Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DALAM UPAYA PENGEMBANGAN DIRI PESERTA DIDIK Khairil Nasrul; Aguswan Rasyid; Syaflin Halim
Ruhama : Islamic Education Journal Vol 3, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Program Pascasarjana UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ruhama.v3i2.2222

Abstract

Pengembangan diri dan kemampuan peserta didik dapat ditempuh melalui berbagai kegiatan, baik yang bersifat intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Penelitian ini berusaha untuk menemukan nilai-nilai karakter yang terdapat pada ekstrakurikuler serta pengembangan diri seperti apa yang dapat ditemukan dalam kegiatan yang bersifat ekstrakurikulum. Untuk ketercapaian tujuan yang dimaksud, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, adapun metode pengumpulan data ialah penulis menggunakan observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap data penelitian diketahui bahwa beberapa bentuk iternalisasi nilai-nilai karakter yang terdapat dalam program ekstrakurikuler ialah dapat dilihat dari nnilai karakter yang terdapat pada kegiatan tahfizd, nasyid, rebana, sanggar kaligrafi, dan program babalik ka surau. Selain adanya nilai-nilai karakter, pada kegiatan ekstrakurikuler juga terdapat upaya pengembangan diri yang membina keterampilan siswa untuk kehidupan mereka di masyarakat serta organisasi.
THE ROLE OF TEACHERS AND PARENTS IN LEARNING AKHLAK DURING THE COVID-19 PANDEMIC IN MTsN 2 PASAMAN: CASE STUDY OF LEARNERS' LEARNING INTERESTS Maimun Maimun; Ahmad Lahmi; Syaflin Halim
Ruhama : Islamic Education Journal Vol 4, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Pascasarjana UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ruhama.v4i2.2716

Abstract

Researchers found problems in the practice of the role of teachers and parents during online learning for students. Based on these conditions, the role of teachers and parents becomes what students need during learning. Therefore, the author raised this qualitative research with the title `The Role of Teachers and Parents in Learning Morals during the Covid-19 Pandemic at MTsN 2 Pasaman: A Case Study of Student Interest in Learning.` Problem formulation: (1) What is the role of teachers and other people? parents in online learning of morals during the covid 19 pandemic to students of MTsN 2 Pasaman? (2) What is the role of teachers and parents in fostering interest in religious learning, especially moral aqidah to students of MTsN 2 Pasaman? to students of MTsN 2 Pasaman. (2) The role of teachers and parents in cultivating interest in learning Islam, especially the moral creed towards the students of MTsN 2 Pasaman.Research method: This study uses a descriptive qualitative approach. Descriptive research aims to make research results real, accurate, and systematic about a series of real events and characteristics of certain regions and communities. Data collection techniques apply interview, observation, and documentation methods. The results of this study were determined by the level of knowledge, the presence of parents, and interaction. So, students who have parents with religious knowledge are also good, and are more at home, then the role of parents can be given as a whole in learning morals. On the other hand, students who have parents with less knowledge or religious knowledge, and are busy working, have a limited role in learning activities for their children's morals and beliefs. Parents provide motivation, messages, advice, sanctions (punishments) and rewards (rewards) to their children. This is done to foster interest in learning the religion of their children who study at school or at home. Therefore, parents have performed their roles as motivators, educators, discipline enforcers, and regulators or controllers. All of these roles are carried out differently for each parent, depending on the level of knowledge and religious basis, as well as the intensity of the meeting between parents and children in interacting while at home.
Terobosan Kepala Madrasah dalam Menginternalisasikan Nilai Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Yuni Herdi; Mahyudin Ritonga; Syaflin Halim
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2553

Abstract

Keberhasilan dalam internalisasi karakter di lingkungan pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan bentuk kebijakan yang ditetapkan oleh kepala sekolah, sementara pada banyak lembaga ditemukan lambannya upaya internalisasi karakter dalam system pendidikan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk peran kepala madrasah dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter. Penelitian dilakukan di MIN 5 Padang, hal ini sejalan dengan tujuan penelitian yang ingin mengekspos bentuk kebijakan yang dilakukan di MIN 5 seihingga dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap penyelenggara pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya: 1) Dalam merencanakan pendidikan karakter mencakup beberapa unsur antara lain guru, siswa serta komite dan orang tua. Perencanaan internalisasi pendidikan karakter di MIN 5 Kota Padang melalui perencanaan kegiatan pembelajaran, budaya madrasah serta kegiatan ekstrakurikuler. 2) Nilai-nilai karakter di madrasah ini diaplikasikan melalui kegiatan pembelajaran serta budaya madrasah. 3) Kepala madrasah dengan guru dan komite sekolah melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan internalisasi karakter di MIN 5 Kota Padang dengan cara menetapkan indikator pencapaian internalisasi karakter
Efektifitas Pelaksanaan Wirid Remaja Sebagai Lokus Pembinaan Akhlak dalam Implementasi Instruksi Walikota Padang Nomor 451.286 Tahun 2012 di Kecamatan Koto Tangah Irwandi Irwandi; Ahmad Lahmi; Syaflin Halim
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3, No. 2 Desember 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v3i2.2113

Abstract

Wirid youth activities, ramadhan pesentren and dawn education is one of the icons of religious activities in Padang City which was instructed by the Mayor with the Instruction of the Mayor of Padang No. 451.286 year 2012, This activity is carried out as a forum to instill the values of aqidah or morality, as well as as a platform to improve the reading ability of qur'an for teenagers in Padang City, especially those students of junior high school / MTs, but nevertheless not all mosques and mushalas in Tangah Yan City Sub-District carry out this activity. The implementation of Youth Wirid at Masjid and Mushala in Koto Tangah District of Padang city has generally been carried out in accordance with Padang Mayor's Instruction Number 451.286 year 2012. In terms of the effectiveness of Padang Mayor's Instruction No. 451.286 of 2012 in encouraging the Implementation of Juvenile Wirid in Mosques and Mushala in Koto Tangah District of Padang City, it was found that not all mosques or mushallas held carry out this instruction. The supporting factor of youth wirid activities in Mosques and Mushala in Koto Tangah Koto Padang sub-district is instruction from the mayor, caretaker or pincer wirid as well as the facilities and infrastructure owned by the mosque or mushala. Then the Inhibitor Factor consists of Internal and extrenal. The impact of Wirid Remaja and its Relevance to Moral Development in Mosques and Mushala in Koto Tangah Sub-District of Padang City, obtained results that the activities of this youth wirid has had a positive influence on the morality of teenage wirid participants, both morally on God, on others as well as on the environment.
Terobosan Kepala Madrasah dalam Menginternalisasikan Nilai Karakter di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Yuni Herdi; Mahyudin Ritonga; Syaflin Halim
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2553

Abstract

Keberhasilan dalam internalisasi karakter di lingkungan pendidikan tidak bisa dipisahkan dengan bentuk kebijakan yang ditetapkan oleh kepala sekolah, sementara pada banyak lembaga ditemukan lambannya upaya internalisasi karakter dalam system pendidikan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk peran kepala madrasah dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter. Penelitian dilakukan di MIN 5 Padang, hal ini sejalan dengan tujuan penelitian yang ingin mengekspos bentuk kebijakan yang dilakukan di MIN 5 seihingga dapat dijadikan sebagai acuan bagi setiap penyelenggara pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya: 1) Dalam merencanakan pendidikan karakter mencakup beberapa unsur antara lain guru, siswa serta komite dan orang tua. Perencanaan internalisasi pendidikan karakter di MIN 5 Kota Padang melalui perencanaan kegiatan pembelajaran, budaya madrasah serta kegiatan ekstrakurikuler. 2) Nilai-nilai karakter di madrasah ini diaplikasikan melalui kegiatan pembelajaran serta budaya madrasah. 3) Kepala madrasah dengan guru dan komite sekolah melakukan pengawasan terhadap setiap kegiatan internalisasi karakter di MIN 5 Kota Padang dengan cara menetapkan indikator pencapaian internalisasi karakter
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI Raudha Ningsih; Syaflin Halim; Abdul Halim Hanafi; Dasrizal Dahlan
SITTAH: Journal of Primary Education Vol. 3 No. 2 (2022): SITTAH: Journal of Primary Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/sittah.v3i2.494

Abstract

The learning results of Islamic Cultural History (SKI, Sejarah Kebudayaan Islam) for class VI MIN 6 students in Padang City showed unsatisfactory results. The reason is that students are less interested in the subject. Efforts to fix the problem are made by applying jigsaw-type cooperative learning. Through the experimental quasi-research method, this research aims to determine the influence of jigsaw-type cooperative models on student learning outcomes and interests in SKI subjects. The results of this study show that the jigsaw-type cooperative model affects student learning outcomes in SKI subjects. The sig value (2-tailed) post-test using the t-test is 0.000, which means it is smaller than > 0.05. It can be explained by the fact that jigsaw-type cooperative learning makes student learning outcomes positive and significantly correlated. Researchers also used evidentiary testing using the Anova test, which yielded a sig value, in addition to a t-test. (2-tailed) equal to 0.000. By using these criteria, it is proved that 0.000 < 0.05. In addition, it is known that the t-count value is 2.580 with a significant 0.05. The t-table count t value (1.84 0.05) and significant value is smaller because the table t value for df 29 is 2.179. (0.000 > 0.05).
INTEGRASI NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI MTs NEGERI 5 PADANG Zulkifli Halim; Riki Saputra; Syaflin Halim
Tarbawi Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2022): Tarbawi Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/tbw.v8i2.4506

Abstract

Islamic religious education in Madrasah is a combination of several subjects that are conceptually not connected with cultural arts, because its content includes Aqidah, Fiqih, Akhlak, Quran Hadith and the history of Islamic Culture. So is the case with Cultural Arts, that it is part of a curriculum that is different from Islamic religious education. This reality is interesting to reveal how forms of integration can be carried out in internalizing Islamic religious education in cultural arts learning. Therefore, this study aims to reveal how the form of internalization of Islamic values in cultural joint learning. This research is carried out with the paradigm of constructivism, which is a qualitative research that does not recognize the truth of the observation results alone, but rather the researcher with the power of analysis constructing from the reality found. The informants of this study were teachers of cultural arts, teachers of Islamic religious education, several students who were selected with purposive techniques. Based on the results of the analysis of research data, it can be concluded that the integration of islamic values which include aqedah, worship and morals in cultural arts learning is only carried out in preliminary and closing activities. Meanwhile, in the core activities, teachers have not integrated learning materials with the values of aqedah, worship and morals. This is because teachers have difficulty finding religious material that will be integrated into the topics of discussion studied in the subject of Cultural Arts. Therefore, cultural arts teachers can integrate Islamic values in learning in aspects of media, methods or other aspects. Learning integration should not only be understood on things related to the learning material.
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Hak Asuh Anak dalam Etnis Tapanuli di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman Syaflin Halim; Desminar Desminar; Dania Putri Palapa
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 5, No 2 (2022): Vol. 5, No. 2 Desember 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v5i2.3660

Abstract

Berakhirnya perkawinan karena perceraian antara suami-isteri tidak memutus hubungan antara anak dengan kedua orang tua, dimana hak dan kedudukan anak tetap dihormati dan dihargai bahkan tidak boleh dikurangi melalui pemenuhan kebutuhan lahir dan batin demi masa depan anak sebagai manusia. Perceraian mengakibatkan putusnya ikatan zhahir dan bathin antara suami isteri. Perceraian akan mengakibatkan berbagai permasalahan di antaranya hak asuh anak. Pengasuhan anak yang akan dikuasai oleh satu satu orang tua, ibu atau bapaknya. Hak asuh anak merupakan perbuatan mengampu, mendidik kanak-kanak hingga mandiri. Jika terjadi perceraian, ibu-lah yang berkuasa terhadap anak hingga anak mumayyiz. Berbeda dalam etnis Tapanuli di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman pasca perceraian antara suami isteri maka hak asuh anak jatuh kepada bapak. Tujuan pembahasan ini untuk menganalisa pelakasnaan hak asuh anak dalam etnis Tapanuli menurut hukum Islam. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan yuridis normative, dimana penulis melakukan wawancara, observasi dan studi dokumentasi kepada aspek atau sasaran dari subjek penelitian. Dalam temuan penulis penyelesaian sengketa terhadap hak asuh anak jatuh kepada bapak yang terjadi di Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman hanya melalui non litigasi, yaitu melalui hatobangon tanpa melalui jalur litigasi atau Pengadilan Agama. Sementara hak asuh anak yang jatuh kepada bapak dalam kajian hukum Islam tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Kata Kunci: hukum Islam, hak asuh anak, etnis, tapanuli,
The Role of Madrasa Heads in Improving the Quality of Islamic Religious Education Rusdi Rusdi; Syaflin Halim; Rosniati Hakim
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v7i2.358

Abstract

This study aims to reveal the madrasa head's role in improving the quality of Islamic religious education in Madrasah Ibtidaiyah. This goal is based on the existing problem that the madrasa head's duties are numerous. Therefore, his role in improving the quality of Islamic religious education needs to be the object of study. The research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Padang City. The research method is qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation studies. The results of the research are as follows first, the head of the madrasa plays a role in improving the quality of Islamic religious education in his position as an educator, such as realizing a conducive madrasa environment, directing madrasa residents to implement Islamic values ​​in the madrasa environment, and involving Islamic religious educators in training activities or workshops so that The ability of educators is upgraded and in accordance with the times. Second, the supporting factors experienced by madrasa heads in improving the quality of Islamic religious education are the active cooperation and participation of all elements in the madrasa environment. The inhibiting factor for madrasa heads to improve the quality of Islamic religious education is that the managed DIPA funds are not balanced with the needs of madrasas.
Upaya Janda Cerai Mati Dalam Menjaga Ketahanan Keluarga: Studi Di Jorong Kayu Gadih Kenagarian Tanjung Gadang Kapupaten Sijunjung Syaflin Halim; Syamsurizal Syamsurizal; Meksi Andari Putri; Kevin Prayoga
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4285

Abstract

Setiap orang dalam masyarakat pasti akan berusaha mengambil tindakan untuk melindungi diri atau menanggung situasi atau kondisi apapun yang mereka hadapi. Dalam hal ini tidak lupa warga masyarakat janda yang cerai mati di Jorong Kayu Gadih Kenagarian Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung berupaya untuk bertahan dalam situasi yang tidak menentu. Struktur sosial yang mengamanatkan janda cerai untuk meninggal dunia sendiri menjalankan tugas ibu dan ayah, termasuk mengasuh anak, menafkahi rumah, dan menyekolahkan anak. Karena kecenderungan mereka untuk menghidupi keluarga mereka secara finansial, orang tua sering berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, meninggalkan para janda dan janda cerai untuk mencari solusi kreatif. Penelitian ini berusaha untuk memastikan bagaimana janda cerai meninggal untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarganya di Jorong Kayu Gadang Kenagarian Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Teknik purposive yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan strategi untuk mengidentifikasi informan. Peneliti menggunakan observasi dan wawancara mendalam terfasilitasi dengan informan sebagai metode pengumpulan data primer mereka. Menurut temuan penelitian ini, janda cerai yang bekerja sebagai buruh harian lepas sebagai petani kebun dengan menyadap karet dalam menafkahi kebutuhan ekonomi keluarganya.. Kata Kunci: Janda, Cerai Mati, Ketahanan Ekonomi Keluarga