Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN ROOTONE F TERHADAP PERTUMBUHAN STEK RAMIN (Gonystylus bancanus) Tia Fitri; Eny Dwi Pujawati; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Sylva Scienteae Volume 4 No 1 Edisi Februari 2021
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.91 KB) | DOI: 10.20527/jss.v4i1.3105

Abstract

The aims of this research is to know the effect of giving Rootone F to the growth of Ramin cuttings (Gonystylus bancanus), knowing the dose of Rootone F which can provide the best growth response in Ramin (Gonystylus bancanus) shoots cuttings. This research was conducted in the greenhouse of the nursery research and development environment and Forestry (BP2LHK) Banjarbaru. The implementation of this study took 4 months. The design used in this study used RAL with 4 treatments with 80 units of trial. Administration of Rootone F on cuttings is by way of pasta. Result of the research obtained by Rootone F does not affect the growth of the Ramin cuttings, the control provides the withdrawal of the root percentage (65%), the addition of leaves (1.5 strands), the number of roots (5.6 pieces) and the length of the roots (2.83 cm).   Ramin properties that secrete sap with the use of Rootone F by way of pasta can interfere with root formation.Keywords: Ramin; Rootone F; Cuttings
POTENSI TINGKAT PERTUMBUHAN TANAMAN AREN (Arenga pinnata MERR.) DI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH KALIMANTAN SELATAN Dina Naemah; Damaris Payung; Fauzi Karni
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2022): JURNAL HUTAN TROPIS VOL 10 NO 1 EDISI MARET 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.45 KB) | DOI: 10.20527/jht.v10i1.13086

Abstract

Arenga pinnata is a plant that has potential for the community as a source of income that can improve the welfare of the community because most of them get a source of income from processing this plant. Almost all parts of the sugar palm plant can be utilized, from the roots to the male flower bunches that can produce sap.Plant structure is the organization of individuals in space and composition is the arrangement of forest stands that includes the number of species or the number of individuals. Composition means also studying the distribution of a plant species based on density, frequency and dominance value. Vegetation structure is the result of spatial planning by stand components or plant communities in a community both vertically and horizontally. The purpose of this study was to determine the potential distribution of sugar palm growth rates in one of the districts in South Kalimantan, Hulu Sungai Tengah. The analysis was carried out by calculating the significant value index (INP) based on the values of Density, Frequency and Dominance. Data were collected using the plotted path method. The results showed that the density of sugar palm seedlings was very large, with an average of 13,055 seedlings/Ha (INP: 200%), the average pole density was 217 stems/Ha and the tree level averaged 90 trees/Ha. The number of panicles, which is the part that is used as raw material for making brown sugar, amounts to an average of 90 panicles/ha.
UJI DAYA KECAMBAH BENIH SENGON (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) DI GREEN HOUSE Damaris Payung; Eva Prihatiningtyas; Syafaatul Hasanatun Nisa
Jurnal Hutan Tropis Vol 13, No 2 (2012): Jurnal Hutan Tropis Borneo Volume 13 No 2 Edisi September 2012
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.239 KB) | DOI: 10.20527/jht.v13i2.1529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dalam air mendidih selama 1 menit, perendaman dalam air mendidih selama 5 menit dan perendaman dalam air dingin selama 24 jam terhadap perkecambahan benih sengon serta mengetahui daya kecambah benih sengon. Sedangkan manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memberikan informasi dalam penanganan dan perkecambahan benih sengon yang optimal sehingga bisa menjadi salah satu cara alternatif pengecambahan benih sengon yang efektif dan ekonomis. Parameter yang diamati dan dihitung dalam penelitian ini adalah daya kecambah tiap perlakuan, kecepatan berkecambah tiap perlakuan dan nilai perkecambahan tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perkecambahan benih sengon paling baik yaitu pada benih sengon yang diberikan perlakuan pendahuluan dengan perendaman dalam air dingin selama 24 jam dengan persentase sebesar 99,25% dan paling rendah yaitu pada benih yang tidak diberi perlakuan pendahuluan dengan persentase sebesar 79%.  Kecepatan berkecambah benih sengon tertinggi adalah pada perlakuan perendaman air mendidih selama 5 menit yaitu sebesar 9,64 /hari dan yang paling rendah terdapat pada benih sengon yang diberikan perlakuan perendaman air dingin selama 24 jam dengan rata-rata 4,70/hari. Nilai perkecambahan tertinggi terdapat pada benih yang diberikan perlakuan perendaman air mendidih selama 1 menit dengan rata-rata 0,17%/hari dan yang paling rendah terdapat pada benih yang tidak diberikan pelakuan dengan  rata-rata 0,04 %/hariKata kunci: Perkecambahan, Sengon
ANALISIS PENGARUH PUPUK KOMPOS CAIR NASKURU TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN ANGSANA (Pterocarpus indicus) Padliannor Padliannor; Damaris Payung; Ahmad Yamani
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6707

Abstract

Liquid compost can affect the growth of Angsana tillers, one of which is naskuru liquid compost. The purpose of this study was to determine the live percentage of Angsana (Pterocarpus indicus) seedling and to determine the effect of Naskuru fertilizer concentration on the growth of Angsana seedling. This research was conducted at Shade House, Faculty of Forestry, Lambung Mangkurat University, Banjarbaru which is located on Jalan A. Yani Km 36, Banjarbaru City, South Kalimantan Province with 50 samples of Angsana Seedlings. The treatments used in this study were 5 different doses of naskuru liquid compost, namely A0 = Control; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; and A4 = 28 ml, each treatment was repeated 10 times. The data were then analyzed using a completely randomized design and further tests were carried out. The live percentage of Angsana seedling in all treatments using naskuru liquid compost is 100% which indicates a very good category. The best application of naskuru fertilizer was in the A3 treatment with 21 ml/L water with an average plant height growth of 15.13 cm, diameter growth of 1.57 cm and an average increase of 18.20 leaves. The application of naskuru fertilizer had a very significant effect on growth in height, had an insignificant effect on diameter growth and had a very significant effect on the growth of the number of leaves.Pupuk kompos cair dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan anakan Angsana, salah satunya ialah pupuk kompos cair naskuru. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase hidup anakan tanaman angsana (Pterocarpus indicus) dan mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk Naskuru terhadap pertumbuhan anakan angsana. Penelitian ini dilaksanakan di Shade House Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru yang berada di jalan A. Yani Km 36, kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan dengan 50 sampel anakan angsana. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini ada 5 perbedaan dosis pupuk kompos cair naskuru yaitu A0 = Kontrol; A1 = 7 ml; A2 = 14 ml; A3 = 21 ml; dan A4 = 28 ml, masing-masing perlakuan dilakukan 10 kali ulangan. Data kemudian dianalisis dengan rancangan acak lengkap dan dilakukan uji lanjutan. Persentase hidup anakan angsana pada semua perlakuan menggunakan pupuk kompos cair naskuru yaitu 100% yang menunjukkan kategori sangat baik. Pemberian pupuk naskuru yang terbaik yaitu pada perlakuan A3 dengan 21 ml/L air dengan rata-rata pertumbuhan tinggi tanaman sebesar 15,13 cm, pertumbuhan diameter 1,57 cm dan rata-rata pertambahan jumlah daun 18,20 helai daun. Pemberian pupuk naskuru berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi, berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan diameter dan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan jumlah daun.
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT AMPUPU (Eucalyptus urophylla S.T Blake) DENGAN PEMBERIAN PUPUK NPK PADA MEDIATANAM GLEI HUMUS Reocha Aprillia Wasis; Yusanto Nugroho; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6699

Abstract

Eucalyptus urophylla S.T Blake or ampupu is widely developed in industrial Plantation (HTI) because it is a fast-growing species and is used as raw material for pul dan paper. The advantage of this ampuu is that it is able to withstand ground surface fires because it has protection against damage to plant stems such as woody swelling of the root crown or commonly called lignotube and relatively thick skin, ampupu an grow in dry areas and is good for under growth. This study aims to analyze the growth of ampupu species to stimulate the growth of ampupu on glei humus media. Data collection in the field used the Completely Randomized Design (CRD) method. The percentage of live ampupu seedlings with the addition of NPK fertilizer had an effect on the live percentage of ampupu seedlings, a dose 5gr with a percentage of 98%, a dose of 10gr with a percentage of 82%, a dose of 15gr with a percentage of 80% and a dose of 20% with a percentage of 72%. The result of the ANOVA test on ampupu seedlings with the addition of NPK fertilizer showed significant results, which means that the treatment had a significant effect on growth in height and number of leavesEucalyptus urophylla S.T Blake atau ampupu banyak di kembangkan di Hutan Tanam Industri (HTI) karena termasuk dalam spesies cepat tumbuh dan digunakan untuk bahan baku pulp dan kertas, usaha yang dilakukan agar ampupu produktivitas tegakan meningkat melakukan pemuliaan tanaman dengan cara generatif dan vegetatif. Kelebihan ampupu ini mampu beratahan terhadap kebakaran permukaan tanah karena memiliki perlindungan terhadap kerusakan batang tanaman seperti pembengkakan berkayu dari mahkota akar atau biasa disebut lignotube dan relatif berkulit tebal, jenis ampupu dapat tumbuh di daerah kering dan baik untuk tanaman bawah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan jenis ampupu menguji efektifitas pupuk NPK untuk memacu pertumbuhan ampupu pada media glei humus. Pengambilan data dilapangan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Persentase hidup bibit ampupu dengan penambahan pupuk NPK memberikan pengaruh terhadap persentase hidup bibit ampupu, dosis 5gr dengan persetase hidup 98%, dosis 10gr dengan persentase 82%, dosis 15gr dengan persentase 80% dan dosis 20% dengan persentase 72%. Hasil uji Anova pada bibit ampupu dengan tambahan pupuk NPK menunjukkan hasil yang signifikan yang artinya perlakuan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah daun
ANALISIS KERUSAKAN DAUN MERANTI MERAH (Shorea leprosula) TINGKAT SEMAI DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA (THHTI) KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ira Oktovia; Gusti Muhammad Hatta; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6152

Abstract

This study aims to analyze the type of damage to the leaves of red Meranti (Shorea leprosula), to identify the types of pests on Meranti Merah plants, to calculate the percentage of damage to the leaves of Meranti Merah at the seedling level. The method used is a sampling technique using purposive sampling, namely a sampling technique carried out by taking research samples on the type of red Meranti and its growth rate at the seedling level. The type of damage to the red Meranti plant had spot damage of 39 leaves with the highest damage value on a scale of 1 (1-25%), defects of 317 leaves with the highest damage value on a scale of 4 (76-99%), spots & leaf defects of 796 Leaves with the highest damage value were on a scale of 4 (76-99%), and healthy leaves were 33 leaves. Leaf spot damage was caused by Curvularia sp and Nigrospora sp. Pests found in red Meranti (Shorea leprosula) plants are the Dragon Head Caterpillar (Charaxes sp) and Ladybug (Thyanta custator). The pest feeds on the leaves, which causes leaf holes. The highest percentage of damage to red Meranti (Shorea leprosula) plants was 67.17% with the type of damage to spots & leaf defects. The second highest category is the type of leaf defect damage which has a percentage of 26.75%, leaf spot damage of 3.29% and the percentage of healthy leaves of 2.78%Penelitian ini bertujuan menganalisis tipe kerusakan daun Meranti merah (Shorea leprosula), mengidentifikasi jenis hama pada tanaman Meranti merah, Menghitung persentasi kerusakan daun Meranti merah tingkat semai. Metode yang digunakan yaitu teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yaitu teknik sampling yang dilakukan dengan pengambilan sampel penelitian pada jenis Meranti merah dan tingkat pertumbuhannya pada tingkat semai. Tipe Kerusakan tanaman Meranti merah memiliki kerusakan bercak sebanyak 39 daun dengan nilai kerusakan tertinggi terdapat di skala 1 (1-25%), cacat sebanyak 317 daun dengan nilai kerusakan tertinggi terdapat diskala 4 (76-99%), bercak & cacat daun sebanyak 796 daun dengan nilai kerusakan tetinggi terdapat diskala 4 (76-99%),dan daun yang sehat sebanyak 33 daun. Kerusakan bercak daun disebabkan oleh Curvularia sp dan Nigrospora sp. Hama terdapat pada tanaman Meranti merah (Shorea leprosula) yaitu hama Ulat Kepala Naga (Charaxes sp) dan Kepik (Thyanta custator). Hama tersebut memakan daun, yang menyebabkan daun berlubang. Persentase kerusakan pada tanaman Meranti merah (Shorea leprosula) yang tertinggi sebesar 67,17% dengan jenis kerusakan bercak & cacat daun. Kategori yang tertinggi kedua yaitu jenis kerusakan cacat daun mempunyai persentase 26,75%, kerusakan bercak daun sebesar 3,29% dan persentase daun yang sehat sebesar 2,78%.
IDENTIFIKASI JENIS DAN ANALISIS HABITAT TUMBUHAN BAJAKAH DI LAHAN RAWA GAMBUT PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Febrian Ignatius Oliver; Yudi Firmanul Arifin; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6136

Abstract

This research purposed to identify the species of bajakah plant, and analyze the habitat where it grows, by measuring the temperature, the air humidity, and light intensity where the plant grows, also analyzing the soil physical properties and the soil chemical properties at the plants location. The research was conducted in the swamp forest of Kereng Bangkirai in Sebangau Sub-District, Pulang Pisau District, Central Borneo. Data retrieval includes identification of bajakah plant species found at the research site, microclimate data including temperature, humidity, and light intensity as well as data on physical and chemical properties of the soil. The dominant species at this location are red bajakah (Uncaria acida (Hunter) Roxb.) and yellow bajakah (Fibraurea tinctoria Lour.), at an altitude of 13 masl, 31° C temperature, 75% humidity, and 20% light intensity. Both plant locations have bulk density values of 0.24 g/cm3 and 0.15 g/cm3 as criteria for soil physical properties which are classified as general in peat swamp land. The average value of macro nutrients is low, the value of micro nutrients is high, the pH value is acidic, the base saturation value is low and the value of cation exchange capacity (CEC) is high as criteria for the chemical properties of the soil at the research sitePenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan bajakah serta menganalisis habitat tempat tumbuhnya, dengan mengukur suhu, kelembaban udara dan intensitas cahaya pada lokasi tempat tumbuh, tumbuhan bajakah serta mengukur sifat fisik dan kandungan kimia tanah pada lokasi. Penelitian dilakukan di hutan rawa Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pengambilan data meliputi identifikasi jenis tumbuhan bajakah yang ditemukan di lokasi penelitian, data iklim mikro yang meliputi suhu, kelembaban udara, dan intesitas cahaya serta data sifat fisik dan kimia tanah. Jenis yang dominan pada lokasi adalah Bajakah Merah (Uncaria acida (Hunter) Roxb.) dan Bajakah Kuning (Fibraurea tinctoria Lour.), pada ketinggian 13 mdpl, suhu 31°, kelembaban 75%, dan intensitas cahaya 20%. Kedua lokasi tumbuhan memiliki nilai bulk density 0,24 g/cm3 dan 0,15 g/cm3 sebagai kriteria sifat fisik tanah yang tergolong umum pada lahan rawa gambut. Rata-rata nilai unsur hara makro tergolong rendah, nilai unsur hara mikro tergolong tinggi, nilai pH yang rendah (asam), nilai kejenuhan basa yang rendah serta nilai kapasitas tukar kation (KTK) yang tinggi menjadi kriteria sifat kimia tanah pada lokasi penelitian.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAWANG MERAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JOHAR (Cassia siamea Lamk) DI SHADE HOUSE FAKULTAS KEHUTANAN BANJARBARU Novita Sari Hutabarat; Yusanto Nugroho; Damaris Payung
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i1.8206

Abstract

Johar plant (Cassia siamea Lamk) is a type of plant that can be categorized as a versatile tree species or a type of plant that has many uses. This study has the objectives of assessing the percentage level of plant life, knowing the concentration response of the onion bulb treatment to the parametrics used in the study and the best response to each treatment on the growth of the johar (Cassia siamea Lamk) plant. Observations using the RAL method (Completely Randomized Design) were 30 replicates and 4 treatments so that there were 120 research seeds. The results of the live percentage of johar (Cassia siamea Lamk) seedlings were treatment A (without treatment) of 93.33%, treatment B (dose of 100 gr/l water) of 96.66%, treatment C (dose of 150 gr/l water) of 96.66%, treatment D (dose of 200 g/l water) was 96.66%. So that the average percentage of live johar plants for all treatments was 95.83%. The treatment had a significant effect on increasing the height of johar seedlings, significantly on increasing the number of leaves of johar seedlings, and had no significant effect on increasing stem diameter of johar seedlings. Administration of growth regulators to treatment D with a concentration of 200 g/liter of water was able to provide the best and optimum response to increasing the height of johar seedlings by 18.76 cm, increasing leaf blades by 9.23 strands, and increasing stem diameter by 2.26 mm.Tanaman Johar (Cassia siamea Lamk) merupakan jenis tanaman yang dapat dikategorikan sebagai jenis pohon serbaguna atau jenis tanaman yang dimanfaatkan yang mempunyai banyak kegunaan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu mengkaji tingkat presentase kehidupan tanaman, mengetahui respon konsentrasi perlakuan umbi bawang merah terhadap parametrik yang digunakan dalam penelitian dan respon terbaik pada setiap perlakuan terhadap pertumbuhan tanaman johar (Cassia siamea Lamk). Pengamatan menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) yaitu 30 ulangan dan 4 perlakuan sehingga terdapat 120 bibit penelitian. Hasil persentase hidup bibit johar (Cassia siamea Lamk) yaitu perlakuan A (tanpa perlakuan) sebesar 93,33 %, perlakuan B (dosis 100 gr/l air) sebesar 96,66 %, perlakuan C (dosis 150 gr/l air) sebesar 96,66%, perlakuan D (dosis 200 gr/l air) sebesar 96,66 %. Sehingga hasil rata-rata persentase hidup tanaman johar untuk semua perlakuan adalah 95,83%. Perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap bertambahnya tinggi bibit johar, berpengaruh nyata terhadap bertambahnya jumlah daun bibit johar, berpengaruh tidak nyata terhadap bertambahnya diameter batang bibit johar. Pemberian zat pengatur tumbuh terhadap perlakuan D dengan konsentrasi 200 gr/liter air yaitu mampu memberikan respon terbaik dan optimum terhadap bertambahnya tinggi bibit johar sebesar 18,76 cm, bertambahnya helaian daun sebesar 9,23 helai, dan bertambahnya diameter batang sebesar 2,26 mm
Diversifikasi Produk Olahan Sayur Pada UMKM Haifa Trisnu Satriadi; Yuniarti Yuniarti; Syamani Syamani; Susilawati Susilawati; Damaris Payung
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v3i1.8719

Abstract

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat Indonesia. Pandemi Covid-19 di Indonesia memukul hampir semua sector, tidak terkecuali UMKM kuliner seperti yang di alami oleh UMKM Haifa yang berada di Kampung Sayur  Kelurahan Landasasan Ulin Utara. Produk yang dijual berupa produk olahan seperti sosis, nuget, bakso dan lain-lain. UMKM Haifa terdiri dari petani sayur yang memiliki kebun yang cukup luas. Sayur segar yang mereka miliki belum dimanfaatkan sebagai produk andalan UMKM Haifa. Permasalahan UMKM Haifa adalah penurunan omzet dan belum memiliki keterampilan mendiversifikasi produk olahan sayur. Solusi yang ditawarkan kepada mitra adalah memberikan pelatihan diversifikasi produk olahan sayur keripik sayur. Metode yang diterapkan yaitu penyuluhan, pelatihan produksi dan evaluasi.Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancer, mitra telah meningkat pengetahuannya dalam melakukan diversifikasi olahan sayur yaitu aneka keripik sayur seperti keripik bayam, keripik sawi, keripik pare dan keripik kemangi. Pelatihan Teknik pengemasan dan pelatihan berjalan lancar dan dapat dikuasi mitra. Mitra juga telah mendapatkan pengetahuan manajemen usaha sederhana.
IDENTIFIKASI JENIS TANAMAN PEWARNA ALAMI DI KEBUN RAYA BANUA KALIMANTAN SELATAN Normaila Normaila; Damaris Payung; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11986

Abstract

The Banua Botanical Garden area in South Kalimantan reaches an area of 100 ha, has a collection of plants such as a natural dye plant zone with an area of 4.2 ha. The role of natural coloring plant zones for preservation, research, education and tourism. The widespread use of chemical dyes has resulted in natural dyes being less attractive to be used and used today. Identification needs to be done in the natural dye plant zone to find natural dye plants. This study aims to determine the types of natural dye plants, plant parts that can be used as a source of natural dyes and determine the type of color produced by natural dye plants. Using the census method to record all natural coloring plants followed by grinding and boiling methods on plant parts to reveal the resulting color. Field observations revealed 8 types of natural dye plants, namely, Syzygium cumini, Bixa orellana, Terminalia catappa, Phaleria macrocarpa, Swietenia mahagoni, Areca catechu, Dracaena angustifolia and Gluta renghas. The parts of the plant used with each amount are 4 stems, 3 fruits and 3 leaves. The colors produced by natural dye plants through the boiling process with each amount are 2 yellow, 2 red, 2 orange, 1 green and 3 brown.Kawasan Kebun Raya Banua di Kalimantan Selatan mencapai luasan 100 ha, memiliki koleksi tanaman seperti zona tanaman pewarna alami dengan luas 4,2 ha. Peran zona tanaman pewarna alami untuk pelestarian, penelitian, pendidikan dan wisata. Maraknya penggunaan zat pewarna kimia mengakibatkan pewarna alami kurang diminati untuk dimanfaatkan pada masa sekarang. Identifikasi perlu dilakukan di zona tanaman pewarna alami untuk mengetahui tanaman pewarna alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman pewarna alami, bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pewarna alami dan menentukan jenis warna yang dihasilkan tanaman pewarna alami. Menggunakan metode sensus untuk mendata seluruh tanaman pewarna alami dilanjutkan dengan metode penggerusan dan perebusan pada bagian tanaman agar memunculkan warna yang dihasilkan. Hasil pengamatan dilapangan didapatkan 8 jenis tanaman pewarna alami yaitu, Syzygium cumini, Bixa orellana, Terminalia catappa, Phaleria macrocarpa, Swietenia mahagoni, Areca catechu, Dracaena angustifolia dan Gluta renghas. Bagian tanaman yang digunakan dengan masing-masing jumlah yaitu, batang 4, buah 3 dan daun 3. Warna yang dihasilkan tanaman pewarna alami melalui proses perebusan dengan masing-masing jumlah yaitu, kuning 2, merah 2, oranye 2, hijau 1 dan coklat 3.