Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Solusi Persoalan Kemiskinan Di Kabupaten Rokan Hulu Arrafiqur Rahman; Irwan Effendi; Lufita Nur Alfiah; Purwantoro
Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.848 KB)

Abstract

Grafik angka kemiskinan di Kabupaten Rokan Hulu dalam sepuluh tahun terakhir hampir tidak pernah menunjukkan penurunan yang signifikan. Tahun 2019 jumlah penduduk miskin Rokan Hulu nomor satu terbanyak di Provinsi Riau dengan angka sebesar 72,28 ribu jiwa. Artikel ini membahas tentang berbagai solusi terkait dengan masalah kemiskinan di Rokan Hulu, secara spesifik artikel ini adalah merupakan hasil dari Diskusi Publik yang dilakukan oleh Universitas Pasir Pengaraian tentang persoalan kemiskinan di Rokan Hulu. Data primer dalam artikel ini diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) melalui kegiatan diskusi public, dengan informen sebanyak 18 orang dari berbagai kalangan, meliputi tokoh masyarakat, akademisi, birokrat, unsur pemerintah daerah, lembaga legislative, lembaga adat melayu, organisasi masyarakat, pemuda dan profesi, dan lain-lain. Selain itu pandangan sikap beberapa komentator di berbagai media setelah kegiatan diskusi dilakukan juga dijadikan sebagai data primer dalam tulisan ini. Selanjutnya sikap dan pandangan informen di analisis dengan pendekatan thematic analysis menggunakan sofwer NVivo 12 Plus. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa secara umum solusi penanggulangan kemiskina di Rokan Hulu terdiri dari tiga poin mindmap, yaitu: 1). Solusi terkait data, 2). Solusi terkait program cepat, dan 3). Solusi kebijakan untuk jangka panjang. Berdasarkan kesimpulan tersebut pemerintah daerah Rokan Hulu pada dasarnya telah mendapatkan rambu-rambu solusi yang akan dilakukan, selanjutnya diperlukan perumusan langkah teknis yang konkrit dan komprehensif terkait dengan rencana pelaksanaan dari setiap solusi yang ditawarkan.
Ekstraksi Komponen Antimikroba Daun Salam (Syzygium Polyanthum) dan Aplikasinya pada Produk Ikan Salai Patin (Pangasius Sutchi) di Provinsi Riau Al Muzafri; Edward Bahar; Yuliana Susanti; Lufita Nur Alfiah; Khusnu Abdillah Siregar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10303

Abstract

Secara umum Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ekstrak daun salam mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang tumbuh pada ikan salai patin. tahap pertama pada penelitian ini adalah ekstraksi daun salam dengan 4 jenis pelarut (pelarut air, metanol, etilasetat, n-heksan). Pada tahap II dilakukan uji fitokimia pada ekstrak andaliman untuk melihat kandungan senyawa aktif yang pada ekstrak andaliman tersebut, meliputi pengujian Alkaloida, steroida dan triterpen bentuk bebas, saponin, tanin, flavonoid dan glikosida.Tahap ketiga pada penelitian ini adalah Uji aktivitas zona hambat mikroba ekstrak daun salam, , pengujian ekstrak daun salam menggunakan kertas cakram kosong. Larutan ekstrak yang telah diencerkan dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%, dilanjutkan uji MIC,Bakteri uji yang digunakan untuk penentuan MIC substrat antimikroba adalah Staphylococus aureus, Escherichia coli dan Salmonella.Penentuan MIC dengan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi ekstrak 0, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1%, 2%,3%,4%,5%. Tahapan akhir pada penelitian ini adalah Pengujian ekstrak andaliman pada salai ikan patin Setelah diperoleh konsentrasi hambat minimum ekstrak andaliman dari uji MIC kemudian dilanjutkan dengan aplikasi ekstrak daun salam terhadap ikan salai patin, nilai MIC ekstrak etil-asetat daun salam adalah 1%. Konsentrasi ini selanjutnya digunakan untuk aplikasi ekstrak daun salam pada ikan salai patin. Pada penelitian ini jumlah bakteri yang tumbuh pada sampel fillet ikan yang langsung dianalisa (0 Hari) adalah 2,7 x103 , Berdasarkan standar mutu produk olahan ikan menurut BPPOM batas maksimal TPColahan ikanadalah 1x105sehingga ikan salai patin tanpa penambahan ekstrak sudah tidak layak dikonsumsi pada hari kedua. Karena pada hasil perhitungan TPC pada hari kedua ikan salai patin tanpa penambahan ekstrak daun salam yaitu 4,2 x 105. Sedanghkan pada sampel ikan salai patin yang ditambahkan ekstrak daun salam jumlah perhitungan TPC nya masih dibawah batas maksimal sampai pada hari ke-3 yaitu 5,7 x 104.
Increasing the growth and yield of tomato plants (Lycopersicum Esculentum Mill) by Applying Palm Oil Compost Lufita Nur Alfiah; Khusnu Abdilah Siregar; Eko Novianto
JURNAL AGRONOMI TANAMAN TROPIKA (JUATIKA) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Agronomi Tanaman Tropika (JUATIKA) Vol. 5 No. 2 Juli 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KUANTAN SINGINGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/juatika.v5i2.3062

Abstract

Tomato (Lycopersicum esculentum Mill) is a horticultural commodity classified as a vegetable plant and has high economic value in the local and international markets. This research was conducted to determine the effect of applying oil palm frond compost on the growth and yield of tomato plants and to determine the best dosage of oil palm frond compost to increase the yield and growth of tomato plants. This research was conducted at the Screen House of the Faculty of Agriculture, University of Pasir Pengaraian, from July 2022 to October 2022. The design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely P0 = Without adding oil palm. frond compost, P1 = 25 g/polybag of palm frond compost, P2 = 50 g/polybag of palm frond compost, P3 = 75 g/polybag of palm frond compost, P4 = 100 g/polybag of palm frond compost. The results showed that the application of various doses of palm frond compost significantly affected the parameters of the number of fruits per tomato plant. Still, they had no significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, and flowering time. The P4 treatment, namely applying palm frond compost at a dose of 100 g/polybag, tended to produce the best observation parameter: the number of fruits per plant. In contrast, the plant height parameter tended to be better with applying palm fronds. frond compost.
Uji Kualitas Bibit Kelapa Sawit dengan Pemberian Konsentrasi Biourine Kambing pada Main Nursery (Elais Guinensis Jacq) Edward Bahar; Surya Fitri, Jenni; Lufita Nur Alfiah
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i2.336

Abstract

Riau Province has the largest oil palm plantation area in Indonesia, reaching 2,594,227 ha. One of the main challenges in oil palm cultivation is to increase seedling productivity through the provision of optimal nutrients. This study aims to evaluate the effect of goat biourine as liquid organic fertilizer on the growth of oil palm seedlings (Elaeis guineensis Jacq.) in the main nursery and determine the best biourine concentration. The research was conducted in a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments of goat biourine concentration (0, 200, 300, 400, and 500 ml/liter of water) with three replications, resulting in 15 experimental units. The observed variables included biourine nutrient content analysis, seedling height, midrib length, midrib number, and culm diameter. The results showed that the application of goat biourine had a significant effect on midrib length at a concentration of 400 ml/liter of water, but had no significant effect on seedling height, number of midribs, and cob diameter. Goat biourine is proven as an alternative organic fertilizer that can support the growth of oil palm seedlings, but further research is needed to explore the optimal dose and higher nutrient content, especially nitrogen, to increase efficacy.
Deteksi Keberadaan Mikroba Indikator Dalam Es Kelapa Muda (Cocos Nucifera) Di Kecamatan Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu Rio Andri; Al Muzafri; Lufita Nur Alfiah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 6: Mei 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coconut ice is a food product that isconsidered safe for consumption, young coconut iceis made from young coconut mixed with ice crystalsand served in the form of a drink. Even though it isserved in a clean place to avoid the presence ofmicroorganisms, young coconut ice still has thepossibility of microorganisms containing microbialcontamination. This study aims to detect the presenceof Coliform in young coconut ice (Cocos nucifera),from various drinks sold in Ujung Batu District,Rokan Hulu Regency. The research method used isRandom Sampling, has been carried out fromSeptember to November 2021. The MPN (MostProbable Number) method is used to calculateColiform. A total of 8 samples were used in thisstudy. Observations showed that all positive samplescontained Coliform. Factors that can be a source ofcontamination such as ice crystals, young coconuts,tools and hygiene practices by sellers need to beconsidered so that young coconut water ice is freefrom Coliform contamination. The population of thisresearch is young coconut ice, covering Ujung BatuSubdistrict in Pematang Tebih Village, Suka DamaiVillage, Ujung Batu Village and Ngaso Village. Thesampling technique was random sampling based onthe amount of coconut ice purchased from traders.The results of data analysis showed that youngcoconut ice had been contaminated by coliformbacteria. Laboratory examination 8 samplescontained coliform microbes, 6 samples (>1600), 1sample (1600) and 1 sample (150) of the totalsamples. According to the Minister of Health of theRepublic of IndonesiaNo.492/MENKES/PER/IV/2020 concerning therequirements for drinking water quality, it is statedthat the number of coliform bacteria and Escherichiacoli bacteria in drinking water is 0/100 ml of watersample.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KASCING DAN NPK MUTIARA 16:16:16 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Siregar, Khusnu Abdillah; Lufita Nur Alfiah; Almuzafri
SUNGKAI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i2.1979

Abstract

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Adapun faktor perlakuan yaitu sebagai berikut: Faktor K adalah dosis pemberian Pupuk Kascing, terdiri dari 4 taraf yaitu: K0 = Tanpa pemberian Pupuk Kascing, K1 = Dosis Pupuk Kascing 15 g/polybag (2 ton/ha), K2 = Dosis Pupuk Kascing 30 g/ polybag (4 ton/ha), K3 = Dosis Pupuk Kascing 45 g/polybag (6 ton/ha). Faktor N adalah dosis pemberian NPK 16.16.16, terdiri dari 4 taraf yaitu: N0 = Tanpa pemberian NPK Mutiara 16.16.16, N1 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 37,5 g/polybag (5 ton/ha), N2 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 75 g/polybag (10 ton/ha), N3 = Dosis NPK Mutiara 16.16.16 112,5 g/polybag (15 ton/ha). Parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, umur muncul bunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, berat buah perbuah, dan jumlah buah sisa. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, interaksi pemberian pupuk kascing dan pupuk NPK 16.16.16 memberikan pengaruh nyata parameter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, berat kering biji per tanaman dan berat kering 100 biji. Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing sebanyak 600 g/plot dan pupuk NPK sebanyak 30 g/plot (K3N3). Pengaruh utama pemberian pupuk kascing nyata terhadap semua parameter pengamatan Perlakuan terbaik adalah pupuk kascing sebanyak 600 g/plot (K3). Pengaruh utama pupuk NPK 16.16.16 nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik adalah sebanyak 30 g/plot (N3).
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Sturt) DENGAN PEMBERIAN BEBERAPA JENIS BAHAN ORGANIK Sitorus, Ramli; Lufita Nur Alfiah; Rizah Rizwana Wahyuni
SUNGKAI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v11i2.2058

Abstract

Sweet corn Zea mays Saccharata Sturt is a food crop commodity that is in high demand because it contains carbohydrates The most important factor in increasing sweet corn production is improving soil nutrients by fertilizing The purpose of this study was to determine the effect of several types of organic matter on the growth and production of sweet corn This research was conducted at the Kassa House of the Faculty of Agriculture University of Pasir Pengaraian in Rokan Hulu Regency Riau Province from March to May 2022 This research was carried out using a Completely Randomized Design CRD method with 4 treatments P0 Without Addition of Organic Materials P1 75g solid plant P2 75g empty oil palm bunches tankos plant P3 75g rice husk plant The parameters in this observation were plant height number of leaves leaf width leaf length corn weight and level of sweetness sweetness but significant effect on corn weight parameters The P2 treatment 75 g of tankos plant tended to give the highest value on the parameters of the number of leaves leaf width and corn weight.
Pengaruh Arang Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum.L) Handayani, Rizky; Lufita Nur Alfiah; Rizah Rizwana Wahyuni
SUNGKAI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v12i1.2313

Abstract

RIZKI HANDAYANI, NIM 1827028. "The Effect of Giving Rice Husk Charcoal on the Growth and Production of Shallot Plants (Allium ascolanicum. L)". Supervised by Lufita Nur Alfiah, SP., M.Si and Rizah Rizwana Wahyuni, S.TP., M.Sc.Onion (Allium ascalonicum L) is a horticultural plant belonging to the vegetable and spice group as a food flavoring. Shallots are one of the leading vegetable commodities that have been intensively cultivated by farmers for a long time. Acidic soil is soil that has a low pH, generally acidic soil will reduce the level of land productivity for some plants. Soil conditions with low productivity levels require the addition of ameliorant. The ameliorant that can be used is rice husk charcoal. Rice husk charcoal can be used to improve the place where a plant grows and can function as a builder of soil fertility. This research was conducted to determine the effect of giving various doses of rice husk charcoal on the growth and production of shallot plants. This research was carried out at the Kassa House of the Faculty of Agriculture, Pasir Pengaraian University from May to August 2022. The design used in the study was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, namely R0 = 0 g/polybag, R1 = 20 g/polybag , R2 = 40 g/polybag, R3 = 60 g/polybag, and R4 = 80 g/polybag. The results showed that the results were not significantly different with the administration of several doses of rice husk charcoal on all observation parameters. Parameters of plant height and fresh weight of tubers tended to be higher by administering a dose of rice husk charcoal 80 g/polybag. While administration at a dose of 40 g/polybag tends to be higher for the number of tubers planted compared to other doses.
DETEKSI FORMALIN PADA IKAN ASIN KEMBUNG DI PASAR KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU Romaito, Siti; Al Muzafri; Alfiah, Lufita Nur
SUNGKAI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Sungkai (e-Journal)
Publisher : Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/sungkai.v13i2.3097

Abstract

Keamanan pangan merupakan syarat penting yang harus ada pada pangan yang akan dikomsumsi oleh setiap manusia. Undang-undang nomor 86 tahun 2019 menyatakan bahwa kualitas pangan yang dikomsumsi harus memenuhi beberapa syarat, diantaranya adalah aman, bergizi, dan bermutu. Salah satu pengawet sintetis yang berbahaya dan banyak digunakan pada ikan asin kembung adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada ikan asin kembung di Pasar Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel ikan asin kembung, test kits FMR (Formalin Main Reagent), dan aquades. Penelitian dilakukan secara survei  dengan mengamati warna, tekstur dan aroma Penelitian ini menggunakan teknik Total Sampling dalam pengambilan sampelnya Sampel ikan asin kembung diambil dari 6 pasar penjual ikan asin  yang ada di Kecamatan Tambusai Utara. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 sampel ikan asin kembung dimana setiap pasar kecamatan tambusai utara diambil 2 sampel ikan asin. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian Jl. Tuanku Tambusai, Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Waktu pelaksanaan pada bulan Juni – Juli 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 10 sampel ikan asin kembung positif mengandung formalin dan 2 sampel ikan asin kembung mendapatkan hasil akhir negatif. ini perlu dilakukan analisis secara kuantitatif jumlah formalin yang terkandung pada ikan asin kembung. diharapkan untuk penelitian selanjutnya meneliti ikan asin kembung yang ada di kecamatan lain.
PENGARUH PUPUK KOMPOS PAKIS KELABANG (Nephrolepis cardifolia) TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Alfiah, Lufita Nur; Khusnu Abdillah Siregar; Putri, Sannia
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.395

Abstract

Rendahnya produksi tanaman kacang tanah disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya, Salah satunya adalah kesuburan tanah yang masih rendah dan Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang sehingga dapat merusak fisik tanah, biologi tanah dan kimia tanah. untuk itu perlu dilakukan upaya perbaikan, salah satunya adalah dengan pemberian kompos pakis kelabang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos pakis terhadap pertumbuhan dan produksi kacang tanah dan untuk mendapatkan dosis yang optimum dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor dengan 4 perlakuan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Satu satuan percobaan terdiri dari 6 tanaman dan dijadikan sampel 4 tanaman. Adapun perlakuannya sebagai berikut : P0 = 0 g/polybag kompos pakis kelabang, P1 = 800 g/polybag kompos pakis kelabang, P2 = 1000 g/polybag kompos pakis kelabang, P3 = 1200 g/polybag kompos pakis kelabang.Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos pakis kelabang memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan P3 dengan dosis 1200 g/polybag kompos pakis kelabang memberikan hasil lebih tinggi pada semua pengamatan dibanding perlakuan yang lain.