Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Kesejahteraan Masyarakat Petani Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Rokan Hulu Rahayu, Heffi Christya; Nofriser, Nofriser; Alfiah, Lufita Nur; Gunawan, Ikhsan; Estrada, Erik; Fathoni, Ahmad
Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/acqv4k59

Abstract

Socio-economic welfare is a condition and a prosperous socio-economic life system. Welfare can be seen in terms of livelihoods, income, consumption patterns and the geographical situation of an environment or region. Community welfare can be influenced by various factors, both internal and external, so it is necessary to study the influence of these factors. This study was conducted to determine the effect of consumption, income, and health factors on the welfare of oil palm plantation farmers in Rokan Hulu Regency. The method used is simultaneous and partial tests on each variable. The results of this study indicate that (1) simultaneously, the income, consumption, and health variables have a significant effect on the welfare variable, (2) partially, the income variable has a positive and significant effect on the welfare variable, (3) partially the consumption variable has no effect on the welfare variable, and (4) partially the health variable has a positive and significant effect on the welfare variable.
UJI ANTAGONISME CENDAWAN Trichoderma sp TERHADAP Ganoderma Boninense (PATOGEN PADA TANAMAN KELAPA SAWIT) SECARA IN VITRO Putra, Sona Syah; Susanti, Yuliana; Alfiah, Lufita Nur
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.5.1.125-134

Abstract

Stem Root Rot (BPB) is a disease caused by the fungus Ganoderma Boninense. BPB results in low production of oil palm plants. Biological control using the fungus Trichoderma sp is an alternative that is currently being widely researched to control plant diseases. This research aims to determine the potential inhibitory ability of Trichoderma sp on the growth of G. Boninense in vitro. The research method used was double culture with isolates of Trichoderma Asperellum (T1), Trichoderma Asperellum (T2), Trichoderma Harzianum (T3) against G. Boninense. The research results showed that Trichoderma Asperellum (T1) had an inhibitory power of 72.3%, Trichoderma Harzianum (T3) had an inhibitory power of 72.2% and Trichoderma Asperellum (T2) had the highest antagonistic power reaching 92.5%. the three isolates of antagonistic fungi can inhibit the fungus G. Boninense
Eu Black Campaign 2017: Global Palm Oil Price Surge Vs. Indonesia's Export Resilience To Asia-Europe Markets Djono Albar Burhan; Lufita Nur Alfiah; Zawil Hijri; Lely Yuliani; Dewi Susanti
Jurnal Mamangan Vol 13, No 2 (2024): Special Issue: Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, Accredited 2 (SK Dirjen Ristek Dikt
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i2.11111

Abstract

The European Parliament's 2017 resolution on palm oil and rainforest deforestation, framed as a black campaign, significantly depressed global palm oil prices but showed no substantial impact on Indonesian palm oil exports to the Netherlands, Spain, China, and India. Employing an event study methodology with paired sample t-tests on monthly data (August 2024–October 2025), this research reveals a mean price drop from USD 790.08 to USD 741.49 per metric ton (p=0.004), while export values remained statistically unchanged across markets (p>0.05). Findings underscore market resilience in non-EU importers and suggest policy needs for sustainability certification amid ongoing trade tensions
PERTANIAN BERKELANJUTAN: FILOSOFI DAN ISU KONTEMPORER Lufita Nur Alfiah; Hasnah Faizah
Bakoba : Journal of Social Science Education Vol. 5 No. 1 (2025): BAKOBA : Jurnal Social Scient Education
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/bakoba.v5i1.4257

Abstract

Pertanian berkelanjutan merepresentasikan lebih dari sekadar strategi teknis untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, namun juga refleksi mendalam atas relasi eksistensial manusia dengan alam semesta. Artikel ini menelaah dimensi filosofis dari pertanian berkelanjutan dengan mengintegrasikan etika lingkungan, filsafat ekologi dan nilai-nilai keadilan intergenerasional. Dengan mengacu pada pemikiran filsuf seperti Arne Naess, Aldo Leopold, dan Wendell Berry, artikel ini menegaskan bahwa keberlanjutan sejati mensyaratkan transformasi ontologis dan epistemologis: dari dominasi menjadi koeksistensi, dari eksploitasi menjadi kepengasuhan. Dalam menghadapi tantangan kontemporer krisis ekologi dan ketimpangan global seperti perubahan iklim, penyediaan pangan, an alienasi petani dari tanahnya, filsafat pertanian berkelanjutan menawarkan kerangka normatif dan etis yang mendalam untuk membangun masa depan yang adil dan selaras dengan tatanan ekologis.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA PADA TANAMAN JAGUNG (Zea Mays L) DI DESA SUKA DAMAI KECAMATAN UJUNG BATU KABUPATEN ROKAN HULU Lufita Nur Alfiah; Al Muzafri; Yuliana Susanti; Yenny Liseria Lestrai
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.370

Abstract

Keberadaan unsur hara P di tanah melimpah namun konsentrasi yang dapat diserap oleh tanaman sangat rendah. Upaya peningkatan efisiensi ketersediaan fosfat bagi tanaman dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan kelompok mikroorganisme yaitu Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi FMA pada rizosfer tanaman jagung. Penelitian ini dilakukan di lapangan dan di laboratorium. Metode yang di gunakan di lapangan meliputi, peninjauan lokasi, dan pengambilan sampel akar tanaman jagung. Penelitian yang dilakukan di laboratorium meliputi ekstraksi spora dan isolasi spora FMA menggunakan metode tuang saring (Paiconi, 1992) dan teknik sentrifugasi (Brundrett, 1996), kemudian perbanyakan spora FMA, dan analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian pada pertanaman jagung didapatkan lima genus FMA yaitu Glomus sp, Acaulospora sp, Gigaspora sp, Scutellospora sp. dan Entrophospora sp. Genus FMA paling banyak di temukan adalah Glomus sp. Jumlah spora FMA yang didapatkan yaitu sebanyak 2.328 spora yang terdiri dari 1.412 spora Glomus sp, 419 spora Acaulospora sp, 363 spora Gigaspora sp, 122 spora Scutellospora sp dan 12 spora genus Entrophospora sp. Kepadatan spora tertinggi terdapat pada sub petak 1a dengan rata rata spora yaitu 42 per 100 g sampel
IDENTIFIKASI HAMA PADA TANAMAN Eucalipyus pellita DI KAWASAN PT ARARA ABADI PERAWANG Nurul Mustopa; Muhammad Alfatih; Lufita Nur Alfiah; Yuliana Susanti
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i1.393

Abstract

Hutan Tanaman Industri (HTI) berfungsi sebagai penghasil kayu bulat untuk industri, dengan Eucalyptus pellita sebagai salah satu tanaman utama karena pertumbuhan cepat dan volume kayu tinggi. Produksi kayu Eucalyptus menunjukkan tren peningkatan signifikan, mencapai 15,8 juta m³ pada 2021. Namun, serangan hama, seperti ulat penggulung daun, penghisap pucuk, rayap, dan penggerek batang, menjadi tantangan utama yang menghambat produktivitas, dengan kerusakan dominan pada daun (96,25%). Penelitian menunjukkan variasi serangan hama berdasarkan jenis dan umur tanaman, misalnya, ulat penggulung daun menyerang hingga 56%, dan penghisap pucuk hingga 90% pada E. pellita umur 6 bulan. Upaya pengendalian hama memerlukan identifikasi jenis, perilaku, dan pola serangan untuk menentukan teknik pengendalian yang tepat. Informasi lebih lanjut tentang serangan hama, terutama pada tanaman muda, diperlukan untuk mendukung pengelolaan intensif dan peningkatan produktivitas HTI. Penelitian ini telah dilaksanakan di PT Arara Abadi Perawang pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2024. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode survey transek line (transek jalur). Hasil penelitian ini memperoleh jenis hama yang menyerang tanaman Eucalyptus pellita umur 3 dan 6 bulan terdiri dari 3 jenis yang sama yaitu ulat penggulung daun (Strepsicrates sp.), ulat penggerek batang (Zeuzera sp.), ulat jengkal palsu (Chrysoideixis chalcites). Intensitas serangan tertinggi pada 3 dan 6 bulan adalah ulat penggulung daun (Strepsicrates sp.).
Pemanfaatan Abu Sekam Padi dalam Meningkatkan Serapan P pada Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.) lufita nur alfiah
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soybean production in Riau Province has decreased one of the factors that affect the growth and production of soybean plants is nutrients, where phosphorus plays a very important role. Nutrient P is an important element after nitrogen which plays a role in photosynthesis, respiration, cell division and enlargement, root development, formation of flowers, fruits and seeds This study aims to determine the effect of rice husk ash in increasing P uptake on soybean crop production. The study was carried out with a Complete Random Design (RAL) consisting of four husk ash treatments with doses (0, 20, 30, and 40, grams/polybag) with three replicates, so that 12 experimental units consisting of 6 plants were obtained, of which there were 3 samples. The observed variables included analysis of P content in soil and husk ash, flowering age, harvest age, number of pods and weight of 100 seeds. The results showed that the application of husk ash had a real effect on the harvest age and the number of pods/sample plants at a concentration of 40 grams/polybag, but had no real effect on the flowering age and weight of 100 seeds.
Eksplorasi Dan Karakterisasi Tumbuhan Kitolod Di Desa Suligi Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Riau Popi Anisa Akbar Popi; Lufita Nur Alfiah; Khusnu Abdillah Siregar
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v5i2.394

Abstract

Tumbuhan kitolod merupakan tumbuhan obat yang tersebar di berbagai daerah diIndonesia, salah satunya di Desa Suligi Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu,Riau. Penyebaran tumbuhan kitolod beserta karakteristik morfologinya belum diketahui olehmasyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, tingkat keragaman berdasarkankarakteristik dan morfologi tumbuhan kitolod. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober sampaidengan Desember 2024 menggunakan metode observas deskriptif yaitu mengeksplorasi danmengkarakteristik tumbuhan kitolod. Pengambilan data sampel dengan cara, melakukanpengamatan dan pencarian langsung di lapangan dengan masyarakat yang mengetahui pastitumbuhan kitolod sebagai sumber informasi. Hasil dari kegiatan eksplorasi tumbuhan kitolod diDesa Suligi Kecamatan Pendalian IV koto Rokan Hulu Riau, ditemukan sebanyak 26 tumbuhankitolod, tumbuhan kitolod tersebar pada berbagai. Persentase persebaran lokasi tumbuhanKitolod di Desa Suligi Kecamatan Pendalian IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu Riau Terdapat 26Aksesi yang tersebar di 3 dusun dengan rincian Dusun 1 (Tanjung Sari ) terdapat 9 Aksesi, 10Aksesi di Dusun 2 ( Tanjung Rejo ), dan 7 Aksesi di dusun 3 ( Tanjung Mulyo).Karakteristikdalam morfologi tumbuhan kitolod di Desa Desa Suligi, Kecamatan Pendalian IV Koto, RokanHulu, Riau. Tumbuhan kitolod di Desa suligi memiliki karakter yang sempit atau tidak beragamnamun tetap mencirikan karakter tumbuhan kitolod itu sendiri.