Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH DOSIS DAN FREKUENSI KCl PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) di JAKEN, PATI. Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Suharijanto, Suharijanto; Widiatmoko, Andre
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/viabel.v19i1.4527

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) merupakan tanaman hortikultura yang termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Pengembangan melon memiliki prospek yang baik dan cerah. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi tanaman dan kualitas buah melon adalah dengan menerapkan teknik budidaya yang tepat, termasuk dosis dan frekuensi pemupukan KCl yang tepat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara dosis dan frekuensi pemupukan KCl pada tanaman Melon (Cucumis melo L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023- Januari 2024 di Desa Sumberarum, Jaken, Pati. Dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dua faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi pemberian pupuk kalium (F) F1=1 kali pemberian, F2=2 kali pemberian, dan faktor kedua adalah dosis pupuk kalium (D). D1=60 kg/ha (27 g/petak), D2=120 kg/ha (54 g/petak), D3=180 kg/ha (81 g/petak), D4=240 kg/ha (108 g/petak). Parameter pengamatan yaitu: Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Waktu berbunga (Hst), Bobot Buah perpetak (g), Diameter Buah (cm), Ketebalan daging buah (cm) dan Tingkat Kemanisan (% Brix). Hasil penelitian ini adalah pemberian dosis KCl 240 kg/ha (108 g/petak) dengan frekuensi 2 kali berpengaruh nyata dan terdapat interaksi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, waktu berbunga, diameter buah, bobot buah perpetak, ketebalan daging buah, dan tingkat kemanisan buah
Sertifikasi halal sebagai nilai tambah inovasi produk UMKM unggulan Yasin, Rozaq Muhammad; Fahira, Keke Tamara; Alpandari, Heny
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20682

Abstract

Pemerintah melalui BPJPH mengatakan bahwa seluruh produk makanan dan minuman harus tersertifikasi halal maksimal 17 Oktober 2024. Pada kenyataannya banyak UMKM yang tidak mengetahui terutama UMKM di sekitar lereng gunung Muria. UMKM mitra yaitu Recolta Parijoto masih minim pengetahuan tentang pentingnya sertifikasi halal produk dan inovasi produk olahan. Kondisi tersebut berdampak pada kemungkinan tutupnya suatu usaha atau adanya pengambil alihan branding atas produk Robusta Muria dan Parijoto dari daerah lain. Padahal Robusta Muria dan Parijoto termasuk produk hasil pertanian yang menjadi unggulan/ciri khas dari Gunung Muria. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu metode Asset Based Community Development (ABCD). Teknis pelaksanaan pengabdian ini meliputi 1) Sosialisasi; 2) Pendampingan; 3) Pelatihan; dan 4) Monitoring dan Evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mitra. Luaran kegiatan ini yaitu inovasi produk olahan, produk mitra sudah tersertifikasi halal, serta kemampuan mitra dalam menciptakan inovasi-inovasi baru agar lebih memiliki nilai tambah. Melalui kepemilikan sertifikasi halal, inovasi produk baru menjadikan mitra lebih percaya diri dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Rencana tindak lanjut dari pengabdian ini yaitu seluruh produk hasil olahan mitra akan di daftarkan sertifikasi halal selama program SEHATI masih dibuka.
Penguatan Literasi Kesehatan Masyarakat melalui Pemanfaatan Tanaman Aromatik untuk Pencegahan Chikungunya Nanda, Riski Eka; Zaki, Raditya Albin; Kusuma, Salma Ratna; Mardliyah, Nihayatul; Alpandari, Heny
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v7i2.15974

Abstract

This community service program aims to reduce the spread of the Chikungunya virus in Banget Village through community-based empowerment innovations and the utilization of aromatic plants as natural mosquito repellents. The approach included training and the cultivation of aromatic plants such as basil, lemongrass, and lavender in wetlands and home gardens as a strategy for controlling Aedes aegypti mosquito vectors. This method leverages the potential of wetland agriculture to enhance the community’s capacity for independent and sustainable disease prevention. The results indicate an increase in community knowledge, active application of aromatic plants in the surrounding environment, and the growth of community independence in efforts to prevent Chikungunya virus transmission. This program highlights the importance of community-based innovations focused on environmental health and natural, sustainable vector control. Pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran virus Chikungunya di Desa Banget melalui inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan tanaman aromatik sebagai pengusir nyamuk. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan dan penanaman tanaman aromatik, seperti kemangi, serai, dan lavender, di area lahan basah maupun pekarangan rumah sebagai strategi pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti. Metode ini memanfaatkan potensi pertanian lahan basah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat, penerapan tanaman aromatik secara aktif di lingkungan sekitar, serta tumbuhnya kemandirian komunitas dalam upaya pencegahan penularan virus Chikungunya. Program ini menegaskan pentingnya inovasi berbasis komunitas yang berorientasi pada kesehatan lingkungan serta pengendalian vektor secara alami dan berkelanjutan.
THE IMPACT OF NITROGEN BALANCE AND LIQUID ORGANIC FERTILIZER FROM COW URINE ON THE GROWTH AND PRODUCTION OF PAKCOY PLANTS (Brassica Chinensis L.) IN REGOSOL SOIL Anwar, Khairul; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Herlina, Nia
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.7648

Abstract

Pakcoy plants (Brassica chinensis L.) exhibit good growth and can thrive luxuriantly in various seasons, allowing for year-round cultivation. However, their productivity remains low due to insufficient soil fertility. Nitrogen is an essential nutrient required by pakcoy, and it can be obtained from liquid organic fertilizer derived from cow urine and urea. This research aims to evaluate how pakcoy plants respond to the application of nitrogen balance and liquid organic fertilizer from cow urine in regosol soil. The study was conducted at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Yogyakarta, from February 2021 to June 2021. Employing a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor, the research comprised five treatments as follows: P1: 100% Urea 1.2 grams (control), P2: 75% Urea 0.9 grams + 25% POC Cow Urine 5 ml, P3: 50% Urea 0.6 grams + 50% POC Cow Urine 10 ml, P4: 25% Urea 0.3 grams + 75% POC Cow Urine 15 ml, P5: 100% POC Cow Urine 20 ml. Each treatment of POC Cow Urine and Nitrogen (Urea) balance was replicated four times, resulting in a total of 20 experimental units. The results showed that the application of nitrogen balance and POC cow urine significantly impacted plant height, number of leaves, leaf area, fresh weight of aboveground parts, dry weight of aboveground parts, fresh weight of roots, dry weight of roots, and root length in the treatment involving 50% Urea 0.6 grams + 50% POC Cow Urine. This indicates that the application of nitrogen balance and POC cow urine can effectively fulfill the nitrogen nutrient requirements of pakcoy plants.Keywords: Pakcoy, Nitrogen Balance, POC, Regosol
Pengaruh Pemberian Unsur Hara Mikro pada Akar dan Daun terhadap Pertumbuhan Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh; Arini, Nindya
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14017

Abstract

Kangkung darat adalah jenis tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Tanaman ini memerlukan unsur hara yang mudah tersedia untuk mendukung pertumbuhannya. Unsur hara mikro merupakan salah satu elemen penting untuk tanaman. Ada dua metode pemberian unsur hara mikro, yaitu melalui akar dan daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk mikro lengkap melalui akar dan daun terhadap pertumbuhan tanaman kangkung. Penelitian dilakukan pada Juni hingga Agustus 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan yang diberikan terdiri dari tiga jenis, yaitu kontrol, pemberian pupuk mikro melalui akar (disiram), dan pemberian pupuk mikro melalui daun (semprot). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot segar tajuk, bobot segar akar, bobot kering tajuk, bobot kering akar, nisbah akar dan tajuk, nisbah luas daun, serta bobot daun khas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian unsur hara mikro melalui daun memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, dan nisbah luas daun.
Respon Nano Biochar Bonggol Jagung Dan Eco-Enzyme Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Jagung Manis (Zea Mays Saccharate Sturt.) Di Tanah Alfisol Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny; Anwar, Khairul
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i2.14915

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.) merupakan komoditas pertanian yang sangat penting. Produksi jagung pada tahun 2023 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022. Penurunan produksi jagung tersebut dikarenakan salah satunya disebabkan oleh beberapa faktor, salahsatunya pemupukan. Pemupukan merupakan aspek penting dalam suatu budidaya tanaman dalam mencapai hasil pertumbuhan dan panen yang optimal tidak terkecuali tanaman jagung. Salah solusi dari permasalahan tersebut yaitu mengkombinasikan pupuk organik dan pupuk kimia, salah satunya dengan penggunaan biochar dan eco-enzyme sebagai bahan pelengkap pemupukan tanaman. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan dua faktor yaitu dosis nano biochar (K) dengan 3 taraf yaitu V1 : 0 kg/ha (kontrol), V2 : 50 kg/ha, V3 : 100 kg/ha dan V4 : 150 kg/ha. Faktor kedua yaitu konsentrasi eco-enzyme (E) dengan 3 taraf yaitu : E1 : 0 ml/L (kontrol), E2 : 1 ml/L dan E3 : 2 ml/L. Didapatkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis nano biochar dengan konsentrasi eco-enzyme terhadap pertumbuhan fase vegetatif tanaman jagung. Pemberian perlakuan dosis nano biochar berpengaruh nyata pada pembentukkan diameter batang jagung pada umur 6 MST khususnya pada taraf perlakuan 150 kg/ha (V4). Sementara itu pemberian konsentrasi eco-ezyme 2 ml/L (E3) memberikan tinggi dan jumlah daun tanaman
RESPON TANAMAN KALE (Brassica oleracea var. acephala) TERHADAP FREKUENSI DAN KONSENTRASI POC LIMBAH CAIR TAHU SECARA HIDROPONIK Alpandari, Heny; Krestiani, Veronica; Abiyyu, Dhiaulhaq
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4714

Abstract

Research regarding the use of liquid organic fertilizer from tofu waste has been carried out previously, both hydroponically and conventionally on several types of plants. Therefore, the aim of this research is to examine the response of Kale plants (Brassica oleracea var. acephala) to the frequency and concentration of giving liquid organic fertilizer from tofu waste hydroponically. This research used a Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 2 factors and was repeated four times. The first factor is the frequency of administration 1x (7 dap), 2x (7 & 21 dap), 3x (7,21 and 30 dap). The second factor is concentrations of 25%, 50% and 75%. The parameters observed were plant height, number of leaves, root length, fresh weight and dry weight of the plant. The results obtained from this panel were that the frequency and concentration of liquid organic fertilizer of tofu liquid waste had an effect on all observation parameters, namely plant height, number of leaves, root length, fresh weight and dry weight of Kale plants. The treatment that gives better results is the frequency of administration 3 times with a concentration of 50%.
BUDIDAYA TOGA DI POLIBAG SEBAGAI SOLUSI PENGHIJAUAN PEKARANGAN SEMPIT BERSAMA IBU PKK DESA PLOSO Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny; Fajri, Wahid Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i3.61852

Abstract

Pemanfaatan pekarangan sebagai media budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan TOGA menggunakan polybag. Metode yang digunakan dalam program ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat serta pemangku kepentingan dalam seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi survei dan analisis lokasi, persiapan alat dan bahan, penyuluhan, pelatihan praktik budidaya TOGA, serta evaluasi. Hasil dari program menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menanam dan merawat TOGA di pekarangan rumah. Evaluasi melalui pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat tentang TOGA, dengan persentase pemahaman yang meningkat dari 73,33% sebelum kegiatan menjadi 100% setelah kegiatan. Selain itu, minat masyarakat dalam membudidayakan TOGA juga meningkat secara signifikan, dengan 93,3% peserta menunjukkan minat tinggi. Dengan adanya program ini, masyarakat dapat mengakses tanaman obat secara mandiri, meningkatkan kemandirian dalam menjaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat.