Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PELATIHAN DIGITALISASI PELAYANAN BERBASIS APLIKASI SIBERAS DESA MALALIN KECAMATAN CENDANA KABUPATEN ENREKANG Angga Nugraha; Trisnawaty AR; Muhammad Rais Rahmat Razak; Ahmad Mustanir; Haeruddin Syarifuddin; Suleha Suleha; Aswadi Aswadi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 11 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i11.4174-4178

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memudahkan perangkat desa dalam penggunaan aplikasi Siberas, dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat meringankan pekerjaan aparat desa dan juga masyarakat setempat. Metode pelatihan yang dilakukan pada pelatihan digitalisasi desa adalah metode demonstrasi. Mitra dalam pengabian masyarakat adalah Desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang. Tahap pelaksanaan pengabdian adalah mahasiswa KKN Angkatan 5 Universitas Muhmamadiyah Sidenreng Rappang melakukan pembekalan sebelum turun kelapangan untuk mengambil data, kemudian dilakukan input data setelah itu dimasukkan kedalam aplikasi Siberas. Setelah data rampung maka dilakukan workshop oleh bina sarana dan informatika. Hasil Kegiatan pengabdian ini adalah peserta pelatihan dalam hal ini perangkat desa malalin mengikuti kegiatan pelatihan digitalisasi pelayanan berbasis aplikasi siberas desa Malalin Kecamatan Cendana Kabupaten Enrekang.
Kolaborasi Dosen LPTK dengan Guru di Sekolah (KDS) untuk Menciptakan Pembelajaran Inovatif pada Mata Pelajaran Tematik Aswadi, Aswadi; Ecca, Suleha; Darmi, Darmi; Malik, Abdul; Suardi, Sartika; Damis, Dedy Suryadi; Nurhalisa, Nurhalisa
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 3 No 2 (2023): Juni-Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v3i2.1002

Abstract

Perubahan pola pikir masyarakat yang sangat cepat membuat kebutuhan mutu pendidikan juga meningkat. Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan peningkatan kemampuan pedagogik tenaga pendidik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatakan kemampuan tersebut adalah Lesson Study. Lesson Study mampu memfasilitasi aktifitas kolaboratif antara dosen LPTK dengan guru di sekolah untuk merancang pembelajaran inovatif. Tahapan inti pelaksanaan lesson study yakni tahap Plan, Do, dan See. Kegiatan lesson study di sekolah diikuti oleh satu dosen dan lima guru mitra. Hasil kegiatan ini adalah terciptanya desain pembelajaran inovatif pada mata pelajaran tematik. Rancangan pembelajaran tersebut merupakan rancangan pembelajaran yang mampu membuat pembelajaran lebih efektif, efisien dan menyenangkan. Kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi pedagogik dosen dan guru. Kegiatan ini akan terus berlanjut baik di sekolah maupun di kampus
KESALAHAN BERBAHASA PADA KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS VII UPT SMP NEGERI 2 BARANTI Nurwahida, Nurwahida; Aswadi, Aswadi; Hanafi, Muhammad; Kamal, Kamal
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 5 Number 3 October 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v5i3.61946

Abstract

The purpose of this study is to describe the form of spelling errors contained in students' essays. Students‘ description essay of Class VII UPT SMP Negeri 2 Baranti is the source of data, and spelling errors in students’ description essay are the research data. The techniques used to collect data include reading and note-taking techniques. The researcher and data cards as instruments. Data analysis used categorization, tabulation, and conclusion techniques. The results showed that there were errors in the use of Indonesian spelling in the description essays of seventh grade students of SMP Negeri 2 Baranti; there were errors in the use of capital letters, word writing errors, and punctuation errors. Students make Indonesian spelling mistakes because they are less careful and do not pay attention to correct spelling.
TINDAK TUTUR DIREKTIF GURU DALAM INTERAKSI BELAJAR BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 2 BARANTI KABUPATEN SIDRAP asma, Rasma; Ecca, Suleha; Saifullah, Saifullah; Hanafi, Muhammad; Aswadi, Aswadi; Zain, Suardi
Cakrawala Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v7i2.749

Abstract

Penelitian ini memaparkan mengenai jenis-jenis tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Baranti Kabupaten Sidrap. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur direktif guru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Baranti Kabupaten Sidrap. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia di Kelas VII SMP Negeri 2 Baranti Kabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, teknik rekam, metode transkripsi, dokumentasi, dan trianggulasi. Peneliti mengumpulkan tuturan- tuturan guru pada saat proses pembelajaran Bahasa Indonesia dan kemudian melakukan klasifikasi atau pengelompokan berdasarkan jenis tindak tutur direktif dan teknik padan pragmatik. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah 74 tuturan. Dari 74 tuturan terdapat 6 jenis tindak tutur direktif yaitu 8 tuturan permintaan, 28 tuturan pertanyaan, 26 tuturan perintah, 4 tuturan larangan, 3 tuturan pemberian izin dan 4 tuturan nasehat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru lebih dominan menggunakan tindak tutur direktif jenis pertanyaan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Hal tersebut dapat dilihat pada deskripsi hasil penelitian yang menunjukkan bahwa jenis pertanyaan berjumlah 28 tuturan dari jumlah 74 tuturan direktif.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 BARANTI Sainab, Sainab; Yusmah, Yusmah; Aswadi, Aswadi; Hanafi, Muhammad; Mahmud, Nurlaelah; Saleh, Firman
Cakrawala Indonesia Vol 7 No 2 (2022): Nopember-April
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v7i2.797

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud tindak tutur ilokusi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Negeri 2 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan data berupa tindak tutur dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Negeri 2 Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik rekam dan teknik catat (transkrip data), setelah itu dilanjutkan dengan kartu data untuk memudahkan klasifikasi dan pengecekan data, terakhir adalah analisis. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 219 temuan data berdasarkan beberapa jenis tindak tutur ilokusi, yaitu : 1) ilokusi asertif 107 temuan data, diantaranya: 31 wujud tuturan asertif mengemukakan pendapat, 2 tuturan asertif menyatakan, 51 wujud tuturan memberitahukan, 2 wujud tuturan asertif menunjukkan, 1 wujud tuturan asertif mengusulkan; 2) ilokusi direktif 110 temuan data, diantaranya: 76 wujud tuturan direktif bertanya, 13 wujud tuturan direktif memerintah, 3 wujud tuturan direktif memohon, 4 wujud tuturan direktif menuntut, 2 wujud tuturan direktif menyuruh, 3 wujud tuturan direktif menyarankan, 1 wujud tuturan direktif menganjurkan, 1 wujud tuturan direktif mengijinkan, 3 wujud tuturan direktif melarang, 1 wujud tuturan direktif mendesak, 3 wujud tuturan direktif memperingatkan; 3) ilokusi komisif 1 temuan data, yaitu 1 wujud tuturan komisif menolak; dan 4) ilokusi ekspresif 1 temuan data, yaitu 1 wujud tuturan ekspresif mengeluh. Berdasarkan temuan data tersebut dapat disimpulkan bahwa tindak tutur ilokusi yang paling dominan muncul dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Negeri 2 Baranti adalah tindak tutur ilokusi direktif, dan yang paling sedikit muncul adalah tindak tutur ilokusi komisif dan ekspresif.
Implementasi Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah Rappang Nurhasna Nurhasna; Aswadi Aswadi; Rosmini Kasman; Suardi Zain
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Mei - Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.2.2024.4353

Abstract

The Independent Curriculum was inaugurated by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemendikbudristek) in February 2022. It was determined that there are several things that must be prepared before learning, after that implementing independent curriculum learning, implementing learning differentiation and assessment. This research aims to determine and describe the planning, implementation and evaluation in implementing the Independent Curriculum in Indonesian language subjects at Muhammadiyah Rappang Middle School. This research uses descriptive qualitative research methods with data collection techniques, namely observation techniques, interview techniques and documentation techniques. The data analysis technique used in this research is a qualitative data analysis technique with stages of data reduction analysis, data presentation, and drawing up conclusions. The research results show that the implementation of their curriculum in terms of learning planning, learning implementation, and learning evaluation in Indonesian language subjects at Muhammadiyah Rappang Middle School has been implemented well and sustainably. However, there are still obstacles in every challenge faced by research objects in implementing Indonesian language learning based on an independent curriculum, such as limited teaching facilities, limited infrastructure and internet access for students, difficulties adapting to the different characteristics and dialects of students who are already inherent, limitations a time when learning was project-based, limited experience and references to differentiated learning models, and initial assessment paradigms that were not yet appropriate.
Analysis of Language Errors in News on Tribun Timur.com: Morphology Hasniar Lukman; Saifullah; Kamal; Aswadi
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i1.3598

Abstract

This research employs a qualitative descriptive method aimed at analyzing spelling and morphological errors in online news articles published by Tribun Timur.com, specifically the Tribun Sidrap edition dated February 3, 2025. The study focuses on language errors involving the use of letters, word formation, affixation, punctuation, and other elements related to the Indonesian Spelling System (EYD) Edition V. A total of 25 news articles were selected purposively as the data source. The data were collected through reading, note-taking, and documentation techniques, and analyzed using data reduction, classification, and interpretation procedures. The findings reveal several types of language errors, including seven errors in the use of capital letters, three italicization errors, five-word formation errors, nine affixation mistakes, five hyphenation or compound word errors, one error in preposition use, three numerical/punctuation issues, and two comma-related punctuation errors. These mistakes suggest a lack of adherence to standardized Indonesian language rules in the media, which could affect the credibility of news articles and influence public language habits. The study concludes that consistent application of EYD rules is essential to improve the quality of language in online news writing. It recommends that journalists and editors implement rigorous editing practices to reduce errors and promote accurate language use. Furthermore, future research is encouraged to explore broader linguistic aspects such as syntactic and semantic errors in various media formats to support national language development and public literacy.
The Influence of Storytelling Method and Scaffolding Learning on the Speaking Skills of Fifth Grade Students at SD Negeri 53 Malalin Asrah Amir; Nuraini K; Aswadi
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 12 No. 1 (2025): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v12i1.3883

Abstract

This study aims to determine the effect of the storytelling method and scaffolding learning on elementary students' speaking skills. The research problems are formulated to describe: (1) the effect of the storytelling method on the speaking skills of fifth-grade students at SD Negeri 53 Malalin, (2) the effect of scaffolding learning on their speaking skills, and (3) the combined effect of the storytelling method and scaffolding learning on the speaking skills of the same students. This study was motivated by the low speaking ability among fifth-grade students at SD Negeri 53 Malalin. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design, specifically a posttest-only control group design. The independent variables were the storytelling method (X₁) and scaffolding learning (X₂), while the dependent variable was speaking ability (Y). The sample consisted of 32 students, divided equally into experimental and control groups. Data were collected through posttests and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics, including mean, standard deviation, and the independent samples t-test. The average posttest score in the experimental group was 81.5625, while the control group scored 68.4375, with standard deviations of 6.25000 and 4.36606, respectively. The calculated t-value (7.11) exceeded the t-table value (±2.042), indicating a significant effect of the storytelling method. For scaffolding learning, the experimental group scored an average of 85.9375, compared to 68.4375 in the control group, with standard deviations of 4.5527 and 4.36693. The t-value (11.09791) again exceeded the critical value, confirming a significant effect. Finally, the combined application of both methods yielded an experimental group average of 89.3750, with a t-value of 14.92213 and standard deviations of 3.67394 and 4.18027, indicating a significant influence on students’ speaking skills. These findings demonstrate that the use of storytelling and scaffolding methods significantly enhances the speaking abilities of fifth-grade students at SD Negeri 53 Malalin.
Analisis Kesalahan Ejaan Pada Makalah Mahasiswa Semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Podding, Kamal; Ecca, Suleha; Aswadi, Aswadi; Lanta, Jumiati; Desiani, Nur Fitria
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v9i1.1246

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisis kesalahan penggunaan Ejaan pada makalah mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang fokus meneliti penggunaan tanda baca dan Ejaan kebahasaan. Data diperoleh dari makalah mahasiswa semester V Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dokumen resmi internal, kemudian data diolah dengan teknik analisis deskriftif . Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan berbahasa dari segi ejaan (huruf kapital, huruf miring, dan tanda baca). Berdasarkan data kesalahan ejaan yang ditemukan, masih banyak kesalahan penulisan tanda koma dalam pendahuluan makalah mahasiswa letak kesalahan tidak menggunakan tanda koma sebelum kata dan seharusnya jika lebih dari dua unsur maka harus diberi sisipan tanda baca koma. Menurut panduan hal tersebut tidak dibenarkan karena tidak mengikuti panduan penulisan yang benar.
Kesantunan Berbahasa dalam Interaksi Pembelajaran di SMPN 1 Panca Rijang (Kajian Pragmatik) Murdani, Elisa; Kasman, Nuraini; Yusmah, Yusmah; Hanafi, Muhammad; Ecca, Suleha; Aswadi, Aswadi
Cakrawala Indonesia Vol 9 No 1 (2024): Mei-Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jci.v9i1.1248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kesantunan dan bentuk nilai dalam pembelajaran di SMPN 1 Panca Rijang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif untuk mendeskrikan data berupa bentuk kesantunan dan bentuk nilai dalam pembelaran di SMPN 1 Panca Rijang. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 6 kelas pada kelas IX SMPN 1 Panca Rijang dan sampel penelitian ini terdiri dari kelas IX1-IX2. Yang Jumlah keseluruhan Siswanya 51. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik observasi, dokumentasi, catat dan video, setelah itu di lanjutkan dengan menganalisis data yang ditemukan. Berdasarkan hasil analisis data mengenai Bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi dari guru ke siswa yang berwujud tuturan deklaratif menaati maksim kearifan, pujian, dan kemufakatan; tuturan interogatif menaati maksim kearifan dan pujian; tuturan imperatif menaati maksim kearifan; tuturan ekslamatif menaati maksim kearifan.sedangkan Bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi dari siswa ke siswa yang berwujud tuturan deklaratif menaati maksim kearifan, kedermawanan, pemufakatan, dan simpati; tuturan interogatif menaati maksim kearifan dan simpati; tuturan imperatif menaati maksim kearifan; tuturan ekslamatif menaati maksim kearifan.