Vonny N. S. Wowor
Universitas Sam Ratulangi

Published : 50 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Mulut Pengguna Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik Herwanto, Adine V. K.; Mintjelungan, Christy N.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.36429

Abstract

Abstract: Behavior of maintaining denture hygiene is an important factor in the success of denture care. Poor denture hygiene maintenance can cause problems for dental and oral health such as caries, gingivitis, stomatitis, xerostomia, candidiasis, and periodontal disease, especially in users of acrylic-based removable dentures. This study was aimed to obtain the oral hygiene maintenance behavior of denture wearers. This was a literature review study using secondary data sources of the Google Scholar and PubMed databases with keywords, as follows: maintenance behavior, oral hygiene, denture users, acrylic removable partial dentures. Data selection were carried out based on inclusion and exclusion criteria, followed by a critical appraisal. The selection results in six literatures consisting in the form of cross-sectional studies. The results showed that the hygiene behavior of acrylic-based removable dentures in the community was classified as poor. In conclusion, maintenance of oral hygiene behavior of acrylic removable partial denture wearers is classified as poor due to lack of knowledge of most denture wearers to keep their dentures clean.Keywords: maintenance behavior of oral hygiene; denture wearers; acrylic removable partial dentures Abstrak: Perilaku memelihara kebersihan gigi tiruan merupakan faktor penting dalam keberhasilan perawatan gigi tiruan. Pemeliharaan kebersihan gigi tiruan yang kurang baik dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan gigi dan mulut seperti karies, gingivitis, stomatitis, xerostomia, kandidiasis, dan penyakit periodontal, terutama pada pengguna gigi tiruan lepasan berbasis akrilik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kebersihan mulut pengguna gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) akrilik. Jenis penelitian berbentuk literature review dengan menggunakan sumber data sekunder yang diperoleh melalui pencarian database Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci: maintenance behavior, oral hygiene, denture users, acrylic removable partial dentures. Seleksi data dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilanjutkan dengan critical appraisal. Hasil seleksi mendapatkan enam literatur berbentuk cross-sectional study. Data hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaaan kebersihan gigi tiruan lepasan berbasis akrilik pada masyarakat tergolong kurang baik. Simpulan penelitian ini ialah pemeliharaan kebersihan gigi mulut pengguna gigi tiruan sebagian lepasan akrilik masih tergolong kurang baik karena kurangnya kesadaran dan pengetahuan dari sebagian besar masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi tiruan.Kata kunci: perilaku pemeliharaan kebersihan mulut; pengguna gigi tiruan; gigi tiruan sebagian lepasan akrilik
Hubungan Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Baliung, Ratika F.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.36424

Abstract

Abstract: Periodontal disease is still one of the dental and oral health disorders that has a high prevalence worldwide. Moreover, it can cause disorders in pregnancy including low birth weight (LBW) infant with the risks of death as well as disorders of growth and development in children. To date, low birth weight is one of the causes of high infant mortality rate. This study was aimed to evaluate the relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW baby. This was a literature review study searching data on three databases namely Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar and using keywords and a combination of boolean operators. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, critical appraisal was conducted, and nine literatures were obtained: cross sectional study, case-control study, cohort study designs. The results showed that the most common periodontal disease in pregnant women was periodontitis. Women who gave birth to LBW babies had poor periodontal conditions compared to women who gave birth to babies with normal weight. Most of the literatures showed a significant relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW baby. In conclusion, there is a relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW infant. Periodontitis is one of the risk factors of poor pregnancy outcomes.Keywords: periodontal disease; pregnant women; low birth weight (LBW)  Abstrak: Penyakit periodontal masih merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi cukup tinggi di dunia. Dampak penyakit periodontal dapat berupa gangguan pada kehamilan termasuk terjadinya kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yang berisiko kematian bayi, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayi BBLR merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi (AKB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan BBLR. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data pada tiga database yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan kombinasi boolean operator. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, dan didapatkan sembilan literatur dengan desain studi cross sectional, case-control, dan cohort. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penyakit periodontal yang terbanyak pada ibu hamil ialah periodontitis. Ibu yang melahirkan bayi BBLR memiliki kondisi periodontal yang buruk dibandingkan ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan cukup. Sebagian besar literatur yang ditelaah menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan kejadian bayi BBLR. Periodontitis merupakan salah satu faktor risiko hasil kehamilan yang buruk.Kata kunci: penyakit periodontal; ibu hamil; berat badan lahir rendah (BBLR)
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Mariati, Ni Wayan; Wowor, Vonny N. S.; Tasya, Maria
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51333

Abstract

Abstract: Dental caries is common in school-age children eventhough most parents have played a good role in maintaining dental and oral health of their children. In developing countries like Indonesia, the level of knowledge is the most important factor in dental and oral health. This study aimd to determine the relationship between the level of knowledge about oral health and the incidence of caries in school-age children at Desa Wori. This was a correlational and descriptive study with a cross-sectional approach. A total of 153 people were selected as samples using the stratified proportionate random sampling technique. Questionnaire was used to assess the level of knowledge, meanwhile, caries incidence was assesed using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). The results showed that 46.41% of the samples had good knowledge and had caries, 12.42% had good knowledge and no caries, 31.37% had less knowledge and had caries, and 9.8% had less knowledge and no caries. The chi square test of the relationship between the level of knowledge and the caries incidence obtained a p-value of 0.8434 (≥0.05). In conclusion, there is no relationship between the level of knowledge and the caries incidence in school-age children at Desa Wori. Keywords: caries; level of knowledge; school-age children   Abstrak: Karies merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai pada anak usia sekolah, meskipun sebagian besar orang tua telah berperan baik dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut anaknya. Pada negara berkembang seperti Indonesia tingkat pengetahuan merupakan faktor yang paling penting dalam kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak usia sekolah di Desa Wori. Penelitian ini merupakan studi deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 153 orang dipilih sebagai sampel dengan teknik stratified proportionate random sampling. Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian tingkat pengetahuan dan International caries detection and assessment system (ICDAS) digunakan untuk mengukur kejadian karies. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 46,41% sampel memiliki tingkat pengetahuan yang baik, ada karies; 12,42% sampel memiliki pengetahuan yang baik, tanpa karies; 31,37% sampel memiliki pengetahuan kurang, ada karies; sedangkan 9,8% sampel memiliki pengetahuan kurang, tanpa karies. Hasil uji chi square terhadap hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian karies mendapatkan nilai p=0,8434 (≥0,05). Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian karies pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: karies; tingkat pengetahuan; anak usia sekolah
Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove Bruguiera gymnorrhiza Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans pada Gigi Tiruan Lepasan Akrilik Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.; Tampie, Billinda B.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51335

Abstract

Abstract: Rough surface and poorly kept denture, especially those facing the supporting mucosa, can become a reservoir for the growth of microorganisms, such as the Candida albicans. Natural ingredients are chosen for denture cleanser because they are relatively cheap and safe. The mangrove plant Bruguiera gymnorrhiza is a natural source which contains active compounds, including saponins, flavonoids, phenol hydroquinones, alkaloids, and tannins which are antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial, antiviral, antifungal, hypoallergenic, etc. This study aimed to determine the inhibition of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract on the growth of Candida albicans on removable denture plates and to determine the effective concentration that could inhibit the growth of Candida albicans. This was a true experimental laboratory study with a post test control group design. The test method used was the modified Kirby-Bauer method using wells. Samples were divided into four groups with respective concentrations of 20%, 30%, 40%, 50%, control positive, and control negative. The one-way ANOVA test showed a p-value of <0.05, meaning that there was a significant difference in the average inhibition based on the four concentration groups. The Post Hoc test (Tukey's HSD) showed that there were differences in the strength of inhibition at each treatment concentration and the control group. In conclusion, Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract can inhibit the growth of the Candida albicans. Keywords: denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza   Abstrak: Permukaan gigi tiruan yang kasar dan kurang dijaga kebersihannya, terlebih khusus yang berhadapan dengan mukosa pendukung dapat menjadi reservoir bagi pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Bahan pembersih alami banyak dipilih karena relatif murah, dan aman. Tanaman mangrove Bruguiera gymnorrhiza merupakan salah satu sumber alami yang memiliki kandungan senyawa aktif, antara lain, saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, dan tanin yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antifungi, dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat gigi tiruan lepasan dan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik murni dengan post test control group design. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel dibagi dalam kelompok perlakuan dengan konsentrasi masing-masing 20%, 30%, 40%, 50%, kontrol positif, dan kontrol negatif. Uji one way ANOVA menunjukkan p<0,05, berarti terdapat perbedaan bermakna untuk rerata daya hambat berdasarkan keempat kelompok konsentrasi. Uji Post Hoc (Tukey’s HSD) menunjukkan adanya perbedaan kekuatan daya hambat pada setiap konsentrasi perlakuan dan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: gigi tiruan; denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza
Hubungan Konsumsi Makanan Kariogenik dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Wowor, Vonny N. S.; Wahyuni, Rizka; Rokot, Grandy F. Y.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51343

Abstract

Abstract: Dental caries is the most common non-communicable disease worldwide. Children's teeth are prone to dental caries due to immature tooth growth and children’s behavior in maintaining oral health, such as high consumption of cariogenic foods. This study aimed to determine the relationship between cariogenic food consumption and the incidence of dental caries among school-age children in Desa Wori. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Sampling using stratified random sampling technique obtained 153 children aged 6-12 years as respondents. Data collection was carried out by filling out the Food Frequency Questionnaire (FFQ) checklist to obtain cariogenic food consumption and examination of their teeth using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS) to detect whether or not dental caries in the children. The results showed that 83.66% of respondents consumed high cariogenic foods and 79.08% of respondents had dental caries. Data analyzed using the chi-square test obtained a p-value of 0.002 (p<0.05). In conclusion, there is a relationship between cariogenic food consumption and the incidence of dental caries in school-age children in Desa Wori. Keywords: cariogenic food; dental caries; school-age children   Abstrak: Karies gigi merupakan penyakit tidak menular yang paling umum di seluruh dunia. Secara global diperkirakan 2 miliar orang menderita karies gigi permanen dan 520 juta anak menderita karies gigi sulung. Gigi anak rentan terhadap karies gigi karena pertumbuhan gigi yang belum sempurna dan perilaku anak yang belum mengerti menjaga kesehatan gigi mulutnya, seperti konsumsi makanan kariogenik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Jenis penelitian yang digunakan, yaitu observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, didapatkan anak usia 6 – 12 tahun sebanyak 153 sampel. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian daftar tilik Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat konsumsi makanan kariogenik dan pemeriksaan gigi-geligi menggunakan International Caries Detection and Assessment System (ICDAS) untuk mendeteksi ada tidaknya kejadian karies gigi pada anak. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 83,66% anak usia sekolah di Desa Wori mengonsumsi makanan kariogenik yang tinggi dan 79,08%  anak usia sekolah di Desa Wori memiliki karies gigi. Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p=0,002 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan antara konsumsi makanan kariogenik dan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: makanan kariogenik; karies gigi; anak usia sekolah
Pengaruh Berkumur Air Kelapa (Cocos nucifera) terhadap Laju Aliran Saliva Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan; Depthios, Richard F.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.51499

Abstract

Abstract: Decreased salivary flow rate can be caused by many things, inter alia age, consumption of certain drugs, and psychological effects. The benefits of coconut water have been widely studied, one of which is related to dental and oral health. However, there are still not many studies about the effects of various varieties of coconut water in increasing the flow rate of saliva, especially old coconut water which is often thrown away as waste. This study aimed to determine whether there was an effect of coconut water (Cocos nucifera) gargling on the rate of salivary flow. This was an experimental and analytical study with a quasi-experimental design, and pre-test and post-test control group design approaches. Samples were dentistry undergraduate students of Universitas Sam Ratulangi taken by simple random sampling. Samples were divided into two groups: treatment group (gargling with old coconut water) and control group (gargling with mineral water). The results showed that in the treatment group, there was an increase of salivary flow rate from 0.7114 to 1.1248 after gargling with old coconut water. Meanwhile, in the control group, there was an increase of salivary flow rate from 0.7962 to 0,8495 after gargling with mineral water. Since research data were normally distributed and homogenous, the statistical analysis was continued with the unpaired T-test which obtained a p-value of <0.001 (p<0.05). In conclusion, coconut water (Cocos nucifera) gargling can influence the salivary flow rate. Keywords: coconut water; salivary flow rate; gargling   Abstrak: Laju aliran saliva yang menurun dapat diakibatkan oleh berbagai hal antara lain faktor usia, mengonsumsi obat-obatan tertentu, dan efek psikis. Manfaat air kelapa terhadap kesehatan antara lain kesehatan gigi dan mulut telah diteliti namun belum banyak penelitian mengenai efek air kelapa dari berbagai varietas dalam hal meningkatkan laju aliran saliva terutama air kelapa tua yang masih sering dibuang sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur air kelapa (Cocos nucifera) terhadap laju aliran saliva. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan rancangan quasi eksperimental, dan pendekatan pre test dan post test control group design. Sampel penelitian ialah mahasiswa S1 PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang diambil secara simple random sampling dan dibagi atas dua kelompok, yaitu kelompok perlakuan (berkumur air kelapa tua) dan kelompok kontrol (berkumur air mineral). Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok perlakuan rerata laju aliran saliva sebelum dan setelah berkumur air kelapa naik dari 0,7114 menjadi 1,1248 sedangkan pada kelompok kontrol rerata laju aliran saliva sebelum dan setelah berkumur air mineral naik dari 0,7962 menjadi 0,8495. Oleh karena data penelitian berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji t tidak berpasangan yang mendapatkan nilai p<0,001 (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah berkumur air kelapa (Cocos nucifera) dapat meningkatkan laju aliran saliva. Kata kunci: air kelapa; laju aliran saliva; berkumur
Hubungan Perilaku Menyikat Gigi dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah di Desa Wori Wowor, Vonny N. S.; Bernadus, Janno B. B.; Lumbangaol, Grace M. P.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.55681

Abstract

Abstract: Dental caries is still a significant health problem among school-age children 6 – 12 years in Southeast Asian countries. Tooth brushing behavior plays an important role in oral and dental health status. This study aimed to evaluate the relationship between tooth brushing behavior and the incidence of dental caries among school-age children at Desa Wori. This was an analytical and observational study with a cross-sectional design. Samples of 153 students were selected using the stratified proportionate random sampling technique. We used questionnaire to evaluate the tooth brushing behavior which had been tested for validity and reliability, meanwhile the examination of dental caries was performed using the International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). The results showed that 24 students brushed their teeth correctly and did not have dental caries, while 52 students brushed their teeth correctly but had dental caries. Moreover, 10 students had poor brushing behavior but had no dental caries, meanwhile 67 students had poor behavior and had dental caries. The chi-square test obtained a p-value of 0.006 (p≤0.05). In conclusion there is a significant relationship between tooth brushing behavior and the incidence of dental caries among school-age children at Desa Wori. Keywords: tooth brushing behavior; dental caries; school-age children   Abstrak: Karies gigi masih merupakan masalah kesehatan yang signifikan pada anak usia sekolah 6–12 tahun di negara-negara Asia Tenggara. Perilaku menyikat gigi memegang peranan penting dalam status kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku menyikat gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Partisipan sebanyak 153 siswa dipilih dengan menggunakan teknik stratified proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan untuk perilaku menyikat gigi ialah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas serta pemeriksaan karies gigi menggunakan International Caries Detection and Assessment System (ICDAS). Hasil penelitian memperlihatkan bahwa 24 siswa memiliki perilaku menyikat gigi yang baik dan tidak ada karies gigi, sedangkan 52 siswa memiliki perilaku menyikat gigi dengan baik tetapi ada karies gigi. Kemudian ditemukan 10 siswa memiliki perilaku menyikat gigi yang kurang baik dan tidak ada karies gigi, sedangkan 67 siswa memiliki perilaku kurang baik dan ada karies gigi. Uji chi-square mendapatkan nilai p=0,006 (p≤ 0,05). Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi dengan kejadian karies gigi pada anak usia sekolah di Desa Wori. Kata kunci: perilaku menyikat gigi; kejadian karies gigi; anak usia sekolah
Efektivitas Dental Health Education dengan Metode Demonstrasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Menyikat Gigi Siswa Sekolah Dasar Gonie, Lovely T. A.; Wowor, Vonny N. S.; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.57297

Abstract

Abstract: Dental caries is still a health problem experienced by many children in Indonesia. One of the factors that influence dental caries is behavioral factor. Changing behavior can be done by intervening through dental health education, especially about tooth brushing. One method that encourages the target to participate actively and involves many senses is the demonstration method. This study aimed to find out the effectiveness of dental health education (DHE) accompanied by demonstration method on increasing knowledge of tooth brushing among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group design, using pretest and posttest for the treatment and control groups that were already determined. Samples were 100 students of SD Advent Paal 2 Manado, divided into two equal groups: control group (DHE without demonstration method) and treatment group (DHE with demonstration method). The Wilcoxon test showed that the p-value of dental health education with or without demonstration method was 0.000 (p<0.05), which meant an increase in knowledge after treatment with DHE. However, based on the obtained scores, the difference in the increase in the treatment group was greater than that of the control group. In conclusion, dental health education using demonstration method can increase effectively the knowledge about tooth brushing among elementary school students. Keywords: dental health education; demonstration; knowledge about tooth brushing   Abstrak: Karies gigi masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang dialami oleh banyak anak di Indonesia. Salah satu faktor yang berpengaruh pada penyakit karies gigi yaitu faktor perilaku. Untuk mengubah perilaku, dapat dilakukan intervensi melalui pemberian dental health education (DHE) pada anak, terutama yang berkaitan dengan menyikat gigi. Salah satu metode yang mendorong sasaran untuk ikut secara aktif dan melibatkan banyak indra yaitu metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas DHE dengan metode demonstrasi terhadap peningkatan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan pretest dan posttest pada kelompok perlakuan dan kontrol yang sudah ditentukan. Sampel penelitian ialah 100 siswa kelas V dan VI SD Advent Paal 2 Manado, dibagi ke dalam dua kelompok; kelompok perlakuan (pemberian DHE disertai metode demonstrasi) dan kelompok kontrol (pemberian DHE tanpa disertai metode demonstrasi). Hasil uji Wilcoxon terhadap kedua kelompok mendapatkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sesudah diberikan DHE. Walaupun demikian, dari perolehan skor yang didapat, selisih peningkatan pada kelompok perlakuan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah pemberian dental health education dengan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan menyikat gigi siswa sekolah dasar. Kata kunci: dental health education: demonstrasi: pengetahuan menyikat gigi
Perbedaan Efektivitas Pendidikan Kesehatan Gigi Menggunakan Media Ular Tangga dan Busybook terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Anak Wowor, Vonny N. S.; Wicaksono, Dinar A.; Apridinda, Engilica
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60189

Abstract

Abstract: Around 3.5 billion people worldwide face dental health problems, primarily due to a lack of knowledge about the importance of dental care. Therefore, dental health education, especially for children, is crucial. This study was conducted at GMIM Tateli Elementary School, Pineleng District, Minahasa Regency, North Sulawesi Province. The aim of this research was to determine the difference in the effectiveness of dental health education using Snakes and Ladders and Busybook media on children's dental health knowledge. This study employed a quasi-experimental method with a pretest and posttest design involving 32 children aged 6-8 years. The Wilcoxon and Mann-Whitney tests were used for analysis. The Wilcoxon test results for Snakes and Ladders and Busybook media showed a significance value of p = 0.001 (p < 0.05), indicating statistical significance. The Mann-Whitney test showed a significance value of p = 0.048 (p < 0.05), also indicating statistical significance. The conclusion of this study is that dental health education using Snakes and Ladders and Busybook media can improve elementary school children's dental health knowledge, with Snakes and Ladders being more effective than Busybook. Keywords: dental health education; snakes and ladders; busybook
Efektivitas Dental Health Education Metode Simulasi dan Metode Pemutaran Video terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Siswa Sekolah Dasar Siwi, Jordan A. C.; Mariati, Ni Wayan; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.60185

Abstract

Abstract: Oral and dental health issues remain a predominant global concern, and Indonesia itself still faces a relatively high prevalence of caries among children aged 10-14 years. Poor oral health habits can be a contributing factor to the development of tooth decay in children. Behavioral changes in children can be achieved through increased knowledge. Interventions through Dental Health Education (DHE) using appropriate methods and media can be conducted to enhance children's knowledge of oral and dental health, expecting of subsequently influencing on their behaviors. This study aimed to compare the effectiveness of DHE using simulation and video playback methods in improving the knowledge of oral and dental health among elementary school students. This was a quasi-experimental study with a non-equivalent control group, employing pre-tests and post-tests. The study samples consisted of 60 students of SD Negeri Kalasey (elementary school) Manado as respondents, selected through total sampling. The Wilcoxon test conducted on the simulation and video playback education groups obtained a p-value of 0.00 (p<0.05), indicating an improvement of knowledge for both methods. The Mann-Whitney test showed a p-value of 0.689 (p>0.05), indicating there was no significant difference between the two methods. In conclusion, there is no difference in effectiveness between Dental Health Education using simulation and video playback methods. Keywords: dental health education; simulation; video playback; knowledge    Abstrak: Kesehatan gigi dan mulut masih merupakan masalah global. Indonesia masih memiliki prevalensi karies yang cukup tinggi pada anak usia 10-14 tahun. Perilaku yang buruk dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut dapat menjadi faktor yang berpengaruh terhadap timbulnya karies gigi pada anak. Perubahan perilaku pada anak dapat diperoleh melalui peningkatan pengetahuan. Intervensi melalui pemberian Dental Health Education (DHE) dengan penggunaan metode dan media yang tepat dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak, yang diharapkan dapat mengubah perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas antara DHE metode simulasi dan metode pemutaran video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar (SD). Jenis penelitian ialah quasi experimental dengan non-equivalent control group design dan digunakan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 60 murid SD Negeri Kalasey Manado sebagai responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil uji Wilcoxon terhadap kelompok penyuluhan metode simulasi dan metode pemutaran video menunjukkan nilai p=0,00 (p<0,05) yang berarti pada kedua metode terdapat perbedaan bermakna sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p=0,689 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua metode. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas antara Dental Health Education metode simulasi dan metode pemutaran video. Kata kunci: dental health education; simulasi; pemutaran video; pengetahuan