Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Penguatan Konten Promosi Kesehatan Melalui Media Sosial Sebagai Upaya Peningkatan Engagement Masyarakat di RSUD Arifin Achmad Rika Helty; Lita Lita; Dewi Hayati Prabu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a78ttn95

Abstract

RSUD Arifin Achmad memiliki akun Facebook, Instagram, Tiktok dan website dengan jumlah pengikut per oktober 2025 pada facebook 7500 orang, intagram 6022 orang, tiktok 2582 orang yang mana jumlah postingan sudah banyak namun engagement audiens belum maksimal di akun media sosial tersebut. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik konten promosi kesehatan, mengukur tingkat engagement publik, menganalisis faktor penentu keberhasilan interaksi digital, serta merumuskan strategi pengembangan konten yang relevan. Desain kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan kerangka Problem Solving Cycle. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap staf Humas/PKRS dan kontributor medis, observasi aktivitas digital pada platform Instagram, Facebook, dan TikTok, serta analisis dokumen internal seperti SOP, laporan media sosial, dan kalender konten. Validitas data diperkuat melalui triangulasi, member checking, dan audit trail. Hasil menunjukkan bahwa engagement publik masih fluktuatif akibat keterbatasan SDM pengelola, belum adanya SOP baku, kualitas visual yang tidak konsisten, minimnya segmentasi audiens, kurang optimalnya pemanfaatan format konten viral, serta evaluasi kinerja digital yang belum sistematis. Kesimpulan penelitian menegaskan perlunya penguatan kapasitas SDM, standarisasi alur kerja, peningkatan kualitas konten visual, penggunaan strategi komunikasi berbasis teori, serta analitik digital untuk optimalisasi kinerja engagement. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi branding digital rumah sakit yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Edukasi Safety Driving Berbasis Budaya Keselamatan Kerja Bagi Pengemudi Kendaraan Berat di Perusahaan X Riau Risda Simatupang; Herniwanti Herniwanti; Lita Lita
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/d08kpv90

Abstract

Budaya keselamatan kerja merupakan faktor penting dalam mencegah kecelakaan kerja, khususnya pada pengemudi kendaraan berat yang memiliki risiko tinggi selama operasional transportasi perusahaan. Tingginya kejadian kecelakaan transportasi di Provinsi Riau masih banyak dipengaruhi oleh perilaku berkendara yang tidak aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran pengemudi kendaraan berat mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja dan perilaku berkendara aman (safety driving) pada operasional Perusahaan X di Riau. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi, penyuluhan, diskusi interaktif, dan pendampingan terkait budaya keselamatan kerja, komitmen keselamatan, serta penerapan perilaku berkendara aman. Sasaran kegiatan adalah 60 orang pengemudi kendaraan berat yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pengemudi mengenai pentingnya budaya keselamatan kerja, penggunaan prosedur keselamatan, kepatuhan terhadap aturan berkendara, serta kesadaran untuk menerapkan perilaku aman selama bekerja. Faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku berkendara aman adalah budaya pengemudi, diikuti komitmen manajemen dan pelatihan keselamatan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran keselamatan kerja pada pengemudi kendaraan berat. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk terus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan rutin, dan dukungan manajemen guna menekan risiko kecelakaan kerja pada sektor transportasi perusahaan.
Penerapan Mobilisasi Dini Terhadap Tekanan Darah, Denyut Nadi Dan Saturasi Oksigen Pada Pasien Congestive Heart Failure Tri Novita Idris; Lita Lita
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.1983

Abstract

Pasien CHF sering mengalami intoleransi aktivitas akibat kelelahan dan sesak napas. Salah satu intervensi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mobilisasi dini. Tujuan penerapan mobilisasi dini ini adalah untuk menganalisis efektifitas mobilisasi dini terhadap tekanan darah, denyut nadi dan saturasi oksigen. Metode penelitian ini menggunakan Studi Kasus. Jumlah responden penerapan ini berjumlah 2 pasien terbagi menjadi pasien intervensi dan pasien kontrol. Hasil penerapan menunjukkan setelah dilakukan mobilisasi dini kepada pasien intervensi didapatkan peningkatan tekanan sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik sebesar 10 mmHg. Sedangkan pasien kontrol terjadi peningkatan tekanan sistolik sebesar 10 mmHg, namun tekanan diastolik tetap. Denyut nadi pada pasien intervensi mengalami peningkatan 18x/menit. Sedangkan pasien kontrol terjadi peningkatan 23x/menit. Saturasi oksigen pada pasien intervensi mengalami kenaikan 5% dan pasien kontrol tidak mengalami kenaikan pada saturasi oksigen. Jadi dapat disimpulkan dari penerapan ini bahwa ada pengaruh mobilisasi dini terhadap tekanan darah, denyut nadi dan saturasi oksigen di ruangan krisan RSUD Arifin Achmad. Disarankan kepada perawat dan pihak rumah sakit agar tetap dapat mengembangkan penerapan mobilisasi dini menjadikan intervensi ini sebagai rujukan asuhan keperawatan dalam mengendalikan status hemodinamik.
Identifikasi Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Tentang Intervensi Perawatan Jantung Sy. Iklima Syauri; Lita Lita; Siska Mayang Sari; Agnita Utami; T. Abdur Rasyid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1204

Abstract

Pengetahuan mahasiswa merupakan pemahaman yang diperoleh melalui proses pembelajaran mengenai intervensi perawatan jantung, sedangkan perilaku merupakan tindakan nyata dalam penerapan intervensi tersebut. Jantung merupakan organ vital yang sangat penting bagi kehidupan manusia, dan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif berbasis survei. Populasi adalah mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan semester 3 dan 5 sebanyak 39 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan lembar observasi perilaku, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukan. Responden sebagian besar berusia 20 tahun, berjenis kelamin perempuan (87,2%), dan semester 3. Tingkat pengetahuan mayoritas berada pada kategori baik (89,7%), sedangkan 10,3% kategori cukup. Perilaku responden sebagian besar baik (56,4%), dan 43,6% kategori kurang baik. Sebagian besar mahasiswa memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik terkait intervensi perawatan jantung. Diperlukan peningkatan berkelanjutan agar penerapan standar intervensi keperawatan Indonesia dapat lebih optimal dalam praktik.
The Effect of Video-Based Febrile Seizure Management Education on Knowledge of Families with Toddlers in Indonesia Nopita Pertiwi Putri; T. Abdur Rasyid; Lita Lita
HealthCare Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (2023): HealthCare Nursing Journal
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v5i2.3520

Abstract

Febrile seizures pose a significant health concern in toddlers, and there is a need to improve family knowledge regarding the appropriate management of these seizures at home. This study aimed to investigate the influence of video-based education on family knowledge of febrile seizure management in toddlers. A quantitative pre-experimental design using a pre-test and post-test approach was employed. The study population consisted of families with toddlers who had a history of febrile seizures, and a consecutive sampling technique yielded a sample size of 15 participants. Data were collected using a modified Guttman scale questionnaire on febrile seizure management, which underwent content validity assessment. Univariate analysis was conducted to examine the central tendency of age, while gender, occupation, and education were presented as frequency distributions. Paired sample T-tests were used for bivariate analysis. The findings indicated that the average age of the respondents was 31.20 years, with 14 participants being female (93.3%). The majority of participants were unemployed (86.7%) and had completed high school education (80.0%). The pre-test knowledge score on febrile seizure management in toddlers was 8.67, which significantly increased to 14.73 in the post-test, with a P-value of 0.000 (<0.05). These results demonstrate the significant influence of video-based education on enhancing family knowledge of febrile seizure management in toddlers. This study suggests that healthcare professionals in primary health center should implement video-based educational programs to educate families about febrile seizure management in toddlers.  
Hubungan Pengetahuan terhadap Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis oleh Pasien Paru di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Paridah Paridah; Defi Eka Kartika; Lita Lita; Tengku Abdur Rasyid; Rani Lisa Indra
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1168

Abstract

Pasien TB paru berisiko menularkan penyakit kepada orang lain apabila tidak menerapkan perilaku pencegahan penularan secara tepat. Perilaku pencegahan tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien mengenai TB, cara penularan, serta upaya pencegahan yang harus dilakukan. Pengetahuan yang baik diharapkan dapat mendorong pasien untuk lebih patuh dalam menerapkan tindakan pencegahan, seperti etika batuk, penggunaan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap perilaku pencegahan penularan Tuberkulosis pada pasien TB paru di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien penderita TB paru dengan berjumlah sample 85 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai kriteria inklusi. Alat pengumpulan data berupa kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 13 Januari sampai 27 Januari 2026 di Poli Paru. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 44 orang (51,8%), orang (95,3%), pekerjaan terbanyak adalah IRT 31 orang (36,5%), pendidikan terakhir terbanyak SD 59 orang (69,4%). Sebagian besar responden tidak memiliki riwayat TB dalam keluarga sebanyak 84 orang (98,8%) dan tidak pernah mendapatkan edukasi TB sebanyak 83 orang (97,6%). Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan edukasi kesehatan secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan pasien sehingga perilaku pencegahan penularan TB dapat lebih optimal.