Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MICROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG TERHADAP TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) Anwar, Khairul; Wisuda, Nova Laili; Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i1.13074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh Mikroorganisme Lokal (MOL) dari bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt.), mengingat pentingnya pengembangan pertanian yang ramah lingkungan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan kesehatan tanah. Penggunaan MOL dari bonggol pisang menjadi krusial dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) wilayah Semarang, specifically di Kebun Palawija Rendole I Pati. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan satu faktor tunggal yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu konsentrasi MOL 0 ml/l (Mo), 150 ml/l (M1), dan 300 ml/l (M2), dengan masing-masing perlakuan diulang tiga kali, sehingga total terdapat 9 plot percobaan. Data hasil penelitian akan dianalisis menggunakan Analisis Varians (ANOVA), dan jika terdapat perbedaan signifikan antar perlakuan, akan dilanjutkan dengan Uji DMRT (Duncan's Multiple Range Test) dengan tingkat signifikansi α 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi MOL dari bonggol pisang berpengaruh signifikan terhadap berbagai parameter seperti bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, dan kadar gula, dengan hasil terbaik pada perlakuan M2 (300 ml/L).
Pengaruh Konsentrasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Jagung Manis (Zea mays L.) Di Tanah Inceptisol Anwar, Khairul; Alpandari, Heny; Arini, Nindya; Prakoso, Tangguh
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 2, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v2i2.11508

Abstract

Jagung manis (Zea mays L.) merupakan salah satu hasil pertanian yang disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis, kaya akan karbohidrat, protein, dan vitamin, serta rendah lemak Permintaan jagung manis terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan yang bertambah baik untuk konsumsi langsung, bahan baku industri pangan, maupun industri pakan ternak. Perlu ada ekstensifikasi dalam penaman jagung, dengan memanfaatkan lahan Inceptisol.Tujuan penelitian ini adalah mengatahui konsentrasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays L) pada tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Kebun Pengembangan Pembibitan Palawija Rendole Pati dan Universitas Muria Kudus (UMK). Penelitian ini mengunkan percobaan eksperimental Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktor Tunggal dengan 3 perlakuan, sebagai berikut: R0: 0 ml/l, R1: 20 ml/l dan R2: 40 ml/l. Data yang diperoleh dari penelitian akan dianalis mengunakan Analysis of Variance (ANOVA), apabila terjadi perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukan konsentrasi PGPR berpengaruh nyata pada parameter bobot brangkasan kering dan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tongkol tanpa kelobot, kadar kemanisan, diameter tongkol dan panjang tongkol. tidak berbeda nyata. Kesimpulan hasil penelitian pertumbuhan dan produksi jagung manis pada tanah Inceptisol tertinggi pada konsentrasi 40 ml/L.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA HIJAU (Abelmoschus esculentus L.) TERHADAP KONSENTRASI DAN FREKUENSI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA (PGPR) Alpandari, Heny; Krestiani, Veronica; Sari, Sindi Indah
Muria Jurnal Agroteknologi (MJ-Agroteknologi) Vol 3, No 1 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjagrotek.v3i1.13088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra hijau (Abelmoschus esculentus L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, pada bulan Februari sampai bulan Mei 2023. Penelitian faktorial berpola Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Terdiri dari 2 (dua) faktor sebagai perlakuan. Faktor yang pertama adalah konsentrasi (K) PGPR dengan 3 taraf perlakuan yaitu: K1(10ml/l), K2 (20ml/l), K3 (30ml/l). Faktor kedua adalah frekuensi pemberian PGPR dengan 2 taraf perlakuan yaitu: F1 (2 kali pemberian yaitu 1x pada masa vegetatif dan 1x masa generatif) dan F2 (4 kali pemberian yaitu 2x masa vegetatif dan 2x masa generatif). Parameter yang diamati meliputi: 1) tinggi tanaman, 2) umur berbunga, 3) jumlah buah per tanaman, 4) bobot buah per tanaman, 5) diameter buah, 6) panjang buah. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan K2F1 (20ml/l dengan 2x pemberian PGPR: 1x fase vegetative dan 1x fase generatif) memberikan pengaruh yang lebih baik pada parameter umur berbunga, bobot buah per tanaman dan diameter buah.
Respon Unsur Hara Nitrogen Dan Besi Terhadap Sifat Fisiologis Dan Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum Melongena L.) Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny
Jurnal Agroekoteknologi Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v16i2.24667

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a type of tropical plant which is included in the vegetable horticulture group where it is widely cultivated on land and in the yard. The high nutritional content of eggplant makes one of the reasons this commodity is in great demand by the public. So to get optimal results it is necessary to have a nutrient that must be met in the growth process. The presence of sufficient nutrients in the soil is one of the important factors in supporting plants to complete their life cycle, such as growing and producing optimally. Therefore, fertilization is an important activity in order to increase the presence of nutrients to avoid nutrient deficiencies that can have a negative impact on the resulting production, one of which is a decrease in production quality. Based on data from research results, nitrogen nutrients play a very important role in growth, and at the same time is a limiting element for eggplant growth, this is evidenced by the low growth indicators obtained in treatments that are not given nitrogen elements such as leaf growth, chlorophyll and dry weight produced.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN KANGKUNG (IPOMOEA REPTANS POIR) TERHADAP PEMBERIAN HARA MIKRO MELALUI AKAR DAN DAUN Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
PUCUK : Jurnal Ilmu Tanaman Vol 4 No 1 (2024): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Ratu Samban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pucuk.v4i1.225

Abstract

Water spinach is a type of horticultural plant that has high economic value. Water spinach needs nutrients that are quickly available to support its growth. Micronutrients are an important support for plants. There are two ways of providing micronutrients to plants, through roots and through leaves. The aim of this research was to determine the effect of providing complete microfertilizer through the roots and leaves on the growth of kale plants. This research was carried out in June-August 2023, using a single factor Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of 3, namely control, micro fertilizer given through the roots (watered), micro fertilizer given through the leaves (spray). The observation parameters are: plant height, number of leaves, greenness of the leaves, fresh weight of the crown, fresh weight of the roots, dry weight of the crown, dry weight of the roots, ratio of root shoots, ratio of leaf area and typical leaf weight. The results of the research, providing micronutrients to kale plants through the leaves has a better influence on the parameters of plant height, number of leaves, greenness of the leaves, leaf area and leaf area ratio.
Karakterisasi Morfologi Empat Kultivar Duku (Lansium domesticum) di Jawa Tengah Arini, Nindya; Fairuzia, Fazat; Murrinie, Endang Dewi; Alpandari, Heny; Yuliani, Farida
Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 1 (2024): Agrotekma: Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian, 9 (1)Desember 2024
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/agr.v9i1.13068

Abstract

Karakterisasi morfologi merupakan langkah awal yang penting untuk kegiatan konservasi dan koleksi plasma nutfah sumberdaya genetik dalam tahapan kegiatan pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter morfologi tanaman duku kultivar Sumber, Woro, Matesih dan Kalikajar yang berasal dari Jawa Tengah. Metode menggunakan purposive sampling method yang dilanjutkan dengan observasi secara deskriptif dengan membandingkan di buku panduan morfologi tanaman dan plant tissue colour book Munsell edisi 2012. Uji dengan principal component analysis (PCA) dilakukan untuk mengetahui pengelompokan karakter masing-masing kultivar. Hasil Analisa menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan morofologi pada karakter kualitatif daun, batang, dan bunga keempat kultivar. Pebedaan karakter terlihat pada tinggi batang utama dan kadar brix buah. Kultivar Matesih memiliki batang primer terendah diikuti oleh Sumber, Woro dan Kalikajar secara berturut-turut. Kadar brix tertinggi dimiliki oleh kultivar Matesih 20% diikuti oleh kultivar Woro 19,5, sedangkan kultivar Sumber dan Kalikajar memiliki kadar brix yang sama yaitu 18%. Analisa melalui principal component analysis menunjukkan bahwa Kultivar Sumber, Woro dan Kalikajar berada di kelompok yang sama, sedangkan Matesih berada di kelompok yang berbeda.
Penguatan Partisipasi Masyarakat dalam Program Penghijauan Pekarangan melalui Bantuan Bibit Buah di Desa Ploso Alpandari, Heny; Krestiani, Veronica; Fahira, Keke Tamara
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.18124

Abstract

Desa Ploso menghadapi permasalahan lingkungan akibat urbanisasi dan berkurangnya ruang hijau, yang berdampak pada peningkatan suhu mikroklimat serta menurunnya kualitas udara. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan pekarangan sebagai ruang hijau produktif masih rendah. Oleh karena itu, program penghijauan melalui metode Tanaman Buah dalam Pot (Tabulampot) dilakukan sebagai solusi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penghijauan pekarangan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi tiga tahap: (1) observasi dan koordinasi dengan mitra untuk memahami kondisi pekarangan dan kesiapan masyarakat, (2) pelaksanaan pelatihan yang mencakup edukasi, praktik budidaya tabulampot, dan distribusi bibit buah, serta (3) pendampingan dan evaluasi untuk memantau keberhasilan program. Hasil program menunjukkan bahwa mayoritas peserta memiliki motivasi tinggi dalam menerapkan metode tabulampot, dengan 70% peserta menunjukkan ketertarikan yang besar. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penghijauan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dari hasil panen serta memperkuat interaksi sosial dalam komunitas. Kesimpulannya, program penghijauan pekarangan dengan metode tabulampot terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan program ini memerlukan pendampingan serta dukungan dari pemerintah desa dan pihak terkait agar manfaatnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.
Edukasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Menggunakan Teknik Hidroponik di SMAN 1 Muara Padang Heny Alpandari; Tangguh Prakoso; Rosi Andriani; Widhi Netraning Pertiwi
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1150

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan terbatas melalui budidaya hidroponik bagi siswa SMAN 1 Muara Padang. Hidroponik dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, seperti efisiensi penggunaan lahan, pupuk, serta perawatan yang lebih praktis. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi berbasis penghijauan dengan metode pembelajaran partisipatif yang melibatkan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan, edukasi teori, pembuatan media tanam, instalasi hidroponik, hingga evaluasi. Hasil angket menunjukkan tingkat kepuasan peserta mencapai 85,26% dalam kategori sangat baik. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan respons positif, serta peningkatan pemahaman terkait hidroponik. Kombinasi teori dan praktik terbukti efektif dalam memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Kesimpulan dari kegiatan edukasi hidroponik ini adalah dapat meningkatkan literasi sains dan lingkungan, dapat juga menumbuhkan sikap peduli lingkungan, tanggung jawab, dan kemandirian siswa.
Tindakan Pengembalian Limbah Pabrik Kelapa Sawit Sebagai Upaya Memaksimalkan Zero Waste. Alpandari, Heny; Prakoso, Tangguh
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.349

Abstract

ABSTRAK   Kelapa sawit adalah salah satu komoditas perkebunan yang terus berkembang di Indonesia. Pabrik kelapa sawit mengolah buah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan juga menghasilkan 75% limbah (padat dan cair). Limbah ini menjadi isu lingkungan dan memerlukan penanganan serius. Seiring perkembangan zaman dan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan, pengolahan limbah menjadi hal yang sangat penting saat ini. Tujuan dari pengolahan limbah selain untuk mencegah kerusakan lingkungan adalah untuk memaksimalkan zero waste. Pemanfaatan limbah menjadi bahan yang bermanfaat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif bagi lingkungan dan mewujudkan industri berwawasan lingkungan. Limbah pabrik kelapa sawit berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa cangkang, serat (fiber) dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar, sedangkan tandan kosong dimanfaatkan menjadi kompos, bahan baku kertas dan pakan ternak. Limbah cair pabrik kelapa sawit akan diolah di IPAL (Instalasi pengolahan air limbah) selanjutnya akan dikembalikan ke lahan (land application). Tindakan pengembalian limbah cair pabrik kelapa sawit ternyata memberikan pengaruh pada perbaikan kualitas tanah, penambahan unsur hara, penganekaragaman mesofauna dan makrofauna tanah, juga berpengaruh terhadap nisbah bunga jantan dan bunga betina. Selain itu limbah cair juga berpotensi menjadi biogas.    ABSTRACT   Palm oil is one of the plantation commodities that continues to grow in Indonesia. Palm oil mills process oil palm fruit into Crude Palm Oil (CPO) and also produce 75% of waste (solid and liquid). This waste is an environmental issue and requires serious handling. Along with the times and increasing awareness for environmental conservation, waste management is very important. The purpose of waste treatment in addition to preventing environmental damage is to maximize zero waste. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally industry. Utilization of waste into useful materials is carried out to reduce negative impacts on the environment and create an environmentally sound industry. Palm oil mill waste is in the form of solid waste and liquid waste. Solid waste in the form of shells, fiber is reused as fuel, while empty fruit bunches are used as compost, raw material for paper and animal feed. Palm oil mill effluent will be processed at the WWTP (Wastewater Treatment Plant) and will then be returned to the land (land application). The returning palm oil mill effluent turned out to have an effect on improving soil quality, adding nutrients, soil diversifying mesofauna and macrofauna, also affecting the ratio of male and female flowers. In addition, liquid waste also has the potential to become biogas.
Potensi Penggunaan Bahan Tanam Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Melalui Teknik Penanaman TSS (True Shallot Seed) Prakoso, Tangguh; Alpandari, Heny
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 2 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v2i2.350

Abstract

ABSTRAK   Allium ascalonicum L. atau secara umum dikenal sebagai bawang merah, merupakan salah satu komoditas yang tergolong dalam sayuran penting di Indonesia. Pada umumnya di Indonesia, budidaya bawang merah dibudidayakan secara vegetatif melalui umbi bibit yang sekaligus digunakan sebagai umbi konsumsi. karena dianggap lebih praktis dan mudah, serta dianggap memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Kebutuhan dalam jumlah besar akan bahan tanam berikutnya, memaksa petani untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan bahan tanam khususnya yang berbahan umbi. Salah satu solusi alternatif mengatasi permasalahan bahan tanam yang sekaligus meningkatkan produksi dan kualitas bawang merah adalah dengan teknologi bahan tanam yang sehat yaitu True Shallot Seed (TSS). TSS merupakan pengembangan bahan tanam bawang merah melalui biji. TSS dinilai lebih baik karena memiliki keunggulan kebutuhan benih yang lebih rendah, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Tidak ada interaksi antar varietas dengan kepadatan populasi/jarak tanam, namun penggunaan varietas Bima dinilai memiliki ukuran umbi yang cenderung lebih besar dari yang lain, hal ini dibuktikan dengan bobo tumbi segar dan umbi kering yang lebih berat dari yang lain. Namun memiliki kecenderungan pertumbuhan seperti tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun yang lebih kecil dibandingkan varietas lainnya.   ABSTRACT   Allium ascalonicum L. or generally known as shallot, is one of the commodities belonging to the important vegetables in Indonesia. In Indonesia, shallots are cultivated vegetatively with seed tubers which are also used as consumption tubers. because it is more practical and easy, and has a high success rate. Needs in large quantities will next planting material, forcing farmers to expend considerable cost to meet the needs of planting material especially made from tubers. One alternative solution the problem of planting material which at the same time increases the production and quality of shallots is the technology of healthy planting material, namely True Shallot Seed (TSS). TSS is the development of shallot planting material through seeds. TSS is considered better because it has the advantages of a lower seed needs, as well as more resistant to pest and diseases. There is no interaction between varieties with population density/planting spacing, however, the use of the Bima variety is considered to have tuber sizes that tend to be larger than the others, this is evidenced by the weight of fresh bulbs and dry bulbs that are heavier than the others. However, it has a growth tendency such as plant height and number of leaves per clump which is smaller than other varieties.