Vonny N. S. Wowor
Universitas Sam Ratulangi

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea Massie, Nikita S. W.; Wowor, Vonny N. S.; Tendean, Lydia
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13651

Abstract

Abstract: A qualified life is the hope of every elderly, which means that they can enjoy they elderly life happily. Tooth loss can cause dysfunction that affect the quality of life. Well-made denture can replace the missing teeth and restore the dysfunction. This study aimed to obtain the life quality of elderly at Kecamatan Wanea. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population in this study consisted of elderly as many as 329 people that used dentures. The total samples were 77 respondents obtained by using purposive sampling method. This study was carried out at Kecamatan Wanea from February till August 2016. OHIP 14 quitionary was used as the instrument in this study. The life quality measurement score showed that the functional limitation dimension was 151.5; physical disability dimension was 140; psychical disability dimension was 106; social disability dimension was 99.5; hampered dimension was 102.5; and life quality measurement score was 122.7. Conclusion: The life quality of elderly using dentures at Kecamatan Wanea was quite good.Keywords: life quality, elderly, denture user.Abstrak: Hidup yang berkualitas merupakan sesuatu yang diinginkan lansia sehingga bisa menikmati masa tua dengan penuh makna, membahagiakan, dan berguna. Kehilangan gigi dapat menimbulkan gangguan fungsi yang berpengaruh pada kualitas hidup. Gigi tiruan yang dibuat dengan baik untuk menggantikan gigi yang hilang dapat memulihkan fungsi yang terganggu, dan akan berdampak pada kualitas hidup penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ini ialah lansia yang memakai gigi tiruan sebanyak 329 orang. Sampel berjumlah 77 lansia yang diperoleh dengan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wanea pada bulan Febuari sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa kuesioner OHIP 14. Hasil penelitian menunjukkan skor pengukuran kualitas hidup berdasarkan dimensi keterbatasan fungsi sebesar 151,5; dimensi rasa sakit fisik sebesar 148; dimensi ketidaknyamanan psikis sebesar 112; dimensi ketidakmampuan fisik sebesar 140; dimensi ketidakmampuan psikis sebesar 106; dimensi ketidakmampuan sosial sebesar 99,5; dimensi keterhambatan sebesar 102,5; dan skor pengukuran kualitas hidup sebesar 122,7. Simpulan: Kualitas hidup manusia lanjut usia pengguna gigi tiruan di Kecamatan Wanea umumnya tergolong baik.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, pengguna gigi tiruan
Tingkat Pengetahuan Bahaya Merokok bagi Kesehatan Gigi Mulut pada Siswa SMK Negeri 8 Manado Rompis, Karen; Wowor, Vonny N. S.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.24023

Abstract

Abstract: Smoking habit can be found in various age groups, ranging from children to adults. To date, many children and adolescents have become active smokers. Smoking is one of the triggers of oral cavity disorders and it influences aesthetics inter alia discolored teeth, mucosal thickening, gingivitis, and even oral cancer. This study was aimed to determine the level of knowledge about the impact of smoking on oral and dental health among students of SMK Negeri 8 Manado (senior high school). This was a descriptive study with a cross-sectional design, involving 40 respondents obtained by using total sampling method. Data were obtained by using questionnaire covering the characteristics of respondents and their levels of knowledge about the impact of smoking on oral and dental health. The results showed that the level of student knowledge about the impact of smoking on oral and dental health was 543. In conclusion, the level of knowledge of students at SMK Negeri 8 Manado about the impact of smoking on oral health was classified as good.Keywords: knowledge of students, impact of smoking, oral and dental health Abstrak: Kebiasaan merokok dapat ditemukan pada berbagai golongan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa bahkan saat ini banyak anak-anak serta remaja sudah menjadi perokok aktif. Kebiasaan merokok merupakan salah satu pencetus timbulnya gangguan penyakit rongga mulut serta memengaruhi estetika, antara lain dapat mengakibatkan perubahan warna gigi, penebalan mukosa, gingivitis, bahkan kanker mulut. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut pada siswa SMK Negeri 8 Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Terdapat 40 responden penelitian, diambil menggunakan total sampling. Pengum-pulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik responden dan tingkat pengetahuan mengenai bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut memperoleh skor 543. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan siswa SMK Negeri 8 Manado tentang bahaya merokok bagi kesehatan gigi mulut tergolong baik.Kata kunci: pengetahuan siswa, bahaya merokok, kesehatan gigi mulut
Kualitas Hidup Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan Korah, Sanny C.; Pangemanan, Damajanty H.C.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 8, No 2 (2020): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.8.2.2020.29906

Abstract

Abstract: Loss of natural teeth, whether it is replaced with artificial teeth or not, can affect the quality of life (QoL), especially in relation to oral health. This study was aimed to determine the differences in the QoL of elderly between denture wearers and non denture wearers. This was a literature review study. There were five literatures in this study; three literatures used the GOHAI questionnaire as a research instrument meanwhile the others used the OHIP-14 questionnaire. The results showed that the measuring instrument most widely used was GOHAI. Based on age, the QoL of denture wearers and non denture wearers became worse as they became older. Based on sex, the QoL of the non denture wearers was better in males than in females, albeit, there was no difference between sex among the denture wearers. In conclusion, the QoL of denture wearers was better than of non denture wearers. Moreover, the QoL of denture wearers was relatively good, meanwhile the QoL of non denture wearers was poor.Keywords: quality of life, elders, denture, tooth loss Abstrak: Kehilangan gigi asli yang digantikan dengan gigi tiruan maupun tidak, dapat meme-ngaruhi kualitas hidup, khususnya kualitas hidup terkait kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan. Jenis penelitian ialah studi pustaka. Total pustaka yang diteliti berjumlah lima buah. Terdapat tiga pustaka yang menggunakan kuesioner GOHAI sebagai instrumen penelitian, sedangkan dua lainnya menggunakan kuesioner OHIP-14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat ukur yang paling banyak digunakan yaitu GOHAI. Berdasarkan usia, semakin bertambahnya usia, kualitas hidup lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan semakin buruk. Berdasarkan jenis kelamin, kualitas hidup lansia bukan pengguna gigi tiruan lebih baik pada laki-laki daripada perempuan, sedangkan pada lansia pengguna gigi tiruan, hasilnya seimbang. Simpulan penelitian ini ialah kualitas hidup lansia pengguna gigi tiruan lebih baik daripada bukan pengguna gigi tiruan. Kualitas hidup lansia pengguna gigi tiruan tergolong baik sedangkan kualitas hidup lansia bukan pengguna gigi tiruan tergolong buruk.Kata kunci: kualitas hidup, lansia, gigi tiruan, kehilangan gigi
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Perilaku Menyikat Gigi pada Anak Wanti, Melyana; Mintjelungan, Christy N.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32365

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental health problem that often affects children aged 6-12 years. Children who have bad habits in maintaining oral hygiene are at greater risk to suffer from dental caries. A good habit that can be developed to obtain a good behavior is tooth brushing. The behavior of tooth brushing in children can be influenced by many things, inter alia intrimsic or extrinsic motivation. This study was aimed to determine whether there was an extrinsic motivation on tooth brushing behavior among elementary school students. This was a literature review study using databases of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Indonesia Onesearch. There were five literatures with cross-sectional design used in this study. The results showed that extrinsic motivation could influence the tooth brushing behavior of the students. Parents and teachers had a major role in influencing the students for tooth brushing behavior. In conclusion, there is an influence of extrinsic motivation on children's tooth brushing behavior.Keywords: motivation, behavior, tooth brushing, children Abstrak: Karies gigi merupakan masalah gigi yang sering menyerang anak usia 6-12 tahun. Anak yang memiliki kebiasaan buruk dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutnya berisiko lebih besar terkena karies gigi. Kebiasaan baik yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan perilaku yang baik, yakni kebiasaan menyikat gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya ialah motivasi yang dapat berasal dari dalam (intrinsik) maupun dari luar diri seseorang (ekstrinsik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan empat database yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Indonesia Onesearch. Lima literatur yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan motivasi ekstrinsik berpengaruh terhadap perilaku menyikat gigi anak. Orang tua dan guru memiliki peran utama dalam memengaruhi motivasi menyikat gigi anak. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi anak.Kata kunci: motivasi, perilaku, menyikat gigi, anak
Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies pada Anak Muntu, Ladiza F. J.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Abstract

Abstract: Caries is an oral disease that is often found in the community. Riset Kesehatan Dasar (Basic Health Research) showed that 54.0% of the caries problems were found in the ge of 5-9 years. One of the government's efforts to reduce the risk score of caries causes is to promote a dental and oral health education program; one of them is the Irene's Donut method. This study was aimed to obtain an overview of the use of Irene's Donut method in reducing the caries risk score. This was a literature review study using databases of Google Scholar and Digital Reference Garba. The results showed that there were five journals fulfilling the inclusion and exclusion criteria.  There was a change in the level of cleanliness and significant increases of knowledge, attitude, and practice of the respondents. In conclusion, the Irene Donut method is effective in reducing the caries risk score in children by installing knowledge to the parents to guide their children related to good oral health maintenance behavior.Keywords: Irene's donut, dental caries in children, caries risk score Abstrak: Karies merupakan masalah penyakit mulut yang sering ditemukan pada masyarakat. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 54,0% masalah karies ditemukan pada kelompok usia 5-9 tahun. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan skor risiko penyebab karies yakni menggalakan program pendidikan kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah metode Irene’s Donut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metode Irene’s Donut terhadap penurunan skor risiko karies. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan perubahan tingkat kebersihan gigi serta peningkatan yang bermakna secara statistik pada pengetahun, sikap, dan praktik responden. Simpulan penelitian ini ialah metode Irene’s Donut dinilai efektif dalam menurunkan skor risiko karies pada anak dengan cara menanamkan pengetahuan pada orang tua untuk membimbing anak dalam hal menanamkan perilaku pemelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci: Irene’s donut, karies gigi pada anak, skor risiko karies
Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar Pontoluli, Zefanya G.; Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32366

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene could cause a variety of diseases in the oral cavity. Oral diseases can occur in various age groups, including children. World Health Organization survey showed that 90% of the world population suffer from gingivitis; 80% of them are children under 12 years of age. Gingivitis is an early stage of periodontal disease in the form of gingival inflammation due to poor oral dental hygiene. Therefore, biofilms are accumulated on the plaques along the gingival margins. This study was aimed to determine the oral dental hygiene and the incidence of gingivitis in elementary school children. This was a literature review study using three databases, namely: Google Scholar, PubMed, and Digital Reference Garba. The results obtained nine journals that were relevant to the topic of discussion. Moreover, oral dental hygiene was influenced by knowledge of oral dental health and oral dental hygiene maintenance behavior such as tooth brushing and diet. The incidence of gingivitis among elementary school children ranged from 74.4% to 91.94%. In conclusion, oral hygiene status of elementary school children was in the medium category and the incidence of gingivitis among them was high.Keywords: oral hygiene, incidence of gingivitis, elementary school children Abstrak: Kebersihan gigi mulut yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam rongga mulut. Penyakit gigi mulut dapat dialami oleh semua kelompok usia, tidak terkecuali pada anak. Hasil survei World Health Organization menumjukkan 90% penduduk di dunia menderita penyakit gingivitis dan 80% di antaranya merupakan anak usia di bawah 12 tahun. Gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal berupa peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh kebersihan gigi mulut yang buruk sehingga terjadi akumulasi biofilm pada plak di sepanjang margin gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersihan gigi mulut dan kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan sembilan jurnal yang relevan dengan topik bahasan. Kkebersihan gigi mulut dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan gigi mulut dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut seperti menyikat gigi dan pola makan. Distribusi kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar antara 74,4%-91,94%. Simpulan penelitian ini ialah status kebersihan gigi mulut anak sekolah dasar termasuk dalam kategori sedang dan angka kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar tergolong tinggi.Kata kunci: kebersihan gigi mulut, kejadian gingivitis, anak sekolah dasar
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi Mulut Siswa SD Dengan dan Tanpa Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Gerung, Ayumi Y.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.32958

Abstract

Abstract: Behavior is the second major factor that affects the health status of an individual or society. Good behavior in maintaining oral hygiene will have a positive impact on the status of children’s oral health. One of the efforts to reduce the number of caries is through the Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) program. This study was aimed to obtain the oral health care behavior of elementary school students with UKGS and without UKGS. This was a literature review study. There were four relevant literatures with related topics obtained from different databases, as follows: Google Scholar, PubMed, and Garba Rujukan Digital. The results showed that the UKGS program was effective in increasing the status of students’ oral health. Besides education about oral health at schools, parents and the media played some important roles in providing information of oral care. In conclusion, oral health care behavior of elementary school students with and without UKGS were in good category as long as teachers, parents, and internet media as well as print media were involved.Keywords: behavior; oral health; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)  Abstrak: Perilaku merupakan faktor kedua terbesar yang berpengaruh terhadap status kese-hatan individu atau masyarakat. Perilaku yang baik dalam pemeliharaan kebersihan mulut akan berdampak positif pada derajat kesehatan gigi mulut anak. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka karies yaitu melalui program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS. Jenis penelitian ialah literature review. Terdapat empat pustaka yang relevan dengan topik terkait. Pustaka dalam penelitian didapat dari database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian menunjukkan program UKGS efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan gigi mulut siswa. Pendidikan tentang kesehatan gigi mulut tidak hanya berasal dari sekolah, tetapi orang tua dan media berperan penting dalam memberikan informasi tentang pemeliharaan gigi mulut. Simpulan penelitian ini ialah perilaku pemeliharaan kesehatan gigi mulut siswa SD dengan UKGS dan tanpa UKGS keduanya dalam kategori baik sepanjang adanya keterlibatan guru, orang tua, dan media internet maupun cetak.Kata kunci: perilaku; kesehatan gigi mulut; Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS)
Motivasi Penderita yang Kehilangan Gigi terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Rumambi, Brigita B.; Wowor, Vonny N. S.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.2.2021.32959

Abstract

Abstract: Denture wearing in society is influenced by several factors, one of which is motivation that can influences the mindset of individuals in decision making. This study was aimed to obtain the description of motivation among denture wearers. This was a literature review study using content analysis. There were four literatures on related topics obtained from the Google Scholar database, PubMed, and Garba Rujukan Digital. The results showed that in general, the external motivation of denture wearers was categorized as moderate, consisted of family support, environment, media, and health facilities. Meanwhile, the internal motivation was categorized as high, consisted of self-perception, interest, need, and expectation. In conclusion, motivations of patients with tooth loss to wear dentures consisted of extrinsic motivation which included the environment, information media, and health facilities, and the intrinsic motivation which included knowledge, self-perception, needs, interests, and expectation.Keywords: motivation; denture wearers  Abstrak: Penggunaan gigi tiruan pada masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya ialah motivasi yang dapat memengaruhi pola pikir individu dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran motivasi penggunaan gigi tiruan. Jenis penelitian ialah studi pustaka dengan menggunakan content analysis. Terdapat empat pustaka mengenai topik terkait, diperoleh dari database Google scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan motivasi ekstrinsik penderita yang kehilangan gigi dengan penggunaan gigi tiruan umumnya tergolong sedang meliputi dukungan keluarga, lingkungan, media, dan fasilitas kesehatan sedangkan motivasi internal tergolong tinggi meliputi persepsi diri, minat, kebutuhan, dan harapan. Simpulan penelitian ini ialah motivasi penderita yang kehilangan gigi terhadap penggunaan gigi tiruan terdiri dari motivasi motivasi ekstrinsik yang meliputi lingkungan, media informasi dan fasilitas kesehatan dan motivasi intrinsik yang meliputi pengetahuan, persepsi diri, kebutuhan, minat, dan harapan.Kata kunci: motivasi; pengguna gigi tiruan
Efektivitas Dental Health Education Menggunakan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Pitoy, Anastasia D.; Wowor, Vonny N. S.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34903

Abstract

Abstract: Basic Health Research of the Ministry of Health of the Republic of Indonesia showed that 93% of Indonesian children experience dental caries. Dental health education (DHE) is the provision of information in the form of a comprehensive understanding of dental and oral health and the determinants that affect individuals and communities. Giving DHE to children must be done in an appropriate and effective way. This study was aimed to to determine the effectiveness of DHE using audio-visual media to elementary school students. This was a literature review study using the PubMed, Google Scholar, Science Direct, and Clinical Key databases. Then the literatures were selected according to the inclusion and exclusion criteria and a critical appraisal was carried out to obtain relevant and worthy literatures. After going through the study selection, nine literatures were accepted. All literatures showed an increase in students' knowledge about dental and oral health after the DHE using audio-visual media. In conclusion, elementary school students' knowledge about dental and oral health increased significantly after DHE using audio-visual media.Keywords: dental health education (DHE); audio visual media; elementary school’s students Abstrak: Hasil Riskesdas Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan 93% anak Indonesia mengalami karies gigi. Dental health education (DHE) adalah pemberian informasi berupa pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan gigi dan mulut serta faktor penentu yang memengaruhi individu dan komunitas. Pemberian DHE pada anak harus dilakukan dengan cara yang tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dental health education menggunakan media audio visual pada siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah suatu literature review mengguanakan database PubMed, Google Scholar, Science Direct, dan Clinical Key. Literatur yang diperoleh kemudian diseleksi sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi serta dilakukan critical appraisal untuk mendapat literatur yang relevan dan layak diteliti. Setelah melalui seleksi studi, didapatkan sembilan literatur untuk diulas. Semua literatur menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan gigi dan mulut setelah DHE menggunakan media audio visual. Simpulan penelitian ini ialah pengetahuan siswa sekolah dasar tentang kesehatan gigi dan mulut meningkat secara bermakna setelah pemberian DHE menggunakan media audio visual.Kata kunci: dental health education (DHE); media audio visual; siswa sekolah dasar
Status Gizi pada Lansia Pengguna dan Bukan Pengguna Gigi Tiruan Halim, Dwita N.; Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.34899

Abstract

Abstract: Tooth loss which is often found among elderly may cause problems in mastication. Chewing efficiency may decrease if the elderly do not replace the function of the missing teeth by using dentures. This can further affect their nutritional intake and nutritional status. This study was aimed to explore scientific information regarding differences in elderly nutritional status of removable denture wearers and non-denture wearers. This was a literature review study by searching data on three databases, namely Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar using keywords and a combination of boolean operators. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was performed, and 10 literatures were obtained consisting of cross-sectional, cohort, and randomized controlled trial design studies. The results showed that the percentage of the elderly with normal nutritional status was higher in denture wearers than in non-denture wearers. There was an increase in nutritional status based on MNA and MNA-SF scores in the elderly after wearing removable dentures. Among elderly, the nutritional status of denture wearers was relatively at risk of malnutrition, while of non-denture wearers was at risk of malnutrition and experienced malnutrition. In conclusion, risk of malnutrition and the occurrence of malnutrition are greater in non-denture wearer elderly.Keywords: nutritional status; elderly; tooth loss; denture wearers; removable dentures  Abstrak: Kehilangan gigi yang banyak ditemukan pada lansia dapat menyebabkan timbulnya gangguan dalam pengunyahan. Efisiensi kunyah dapat menurun bila lansia tidak menggantikan fungsi gigi asli yang hilang dengan menggunakan gigi tiruan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi dan status gizi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah mengenai perbedaan status gizi pada lansia pengguna dan bukan pengguna gigi tiruan lepasan. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data pada tiga database yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan kombinasi boolean operator. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, dan didapatkan 10 literatur dengan desain studi cross sectional, cohort, dan randomized controlled trial. Hasil penelitian mendapatkan persentase lansia dengan status gizi normal lebih besar ditemukan pada lansia pengguna gigi tiruan daripada lansia bukan pengguna gigi tiruan. Terdapat peningkatan status gizi berdasarkan skor MNA dan MNA-SF pada lansia setelah pemakaian gigi tiruan lepasan. Status gizi lansia pengguna gigi tiruan relatif berisiko malnutrisi, sedangkan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan berisiko malnutrisi dan mengalami malnutrisi. Simpulan penelitian ini ialah risiko malnutrisi dan terjadinya malnutrisi lebih besar ditemukan pada lansia bukan pengguna gigi tiruan.Kata kunci: status gizi, lansia; kehilangan gigi; pengguna gigi tiruan; gigi tiruan lepasan