM Inovasi Sistem Rotasi Tanam Menuju IP400 Sistem Padi-Jagung-Melon-Semangka “PAJAMEKA” Masluki, Masluki; Mutmainnah, Mutmainnah; Firdamayanti, Erni
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 4 No 1 (2023): Desember-Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v4i1.1154

Abstract

Abstract. Community service activities (PKM) with the theme Planting Rotation System Innovation Towards IP400 Rice-Corn-Melon-Watermelon System "PAJAMEKA" in collaboration with the Mujur farmer group, Salujambu Village, Lamasi District, Luwu Regency. The Mujur farmer group has 30 group members with a technically irrigated rice field area of ​​24 ha. PKM activities aim to increase the capacity and welfare of farmers in utilizing rice fields after harvest through a crop rotation system based on corn, melon and watermelon commodities. The activity method is to develop a three-commodity formulation starting with location transects, FGDs, training, counseling, field schools and plot demonstrations. The highest problem for partner farmers is business capital at 30%. The communication, managerial, capital and capability aspects have the lowest value, namely 3.33%, the highest level of participation of partner farmers is in the FGD component at 93.33%. The lowest component was found in demo plot activities at 66.67%. The involvement of partner farmers in FGD activities has a level of correlation with the interest in the problems and solutions that will be offered by the PKM team. The highest farmer capacity indicator is in the active participation aspect at 70%, while the lowest farmer capacity indicator is in the motivation component at 50%. The ability of farmers to express opinions and receive training and counseling materials will have an impact on increasing farmers' capacity and welfare. Abstrak. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema Inovasi Sistem Rotasi Tanam Menuju IP400 Sistem Padi-Jagung-Melon-Semangka “PAJAMEKA” bekerja sama dengan kelompok tani Mujur Desa Salujambu Kecamatan Lamasi Kabupaten Luwu. Kelompok tani Mujur memiliki anggota kelompok sebanyak 30 orang dengan luas lahan sawah beirigasi teknis sebesar 24 ha. Kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani dalam memanfaatkan lahan sawah setelah panen melalui sistem rotasi tanam berbasis komoditi jagung, melon dan semangka. Metode kegiatan dengan mengembangkan formulasi tiga komoditi yang diawali dengan transek lokasi, FGD, pelatihan, penguluhan, sekola lapang dan demo plot. Permasalahan petani mitra tertinggi terdapat pada modal usaha sebesar 30%. Aspek komunikasi, manajerial, modal dan kapabilitas memiliki nilai terendah yaitu 3,33%, tingkat partisipasi kehadiran petani mitra tertinggi terdapat pada komponen FGD sebesar 93,33%. Komponen terendah terdapat pada kegiatan demo plot sebesar 66,67%. Keterlibatan petani mitra dalam kegiatan FGD memiliki tingkat korelasi dengan kepentingan akan permasalahan dan solusi yang akan ditawarkan oleh tim PKM. Indikator kapasitas petani tertinggi terdapat pada aspek partisipasi aktif sebesar 70% sedangkan indikator kapasitas petani terendah terdapat pada komponen motivasi sebesar 50%. Kemampuan petani menyampaikan pendapat dan menerima materi pelatihan dan penyuluhan akan berdampak pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani.
Efektivitas Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas SR P08 UG Sistem Hidroponik Rakit Apung: Effectiveness of AB Mix Nutrition on Growth and Production of Rice (Oryza sativa L.) Varieties SR P08 UG Floating Raft Hydroponic System Masluki, Masluki; Suhaeni, Suhaeni; Mutmainnah, Mutmainnah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 13 No. 1 (2025): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v13i1.5402

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi pada lahan suboptimal yang mengalami cekaman genangan salah satunya melalui teknologi hidroponik rakit apung. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon pemberian pupuk AB mix terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) varietas SR P08 UG dalam sistem hidroponik rakit apung. Penelitian dilaksankan di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo pada Bulan September-Desember 2024. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan terdapat 2 ulangan, sehingga terdapat 40 unit percobaaan. Perlakuan pada percobaan menggunakan kombinasi yaitu; P0 = Kontrol, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk AB mix memiliki signifikansi terhadap paramameter tinggi tanaman dan jumlah anakan, sedangkan jumlah butir permalai, berat malai, panjang akar, dan bobot per 1000 biji tidak signifikan. Perlakuan terbaik terdapat perlakuan P4 dengan parameter tinggi tanaman (90,5 cm), jumlah anakan (34,625 batang), jumlah butir per malai (127,25 butir), berat malai (19,375 gr), berat per 1000 biji (16,5 gr), sedangkan panjang akar di tunjukkan pada perlakuan P0 (tanpa perlakauan) dengan nilai (26,75 cm). One of the efforts to increase rice production on suboptimal land experiencing accumulation stress is through floating raft hydroponic technology. The aim of the research was to determine the response of AB mix fertilizer application to the growth and production of rice plants (Oryza sativa L.) SR P08 UG variety in a floating raft hydroponic system. The research was carried out at the green house, Faculty of Agriculture Cokroaminoto University, Palopo in September-December 2024. The research method used a Randomized Group Design (RGD) consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment had 2 replications, so there were 40 experimental units. The treatment in the experiment used a combination, namely; P0 = Control, P1 = AB mix 1200 ppm, P2 = AB mix 1400 ppm, P3 = AB mix 1600 ppm, P4 = AB mix 1800 ppm. The results showed that AB mix fertilizer treatment had significance on the parameters of plant height and number of tillers, while the number of perennial grains, panicle weight, root length and weight per 1000 seeds were not significant. The best treatment was treatment P4 with parameters of plant height (90.5 cm), number of tillers (34,625 stems), number of grains per panicle (127.25 grains), panicle weight (19.375 gr), weight per 1000 seeds (16.5 gr), while root length was summarized in treatment P0 (without treatment) with a value of (26.75 cm).