Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

FACTORS AFFECTING INDOOR WORK ACCIDENTS CONFINE SPACES Dona Martilova; Erna Sofiana; Kursiah Warti Ningsih
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.051 KB) | DOI: 10.37638/anjani.v2i1.508

Abstract

Pendahuluan:   Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan seseorang atau kelompok dalam rangka melaksanakan pekerjaan di lingkungan perusahaan, yang terjadi secara tiba-tiba, menimbulkan kerugian ringan sampai yang paling berat. Salah satu lokasi yang menimbulkan kecelakaan kerja adalah ruang terbatas. Ruang terbatas (Confine Spaces) mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang menandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebihan, suhu yang ekstrim, terjebak atau terliputi maupun resiko fisik lainya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah/licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja dalam ruang terbatas.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan di Wika-Karaga Kso Pekanbaru menggunakan total populasi yaitu seluruh pekerja yang ada diruang terbatas yang berjumlah 42 orang Alat ukur penelitian adalah kuesioner, dan lembar observasi.Hasil penelitian: Hasil penelitan beberapa faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalah lama kerja (P value = 0,011 α 0,05). Sedangkan yang tidak berhubungan adalah merokok dalam ruang terbatas (P value = 0,439 α 0,05), alat pelindung diri (APD) ruang terbatas (P value = 0,892 α 0,05)Kesimpulan faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja dalam ruang terbatas ialah lama kerja dan yang tidak berhubungan ialah merokok saat bekerja, alat pelindung diri ruang dalam ruang terbatas ABSTRACTIntroduction: A work accident is an accident of a person or group in carrying out work in the company environment, which occurs suddenly, causing light to heavy losses. One of the locations that cause work accidents is limited space. Confined spaces contain several sources of danger, both from chemicals that contain toxins and are flammable in the form of gases, vapors, smoke, dust and so on. In addition, there are other dangers in the form of oxygen deficiency or vice versa, excessive oxygen levels, extreme temperatures, trapped or covered or other physical risks that arise such as noise, wet/slippery surfaces and falling hard objects contained in the confined space. which can result in work accidents to the death of workers who work in it. The purpose of this study is to determine the factors that influence work accidents in confined spaces.Methods: This type of research is quantitative analytic with a cross sectional approach. This research was conducted at Wika-Karaga Kso Pekanbaru using a total population, namely all workers in a confined space, amounting to 42 people. The measuring instrument of the study was a questionnaire, and an observation sheet.Research results: The results of the research on several factors that influence work accidents are length of work (P value = 0.011 0.05). While the unrelated are smoking in confined spaces (P value = 0.439 0.05), personal protective equipment (PPE) in confined spaces (P value = 0.892 0.05)In conclusion, the factors that influence work accidents in confined spaces are length of work and what is unrelated is smoking while working, personal protective equipment in confined spaces
EDUCATION ABOUT FACE ACUPRESSURE AND ITS APPLICATION TO PREGNANT WOMEN Violita Dianatha Puteri; Busyra Hanim; Islah Wahyuni; Dona Martilova; Ingelia Ingelia; Deby Yanthina; Deny Ariyani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.10293

Abstract

Abstrak: Totok wajah merupakan terapi salah satu komplementer yang berguna untuk mengurangi stress dan kecemasan. Penekanan pada titik titik akupuntur pada wajah bertujuan untuk mengirim sinyal yang menyeimbangkan sistem syaraf atau melepaskan bahan kimia seperti endorfin yang mengurangi rasa sakit dan stress.  Tujuan penelitian  ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat totok wajah diklinik Bidan Islah Wahyuni pekanbaru. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini yaitu secara Theoritical dan Demonstrasi dengan pendekatan program tindak partisipatif. Hasil penelitian sebelum dilakukan edukasi yaitu 50% (3 orang) ibu hamil. Setelah diberi edukasi materi, diskusi, tanya jawab dan demonstrasi terdapat kenaikan persentase pengetahuan totok wajah sebanyak 99,9% (6 orang). Ibu hamil antusias menerapkan edukasi tentang totok wajah dengan mampu menjelaskan dan mempraktekkan secara baik dan benar. Edukasi telah berhasil diberikan sebagai upaya pemberian pengetahuan, menambah pemahaman sekaligus penerapan totok wajah secara langsung agar lebih relaksasi, merawat diri dan janin dalam kandungan.Abstract:  Face acupressure is a complementary therapy that is useful for reducing stress and anxiety. Emphasis on acupuncture points on the face aims to send signals that balance the nervous system or release chemicals such as endorphins that reduce pain and stress. The purpose of this study was to increase the knowledge of pregnant women about the benefits of a full-blooded face at the Islah Wahyuni Midwife Clinic in Pekanbaru. The method used in the implementation of this research is theoretical and demonstration with a participatory action program approach. The results of the study before the education was carried out were 50% (3 people) pregnant women. After being given material education, discussions, questions and answers and demonstrations, there was an increase in the percentage of full-blooded knowledge by 99.9% (6 people). Pregnant women are enthusiastic about implementing education about face acupressure  by being able to explain and practice properly and correctly. Education has been successfully provided as an effort to provide knowledge, increase understanding as well as apply face acupressure  directly to make it more relaxed, take care of yourself and the fetus in the womb.
The Effectiveness of Baby Massage to Reduce Cold Cough Symptoms Nopita Yanti; Nurhaida Br Kaban; Dona Martilova
Science Midwifery Vol 10 No 5 (2022): December: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i5.940

Abstract

Cold cough is an upper respiratory tract disorder that most often affects infants and children. Very young babies will be infected very easily, transmission still occurs for someone who has a cold often hold his nose due to the itch or blow his nose. If you don't wash your hands immediately, it will become a source of infection. Cold cough is a primary infection of the nasopharynx and nose which often affects infants and children (RI Ministry of Health, 2021). Treatment efforts are being made to prevent pneumonia and ISPA (Upper Respiratory Tract Infection) as well as to overcome complaints such as symptoms of cough and cold, namely through medical (conventional) and alternative (traditional) treatment in line with scientific developments (Atmojo, 2012). This was an analytic survey study with a cross sectional approach. The study population was infants aged 0 - 12 months with 28 infants aged 0-12 months as the sample. It used a questionnaire as the instrument. The results showed that baby massage effectively reduced cold cough in 24 respondents (85%) and it was not effective in reducing cough cold symptoms for 4 respondents (15%). The conclusion, Baby message had an effect on reducing symptoms of cold cough in infants aged 0-12 months in RB Hadijah Medan.
Pembinaan Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Pada Anak Yollanda Dwi Santi Violentina; Suryani Suryani; Dona Martilova; Susani Hayati
Cenderabakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Periode April
Publisher : Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55264/cdb.v2i1.18

Abstract

Stunting is one of the problems that hinders human development globally. The prevalence of stunting in Riau Province showed a decrease from 23.7% to 27.4%, with the number of babies experiencing stunting in Pekanbaru City reaching as many as 1,248 toddlers. This community service activity aims to increase family knowledge about stunting and its prevention. The method used in this community service is carried out online; the implementation of activities is carried out starting from the establishment of a family counseling platform, especially for pregnant women, which is made in the form of whatsapp groups and webinars, which are carried out using the Zoom meeting application, and activities are carried out for three months, namely November 2020 to January 2021. This community service activity received a positive response from the community, as evidenced by the many pregnant women who asked about the masteries presented and enthusiastically shared their pregnancy experiences. It can be concluded that pregnant women's knowledge about stunting increases, as evidenced by the increase in post-test scores. It is hoped that the puskesmas will actively provide counseling and invite pregnant women and mothers with toddlers to routinely have health checks for early detection and to prevent stunting.
Efektivitas Video Menstrual Hygiene Terhadap Perilaku Personal Hygiene Menstruasi Pada Remaja Susani Hayati; Dona Martilova
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Personal hygiene yang kurang baik dapat menimbulkan masalah seperti keputihan, iritasi kulit genital, alergi, peradangan, infeksi saluran kemih, hal tersebut berkaitan dengan saluran kemih bawah wanita lebih pendek. Manajemen menstruasi mengacu pada cara perempuan tetap bersih dan sehat saat periode menstruasi, bagaimana memperoleh, menggunakan, dan membuang pembalut, fasilitas, pendidikan, akses bimbingan dan konseling, serta batasan-batasan dari mitos budaya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan perilaku remaja putri adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan melalui media video edukasi.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Video Menstrual Hygiene terhadap Personal Hygiene Menstruasi pada Remaja.Metode: Desain penelitian menggunakan metode quasy eksperimen dengan Pre and Post test without control. Penelitian ini dilakukan di SMPN 03 Pekanbaru pada  tanggal 21 Juni 2022 dengan jumlah sampel 48 orang seluruh remaja putri kelas VII. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan menggunakan instrument penelitian kuesioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan dependent t-test.Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (0,05), dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima artinya Ada Pengaruh video menstrual hygiene terhadap perilaku personal hygiene menstruasi pada remaja. Kesimpulan Terdapat hubungan perilaku personal hygiene menstruasi setelah diberikan edukasi dengan media video hygiene menstruasi Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, dengan menambahkan variabel lain yang dimungkinkan memiliki pengaruh terhadap personal hygiene saat menstruasiKata Kunci :Menstruasi, personal hygiene, video menstrual hygiene Background : Poor personal hygiene can cause problems such as vaginal discharge, genital skin irritation, allergies, inflammation, urinary tract infections, these are related to the shorter female lower urinary tract. Menstrual management refers to how women stay clean and healthy during their menstrual periods, how to obtain, use and dispose of sanitary pads, facilities, education, access to guidance and counseling, and the limitations of cultural myths. One of the efforts that can be made to improve the behavior of young women is to provide health education through educational video media.Purpose: To find out the Effect of Menstrual Hygiene Videos on Menstrual Personal Hygiene in Adolescents.Methods: The research design uses a quasy experimental method with Pre and Post test without control. This research was conducted at SMPN 03 Pekanbaru on June 21 2022 with a total sample of 48 students, all class VII girls. The sampling method is total sampling using a questionnaire research instrument. The analysis used was univariate and bivariate analysis with statistical tests using the dependent t-test.Results: The results of the statistical test showed a p value of 0.000 (0.05), thus H0 was rejected and Ha was accepted meaning that there is an effect of menstrual hygiene videos on personal menstrual hygiene behavior in adolescents.Conclusion:There is a relationship between personal menstrual hygiene behavior after being given education with menstrual hygiene video mediaKeywords :Menstrual hygiene videos, personal menstrual hygiene
Krafthouse Mayneapple Souvenir Totebag dari Serat Alami Daun Nanas yang Dikombinasikan dengan Batik Khas Riau Veni Dayu Putri; Dona Martilova; Vera Yulia Hakiki; Nadilah Putri Sani Siregar; Nofiana Nofiana; Firna Asri Melani; Indah Rahma Yena
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.6885

Abstract

Desa Rimbo Panjang merupakan salah satu daerah penghasil nanas terbanyak di Pekanbaru, selama ini pemanfaatan tanaman nanas hanya sebatas buahya saja. Namun, selain buahnya ada beberapa bagian yang dapat dimanfaatakn yaitu daunnya, selama ini daun nanas belum optimal dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja sehingga menjadi sampah yang berserakan. Dengan adanya kejadian tersebut, tim membuat solusi berupa pemanfaatan daun nanas yang diolah menjadi suatu produk berupa tas, dimana tas tersebut dibuat dengan bahan baku serat yang dihasilkan dari pengolahan limbah daun nanas, karena selain untuk membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan dilingkungan, serat daun nanas juga memiliki tekstur yang kuat dan halus sehingga dapat dimanfaatkan menjadi suatu produk. Tahapan implementasi dari kegiatan ini meliputi kegiatan survei pasar dan produksi. Survei pasar dilakukan untuk melihat gambaran potensi pemasaran. Tahapan produksi terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan/produksi dan penyelesaian. Produk ini dibuat dalam bentuk tas slingbag HP, slingbag, dan totebag. Hasil dari kegaitan ini yaitu, dapat memberikan peluang usaha dan sekaligus memanfaatkan bahan-bahan dilingkungan sekitar yang selama ini belum dimanfaatkan terutama dijadikan suatu produk yang memiliki nilai jual.
PEER CONTROL GROUP APPROACH TO PROTECT YOUTH FROM DRUG ABUSE Hanim, Busyra; Martilova, Dona; Puteri, Violita Dianatha; Ariyani, Dany; Amran, Husna Farianti; Yanthina, Deby
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.13327

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menghindari penyimpangan perilaku remaja yang timbul dari masalah penyalahgunaan NAPZA melalui pendekatan Peer Control Group dari kelompok teman sepergaulan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Edukasi kesehatan tentang bahaya penyalahgunaan NAPZA pada otak dan system syaraf dan sharing dengan teman sebaya. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama memberikan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja tentang NAPZA bagi remaja di SMP N 3 Pekanbaru. Sebelum memberikan edukasi diawali dengan memberikan pretest untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang NAPZA. Tahap kedua, sharing informasi dengan teman sebaya tentang NAPZA, diakhiri dengan follow up secara diskusi dan sharing pengalaman. Diakhir tahap kedua ini dilakukan posttest untuk melihat gambaran pengetahuan remaja setelah mendapatkan edukasi dan melakukan sharing informasi kepada teman sebaya. Hasil pretest sebelum edukasi menunjukkan 60% siswa berpengatahuan kurang. Kegiatan edukasi tentang NAPZA dilakukan pada tanggal 23 November 2022 di ruang kelas yang dibuka oleh guru BP SMPN 3 Pekanbaru, diikuti oleh siswa kelas 8.1 yang berjumlah 40 orang. Setelah mendapatkan edukasi tentang NAPZA, remaja  tersebut melakukan sharing informasi, mengedukasi dan mempengaruhi teman sepergaulannya tanpa membuat temannya merasa digurui sehingga mendukung terjadinya perubahan pada diri teman sabaya dalam menghindari pengaruh maupun penyalahgunaan NAPZA. Setelah sharing dengan teman sebaya, sebagian besar pengetahuan siswa meningkat, yaitu pengetahuan baik 70%, pengetahuan cukup 25% dan pengetahuan kurang 5%. Abstract: The purpose of this community service is to avoid adolescent behavioral deviations that arise from drug abuse problems through the Peer Control Group approach from a group of friends. The method used in this community service activity is health education about the dangers of drug abuse in the brain and nervous system and sharing with peers. This activity was carried out in two stages, the first stage was providing Youth Reproductive Health Education about drugs for teenagers at SMP N 3 Pekanbaru. Before providing education, in begins with giving a pretest to find out an overview of adolescent knowledge about derugs. The second stage, sharing information witg peers about drugs, ends with follow-up discussions and sharing experiences. At the and of the second stage, a posttest was carried out to see an overview of adolescent knowledge after getting education and sharing information with peers. Pretest results before education showed that 60% of students had less knowledge. Educational activities about drugs were carried out on November 23, 2022 in claarooms opened by BK’s teacher, attended by 40 grade 8.1 students. After receiving education about drugs, these adolescents share information, educate and influence their friends without making hteir friend feel patronized so that they support changes in their peers in avoiding the influence or abuse of drugs. After sharing with a peers, most of the students knowledge increased, namely 70% good knowledge, 25% sufficient knowledge and 5% less knowledge.
Rancangan UI (User Interface) dan UX (User Experience) Sistem Imunisasi Anak Menggunakan Metode Design Thinking Fu'adah Amran, Hasanatul; Farianti Amran, Husna; Martilova, Dona; Anugrah, Bayu
JURNAL FASILKOM Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer)
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jf.v14i1.7498

Abstract

Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat termasuk bidang kesehatan yang menerapkan penggunaan komputer dalam kegiatannya atau yang biasa dikenal dengan istilah E-Health. E-Health dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan baru yang memiliki inovasi dalam pertukaran informasi medis, kesehatan masyarakat dan hal-hal yang berkaitan dengan jasa pelayanan dan informasi kesehatan yang ditingkatkan melalui saluran internet dan teknologi, salah satu nya adalah imunisasi. Penelitian ini akan berfokus pada rancangan UI dan UX dengan menggunakan metode design thinking. Penggunaan metode design thinking akan mengadaptasi metode yang biasa diterapkan oleh desainer menggunakan prosedur iteratif dalam pemikiran desain dari pernyataan masalah hingga solusi masalah. Tujuannya adalah untuk menghasilkan ide sebanyak mungkin sehingga ditemukan permasalahan dan solusi terbaik untuk masalah tersebut. Metode ini akan dimulai dengan tahap Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Prototipe yang telah dirancang menggunakan Figma kemudian diuji kepada 5 penguji dengan menggunakan metode pengujian System Usability Scale (SUS). Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil uji dengan total nilai 86 dan disimpulkan acceptable, grade scale B dan adjective rating adalah excellent.
POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN INTELEKTUAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Hayati, Susani; Martilova, Dona
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.5657

Abstract

Background : Intellectual Intelligence (IQ) is the ability to work in the abstract, both using ideas, symbols, logical relationships, and the ability of theoretical concepts. One of the fundamental factors that affect IQ is the environment which includes honing, caring, and nurturing. Mental stimulation (sharpening) stimulates psychosocial mental development, including intelligence. Children who get a lot of directed stimulation will develop faster than children who get less or even no stimulation. (Roseli, 2011; Soetjaningsih, 2014). There is a relationship between early childhood education stimulation and intelligence quotient in preschoolers (Fazrin, 2017)Purpose: To find out there is a relationship between parenting patterns and intellectual intelligence in preschool-aged children.Methods: A correlational study with a cross sectional approach using a total sampling technique with a sample of 48 respondents who have taken the IQ test. Data collection was done by using a questionnaire. Analysis of univariate and bivariate data with chi square test.Results: Most of the parents who applied democratic parenting showed intellectual intelligence above the average as many as 27 people (56.5%). Meanwhile, permissive and authoritarian parenting tend to show an average intellectual intelligence of 7 respondents (14.6%) and 5 respondents (10.4%). The results of the Chi Square test show that there is a relationship between parenting patterns and intellectual intelligence because p value = 0.029 < (0.05).Conclusion is that there is a relationship between parenting and intellectual intelligence in preschool-aged children at Aisyiah 7 Kindergarten, Pekanbaru.Suggestion It is hoped that the results of this study can be developed for further research, by adding other variables that may have an influence on parenting patterns and the level of intellectual intelligence.  Keywords: Parenting, Intellectual Intelligence  ABSTRAKLatar belakang Kecerdasan Intelektual (IQ) adalah kemampuan untuk bekerja secara abstrak, baik menggunakan ide-ide, symbol, hubungan logis, dan kemampuan konsep-konsep teoritis. Salah satu faktor mendasar yang mempengaruhi IQ adalah lingkungan yang termasuk didalamnya asah, asih, dan asuh. Stimulasi mental (asah) merangsang perkembangan mental psikososial diantaranya adalah kecerdasan. Anak yang banyak mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang   dibandingkan anak yang kurang atau bahkan tidak mendapat stimulasi. (Roseli, 2011; Soetjaningsih, 2014). Terdapat hubungan stimulasi pendidikan anak usia dini dengan integelensi quotient pada anak usia prasekolah (Fazrin, 2017)Tujuan : Mengetahui ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual pada anak usia prasekolah.Metode: Penelitian correlational dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik total sampling dengan sampel 48 responden yang telah mengikuti tes IQ. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil penelitian: Sebagian besar orang tua yang menerapkan pola asuh demokratis menunjukkan kecerdasan intelektual diatas rata-rata yaitu sebanyak 27 orang (56,5%). Sedangkan pola asuh permisif dan otoriter cenderung menunjukkan kecerdasan intelektual rata-rata yaitu sebanyak 7  responden (14,6%), dan 5 responden (10,4%). Hasiln uji Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual karena p value =0,029 < (0,05).Kesimpulan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan kecerdasan intelektual pada anak usia prasekolah di TK Aisyiah 7 Pekanbaru.Saran Diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan untuk penelitian selanjutnya, denganmenambahkan variabel lain yang dimungkinkan memiliki pengaruh terhadap pola asuh orang tua dan tingkat kecerdasan intelektual.  Kata kunci : Pola Asuh Orang Tua, Kecerdasan
Analysis Of Factors Utilization Of Antenatal Care Service Amran, Husna Farianti; Martilova, Dona
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13383

Abstract

Latar Belakang :Capaian pelayanan kesehatan antenatal pada ibu hamil salah satunya adalah dilihat dari cakupan K1 dan K4. Data Puskesmas Rakit Kulim tahun 2020 cakupan K1 yaitu 47,9%, K4 52,3%, sedangkan di tahun 2021 cakupan K1 mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 100% namun pada cakupan K4 81,7%. Dari sini dapat dilihat bahwa ada beberapa pencapaian cakupan belum mencapai target nasional.Tujuan : untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan antenatal di Komunitas Suku Talang Mamak Kecamatan Rakit Kulim.Metode  Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 55 orang dengan kriteria ibu hamil dan ibu yang memliki batita. Variable yang diteliti pada penelitian ini adalah usia, pengetahuan, sikap, kepercayaan/Adat istiadat, jarak dandukungan keluarga. Analisis data menggunakan uji Chi Square.Hasil: bahwa variabel-variabel memiliki kemaknaan secara statistik yaitu Usia (P value 0,011), Pengetahuan (P value 0,000), Sikap (P value 0,006), Kepercayaan/Adat/Istiadat (P value 0,001), Jarak (P value 0,047), dan Dukungan Keluaraga (P value 0,004)Kesimpulan : Penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p= 0,011), pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,006), kepercayaan/adat (p = 0,001), jarak (p = 0,047), dukungan keluarga (p = 0,004).Saran : Disarankan meningkatkan pengetahuan ibu dengan tetap melakukan promosi kesehatan dengan pendekatan budaya dan sosial, serta menanamkan sikap yang positif pada agar terus rutin memanfaatkan pelayanan antenatal sehingga terhindar dari komplikasi dalam kehamilan  Kata kunci : Faktor, Pemanfatan layanan Antenal, Suku Talang Mamak ABSTRACT Background: One of the achievements of antenatal health services for pregnant women is seen from the coverage of K1 and K4. Data from the Rakit Kulim Health Center in 2020, K1 coverage was 47.9%, K4 52.3%, while in 2021 K1 coverage experienced a significant increase, namely 100% but K4 coverage was 81.7%. From this it can be seen that there are several coverage achievements that have not reached the national target.Objective: to analyze factors utilization of antenatal care service in the Talang Mamak Tribal Community, Rakit Kulim District. This type of research is quantitative with a cross sectional approach with a total of 55 respondents with the criteria being pregnant women and mothers with toddlers. Variable in this research is Age, knowledge, attitude, beliefs/custom, distance, and family support. Data analysis used the Chi Square test.Results: that the variables have statistical significance, namely Age (P value 0.011), Knowledge (P value 0.000), Attitude (P value 0.006), Beliefs/Customs/Customs (P value 0.001), Distance (P value 0.047), and Family Support (P value 0.004)Conclusion: Research shows there is a relationship between age (p = 0.011), knowledge (p = 0.000), attitude (p = 0.006), beliefs/customs (p = 0.001), distance (p = 0.047), family support (p = 0.004) .Suggestion: It is recommended to increase maternal knowledge by continuing to promote health with a cultural and social approach, as well as instilling a positive attitude so that they continue to regularly utilize antenatal services to avoid complications in pregnancy. Keywords: Factors, Utilization of Antenatal Services, Talang Mamak Tribe