Claim Missing Document
Check
Articles

VARIASI BAHAN BAKU LIMBAH SERBUK ARANG ULIN DAN ARANG SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS BRIKET ARANG Shinta Adjar Novita; Noor Mirad Sari; Violet Violet
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.9354

Abstract

Briket arang sebagai bahan tidak kalah dengan bahan bakar lainnya dimana disebut sebagai padatan bahan lunak dari proses karbonasi. Kayu Ulin bagus digunakan sebagai arang karena memiliki berat jenis yang tinggi sehingga kadar air yang terkandung rendah. Limbah sekam umumnya belum banyak dimanfaatkan, sebagian kecil dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan kompos. Tujuan dari penelitian yaitu menganalisis kualitas briket serta mengetahui perlakuan yang terbaik dari pembuatan briket arang dari serbuk arang ulin dan sekam padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap sebanyak 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga memiliki 15 sampel uji. Hasil dari penelitian yaitu kadar air perlakuan D memiliki nilai tertinggi (12,667 %) dan perlakuan B memiliki nilai terendah (2,8733 %) dimana perlakuan B dan C memenuhi standar, kadar abu pada perlakuan B memiliki nilai tertinggi (14,510 %) dan perlakuan E memiliki nilai terendah (13,646 %) dimana tidak ada memenuhi standar, zat terbang pada perlakuan A memiliki nilai tertinggi (28,2400%) dan perlakuan B memiliki nilai terendah (5,6867 %) dimana tidak ada yang memenuhi standar, karbon terikat pada perlakuan E memiliki nilai tertinggi (55,780 %) dan perlakuan A memiliki nilai terendah (37,227%) dimana perlakuan A saja yang tidak memenuhi standar, nilai Kalor pada perlakuan C memiliki nilai tertinggi (4367,366 kal/g) dan perlakuan A memiliki nilai terendah (3076,966 kal/g) dimana tidak ada yang memenuhi standar, serta kerapatan pada perlakuan A memiliki nilai tertinggi (0,8352 g/cm3) dan perlakuan E memiliki nilai terendah (0,5893 g/cm3) dimana tidak ada yang memenuhi standar.
Identifikasi Senyawa Kimia Asap Cair Cangkang Kemiri (Aleurites moluccana Wild) Grade Premium dengan Menggunakan Zeolit Aktif dan Arang Aktif Alaban Hanifa Arsya; Muhammad Faisal Mahdie; Noor Mirad Sari
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.8925

Abstract

Liquid smoke is acetic acid produced from the dry condensation process of raw materials and followed by condensation. Liquid smoke content Liquid smoke contains cellulose, hemicellulose and lignin which are influenced by the type of wood, moisture content and combustion temperature. The Batu Kura Forest Farmers Group (KTH) is one of the liquid smoke producers that utilizes candlenut shells as a raw material for making liquid smoke. Identification of chemical compounds from liquid smoke produced is important to optimize the benefits of liquid smoke. The purpose of this study was to identify the chemical compounds contained in premium grade hazelnut shell liquid smoke. Purification of grade 3 liquid smoke is carried out by distillation and filtration methods using active zeolite and alaban activated charcoal then the resulting liquid smoke becomes premium grade candlenut shell liquid smoke. After that identify the chemical content of premium grade candlenut shell liquid smoke using a Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) tool. The results showed that there were 11 peaks and contained 27 chemical components with the most dominant compounds being Toluene at 56.35%, 3-Penten-2-one,4-methyl at 35.84%, Cyclohexane, methyl at 5.30%, Phenol,2-methoxy 0.99%, Phenol,2-methoxy-4-(1-propenyl) 0.22%.Asap cair merupakan asam cuka yang dihasilkan dari proses pengembunan kering bahan baku dan dilanjutkan dengan kondensasi. Kandungan asap cair Asap cair memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin yang dipengaruhi oleh jenis kayu, kadar air dan suhu pembakaran. Kelompok tani Hutan Batu Kura (KTH) merupakan salah satu produsen asap cair yang memanfaatkan cangkang kemiri sebagai bahan baku pembuatan asap cair. Identifikasi senyawa kimia dari asap cair hasil produksi penting dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat dari asap cair. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang terdapat pada asap cair cangkang kemiri grade premium. Pemurnian asap cair grade 3 dilakukan dengan metode destilasi dan filtrasi menggunakan zeolit aktif dan arang aktif alaban kemudian asap cair yang dihasilkan menjadi asap cair cangkang kemiri grade premium. Setelah itu mengidentifikasi kandungan senyawa kimia asap cair cangkang kemiri grade premium menggunakan alat Gas Chromatography Mass Spektrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 puncak dan mengandung senyawa kimia sebanyak 27 komponen senyawa kimia dengan senyawa yang paling dominan yaitu Toluene sebesar 56,35%, 3-Penten-2-one,4-methyl sebesar 35,84%, Cyclohexane,methyl sebesar 5,30%, Phenol,2-methoxy sebesar 0,99%, Phenol,2-methoxy-4-(1-propenyl) sebesar 0,22%.
Aneka Olahan Pepaya Di Desa Tatah Layap Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Limbong, Melani; Dewi, Emelda Fitrian
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.135

Abstract

Kabupaten Banjar merupakan salah satu penghasil buah pepaya di Kalimantan Selatan. Buah pepaya mengandung enzim papain sehingga mudah dicerna oleh tubuh serta kaya Vitamin C. Pengolahan buah pepaya merupakan salah satu upaya untuk mengantisipasi hasil panen yang melimpah. Kelompok pengolah pepaya di Desa Tatah Layap Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar, telah membuat beberapa produk aneka olahan pepaya berupa keripik, dan manisan Alua berbentuk bunga, namun olahan kripik pepaya tersebut selama ini hanya dijual di Sekolah Dasar dan warung terdekat, sedangkan manisan alua tergantung dari pesanan konsumen karena harganya lebih mahal. Permasalahan yang dihadapi mitra yaitu belum mampu mengembangkan usaha, masih kurangnya inovasi dalam mengembangkan aneka olahan pepaya menjadi produk dan kurangnya peralatan. Tim Pelaksana Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kehutanan pada tanggal 27 Juli 2023 memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan aneka olahan pepaya seperti puding papaya, cake papaya, dan bola-bola pepaya serta memberikan bantuan peralatan Mixer, Baking pan dan alat pembuat kripik kepada mitra. Pengetahuan dan keterampilan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk olahan pepaya
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Di Desa Mandiangin Barat Melalui Pembuatan Pot Organik Sari, Noor Mirad; Mahdie, Muhammad Faisal; Violet; Nisa, Khairun; Rianawati, Fonny; Naparin, Muhammad; Helmi, Muhammad; Pitri, Rina Muhayah Noor; Puspita, Dian Endah; Yulicia , Zamrudhinda Minna
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No Risdamas (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. Risdamas Desember, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6iRisdamas.186

Abstract

Pot organik ramah lingkungan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kekurangan penggunaan polybag plastik. Bahan organik yang memiliki potensi besar yang dapat digunakan sebagai bahan pot organik yang dapat terurai yaitu limbah sabut kelapa dan jerami padi. Permasalahan mitra saat ini adalah Masyarakat Desa Mandiangin Barat yang berada di sekitar KHDTK ULM belum menangkap peluang usaha untuk membuat pot organik sehingga kegiatan PKM diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Metode kegiatan pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pot organik, pendampingan dan evaluasi. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan pot organik dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus, bertempat di Desa Mandiangin Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pengetahuan dan kemampuan mitra meningkat setelah kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Faktor pendukung kegiatan PKM adalah keinginan mitra untuk maju dan mengembangkan usaha pot organik. Luaran kegiatan berupa publikasi pada Banjarmasin Tribunnews.com, video kegiatan pada YouTube, poster dan artikel ilmiah.
Pemanfaatan Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Ekonomi: The Utilization of Wood Waste Becomes Products of Economic Value Mahdie, Muhammad Faisal; Sari, Noor Mirad; Violet, Violet; Nisa, Khairun; Rani, Syahrul; Hidayatullah, Muhammad; Misin, Misin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 9 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i9.9565

Abstract

Wood waste is the remains of wood parts no longer considered economically valuable in product processes. However, if wood waste products are made at different times and places, they will produce new economic value products. Waste wood pieces are currently not utilized optimally due to the lack of knowledge and insight into technology and the development of creativity in the community regarding the use of wood waste. Partners in PKM are the SUKAYU (Suka Karya Kayu) group, which has just started a business with limited wood products, namely, placing flower pots. The problem partners face is limited knowledge, skills, equipment, and capital, so they cannot develop product innovations based on the high selling value and artistic value of wood waste. The method used is training on making chairs, shoe racks, and flower pots using applicative methods, mentoring, and evaluating activities. Training program held on August 16, 2022. After the training, there was an increase in the partners' knowledge and skills about wood waste and its use as wood products, and the partners were able to make several wood products from the waste. The outputs of the Community Partnership Program activities are wood products (chairs, shoe racks, and flower pots), publications in The Banjarmasin Post Online, scientific articles, and activity videos on YouTube.
Co-Authors - Mariani Adi Rahmadi Adi Rahmadi Agus Supriyanto Ahmad Jauhari Alfian Alfian Aminuyati Ana Mardianti Andi Prawoto Aprilia Rahmah Ayu Manipa Ayu Manipa Putri Briyandika Pratama Dany Prianto Nugroho Darmaji Darmaji Dewi, Emelda Fitrian Diah Wulandari Diana Ulfah Diana Ulfah Diana Ulfah Diana Ulfah Dwi Hendra Saputra Eko Rini Indrayatie Eky Saputra Eprillianto Eprillianto Erwin Endra Praja Fatih Farhan Fatriani Fatriani Fonny Rianawati Gusti A. R. Thamrin Gusti Abdul Rahmat Thamrin Hanifa Arsya Hanifa Arsya Hidayatullah, Muhammad Hj Lusyani Hj. Lusyani Lusyani Hj. Lusyani Lusyani, Hj. Lusyani Khairun Nisa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Limbong, Melani Lusyani Lusyani Lusyiani Lusyiani Marwatul Mukarramah Miftahul Hafiza Rahim Mirna Mirna Misin, Misin Mrs. Fatriani Muhamad Heri Ende Adil Muhamad Rinaldi Gunadi Muhamad Yuliadi Rahman Muhammad Ali Shodiqon Muhammad Dian Ilmi Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Faisal Mahdie Muhammad Helmi Muhammad Juriyan Noor Muhammad Noor Mashudi Muhammad Rizki Muhammad Safi’i Muhammad Syamsudin Naparin, Muhammad Norhikmah - Nurrohim Nurrohim Ogi Elian Aziz Arrifqi Puput Sary Pujowati Puspita, Dian Endah Rafi’ah Maulida Rani, Syahrul Ranifa Dwina Ratri Sucityasingrum Rezky Ramadhan Rina Muhayah Noor Pitri, Rina Muhayah Noor Rosidah - Rosidah R Radam Rosidah R Radam, Rosidah R Rosidah R. Radam Rosidah Radam Sheila Landus Fitriana Napitupulu Shinta Adjar Novita Shinta Ajar Sumiati Sumiati Syamsudin Syamsudin Trisnu Satriadi Violet Violet Burhanuddin Violet Violet Violet Violet Violet Violet Violet Violet Violet, Violet Yani Ika Rahmawaty Yulicia , Zamrudhinda Minna Yuni Fransiska Yuniarti Yuniarti Yusmini Puspita Zainal Abidin Zainal Abidin