Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIFITAS RELAKSASI NAFAS DALAM DAN DISTRAKSI BACA MENURUNKAN NYERI PASCA OPERASI PASIEN FRAKTUR FEMUR Syaiful, Yuanita; Rachmawan, Sigit Hendro
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.90

Abstract

ABSTRAKPembedahan merupakan salah satu tindakan invasif untuk menyembuhkan fraktur,tindakan ini memberikan efek respon fisiologi dan patofisiologi. Pembedahan dapatmenyebabkan kecemasan, khawatir terhadap efek samping deformitas tulang dan bisa jugakematian. Tindakan perawat dalam menurunkan nyeri pasca operasi dengan menggunakanbeberapa tindakan non farmakologi seperti manajemen nyeri dengan terapi perilakukognitif relaksasi nafas dalam dan distraksi membaca. Tujuan penelitian ini untukmengetahui efektifitas terapi relaksasi nafas dalam dan distraksi membaca terhadap nyeripada pasien pasca operasi fraktur femur tertutup.Penelitian ini menggunakan desain Pra Eksperimental (satu kelompok pre-post tes).Pengambilan sampel dengan purposive sampling didapatkan 20 pasien pasca operasifraktur femur tertutup, dimana 10 pasien dilakukan teknik relaksasi nafas dalam dan 10pasien distraksi membaca. Data diambil dengan kuesioner dan observasi, kemudian datadianalisis menggunakan Wilcoxon Test dengan tingkat signifikansi ≤ 0,05.Hasil penelitian menunjukkan ada beda efektifitas antara teknik relaksasi nafasdalam dengan nilai p= 0,005 dan distraksi membaca nilai p= 0,025. Hal ini menunjukkanrelaksasi nafas dalam lebih efektif daripada distraksi membaca.Teknik relaksasi nafas dalam lebih efektif dibanding distraksi membaca dalam halkemudahan untuk digunakan dan tanpa memerlukan alat bantu. Relaksasi melibatkansistem otot dan respirasi tidak membutuhkan alat lain sehingga mudah dilakukan kapansaja atau sewaktu-waktu dan dapat digunakan dalam jangka waktu relatif lebih lama.Kata kunci: Pasca operasi fraktur femur tertutup, Skala nyeri, Relaksasi nafasdalam, Distraksi bacaABSTRACTSurgery was one definitive therapy or invasive therapy used to fracture healing,these things will cause physiology and pathology response. Surgery can make anxiety,afraid of deformity and can make die. A participation of nurse to decrease postoperativepain by using many kinds of action with non pharmacologyby using pain management likecognitive behavior deep breath relaxation therapy and distraction read. The purpose ofthis study was to know effectively therapy cognitive behavior deep breath relaxation anddistraction read to decrease of pain scale for postoperative closed fracture femur patient.This study used pre experimental (one group pre-post test design). Sample wastaken using purposive sampling about twenty patient postoperative closed fracture femur,ten people used deep breath relaxation technique and ten people used read distractiontechnique. Collect data used questioner and observation check-list, then analysed dataused wilcoxon test, with significant level ≤ 0.05.The experiment results showed the different effectivity cognitive behavior deepbreath relaxation therapy and distraction read, the mark in deep breath relaxation was p=0,005 and read distraction was p = 0.025. It means that deep breath relaxation techniquewas more effective than read distraction technique. Deep breath relaxation technique more effective than distraction read techniquebecause of deep breath relaxation technique is easier to be used and it doesn't need a tool.Relaxation need muscle system and respiration doesn't need other tool so easier topractice every time and can be used for more long distance time.Keywords: Postoperative closed fracture femur, Pain scale, Deep breath relaxation,Read distraction.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS GAWAT NAFAS Syaiful, Yuanita; Choiriyah, Siti
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.102

Abstract

ABSTRAKAsuhan keperawatan gangguan pernapasan neonatus membutuhkan pengetahuantentang kualitas, sikap, dan keterampilan perawat dalam memberikan perawatan yangcepat, akurat dan hati-hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubunganpengetahuan dan sikap terhadap tindakan resusitasi pada gangguan pernapasan bayi barulahir.Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sampel 24 responden (perawatdan bidan) di gedung pusat Bersalin Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Sampel diambilmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist.Data dianalisis dengan korelasi Spearman Rank dengan nilai signifikansi α <0,05.Hasil penelitian sebagian besar responden menunjukkan pengetahuan cukup dengantindakan cukup sebanyak 11 orang (45,8%) dari 24 responden, dengan hasil uji statistik p=0.000, r= 0,752. Ada hubungan kuat pengetahuan dengan tindakan resusitasi neonatusgawat nafas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bersikap negatif dengantindakan resusitasi cukup sebanyak 10 orang (41,7%) dari 24 responden, dengan nilai p=0,003, r= 0,319. Data menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara sikapbidan/perawat dengan tindakan resusitasi neonatus gawat nafas.Penting bagi bidan/perawat untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan memilikisikap positif dalam tindakan resusitasi dengan mengikuti pelatihan/ seminar perawatan danpenatalaksanaan neonatus gawat nafas serta perawatan intensif neonatal.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan resusitasi, Neonatus, Gawat nafasABSTRACTNursing care of neonatal respiratory distress requiring knowledge of quality,attitudes, and skills in order to provide care quickly, accurately and carefully. The purposeof this study was to explain the relationship of knowledge and attitudes to resuscitation ofthe newborn respiratory distress.The research designs was used a cross sectional. Sample of 24 respondents (nursesand midwifery) in the Maternity central building Muhammadiyah Gresik Hospital. Sampletaken using purposive sampling method. Data were collected by questionnaire andchecklist. Analyzed by Spearman Rank Corelation level of significant with values α<0.05.The results of this study were most respondents showed enough knowledge to actfairly as many as 11 people ( 45.8 % ) of the 24 respondents, with the statistical test p=0.000, r= 0.752. There was a strong relationship with the knowledge of neonatalresuscitation respiratory distress. The results showed that most of the negative attitudewith resuscitation quite as many as 10 people ( 41.7 % ) of the 24 respondents, with p=0.003, r= 0.319. The data indicate that there was a relationship between attitudes ofmidwifes/ nurses with neonatal respiratory distress resuscitation.It was important for nurses to enhance their knowledge and have positive attitudein by joining training of neonatal intensive care unit and reading nursery book more often,and joining nursery seminar treating neonatal respiratory distress.Keywords: Knowledge, Attitude, Action nursing, Neonatal, Respiratory distress
TERAPI BERMAIN: ORIGAMI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK PRASEKOLAH Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Dwi Wahyuni
Journals of Ners Community Vol 5 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v5i2.107

Abstract

ABSTRAKAnak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun. Pada masa kanakkanakketerampilan motorik berkembang sejalan dengan perkembangan kemampuankognitif anak. Anak-anak berusia 4-6 tahun memiliki banyak keunggulan dalam hal fisikmelalui motorik bila dilakukan dengan permainan atau modifikasi permainan. Salah satupermainan yang dapat meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah adalah terapi bermain: origami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh terapi bermain: origami pada motorik halus dan perkembangan kognitifprasekolah (4-5 tahun).Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan satu kelompokpretest-posttest. Populasi sebanyak 25 anak, sampel direkrut menggunakan purposivesampling didapatkan besar sampel 24 anak usia 4-5 tahun dari kelas A2 TK Aisyiyah 24BP Wetan pada bulan Maret 2012. Variabel bebas adalah terapi origami dan variabelterikat adalah pengembangan baik motorik dan kognitif. Data dikumpulkan denganmenggunakan lembar observasi dan data tersebut dianalisis uji Wilcoxon dengan tingkatsignifikansi p <0,05.Hasil uji statistik dari motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah (4-5 tahun) sebelum dan sesudah terapi origami (p = 0,001). Ini berarti bahwaterapi origami memiliki efek yang signifikan terhadap motorik halus dan perkembangankognitif anak prasekolah (4-5 tahun).Lembaga pendidikan, terutama anak-anak TK keperawatan dapat menggunakanterapi origami untuk meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anakprasekolah.Kata kunci: Origami, motorik halus, kognitif, anak prasekolahABSTRACTPreschool children are those aged between three to six years. On childhood motorskills develop in line with the development of children's cognitive abilities. Children aged4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motorwhen it's done with the games or game modifications. One game that can improve finemotor and cognitive development of preschool children is origami therapy. The researchwas aimed to analyze the effect of origami therapy on fine motor and cognitivedevelopment of preschool children (4-5 years).This researched used a pre-experimental with one group pretest-posttest design.Population of 25 children, the sample were recruited used purposive sampling with asample of 24 children aged 4-5 years from A2 class kindergarten Aisyiyah 24 BP Wetan onMarch 2012. The independent variable is origami therapy and the dependent variable wasthe development of fine motor and cognitive. Data were collected using observation sheetand those data were analysed Wilcoxon signed rank test with significance level p <0,05.The results of statistical tests of fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years) before and after origami therapy (p = 0,001). It means that origamitherapy had significant effect to fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years). Based on the results, educational institutions, especially the kindergarten nursingchildren can use origami therapy to improve fine motor and cognitive development ofpreschoolers.Keywords: Origami, Fine motor, Cognitive, Preschool child
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RS MUHAMMADIYAH GRESIK (The Factors Causing Asphyxia Neonatorum in Gresik Muhammadiyah Hospital) Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i1.114

Abstract

ABSTRAK Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia menyebabkan kematian neonatus baik di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Faktor yang menyebabkan asfiksia neonatorum antara lain faktor ibu, faktor bayi, faktor plasenta dan faktor persalinan.Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kasus kontrol dengan 24 kasus yang tercatat dalam rekam medik pasien asfiksia  neonatorum. Pengumpulan data dengan metode observasi dan dianalisis dengan metode uji Rank Spearman Correlation dengan level r<0, 05.Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap asfiksia neonatorum antara lain masa gestasi (r=0,000), jenis tindakan persalinan (r=0,041) dan lama persalinan (r=0,041). Hasil analisis didapatkan faktor yang paling dominan kejadian asfiksia neonatorum yaitu masa gestasi. Masa gestasi, jenis persalinan dan lama persalinan memberikan kontribusi terbesar terhadap kejadian asfiksia neonatorum.Kata kunci  : Asfiksia neonatorum, faktor risiko. ABSTRACT Asphyxia neonatorum is a condition of newborn who failed to breathe spontaneously soon after birth. Asphyxia caused neonatal death in develop countries while in developing countries. The factors that cause asphyxia neonatorum consist of the state of maternal, infant state, placenta, and labor factors.This research was an analytical study survey research which used case control. This study used 24 cases by using a patient’s medical records. The data was collected using observation seets and the results were analysed by spearman rank test with significant level r<0,05.  The factors which influential to asphyxia neonatorum those are gestasional rate (r=0,000), sectio caesarea and vacum exstraction dellivery (r=0,014), prolong labor (r=0,014) and the most dominan factor of aspyxia neonatorum was gestasional rate.          The gestasional rate, sectio caesarea and vacuum extraction dellivery and prolong labor give contribution to asphyxia neonatorum.Keywords: Asphyxia neonatorum, risk factors
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA (Health Education Breast Self Examination Toward BSE Behavior in Adolescent) Syaiful, Yuanita; Aristantia, Riski
Journals of Ners Community Vol 7 No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v7i2.205

Abstract

ABSTRAK          Perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah aktivitas pemeriksaan payudara yang dilakukan seseorang pada payudaranya untuk mengetahui adanya gangguan pada payudaranya, apabila hal ini tidak dilakukan akan berdampak kegagalan deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap perilaku SADARI pada remaja.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 58 responden. Variabel independen  adalah pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri dan variabel dependen adalah perilaku SADARI. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.            Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan (α hitung) = 0,001 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan tentang SADARI  pada remaja. Sikap (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap sikap SADARI pada remaja. Tindakan (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap tindakan SADARI pada remaja.            Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku SADARI remaja. Agar remaja tidak mengalami gangguan kesehatan pada payudaranya dan juga di perlukan peran petugas kesehatan untuk melakukan health education agar remaja mengerti SADARI. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan Payudara Sendiri, Perilaku SADARI, Remaja ABSTRACT               Breast self-examination (BSE) behavior is a breast examination activity undertaken someone at her breasts to detect disorders of the breasts. If this is not done so will impact the failure of early detection of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of health education education about breast self-examination (BSE) to breast self-examination behavior in adolescents.               This study design used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taked as many as 58 respondents. Independent variable was health education on breast self-examination (BSE) and the dependent variable was breast self examination (BSE behavior. The research data was used questionnaires and observation.               From Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count) = 0.001 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of knowledge about breast self-examination in adolescents. Attitudes (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of the attitudes of breast self-examination in adolescents. Action (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination to the actions of breast self-examination in adolescents.               Health education on breast self-examination was needed to influence the behavior of adolescents about breast self-examination. So that teenagers don’t have problems in her breast and also need nurses role’s to conduct health education for teens understand about breast self-examination. Keywords: Health Education, Breast Self Examination, BSE Behavior, Adolescent.DOI : 10.5281/zenodo.1405464
PERAWATAN METODE KANGURU MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Syaiful, Yuanita; Mukhlishotin, Mukhlishotin
Journals of Ners Community Vol 9 No 1 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i1.635

Abstract

ABSTRAKSalah satu penyebab kematian bayi terbesar adalah bayi lahir kurang bulan dan bayi berat lahir rendah. Sedangkan penyebab kematian BBLR adalah masalah nutrisi karena belum maturnya fungsi organ pencernaan. Pemberian nutrisi melalui ASI pada BBLR tidak mudah, karena masalah reflek hisap dan menelan belum ada atau kurang, energi untuk menghisap kurang, volume gaster kecil, sering terjadi refluk dan peristaltik usus lambat. Perawatan metode kanguru bermanfaat dalam pemberian ASI secara langsung karena bayi selalu berada di dekat payudara ibu, menempel dan terjadi kontak kulit ke kulit sehingga intensitas pemberian ASI lebih sering dilakukan dan sangat dianjurkan pada bayi prematur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perawatan metode kanguru terhadap keberhasilan pemberian ASI. Desain penelitian ini adalah pra eksperimental satu kelompok pra tes-pos tes desain. Populasi penelitian ini adalah BBLR yang di rawat di ruang NICU RSUD Ibnu Sina Gresik. Sampel yang digunakan adalah 19 responden yang diambil secara purposif sampling, sesuai kriteria inklusi. Variabel independen adalah perawatan metode kanguru dan variabel dependen adalah keberhasilan pemberian ASI. Data dikumpulkan dengan lembar observasi dan intervensi perawatan metode kanguru dilakukan 3 jam selama 2 minggu. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon sign rank dengan tingkat signifikansi pada p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan perawatan metode kanguru keberhasilan pemberian ASI rata-rata 3,11 dan sesudahnya rata-rata 4,79. Sedangkan tingkat signifikasi p=0,00 yang berarti ada pengaruh yang bermakna inervensi PMK terhadap keberhasilan pemberian ASI pada BBLR. Pendekatan dan penjelasan terhadap ibu lebih ditingkatkan lagi, sehingga ibu lebih menyadari tentang pentingnya perawatan metode kanguru pada BBLR. Institusi rumah sakit khususnya bidang keperawatan dapat menerapkan perawatan metode kanguru ini sebagai standar operasional prosedur untuk merawat BBLR khususnya dalam pemberian ASI.Kata kunci : Perawatan metode kanguru (PMK), Air susu ibu, bayi berat lahir rendah.ABSTRACTThe main cause of neonatal mortality are premature birth and low birth weight, kangaroo mother care is now suggested to care premature infants. One of the causes of death in low birth weight infant is disturbance of drinking, which accurs because the maturity of gastrointestinal organs function, breast feeding in low birth weight infant is not easy, often there is failure due to suction and swallowing reflexes have not exist or less, energy to suck less, small gaster volume, frequent reflux and slow bowel peristaltic. Kangaroo mother care makes it easier for mother to give breast milk directly because baby always near mother breast, sticking and skin contact occurs to the skin so that the frequency of feeding so much more often. The purpose of this study was to analyze the effect of kangaroo mother care to the successful of breast feeding in low birth weight infant. The design of this research was pra experimental one group pra test-post test design. The population were low birth weight infant at NICU RSUD Ibnu Sina Gresik. Sample used were 19 respondens taken by purposive sampling, suitable the inclusion criteria.The independent variable was kangaroo mother care and the dependen variable was successful of breast feeding. Data were collected by observation chart and kangaroo mother care intervention the conducted three hours for two weeks. Data were analysed by using Wilcoxon Sign Rank Test with significance level at p < 0,05. The result showed that kangaroo mother care was effective for the successfull breast feeding on low birth weight infant with a significance level of p=0,00, Where before kangaroo mother care intervention the average breast milk value 3,11 and after kangaroo mother care intervention the average breast milk value 4,79. The approach and explanation of the mother is further en hanced, so that the mother is more aware about the importance of kangaroo mother care on low birth weight infant. Institutions of hospital especially in the field of nursing may apply this kangaroo mother care as a standard operational procedure to take care in low birth weight infant especially in breast feeding.Keyword : Kangaroo mother care, breast feeding, low birth weight infant DOI: 10.5281/zenodo.1402279
STIMULASI ORAL MENINGKATKAN REFLEK HISAP PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) Syaiful, Yuanita; Fatmawati, Lilis; Sholichah, Siti
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.841

Abstract

Bayi BBLR sering mengalami kesulitan oral feeding, yang disebabkan oleh imaturitas organ yang akan berdampak pada gagalnya perawatan bayi BBLR. Tindakan yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian BBLR adalah dengan mengatasi masalah yang terjadi dengan reflek hisap yang lemah, yaitu dengan memberikan stimulasi oral sejak dini berupa sentuhan pemijatan terhadap jaringan otot disekitar mulut. Tujuan penelitian ini menjelaskan pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap bayi BBLR.Desain penelitian yang digunakan adalah pra experimental dengan one group pre and post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 bayi yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan besar sampel yang digunakan adalah 28 bayi. Variabel independent adalah stimulasi oral dan variabel dependent adalah reflek hisap bayi BBLR. Pengumpulan data menggunakan SOP Stimulasi Oral sedangkan reflek hisap dengan lembar observasi. Pemberian stimulasi oral selama 7 hari, frekuensi 1 kali/ hari dengan durasi masing-masing 15 menit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa reflek hisap sebelum pemberian stimulasi oral menunjukkan reflek hisap kurang yaitu sebanyak 15 responden (54%) dan sesudah dilakukan stimulasi oral terjadi peningkatan reflek hisap cukup yaitu sebanyak 18 responden (64%). Hasil analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan signifikansi p < 0,05 didapatkan p= 0,000 yang artinya ada pengaruh stimulasi oral terhadap reflek hisap pada bayi BBLR.Perawat perlu melakukan stimulasi oral untuk meningkatkan reflek hisap pada bayi BBLR sehingga lama perawatan menjadi lebih singkat, penyembuhan bayi lebih cepat dan biaya perawatan berkurang.Kata Kunci : Stimulasi Oral, Reflek Hisap, Bayi Berat Lahir RendahDOI: 10.5281/zenodo.3549135
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DI KLINIK PRATAMA BNN GRESIK Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Nurhani, Nurhani; Syaiful, Yuanita
Journals of Ners Community Vol 10 No 1 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i1.844

Abstract

Masa remaja sebagai masa peralihan sering tidak terkontrol hingga mudah terjerumus pada perilaku yang berdampak buruk bagi dirinya maupun orang lain. Kecenderungan mencoba hal-hal baru akan sangat rentan bagi remaja untuk melakukan penyalahgunaan narkoba. Peran dan keterlibatan orang tua dalam pelaksanaan pola asuh orang tua menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan narkoba remaja. Tujuan dari penelitian ini menjelaskan hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik.Penelitian ini menggunakan design cross sectional. Metode sampling menggunakan Total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Variabel independen adalah pola asuh orang tua. Variabel dependen adalah kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja. Data diambil dengan lembar kuesioner pola asuh dan penyalahgunaan narkoba. Analisa data menggunakan spearman rank  dengan nilai p?0,01.Hasil penelitian menunjukkan separuh orang tua menerapkan pola asuh otoriter (50%). Kejadian penyalahgunaan narkoba remaja paling banyak pada kategori pecandu (66,7%). Hasil perhitungan didapatkan nilai spearman ranktest antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba remaja  p = 0,006 dengan nilai koefisien r = 0,742. Artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian penyalahgunaan narkoba pada remaja di Klinik Pratama BNN Gresik dengan tingkat hubungan yang kuat. Orang tua sebaiknya hadir bagi remaja dengan sikap terbuka dan menumbuhkan nilai-nilai positif agar remaja tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Kejadian Penyalahgunaan Narkoba, RemajaDOI: 10.5281/zenodo.3549141
PENGARUH PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP PENGELUARAN ASI IBU POST PARTUM Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Wulansari, Nur Afni
Journals of Ners Community Vol 10 No 2 (2019): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v10i2.904

Abstract

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancar pengeluaran ASI. Di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik intervensi yang dilakukan untuk pengeluaran ASI selain menggunakan kompres hangat dan dingin sudah diberikan perawatan payudara, tapi hasilnya kurang optimal dikarenakan petugas kesehatan tidak melakukan praktik secara langsung melainkan hanya memberikan informasi tentang perawatan payudara pada ibu post partum.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh perawatan payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum.Penelitian ini menggunakan metode Pra Eksperimental dengan rancangan One-Group Pra-Post test design. Metode sampling menggunakan purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 responden sedangkan sampel diambil sebanyak 28 responden yang diintervensi menggunakan perawatan payudara. Variabel independen yaitu perawatan payudara. Variabel dependen yaitu pengeluaran ASI. Data penelitian ini diambil menggunakan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai standar <0.05.Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukan intervensi nilai rata-rata pengeluaran ASI 40,89 dan sesudah dilakukan intervensi nilai rata-rata pengeluaran ASI 77,50 nilai signifikan (2-tailed) = 0,000 yang berarti bahwa p<0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh perawatan payudara terhadap pengeluaran ASI pada ibu post partum. Perawatan payudara dilakukan 2x sehari post partum hari ke-1 sampai hari ke-3 selama ±30 menit.Perawatan payudara dapat meningkatkan pengeluaran ASI pada ibu post partum sehingga dapat digunakan sebagai SOP yang diterapkan oleh tenaga kesehatan.Kata Kunci: Perawatan payudara, pengeluaran ASI, Ibu post partum.DOI: 10.5281/zenodo.3561981
KUNYIT ASAM (CURCUMA DOEMSTICA VAL) MENURUNKAN INTENSITAS NYERI HAID Fatmawati, Lilis; Syaiful, Yuanita; Nikmah, Kusrotin
Journals of Ners Community Vol 11 No 1 (2020): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v11i1.1002

Abstract

Masa remaja (Pubertas) merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanakke masa dewasa, Pada masa ini terjadi perubahan-perubahan baik fisiologis maupun psikologis. Dismenore adalah nyeri haid sebelum atau selama menstruasi, yang membuat wanita tidak dapat bekerja dan hanya tidur. Alternatif terapi herbal yang digunakan adalah minum jamu kunyit asam untuk mengurangi rasa nyeri pada nyeri haid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri di Desa Kedungsoko Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan.Desain penelitian yang digunakan adalah Pra Eksperimental One Group Pre-Post Test Design. Populasinya adalah remaja putri berusia 12-18 tahun yang yang belum menikah yang sudah mengalami menstruasi sebanyak 35 responden. Dengan teknik sampel penelitian menggunakan Purposive Sampling, jumlah sampel 32 responden, variabel independen jamu kunyit asam dan variabel dependen intensitas nyeri haid. Instrument yang digunakan penelitian ini adalah Standart Operational Prosedure (SOP) pembuatan jamu kunyit asam dan lembar observasi skala nyeri Bourbanis. pemberian jamu kunyit asam yaitu 1 kali sehari sebanyak 150 ml selama 4 hari yang dilakukan 2 hari sebelum menstruasi sampai hari ke 2 menstruasi.Hasil uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelum diberikan jamu kunyit asam adalah 3.2188 dan nilai standart deviasinya 1.03906 sedangkan nilai rata-rata sesudah diberikan jamu kunyit asam adalah 1.4062 dan nilai standart deviasinya 0.66524. Dengan nilai signifikan = 0.000, berarti p<0,05 maka H1 diterima artinya ada potensi jamu kunyit asam terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri.Hal ini menunjukkan bahwa jamu kunyit asam memiliki potensi terhadap intensitas nyeri haid sehingga bagi wanita bisa menerapkannya apabila mengalami nyeri haid.Kata Kunci: Jamu Kunyit Asam, Nyeri HaidDOI: 10.5281/zenodo.4724269 
Co-Authors A Maya Rupa Anjeli Afib Rulyansah Agus Wahyudi Agus Wahyudi Aidatur Runis Aisy, Rohadatul Anggraini, Shilvia Aristantia, Riski Arum Ayu Ning Tias Asmaul Luthfauziah Ayatullah, Daviq Ayu Ning Tias, Arum Baharsyah, Imam Burhanuddin Barrotul, Umi Chumairotur Robi'ah Cicik Nurma Tristanti Dewi Masruroh Diyah Ratnawati Dwi Wahyuni Rahmawati Dwi Wulaningsih Dwi Yuniar Ramadhani Emi Indrawati Eni Mujafafa Esni Lailatul Khariroh Hariyanto, Yenny Imam Burhanuddin Baharsyah Indrawati, Emi Istiroha Istiroha Khariroh, Esni Lailatul Kurniawan, Afif Kusrotin Nikmah Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lilis Fatmawati Lina Madyastuti Rahayuningrum LINA MADYASTUTI RAHAYUNINGRUM Mafrukahtul Firdani Mamesah, Marline Merke Maslachah Maslachah Maslachah, Maslachah Masruroh, Dewi Merinne Tamada Mono Pratiko Gustomi Mujafafa, Eni Mukhlishotin Mukhlishotin Mukhlishotin, Mukhlishotin Nafisah, Wanda Mahfuzatin Nikmah, Kusrotin Nisak, Zahrotul Nur Afni Wulansari Nur Hidayati Nur Hidayati Nurhani Nurhani Nurhani Nurhani Nurwan Nurwan Nurwan, Nurwan Pramiasti, Hana Dodik Qonitatin Wafiyah Rachmawan, Sigit Hendro Rahayu, Dewi Widiana Rahayuningrum, Lina Madyastuti Rahmawati, Dwi Wahyuni Ratnawati, Diyah Retno Ayu, Lely Sandra Retno Twistiandayani Riski Aristantia Rita Rahmawati Rita Rahmawati Riwahtini Riwahtini Riwahtini, Riwahtini Robi'ah, Chumairotur Robiatul Adawiyah Roihatul Zahroh Rukmini Rukmini Rukmini Rukmini Setya Wibawa Sheintia Prihastuti Sholichah, Siti Sigit Hendro Rachmawan Siti Aminah Siti Choiriyah Siti Choiriyah Siti Nur Qomariah Siti Sholichah Siti Varyal Naftalin Sri Hartutik Sri Hartutik SUMIYATI SUMIYATI Suwanto Suwanto Suwanto Tamada, Merinne Tsai, Mei-Ling Wahyudi, Agus Wahyudi, Wanda Mahfuzatin Nafisah Wardatus Sholihah Wibawa, Setya Widianti , Liya Wulansari, Nur Afni Yenny Hariyanto Zahroh, Roihatul Zahrotul Nisak