Wahid Tri Wahyudi
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati Bandar Lampung.

Published : 40 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah Muhamad Kurniawan; Wahid Tri Wahyudi; M. Arifki Zainaro
Malahayati Nursing Journal Volume 3 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.388 KB) | DOI: 10.33024/manuju.v3i1.3050

Abstract

INTISARI : HUBUNGAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN  ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR AGUNG KECAMATAN TERUSAN NUNYAI  KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2019 Pendahuluan :ISPA atau pneumonia  merupakan penyakit yang paling sering diderita oleh balita yaitu sebanyak 78% balita datang berkunjung ke pelayanan kesehatan dengan kejadian ISPA. Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 diketahui bahwa prevalensi ISPA menurut diagnosa Nakes mencapai 4,4%.Puskesmas Bandar agung merupakan wilayah kerja Puskesmas dengan kasus ISPA tertinggi di Kabupaten Lampung Tengah yaitu sebanyak 2.141 kasus. Kebiasaan merokok orang tua di dalam rumah menjadikan balita sebagai perokok  pasif yang selalu terpapar asap rokok. Rumah yang orang tuanya mempunyai kebiasaan merokok berpeluang meningkatkan kejadian ISPA.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah berjumlah  135 orang. Sampel 101 responden. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square.Hasil: Ada hubungan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2019 (p  value 0,001. OR 4,2).Kesimpulan: Ada hubungan paparan asap rokok dengan kejadian ISPA pada balita(p  value 0,001. OR 4,2). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Bandar Agung untuk melakukan promosi kesehatan pada masyarakat khususnya promosi tentang bahaya rokok, kandungan-kandungan yang terdapat pada rokok yang dapat membahayakan kesehatan, efek yang ditimbulkan oleh asap rokok, bahaya rokok bagi perokok aktif maupun pasi, dalam hal ini yang lebih dirugikan adalah perokok pasif teruatama balita. Sebab, balita dengan anggota keluarga perokok mempunyai frekuensi terserang ISPA lebih besar Kata Kunci    :Paparan Asap Rokok,Kejadian ISPA     ABSTRAK : THE CORRELATION OF CIGARETTE SMOKE EXPOSURE WITH URI CASE ON TODDLERS AT THE WORKING AREA OF BANDAR AGUNG HEALTH CENTRE TERUSAN NUNYAI SUBDISTRICT CENTRAL LAMPUNG REGENCY YEAR OF 2019 Introduction: URI or pneumonia is the disease most often suffered by toddlers, as many as 78% of toddlers come to visit health services with URI. Based on basic health research in 2018 it is known that the prevalence of URI according to Nakes diagnosis reaches 4.4%. Bandar Agung health centre is the working area of health centres with the highest URI cases in central Lampung regency as many as 2141 cases. Smoking habits of parents in the house make toddlers as passive smokers who are always exposed to cigarette smoke. Homes where parents have the habit of smoking are likely to increase the incidence of URI.Purpose: to know the correlation of cigarette smoke exposure with URI case on toddlers at the working area of Bandar Agung health centre Terusan Nunyai subdistrict Central Lampung regency year of 2019.Method: Quantitative research type, by using cross sectional approach. The population in this research was all mothers who had toddlers and visited to Bandar Agung Health Centre Terusan Nunyai subdistrict Central Lampung regency as many 135 people. 101 sample respondents. Collecting data technique was by using questionnaire. Statistical test was by using chi square.Result: There was the correlation of cigarette smoke exposure with URI case on toddlers at the working area of Bandar Agung health centre Terusan Nunyai subdistrict Central Lampung regency year of 2019 (p value 0,001. OR 4.2)Conclusion: There was the correlation of cigarette smoke exposure with URI case on toddlers. It is expected that the Bandar Agung Health Center to conduct health promotion to the community, especially the promotion of the dangers of cigarettes, the contents contained in cigarettes that can endanger health, the effects caused by cigarette smoke, the dangers of cigarettes for active and passive smokers, in this case more disadvantaged are passive smokers especially toddlers. Because toddlers with smoker family members have a greater frequency of ARI Keywords      : cigarette smoke exposure, URI incident.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Terhadap Peran Kader Dalam Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung Wahid Tri Wahyudi; M Ricko Gunawan; Feri Febri Saputra
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 6 (2022): Volume 4 Nomor 6 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.134 KB) | DOI: 10.33024/mnj.v4i6.4963

Abstract

ABSTRACT Achievement of standard growth monitoring activities in infants aged 0-59 months; ≥ 8 times in the last 12 months, in 2007 it was 45.4%, in 2013 it was 44.6% and in 2018 it was 54.6% (Kemenkes RI, 2018). Posyandu visit coverage is below the target of Sukarame Health Center by 60.4%, and is the puskesmas with the lowest D / s coverage in Bandar Lampung City. Kader acts as the spearhead of monitoring the growth of toddlers in the region where he lives, so the level of knowledge and skills of cadres becomes very important. To find out the relationship of knowledge and attitude of cadres towards the role of cadres in the community in the Working Area of Sukarame Health Center bandar Lampung City in 2020. A type of quantitative research, using a cross sectional approach. The population in this study is the entire cadre of Posyandu in the Sukarame Health Center Working Area of Bandar Lampung City numbering 160 people. A sample of 115 respondents. Using purposive sampling techniques. Data collection techniques are done using quesioners. The statistical test used is the chi square test. Respondents with bad knowledge are as many as 35 respondents (54.7%), positive attitudes that are as many as 36 respondents (56.3%), bad roles that are as many as 34 respondents (53.1%). There is a knowledge relationship to the role of cadres in society. There is a relationship of attitudes towards the role of cadres in the community in the Sukarame Health Center Working Area of Bandar Lampung City in 2020. There is a knowledge relationship to the role of cadres in the community in the Sukarame Health Center Working Area of Bandar Lampung City in 2020. There is a relationship of attitudes towards the role of cadres in the community in the Sukarame Health Center Working Area of Bandar Lampung City in 2020. Keywords: Knowledge, Attitudes, Role of Cadres ABSTRAK Pencapaian kegiatan pemantauan pertumbuhan yang sesuai standar yaitu pada bayi usia 0-59 bulan; ≥ 8 kali dalam 12 bulan terkahir, pada tahun 2007 adalah 45,4%, Tahun 2013 adalah 44,6% dan tahun 2018 adalah 54,6% (Kemenkes RI, 2018). Cakupan kunjungan Posyandu di bawah target yaitu Puskesmas Sukarame sebesar 60,4%, dan merupakan puskesmas dengan cakupan D/s terendah di Kota Bandar Lampung. Kader berperan sebagai ujung tombak dari pemantauan  pertumbuhan balita di wilayah tempat ia tinggal, sehingga  tingkat pengetahuan dan keterampilan kader menjadi hal yang sangat penting. Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap kader terhadap peran kader dalam masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung  Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung berjumlah 160 orang. Sampel 115 responden. Dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan quesioner. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Responden dengan pengetahuan tidak baik yaitu sebanyak 35 responden (54.7%), sikap positif yaitu sebanyak 36 responden (56.3%), peran tidak baik yaitu sebanyak 34 responden (53,1%). Ada hubungan pengetahuan terhadap peran kader dalam masyarakat. Ada hubungan sikap terhadap peran kader dalam masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Ada hubungan pengetahuan terhadap peran kader dalam masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Ada hubungan sikap terhadap peran kader dalam masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Sukarame Kota Bandar Lampung Tahun 2020. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Peran Kade
Vaksinasi Upaya Komunitas Covid-19 Untuk Mencapai Kepatuhan Hukum Desa Kemang Manis Wahid Tri Wahyudi; Lisa Depitasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.4956

Abstract

ABSTRACT Setelah menemukan vaksin oleh banyak semua Negara dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Rekomendasi agar negara-negara tersebut memvaksinasinya secara batch. Indonesia telah memasukkannya ke dalam peraturan tertulis melalui Perpres 99 dan Permenkes 2020 pada tahun 2020. Namun dalam hal ini terdapat kelebihan (dari kelompok yang patuh) dan kerugian (dari kelompok yang tidak patuh), meskipun Ini adalah langkah positif  untuk memperbaiki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk mendeskripsikan hak warga negara untuk mematuhi hukum.(obey the law) saat menerima Vaksin covid19. Kemudian di menanggapi dengan kebijakan ini, banyak kelompok masyarakat yang menolak/tidak mengikuti anjuran vaksinasi yang dibenci penulis. meskipun hal ini harus disambut baik oleh masyarakat dan secara sadar dan adil berpartisipasi dalam mematuhi saran ini untuk memperbaiki situasi. Karena kekhawatiran tentang vaksin yang disediakan pemerintah saat ini (Sinovac), nilai efikasinya hanya 65% selama klinis uji di Indonesia, yang melanggar hukum.Tetapi, hal ini kekal harus dianggap sebagai upaya dan kontribusi partisipasi dan kerjasama masyarakat, sebagaimana dijelaskan dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 (kemudian direvisi menjadi Peraturan Presiden Edisi 14, 2021), memutus mata rantai distribusi.                          Kata kunci: vaksinasi massal, taat hukum, Covid19. ABSTRACT  After several countries developed vaccines, Visit WHO (World Health Organization) various execution country mass Vaccination. Indonesia issued President Regulation Number 99/2020 and the Ministry of Health 2020 to include That's in written regulations. However, in this case, there is advantages (Team from Legal Compliance) and disadvantages (From the Legal Compliance Team), although this is a positive step for improvement. In the study, the descriptive research methods were used to describe Citizens' right to obey the law when they receive Covid 19 vaccine. So in response To this policy, many community groups refused/did not comply with Vaccination recommendations, which Even makes me regret that this should have been a good thing. The public participates and adheres to these recommendations consciously and fairly to improve the situation. The author is able to fight the law because based on the vaccine version provided by the current government (Sinovac), when in clinical trials in Indonesia, the efficacy value is only 65%. However, along with community participation in breaking the chain of Presidential Regulation Number 99 of 2020, this has not yet materialized., then the amendment of Presidential Regulation No. 14 of 2021. Keywords: Massive vaccination, Obey the law, Covid19
Dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman pasien terhadap diet rendah garam pada pasien dengan hipertensi Wahid Tri Wahyudi; Risa Herlianita; Deswiyan Pagis
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.117 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i1.1843

Abstract

Family support, adherence and understanding of a low-salt diets among patients with hypertensiveBackground: Hypertension is a disorder of the blood vessels that results in the supply of oxygen and nutrients carried by the blood blocked to the tissues of the body that needs it. Based on data from the Gedong Air Health Center, it is known that from 2015 to 2018 the incidence of hypertension fluctuated, wherein 2016 it amounted to 1962 cases but in 2017 it increased to 2814 cases and in 2018 the incidence of hypertension was 3102 cases.Purposes: Knowing the relationship of family support, adherence, and understanding of a low-salt diet among patients with hypertensiveMethod: A quantitative research designed with analysis by cross-sectional approach and the population was patients with hypertensive with a sample of 139 as respondents by simple random sampling. Collecting data by questionnaires and Analysing data used Univariate and Bivariate (Chi-Square).Results: Finding that the patient has negative family support was 58.7%, the patient was noncompliant to a low-salt diet .57.2%, and few patients have an understanding of a low-salt diet. There is a relationship between the understanding of a low-salt diet (p-value = 0.000), family support (p-value = 0.032) and compliance with a low-salt diet among patients with hypertensive.Conclusion: There is a relationship of understanding of low-salt diets, family support and compliance to a low-salt diet among patients with hypertensive. Suggestions for  health workers in providing health education to families and patients with hypertensive about the importance of low salt diets in the management of hypertensionKeywords: Family support; Compliance; Understanding; Low-salt diet; Hypertensive. Pendahuluan: Hipertensi merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkanya. Berdasarkan data dari Puskesmas Gedong Air, diketahui bahwa dari tahun 2015 – 2018 kejadian hipertensi mengalami fluktuatif , dimana tahun 2016 sebesar 1962 kasus namun di tahun 2017 mengalami peningkatan menjadi sebesar 2814 kasus dan di tahun 2018 kejadian hipertensi sebesar 3102 kasus.Tujuan: Diketahui hubungan dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensiMetode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional, populasinya seluruh pasien dengan hipertensi dengan sampel sebanyak 139 dengan simple random sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner data dianalisa secara univariate dan bivariate (chi square)Hasil: Diketahui dukungan keluarga kategori negatif 58,7%, responden tidak patuh 57,2%, dan sedikit yang memiliki pemahaman diet rendah garam  (p-value=0,000), ada hubungan antara dukungan keluarga (p-value = 0,032), kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensiSimpulan: Ada hubungan dukungan keluarga, kepatuhan dan pemahaman  pasien terhadap diet rendah garam  pada pasien dengan hipertensi. Saran bagi petugas kesehatan puskesmas dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga dan pasien dengan hipertensi tentang pentingnya diet rendah garam.
Gambaran Klinis Pasien Apendisitis Akut dengan Menggunakan Penilaian Tzanakis Skor dan Alvarado Skor di RSUD DR H Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2014 Wahid Tri Wahyudi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.645 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i2.252

Abstract

Pedahuluan: Dalam sebuah penelitian lebih dari 1,3 juta warga di dunia, perokok laki-laki memiliki 40% peningkatan risiko terinfeksi TB paru dibandingkan dengan bukan perokok dan mungkin lebih dari 55% meninggal karena TB paru. TB Paru BTA yang positif di klinik rawat jalan 2014 di Panjang berjumlah 111 penderita BTA positif sebanyak 69.391 warga (6,25%). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku merokok dengan klinik rawat inap TB paru di Panjang 2015. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tersangka TB paru pada bulan Oktober-Desember 2014 berjumlah 219 orang, menggunakan sampel jumlah penduduk. Pengambilan data yang digunakan adalah teknik quetionnaire dan data analisis statistik menggunakan uji chi square. Hasil: Pada penelitian ini diketahui paling banyak menderita TB paru sekitar 134 (61%). Responden adalah perokok berat dengan rokok yang merokok lebih lama ≥10 tahun dengan jenis perokok berat sebesar 121 (55%), responden dengan perokok berat jumlah rokok merokok ≥ 10 butir pada hari sama dengan 126 (58%), responden perokok berat dengan Jenis cengkeh tembakau jenis 125 (57%). Hasil analisis bivariat diketahui hubungan yang signifikan antara merokok panjang (p = 0.000), jumlah rokok yang dihisap (p = 0.000) dan jenis rokok yang dihisap (p = 0.000) dengan risiko kejadian TB paru. Nasihat yang bisa diberikan untuk memberantas penderita TB paru dengan perilaku merokok pemberantasan TB Paru harus disertai dengan kerjasama puskesmas dan petugas kesehatan.
ANALISIS FKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KONDILOMA AKUMINATA DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUD Dr. H. ABDUL MOELOEK BANDAR LAMPUNG TAHUN 2016 Wahid Tri Wahyudi; Suprihatin Suprihatin
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.485 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v13i2.1362

Abstract

ABSTRACT: KNOWLEDGE AND DETECTION OF PULMONARY TUBERCULOSIS AMONG COMMUNITY IN LAMPUNG-INDONESIABackground: Tuberculosis of Lung is an infectious disease caused by the bacterium mycobacterium tuberculosis, which most commonly affects the lungs. Mortality and morbidity due to mycobacterium tuberculosis bacteria in indonesia in 2009 there were 1.7 million people died. The incidence of tuberculosis of lung in Lampung until the end of December 2015, tuberculosis of lung is 8,492 cases from the estimated cases in 2015 as many as 32,128. Efforts to prevent the increase in cases of tuberculosis in Indonesia carried out with a description of the case detection efforts can be measured by knowing the number of TB cases found and recorded indicators of Case Notification Rate (CNR).Purpose: This study aims to determine the relationship of knowledge with the early detection tuberculosis of lung in the work area of the Way Kanan public health center district in 2017.Methods: The type of this research is quantitative research with cross sectional approach. The population in this research is all citizens suspect in working area of Public Health Center of Way Kanan regency. Instrument of data collection in this research use questioner. The data analysis used is chi square.Results: The statistical results show that there is a correlation between knowledge with early detection of pulmonary tuberculosis (p value = 0,00).Counclusion: Suggestions in the research are expected to motivate the community to actively participate in lung tuberculosis examination program.Keywords : Pulmonary, tuberculosis, knowledge, detection.Pendahuluan: Tuberkulosis Paru (TB Paru)  adalah  penyakit  menular  yang  disebabkan  oleh  bakteri mycobacterium tuberculosis, yang paling umum mempengaruhi paru-paru. Angka  kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis di indonesia pada tahun 2009 terdapat  1,7  juta  orang meninggal. Angka kejadian TB paru di Lampung hingga akhir Desember tahun 2015, angka penemuan kasus penderita TB paru sebanyak 8.492 kasus dari estimasi kasus di tahun 2015 sebanyak 32.128. Upaya pencegahan peningkatan kasus TBC di Indonesia dilakukan dengan gambaran upaya penemuan kasus dapat diukur dengan mengetahui banyaknya kasus TB yang ditemukan dan tercatat indikator Case Notification Rate (CNR).Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan upaya deteksi dini penyakit tb paru di wilayah kerja puskesmas Negeri Agung kabupaten Way Kanan tahun 2017.Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi  dalam  penelitian  ini adalah semua warga suspect di wilayah kerja puskesmas Negeri Agung kabupaten Way Kanan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 133 pasien. Tehnik pengambilansampel dengan metode Cross sectional.Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan upaya deteksi dini penyakit tuberkulosis paru (p value = 0,00).Simpulan: Peneliti menganjurkan agar Puskesmas melakukan pencegahan berupa; Melakukan pencegahan deteksi dini melalui pemeriksaan-pemeriksaan sesuai kebijakan yang telah ditetapkan puskesmas dan Memotivasi masyarakat supaya aktif berpartisipasi dalam program pemeriksaan tuberkulosis paru
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT PERSFEKTIF HUKUM DI RS PROVINSI LAMPUNG 2013 Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; Ria Aryani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.921 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.162

Abstract

Background: Hypertension or high blood pressure desease is a condition in which an increase in blood pressure above normal. The number of hypertension in the world reaches about 970 million people, 330 million are in deve loped countries and developing countries. Preliminary data shows the incidence of hypertension in Metro City in 2016 reached 1,839 cases and in Metro Public Health Center reached 274 cases. Hypertension is one of the most important causes of early death because it is closely related to the risk of cardiovascular disease. One effort to reduce blood pressure among hypertensive patients is by consuming high potassium fruits such as watermelon. The purpose of this research was to find out the influence of watermelon to reduce blood pressure in patients with hypertension in working area of Central Metro Public Health Center 2017.Methods: This was a quantitative research, the form of pre experimeni design through one group pretest approach. Population in this research was the patients with hypertension 89 people, samples were 35 people. This research analysis was through Paired T Test.Results: The statistic test showed that the mean of blood pressure of hypertensive patients before (pre-test) administration of watermelon was 175.49 / 113.71 fruits with standard deviation 13,678 / 9,16 and after (post-rest) administration of watermelon 137.20 / 90,06 mmHg with Standard deviation 8,380 / 6,268. The result of analysis with paired sample t-test obtained p-value 0,000 <α 0.05 it can be concluded that there is an influence of watermelon to reduce blood pressure of patients with hypertension, where the mean of blood pressure of hypertensive patient after being given treatment significantly lower the blood pressure than before . It is advisable for hypertensive patients, they should be able to maintain high intake of fruit diet, especially that contain high water and potassium.
PENGARUH KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg DAN KONSUMSI SULFAS FEROSUS (Fe) 100 mg PLUS VITAMIN C 100 mg TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN (Hb) IBU HAMIL DI WILAYAH PUSKESMAS KECAMATAN WAY HALIM BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Wahid Tri Wahyudi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.949 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i1.203

Abstract

Pneumonia adalah penyakit saluran nafas bagian atas disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur yang merupakan penyebab utama pada balita, Banyak faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia diantaranyaadalah kelengkapan imunisasi diantaranya Hb, DPT, Campak, Polio, dan BCG. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dari 403 kasus pneumonia pada balita di Provinsi Lampung 2014, tercatat 199 (49,3%) kasus pneumonia pada balita terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Gedung Air dan diketahui balita yang melalukan imunisasi secara lengkap sebanyak 71 balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungankelengkapan imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Rawat Inap Gedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015.Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan survey analitik dengan pendekatan crossectional dan Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi 0-24 bulan yang berkunjung pada bulan April di Pusesmas Rawat InapGedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015, pengambilan sampelmenggunak anteknik sampling accidenal sampling sebanyak 71 balita dengan alat ukur Lemabar Observasi dengan cara ukur Ceklist, Analisa bivariat chi squre.Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara kelengkapan imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Rawat Inap Gedung Air Kota Bandar Lampung Tahun 2015, dengan PValue < α (0,001) < 0,05) dan Odds Rasio (OR) = 12,2. Saran dalam penelitian ini perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai faktor-faktor dan memberikan penyuluhan secara rutin tentang pneumonia danimunisasi.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR HIDROKUINON DALAM KRIM MALAM PADA EMPAT KLINIK KECANTIKAN DI BANDAR LAMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Iwan Indriawan; Wahid Tri Wahyudi; Agustina Rahayuningsih
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.331 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i1.87

Abstract

Sistem pengelolaan obat yang meliputi perencanaan kebutuhan obat, pengadaan/permintaan obat, penyimpanan obat, pendistribusian obat dan penghapusan obat yang ada di Puskesmas Gaya Baru V Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah dirasakan belum berjalan sesuai dengan ketentuan.Tujuan penelitian diketahui penyebab ketidak sesuaian pelaksanaan pengelolaan obat tersebut.Jenis penelitian kualitatif, menggali sejauh mana sistem pengelolaan obat di Puskesmas. Sifat penelitian adalah evaluatif (evaluation research), dengan informan Kepala Puskesmas Gaya Baru V, petugas pengelola gudang obat Puskesmas, Kepala Puskesmas Pembantu dan staf Instalasi GFK, pengambilan data dilakukan wawancara mendalamdan observasi. Teknik pengolahan data dengan cara analisis isi. Pengadaan/permintaan obat di Puskesmas sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.Penyimpanan obat di Puskesmas sudah menggunakan metode FEFO dan FIFO. Tidak ada penghapusan obat di Puskesmas.Perencanaan kebutuhan obat di Puskesmas belum sepenuhnya memenuhi tahap-tahap,yaitu belum menggunakan tahap seleksi ilmiah medik dan statistik, Pendistribusian obat di Puskesmas belum berjalan dengan baik.Hal tersebut karena kurangnya sumber daya manusia yang ada.Kesimpulan, pengelolaan obat di Puskesmas belum maksimal dan disarankan agar membuat daftar usulan penambahan tenaga khusus yang menangani pengelolaan obat.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BAWAH USIA 15 TAHUN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Yeni Novita; Umi Romayati Keswara; Wahid Tri Wahyudi; M. Rifki Zainaro
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.398 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v8i2.189

Abstract

Ketika seseorang memasuki masa lansia, mereka akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik, psikologis, maupun sosialnya, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Perasaan cemas ini disebabkan oleh dugaan akan bahaya atau frustasi yang mengancam, membahayakan rasa aman, keseimbangan atau kehidupan seorang individu atau kelompok biososialnya. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah sejumlah 154 lansia, Sample dalam penelitian ini adalah sebanyak 61 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan pada Lansia di Desa Bandar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Jaya Lampung Tengah Tahun 2013 (p value 0,014 OR 4,354). Saran untuk petugas kesehatan hendaknya memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga lansia secara berkelompok dalam waktu 1 bulan atau 3 bulan sekali untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya dukungan keluarga terhadap lansia.