Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

P PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG RAJA SECARA FERMENTASI MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae Ummi Kalsum; Mardwita Mardwita; Lolita Safitri
Jurnal Teknik Patra Akademika Vol 13 No 01 (2022): Jurnal Teknik Patra Akademika
Publisher : Politeknik Akamigas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.179 KB) | DOI: 10.52506/jtpa.v13i01.141

Abstract

Bahan Bakar Minyak Bumi (BBM) merupakan sumber energi utama dan pemakaiannya cenderung meningkat setiap tahunnya, sedangkan sumber bahan bakar minyak bumi dari fosil yang dipakai saat ini semakin menipis. Oleh karena itu, cadangan sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai penggantinya yaitu berasal dari limbah kulit pisang raja yang dapat diolah menjadi bioetanol (Imrenewahle Energy). Menurut hasil analisa FTIR di dalam kulit pisang raja mengandung polisakarida atau tepung-tepungan sebesar 59,00% yang dapat dihidrolisis menggunakan H2SO4 5% selama 45 menit pada suhu 120oC. kemudian di fermentasi selama 7 hari dengan penambahan, Saccharomyces cerevisiae. Selanjutnya di destilasi dengan suhu 78oC. Dengan variasi Saccharomyces cerevisiae, yaitu 2 g, 3 g, 4 g, 5 g dan 6 g. Bioetanol yang optimal dihasilkan dari penambahan Saccharomyces cerevisiae 5 g dengan kadar bioetanol, yaitu 19%.
Pengaruh berat karbon aktif dari ampas tebu dan lama perendaman terhadap kualitas minyak goreng bekas Mardwita Mardwita; Eka Sri Yusmartini; Nindia Selviana
Jurnal Inovator Vol 5 No 1 (2022): Teknologi proses Manufaktur
Publisher : LPPM Politeknik Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37338/ji.v5i1.208

Abstract

Jumlah minyak goreng bekas pemakaian semakin bertambah seiring aktivitas kegiatan manusia. Minyak goreng bekas yang dibuang secara langsung ke lingkungan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan dan penurunan kualitas lingkungan hidup, oleh karena itu perlu adanya pemanfaatan minyak goreng bekas dengan cara pemurnian atau purifikasi sehingga minyak goreng bekas tersebut dapat digunakan kembali. Pada penelitian ini, digunakan minyak goreng bekas yang telah digunakan dengan lama pemanasan 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Minyak goreng bekas tersebut dimurnikan dengan menggunakan karbon aktif yang dibuat dari ampas tebu ukuran 100 mesh dengan variasi berat 2,5 gr, 5 gr, dan 7,5 gr, lama waktu perendaman 24 jam, 48 jam, dan 72 jam. Analisa yang digunakan adalah analisa kadar air, kadar asam lemak bebas (free fatty acid), dan angka penyabunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air dan angka penyabunan menurun siring dengan lamanya waktu perendaman dan berat karbon aktif. Kadar asam lemak bebas yang paling rendah dihasilkan pada penggunaan berat karbon aktif 7,5 gr dan lama perendaman 24 jam.
SOSIALISASI, PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN SAMPAH DI PESANTREN AL FATH TALANG KERAMAT MENUJU PESANTREN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Eka Sri Yusmartini; Sri Parwanti; Mardwita Mardwita
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.764

Abstract

Garbage is part of life on this earth and the amount is increasing along with increased human activity. The amount of waste disposed of in landfills is increasing as human activities increase. Al Fath Talang Keramat Islamic Boarding School in Banyuasin Regency, South Sumatra is one of the educational facilities which has 118 students, with a total of 17 administrators. This Islamic boarding school already has good environmental management but there has been no effort to reduce the amount of waste that will be taken to the TPA. The purpose of this community service activity is to make the Islamic boarding school environment more environmentally sound towards Green Islamic Boarding Schools by involving students and Islamic boarding school caretakers (partners) as actors. Partners will have the ability to sort and manage waste and are expected to have economic value and be sustainable. The service method is carried out in several stages. The implementation stage begins with outreach to partners. The next stage is to conduct waste sorting training based on the types of organic and inorganic waste. Furthermore, training on making invitation words is carried out. The mentoring method is carried out for students who have attended socialization and training as many as 10 students. This community service activity has had an impact on knowledge and behavior change for students and pesantren administrators. Partners have acquired skills in sorting and processing organic and inorganic waste, and making waste of economic value. This can be seen from the results of evaluations with partners, who previously did not know anything about the problem of waste management, and after the activities were able to properly manage waste in the pesantren environment. This has an impact on the pesantren environment which will slowly move towards green pesantren as expected. Based on these results, it can be concluded that the service activities carried out by the PKM team have been carried out well.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEBU DAN AKTIVATOR H2SO4 Mardwita Mardwita; Eka Sri Yusmartini; Meylinda Rahayu; Elfidiah Elfidiah
BAROMETER Vol 8 No 1 (2023): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v8i1.7914

Abstract

Waste cooking oil is one of the B3 wastes produced by industrial or household activities. Since this waste cooking oil will cause pollution to the environment, hence it cannot be disposed directly into the environment. Reuse of this cooking oil through a refining process is an alternative way to reduce the amount of waste cooking oil. This study aims to determine the effect of sulfuric acid (H2SO4) as an activator and the effect of contact time on water content, free fatty acid levels, and saponification levels. In this study, we used waste cooking oil that has been heated for 9 hours and 11 hours. The mass of activated carbon used was 7.5 gr, 12.5 gr and 14.5 gr, and the contact times were 9 hours, 120 hours and 144 hours. The results showed that the lowest water content was 47,81% achieved by waste cooking oil heated for 11 hours and 14,5 gr of activated carbon, whereas free fatty acid was reduced until 29,7% on waste cooking oil heated 9 hours and 14,5 gr of activated carbon.
INVESTIGASI UJI NILAI WARNA DAN PERSENTASE FREE FATTY ACID DALAM MENINGKATKAN MUTU CRUDE PALM OIL Azzahra Aprilia Rosa; Eko Ariyanto; Mardwita Mardwita; Galih Abriansyah
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 1 (2023): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i1.11054

Abstract

Kemurnian minyak kelapa sawit dapat mempengaruhi kualitas crude palm oil (CPO). Kadar Free Fatty Acid (FFA) dan uji nilai warna merupakan indikator yang menunjukkan kualitas CPO. Tujuan penelitian ini adalah mengamati pengaruh proses bleaching pada CPO terhadap kadar FFA dan colour. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan untuk tujuh sample CPO dengan variasi waktu mulai pukul 18.10 WIB Sampai pukul 03.25 WIB. Pengamatan sample CPO dilakukan pada proses bleaching CPO serta dilakukan pengukuran kadar FFA dan colour CPO di PT. ABC Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama proses bleaching maka peluang untuk menurunkan warna CPO semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena perpindahan massa yang terjadi semakin tinggi menyebabkan berkurangnya warna pada CPO. Nilai FFA yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu dibawah 1%. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap peningkatan mutu produk CPO dalam proses bleaching.
Pengaruh Volume Solvent dan Berat Biji Alpukat (Persea Americana Mill) TerhadapYield dan Karakteristik Hasil Ekstraksi Ary Rahmady Pratama; Eko Ariyanto; Mardwita Mardwita
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2021): October 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.272 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v5i2.217

Abstract

Biji buah alpukat (Persea americana) merupakan sumber limbah biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif. Pada bagian biji alpukat mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin, lipid, protein. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh berat biji alpukat dan solvent n heksana terhadap persentase yield minyak biji alpukat dan mengetahui karakteristik persentase FFA, kadar air, impurities, bilangan iodine, bilangan peroksida dan bilangan saponifikasi minyak dari biji alpukat yang dihasilkan dari proses ekstraksi. Metode penelitian ini dilakukan dengan mengestraksi biji alpukat menggunakan soklet ekstraksi dan solvent n-heksana dengan temperatur 70 °C, tekanan 1 atm dan waktu 240, 360, 480 menit. Hasil penelitian menunjukan variabel berat biji alpukat, volume pelarut dan lamanya waktu ekstraksi mempengaruhi peningkatan jumlah minyak biji alpukat yang dihasilkan. Dari penelitian yang dilakukan yield tertinggi dihasilkan dari ekstraksi biji alpukat adalah sebesar 30,15 % pada variabel massa biji 60 gram, waktu ekstraksi 480 menit dan volume pelarut 300 ml. Hasil analisa kualitas minyak biji alpukat terhadap persentase FFA, kadar air, impurities, bilangan iodine, bilangan peroksida dan bilangan saponifikasi telah memenuhi standar SNI. Namun pada analisa impurities pada proses ekstraksi biji alpukat 60 gram dengan volume n-heksana 300 ml melebihi standar SNI. Hasil uji Gas Chromatography menunjukkan bahwa minyak biji alpukat mengandung senyawa asam lemak dan konsentrasi oleic acid adalah yang tertinggi dibandingkan unsur kimia yang lain.  Avocado seeds (Persea americana) are biomass waste that can be used as an alternative source of energy. Avocado seeds contain cellulose, hemicellulose, lignin, lipids, and protein. This research studied the effects of avocado seed weight and n-hexane solvent on the percentage of avocado seed oil yield and determined the characteristics of the FFA percentage, water content, impurities, numbers of iodine, peroxide and oil saponification of obtained from the extraction process. Avocado seeds were extracted using an extraction sox and n-hexane solvent at 70 °C, 1 atm and time 240, 360, 480 minutes. The results showed that avocado seed weight, solvent volume and extraction time affected the amount of avocado seed oil yield. The highest yield was 30.15% obtained from seed mass of 60 grams with 480 minute extraction time and 300 ml solvent. The results also showed that the quality of avocado seed oil in relation to FFA percentage, moisture content, impurities, iodine number, peroxide number and saponification number have fulfilled the SNI standards. However, the analysis of impurities in the extraction process of 60 grams of avocado seeds with a volume 300 ml of n-hexanes exceeds the SNI standard. The Gas Chromatography test showed that  vocado seed oil contained fatty acid compounds with highest concentration of oleic acid among other chemical elements.
EKONOMI SIRKULAR DALAM KONSEP PENGELOLAAN SAMPAH 5R: RISET DAN IMPLEMENTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN BERBASIS MASYARAKAT Erna Yuliwati; Eka Sri Yusmartini; Mardwita
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbulan sampah sebesar 2-4% pertahun, namun belumdiimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang optimal yang memenuhi persyaratan teknis.Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kebijakan tentang penetapan daerah percontohanuntuk pengelolaan sampah melalui metode 3R (reduce reuse recycle) melalui bank sampah telah ditetapkanKementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012. Kota Palembang adalah salah satu darikota terpilih yang akan mengembangkan sistem sanitasi kota dan dampak yang secara langsung terjadi adalahperubahan pola hidup masyarakat yang di rumahnya ada instalasi sanitasi. Masyarakat harus mengelola sampah yangdihasilkan sehari-hari karena pipa saluran sanitasi tidak boleh menajdi tempat pembuangan sampah padat. Sampahcair yang boleh dibuang pada saluran pipa ini pun terbatas , dimana cairan mengandung lemak/minyak juga dilarangdibuang pada saluran pipa sanitasi. Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat kelurahan 19 Ilir Kecamatan Bukit Kecilini rata-rata sebesar 1,7 kg/KK. Hal ini menjadi pemicu terbentunya Bank Sampah Kenanga yang berada di Kelurahan19 ilir. Penjualan produk berbahan baku sampah sudah dilakukan Bank Sampah Kenanga secara langsung denganpengumpul. Hasil kegiatan PKM ini berupa model bisnis bank sampah untuk peningkatan produksi bank sampah danalat pirolisis plastic yang diberikan kepada masyarakat.
SISTEM PENJERNIH AIR METODE AERASI DI KELURAHAN PLAJU DARAT PALEMBANG Netty Herawaty; Kgs. A Roni; Erna Yuliwati; Mardwita Mardwita; Husnul Khotimah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4396-4401

Abstract

Plaju Darat merupakan kelurahan terujung dari Kota Palembang yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin dengan luas daerah 18,50 Ha. Kontur lahan di kelurahan ini berupa tanah rawa dimana 70% dari luas lahan digunakan untuk pertanian rawa dan sisanya untuk pemukiman. Dengan kondisi lahan yang berupa dataran rendah rawa, memunculkan persoalan tersendiri terkait ketersediaan air bersih. Aliran air bersih dari PDAM Tirta Musi memang telah menjangkau daerah ini, namun belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Karenanya masih banyak masyarakat yang menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari. Ketersediaan air bersih yang belum mencukupi meskipun layanan PDAM telah menjangkau daerah ini sehingga masyarakat masih menggunakan air sumur. Dari permasalahan diatas tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Prodi Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah palembang melakukan instalasi penjernih air dengan metode aerasi di salah satu pusat ibadah Kelurahan Plaju Darat yaitu masjid Sirajul Munir Sirajul Munir. Metode yang di terapkan dalam pengabdian dimulai dari 1). analisis situasi kelurahan, 2) merancang sistem instalasi penjernih air, 3) menginstalasi sistem penjernih air, 4) pengujian sistem penjernih air, 5) evaluasi hasil pengabdian. Hasil yang di capai berupa tersedianya sistem  penjernih air beserta peralatan pendukungnya guna menjamin keberlangsungan tersedianya air bersih untuk tempat ibadah masjid Sirajul Munir.
Analisa Efesiensi Bahan Bakar Dan Dampak Lingkungan Emisi Gas Buang Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (Pltd) Terhadap Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) marhaini, marhaini; Mardwita, Mardwita; Suranda, Arief
JURNAL SURYA ENERGY Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jse.v6i2.4215

Abstract

The need for electrical energy is a primary human need at this time, the need for electricity is almost a necessity for both industry, offices, and the general public. The main problem of the power generation industry today is the use of oil as fuel for power generation which will increase the cost of electricity production. One of the government's efforts to reduce the use of fuel oil is to use oil fuel with the consideration that natural gas is more effective and efficient, its use is more practical and its emissions are more environmentally friendly when compared to solar power. From these problems arose the idea of calculating the efficiency between a diesel-fired power plant (PLTD) and a gas engine power plant (PLTMG) powered by LNG (Liquedfied Natural Gas) and the resulting emission measurement results. The study conducted an efficiency analysis by carrying out a 50% and 75% load test of installed capacity and analyzing its environmental friendliness by taking the emission test results.
Effects of Calcination Temperatures on The Catalytic Activities of Alumina Supported Cobalt and Chromium Catalysts Mardwita Mardwita; Eka Sri Yusmartini; Nidya Wisudawati
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2019: BCREC Volume 14 Issue 3 Year 2019 (December 2019)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.14.3.4673.654-659

Abstract

Catalysts properties are important for catalytic reactions. The interaction between support and metal in a catalyst is resulted from catalyst preparation. In this study, gamma-alumina (Al2O3) supported cobalt (Co) and chromium (Cr) catalysts were prepared by impregnation method and calcined at two different temperatures, they are 400 °C for 4 hours and 800 °C for 4 hours. The resulted catalysts contained 10 wt.% of metal and denoted as Co/Al2O3(400), Co/Al2O33(800), Cr/Al2O3(400), and Cr/Al2O3(800) catalysts. The surface and state of the catalysts were examined by using x-ray diffraction (XRD), x-ray photoelectron spectrometer (XPS) and transmission electron microscopy (TEM). The XRD result reveals that strong interaction between Co and Al2O3 due to a formation of higher cobalt oxide. The XRD result further indicates aggregation and strong support metal interaction between Co and Al2O3 during calcination. On the other hand, TEM result showed that large Co particle was observed on Al2O3. The Cr/Al2O3 catalysts were characterized by using XPS. The XPS results showed that Cr/Al2O3(800) catalyst was dominated by Cr6+ species at binding energy 579.04 eV, indicating high dispersion of Cr on Al2O3. Moreover, Cr metal particle was not observed on XRD and TEM image. All the characterization results provide information that the impregnated metal on Al2O3 showed different properties. Co metal particle tends to be more oxidized and formed large particle, however it was not observed on Cr metal particle.