Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Upaya Janda Cerai Mati Dalam Menjaga Ketahanan Keluarga: Studi Di Jorong Kayu Gadih Kenagarian Tanjung Gadang Kapupaten Sijunjung Syaflin Halim; Syamsurizal Syamsurizal; Meksi Andari Putri; Kevin Prayoga
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4285

Abstract

Setiap orang dalam masyarakat pasti akan berusaha mengambil tindakan untuk melindungi diri atau menanggung situasi atau kondisi apapun yang mereka hadapi. Dalam hal ini tidak lupa warga masyarakat janda yang cerai mati di Jorong Kayu Gadih Kenagarian Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung berupaya untuk bertahan dalam situasi yang tidak menentu. Struktur sosial yang mengamanatkan janda cerai untuk meninggal dunia sendiri menjalankan tugas ibu dan ayah, termasuk mengasuh anak, menafkahi rumah, dan menyekolahkan anak. Karena kecenderungan mereka untuk menghidupi keluarga mereka secara finansial, orang tua sering berjuang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri, meninggalkan para janda dan janda cerai untuk mencari solusi kreatif. Penelitian ini berusaha untuk memastikan bagaimana janda cerai meninggal untuk memenuhi kebutuhan finansial keluarganya di Jorong Kayu Gadang Kenagarian Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung. Teknik purposive yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan strategi untuk mengidentifikasi informan. Peneliti menggunakan observasi dan wawancara mendalam terfasilitasi dengan informan sebagai metode pengumpulan data primer mereka. Menurut temuan penelitian ini, janda cerai yang bekerja sebagai buruh harian lepas sebagai petani kebun dengan menyadap karet dalam menafkahi kebutuhan ekonomi keluarganya.. Kata Kunci: Janda, Cerai Mati, Ketahanan Ekonomi Keluarga
Sistem Multilevel Marketing K-Link Ditinjau dari Sisi Hukum Islam Syamsurizal Syamsurizal; Syaflin Halim
Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat Vol 6, No 1 (2023): Vol. 6, No. 1 Juni 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jkpu.v6i1.4398

Abstract

Multi level marketing merupakan bentuk transaksi jual beli. Salah satu dari multilevel marketing yang cukup aktif dalam kegiatan jual beli adalah multi level marketing K-Link menjadi salah satu pilihan alternatif sebagian masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli. Keberadaaan K. Link merupakan salahsatu jawaban terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia bahkan dunia dalam bidang bisnis multilevel. Indonesia yang penduduknya mayoritas muslim dan masih kuat memegang prinsip-prinsip agama berpotensi besar menjadi pelaku usaha mayoritas dalam multilevel marketing K-Link. potensi yang besar tersebut perlu didayagunakan secara maksimal sehingga memberi dampak yang signifikan bagi kegiatan ekonomi masyarakat Islam dan peningkatan penghasilan. Metode penelitian yang digunakan adalah field research (penelitian lapangan) peneliti menggunakan pendekatan Phenomenologis, data dikumpulkan melalui observasi, dokumen dan wawancara, kemudian akan dianalisis secara berurutan dan interaksionis yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: 1) Reduksi data, 2) Pernyajian data, 3) Penarikan simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa system multilevel marketing K-Link difokuskan pada sistem jual beli yang terdiri atas: Bentuk-bentuk produk pada multi level marketingK-Link, perolehan keuntungan pada multi level marketingK-Link, perolehan keuntungan pemasaran produk pada multi level marketing K-Link menurut hukum Islam.
VIEWS OF USUL FIQIH AND ISLAMIC FAMILY LAW ON CONCERNED MARRIAGE CASES IN PADANG CITY Firdaus Hisab; Mursal Mursal; Desminar Desminar; Syaflin Halim
Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-undangan dan Pranata Sosial Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/dusturiyah.v13i2.20373

Abstract

This research aims to explore the perspectives on consanguineous marriage in the context of Islamic jurisprudence (usul fiqh) and Islamic family law. Research adopts a comparative and descriptive approach, gathering primary data through in-depth interviews with experts in Islamic jurisprudence and Islamic family law. The findings reveal that consanguineous marriage is firmly grounded in Islamic law, with its theological basis found in the Quran and Hadith, which unequivocally prohibit it. However, variations exist in the interpretation and emphasis between usul fiqh and Islamic family law perspectives. Social and cultural factors influence the occurrence of consanguineous marriages, with differing community understandings in Kota Padang being a key factor in disparate viewpoints. Despite these distinctions, there are commonalities, such as the prohibition of consanguineous marriage, the reliance on the Quran and Hadith as legal foundations, and the acknowledgment of negative consequences by both perspectives. Lastly, the legal principles underpinning these views in both fields center on concepts such as maslahah (public interest), maqasid syariah (objectives of Islamic law), and ta'addud al-asbab (consideration of circumstances), all aimed at safeguarding the welfare of humanity. While emphasis may differ, these principles serve as guiding frameworks for understanding the phenomenon of consanguineous marriage in Kota Padang
The Protection of Islamic Women in Indonesia: Evaluation of Polygamy Sanctions and Its Implications Firdaus, Firdaus; Desminar; Syaflin Halim; Mursal; Naska, Isral
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 31 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v31i1.10611

Abstract

The background of polygamy in Indonesia involves complexity in protecting women, especially economic, social, and psychological disparities. The practice of polygamy reflects the uncertainty of marriage and divorce regulations, giving rise to negative impacts on women and children, including conflict and domestic violence. The protection of women requires legal reform, an educational approach, and active community involvement to overcome injustice in the practice of polygamy. This research aims to understand the phenomenon of women's protection in the context of polygamy in Indonesia with a focus on the city of Padang. Primary data was collected through interviews and observations using qualitative descriptive methods, while secondary data from various literature reviews was analyzed using data description and conclusion-drawing techniques. Women who are polygamous face verbal, nonverbal, and physical pressure. Even though there are religious and legal regulations, the effectiveness of sanctions in Indonesia is still low. Solutions include education, unconditional denial of consent, and legal protection, while spiritual experts face challenges resulting from societal misunderstanding and intimidation from prospective husbands.
The Indo-Pacific Child Trafficking Dynamics: Islamic and Cultural Viewpoints Firdaus, Firdaus; Mursal; Syaflin Halim; Desminar; Ramadhansyah, Fery
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 31 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v31i2.12391

Abstract

This research reviews the child protection paradigm in the Indo-Pacific region, especially in Indonesia, by highlighting the imbalance between the status of developed countries and the need to develop thinking and implementation of Islamic law. The research results show that understanding of Islamic law regarding child protection is in line with human rights principles and the Child Protection Law. Factors influencing child trafficking involve the social and economic conditions of countries, while movements, interactions, and changes in child trafficking systems reflect the complexity of this problem. Child protection agencies highlight the mode of child trafficking through online channels and loose borders, with the main obstacles being differences in levels of understanding and lack of coordination between countries. Parents emphasized education, the role of the community in prevention, personal experiences related to concerns about children's safety, and participation in children's education. Parents' hopes include strengthening legal and policy frameworks involving cultural values and Islamic law, as well as community support for more effective prevention efforts. In conclusion, this research provides critical insight into the role of Islamic law and cooperation between government and society in protecting children from trafficking in the Indo-Pacific region.
The Communication Patterns of Husband and Wife Couples in Resolving Household Conflicts: Islamic Family Law Perspectives Syaflin Halim; Syamsurizal; Firdaus; Desminar; Jaffar, Mohammad Najib; Elma Rida Yanti
KARSA Journal of Social and Islamic Culture Vol. 32 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/karsa.v32i1.13280

Abstract

Husband and wife have different characteristics and are difficult to reconcile; these differences in characteristics can lead to conflict in the household. One of the factors that causes conflict in the household is that communication is not going well. This research focuses on the communication patterns of husband and wife in resolving family conflicts from the perspective of Islamic family law. To answer this problem, research was carried out using the literature study method. The first step was identifying relevant library sources, including books, scientific journals, articles, theses and other publications. These sources are evaluated based on the content's reliability, legitimacy, and novelty. Next, the researcher synthesizes findings from various sources to draw comprehensive conclusions. The research results identify five key factors shaping communication patterns in Muslim marital relationships: integration of religious teachings, religious commitment, gender role expectations, cultural influences, and application of religious principles in conflict resolution, especially Shariah law. Integrating these elements is essential for fostering healthy commu-nication and strengthening marital bonds.
Hubungan Agama dan Negara di Indonesia dan dalam Hukum Islam: The Relationship between Religion and State in Indonesia and in Islamic Law Ade Daharis; Asasriwarni; Ikhwan; Syaflin Halim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6572

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji Hubunan agama dan negara dalam hukum Islam di Indonesia. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan studi pustaka yang bertujuan untuk mengkaji data primer yaitu undang-undang, peraturan sejenis, jurnal, buku, dan sumber lain yang berkaitan dengan masalah penelitian. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum. Teknik pengumpulan data dengan studi literatur dengan analisis data dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia bukanlah negara agama tetapi agama merupakan salah satu unsur yang sangat penting, sehingga hubungan antara agama dan negara berimplikasi pada positivisasi hukum Islam ke dalam hukum nasional sebagai bentuk manifestasi negara sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan beragama yang bersifat simbiosis-integralistik, dengan melahirkan suatu produk hukum Islam sebagai hukum nasional hingga tetap berlaku. sehingga memberikan kerukunan, kedamaian, dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara tercapai dan tetap lestari.
ANALISIS YURIDIS FORMIL PENETAPAN ISBAT NIKAH PEMOHON NIKAH SIRI DI PENGADILAN AGAMA PADANG KELAS 1 A Desi Asmaret; Syaflin Halim; Tiwi Andini
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19073

Abstract

Nikah siri tidak sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Sementara, putusan hakim Pengadilan Agama Padang Kelas I A mengabulkan permohonan isbat nikah dari pemohon nikah siri, dengan keluarnya putusan Nomor: 255/Pdt.P/2019/PA.Pdg, tanggal 12 September 2019. Penelitian ini bertujuan menemukan dasar pertimbangan hakim mengeluarkan keputusannya dan implikasinya kepada pemohon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis formil. Sumber data-data diperoleh dari sumber skunder dan primer. Data-data yang diperoleh dianalisis secara yuridis formil dan kesimpulan dirumuskan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Padang Kelas I A adalah pasal 1 ayat (2), Pasal 4, Pasal 7 ayat (1) dan (2), pasal 11 dan 18 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 14 sampai 38, al-Qur’an surat al-Baqarah (2) ayat 282, terpenuhinya syarat dan rukun dari pernikahan siri pemohon serta pertimbangan kemaslahatan (maslahah) bagi pemohon. Temuan ini menunjukkan pentingnya para hakim berhati-hati dalam menetapkan isbat nikah dan para ilmuwan hukum keluarga dan pengambil kebijakan untuk memikirkan regulasi yang tegas. Kata Kunci: isbat nikah, nikah siri, pengadilan agama.
ANALISIS YURIDIS FORMIL PENETAPAN ISBAT NIKAH PEMOHON NIKAH SIRI DI PENGADILAN AGAMA PADANG KELAS 1 A Desi Asmaret; Syaflin Halim; Tiwi Andini
YUSTISI Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/yustisi.v12i1.19073

Abstract

Nikah siri tidak sesuai dengan Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974. Sementara, putusan hakim Pengadilan Agama Padang Kelas I A mengabulkan permohonan isbat nikah dari pemohon nikah siri, dengan keluarnya putusan Nomor: 255/Pdt.P/2019/PA.Pdg, tanggal 12 September 2019. Penelitian ini bertujuan menemukan dasar pertimbangan hakim mengeluarkan keputusannya dan implikasinya kepada pemohon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis formil. Sumber data-data diperoleh dari sumber skunder dan primer. Data-data yang diperoleh dianalisis secara yuridis formil dan kesimpulan dirumuskan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan dasar pertimbangan hakim Pengadilan Agama Padang Kelas I A adalah pasal 1 ayat (2), Pasal 4, Pasal 7 ayat (1) dan (2), pasal 11 dan 18 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam (KHI) pasal 14 sampai 38, al-Qur’an surat al-Baqarah (2) ayat 282, terpenuhinya syarat dan rukun dari pernikahan siri pemohon serta pertimbangan kemaslahatan (maslahah) bagi pemohon. Temuan ini menunjukkan pentingnya para hakim berhati-hati dalam menetapkan isbat nikah dan para ilmuwan hukum keluarga dan pengambil kebijakan untuk memikirkan regulasi yang tegas. Kata Kunci: isbat nikah, nikah siri, pengadilan agama.
Legitimization of Power and Sexual Violence in Religious Educational Institutions as Violations of Islamic Legal Yenti, Endri; Siska Mona Widia; Desi Asmaret; Syaflin Halim; Sovia Rida
HUMANISMA : Journal of Gender Studies Vol. 9 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/humanisma.v9i2.9621

Abstract

Islamic boarding schools are Islamic educational institutions in the form of dormitories where students' activities are carried out under the guidance and supervision of mentors who are supposed to play an important role in instilling religious values so that students can comply with the legal norms that apply to them. However, behind the image of Islamic boarding schools as places of spiritual development, reports of sexual violence have raised public concern because they are committed by people who have the authority to educate and protect students. This occurs because the perpetrators wield power, making it easy for them to intimidate their victims. Sexual violence in religious educational environments is often hidden and goes unreported because it is committed by people with strong power structures. This issue is important and very complex because it can lead to violations of Islamic legal norms. Using a qualitative approach, this study analyzes the experiences of victims and the response of institutions to violations that have occurred. The results of the study show that unchecked power can create an environment that encourages sexual violence. This is evidenced by the fact that the perpetrators were immoral teachers and dormitory supervisors who held positions of power at the Islamic boarding school, making it impossible for the victims to avoid or even reject them. This study is expected to provide insights into the need for policy reform and increased awareness to protect victims, as well as the enforcement of existing legal norms