Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Kapal Ikan Tradisional 75 GT Tipe Batang M. Nafis Setiawan; Ari Wibawa Budi Santosa; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal ikan kayu tradisional daerah Batang pada umumnya dibangun menggunakan pengetahuan secara turun temurun sehingga memungkinkan terjadinya beberapa perbedaan karakteristik teknis dalam tinjauan akademiknya. Pada penelitian ini dilakukan analisis teknis terhadap kapal ikan kayu tradisional berukuran 75 GT yang telah eksis di daerah Batang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis teknis berupa analisis hambatan, stabilitas serta olah gerak kapal untuk mengetahui karakteristik kapal ikan yang dianalisis. Hasil penelitian membuktikan bahwa kapal ikan kayu tradisional 75 GT yang dianalisis memiliki hambatan total sebesar 17,7 kN pada kecepatan 11 knot, stabilitas yang dianalisis berdasarkan empat kondisi dinyatakan telah sesuai dengan kriteria IMO, dan untuk olah gerak kapal yang dianalisis menggunakan kriteria Tello telah memenuhi seluruh kriteria kecuali deck wetness kapal. Kemiringan terbesar terjadi pada rolling dengan nilai 4,05 deg, dan nilai probabilitas deck wetness terbesar terjadi pada gelombang 1,25 meter dan sudut masuk 90° dengan nilai 0,508.
ANALISA KEKUATAN SPREAD MOORING PADA SISTEM TAMBAT FDPSO BERBENTUK SILINDER DI PERAIRAN LEPAS PANTAI BARAT NATUNA-INDONESIA MENGGUNAKAN FEM Ahmad Fauzan; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1180.114 KB)

Abstract

FDPSO didesain untuk melakukan proses produksi migas dan sekaligus menyimpannya di dalam tangki-tangki pada lambungnya sebelum produk tersebut ditransfer ke kapal-kapal tanker untuk didistribusikan ke pasaran. Namun dalam proses pengoprasiannya FDPSO memerlukan suatu system tambat (mooring system) yang bertujuan untuk mengikat FDPSO agar tetap diam pada posisi awalnya. Penelitian ini menganalisa kekuatan hooke yang menghubungkan antara badan kapal dan mooring system dengan 3 variasi jumlah hooke yaitu 15 hooke dengan diameter 0,137 m, 15 hooke dengan diameter 0,0274 m, dan 3 hooke dengan diameter 0,685 m sehingga didapatkan nilai tegangan yang terjadi pada hooke tersebut dengan bantuan program Finite Element Method (FEM). Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, kami mendapatkan hasil tegangan dari ketiga permodelan tersebut. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran yang sesuai perhitungan, nilai tegangannya sebesar 6,32 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,102 cm dari arah selatan. Untuk model yang menggunakan 15 mooring dengan ukuran lima kali lebih kecil dari perhitungan, nilai tegangannya sebesar 1,32 x 109 Pa dengan deformasi sebesar 0,217 cm dari arah selatan. Sedangkan untuk model yang menggunakan 3 mooring, nilai tegangannya sebesar 1,28 x 108 Pa dengan deformasi sebesar 0,0491 cm dari arah utara
Perancangan Sistem Shaft Locked Untuk Mencegah Kerusakan Gearbox Pada Kapal Layar Motor Archipelago Adventurer II I Made Andrean Nanda Setiawan; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.735 KB)

Abstract

KLM Archipelago Adventurer II merupakan kapal layar tradisional yang juga menggunakan mesin sebagai penggerak utama kapal atau biasa disebut kapal layar motor. Untuk mencegah kerusakan pada gearbox pada saat kapal menggunakan layar sebagai penggerak utama, maka penulis mencoba membuat inovasi. Yaitu merancang system shaft locked agar dapat mencegah kerusakan gearbox pada KLM Archipelago Adventurer II. Dengan melakukan wawancara, pengolahan data, merancang design system shaft locked, dan membuat system yang mudah digunakan pada shaft locked. System Shaft Locked yang dirancang oleh penulis menghasilkan daya genggam sebesar 5,97 kW dan menggunakan mesin motor yang memiliki daya sebesar 0,05 kW – 7,5 kW, sehingga mampu menahan shaft propeller yang berputar.
ANALISA TEKNIS PERBANDINGAN KEKUATAN BUTT JOINT FRICTION STIR WELDING 1200 RPM DENGAN MIG (METAL INERT GAS) PADA ALUMINIUM ALLOY 5083 Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta; Wilma Amiruddin; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.783 KB)

Abstract

Kekuatan dari sambungan material aluminium dapat menghasilkan nilai yang berbeda dengan perbedaan metode pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik pada metode pengelasan Friction Stir Welding dengan Metal Inert Gas yang diterapkan pada plat Aluminium.Plat Aluminium yang sering digunakan adalah material Aluminium jenis 5083.Pengujian yang dilakukan adalah uji tarik dengan menggunakan standart ASTM E8-M.Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan kekuatan tarik rata-rata metode pengelasan Metal Inert Gas adalah 111,05 MPA sementara hasil kekuatan tarik dari metode pengelasan Friction Stir Welding adalah 26,24 MPA.Pada penelitian kali ini juga dilakukan analisis menggunakan software Ansys Dyna untuk mengetahui besaran tegangannya.
Variasi Jumlah Lubang Outlet Mixer Converter Kit Untuk Mencari Torsi Maksimum Pada Mesin 6.5 PK Menggunakan Bahan Bakar LPG Yudha Adhitiya Wardhana; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.562 KB)

Abstract

Emisi gas buang bahan bakar cair lebih tinggi dari bahan bakar gas yang bisabmengakibatkan pemanasan global, salah satu dampaknya adalah perubahan iklim seperti yang terasa saat ini. Cadangan gas bumi di Indonesia memungkinkan Indonesia menjadi penghasil energi gas terbesar di dunia apabila dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik sebagai bahan bakar yang memenuhi dengan adanya konverter bagi nelayan. Nelayan mampu untuk menjalankan kapal dengan gas dikarenakan gas amatlah murah harganya dan mudah didapat.Penambahan alat bantu berupa Mixerconverter kit pada mesinlongtailYamaha MZ200 dengan memberikan 3 variasi dari 4,6 dan 8lubang outlet pada mixer dapat menghasilkan performa mesin dan nilai konsumsi BBG yang berbeda. Adapun keunggulan dari Variasi mixer yaitu dapat menyesuaikan kebutuhan dari nelayan untuk mengutamakan efisiensi biaya dan mengesampingkan tenaga yang di hasilkan oleh mesin atau Lebih mengutamakan efisiensi tenaga yang di hasilkan oleh mesin dan mengesampingkan efisiensi biaya.Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa variasi lubang mixer yang memiliki 8 lubang outlet mampu menghasilkan kecepatan (4,75Knot) pada Rpm 3200. Untuk menghasilkan nilai ekonomis yang paling baik, maka dapat menggunakan variasi mixer dengan 4,6 dan 8 lubang outlet pada Rpm 2300 karena menghasilkan kecepatan optimal dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.
Analisa Kekuatan Tarik dan Impak Hasil Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) Pada Baja ASTM A36 Dengan Variasi Polaritas dan Besar Arus Pengelasan Reyanld Daniel Nicholas Manurung; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja A 36 merupakan baja karbon rendah yang kadar karbonnya kurang dari 0,3%. Baja A 36 umumnya digunakan untuk pembuatan konstruksi kapal terutama pada lambung kapal. pengelasan SMAW (Shielded Metal Arc Welding) sering digunakan dalam rangka konstruksi. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil uji tarik dan  impak terhadap sambungan las baja A 36 dengan  variasi arus dan polaritas pengelasan. Metode menggunakan metode eksperimen, mulai dari mempersiapkan material, pemotongan, pengelasan, pembentukan spesimen, hingga pengujian di laboratorium. Hasil yang didapat, nilai tegangan tarik DCEP memiliki nilai lebih tinggi dibanding DCEN. Spesimen dengan arus 60A DCEP mendapatkan nilai tertinggi 495,68 (N/mm2), dan yang terendah pada RAW material 463,16 (N/mm2). Untuk regangan tarik DCEN memiliki nilai lebih tinggi dibanding DCEP dengan RAW material memperoleh nilai  tertinggi 30,93% dan terendah dengan perlakuan arus 60A DCEP 23,87%. Untuk elastisitas DCEP lebih tinggi dari DCEN dengan arus 60A DCEP memiliki nilai tertinggi 47,35 GPa, dan yang terendah pada RAW material 35,30 Gpa. Pada harga impak RAW material memperoleh nilai tertinggi 3,2 (J/mm2) dan yang terendah perlakuan arus 100A DCEN 1,5 (J/mm2). Kesimpulan menunjukan bahwa baja A 36 dengan diberi perlakuan arus 60 A DCEP memiliki kekuatan yang lebih besar dari spesimen yang diberi perlakuan DCEN.
Pengukuran Olah Gerak Ponton Dengan Penambahan Heaving Plate Berbentuk Lingkaran Dengan Variasi Strip Plate Pada Gelombang Reguler Menggunakan Mikrokontroler Berbasis Wireless Septaji Indrasahputra; Eko Sasmito Hadi; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (981.458 KB)

Abstract

Anda perlu meningkatkan keamanan kapal maka diperlukan pemahaman dan pengetahuan tentang kondisi laut . Bangunan apung memiliki enam gerakan yang terdiri dari gerakan dan translasi. ada istilah seakeeping yang terdiri dari dua gerakan rotasi (bergulir dan pitching) dan satu gerakan translasi (heaving). P erangkat Piring dikembangkan untuk meningkatkan massa Efektif Dari spar. Penambahan heaving plate ini dapat menstabilkan respon gerak dari bangunan apung dengan meredam gerak gerak heaving. Mencari Google Artikel Penyanyi direncanakan DENGAN Bentuk heav ing Piring Lingkaran Dan ditambahkan Piring Strip. Penelitian Penyanyi dilakukan di towing tank dilaboratorium hidrodinamika teknik perkapalan U niversitas Diponegoro menggunakan alat terdiri Arduino untuk review mikrokontroller, sensor HS-SR04 tinjauan untuk review mengukur Gelombang Tinggi Dan Naik, sensor MPU mengetahui untuk review melempar dan rolling, beban untuk review cell tinjauan mengetahui SURYA Dari Yang diakibatkan Oleh Naik-turun-palte Dan juga MENGGUNAKAN XBee S2C sebagai Komunikasi dari Arduino ke PC (nirkabel). Nilai gerakan pitching pada ponton tanpa heaving plate yaitu 15 o , sedangkan pada ponton dengan heaving plate nilai pitching 8 o . Untuk nilai rolling ponton tanpa heaving plate yaitu 4 o , sedangkan pada ponton dengan heaving plate memiliki nilai rolling 2 o . Untuk nilai pergerakan naik pada ponton tanpa plat naik 25 mm, sedangkan pada ponton dengan naik plat 13 mm.
Analisis Teknis Komposit Serat Daun Gebang (Corypha Utan L.) Sebagai Alternatif Bahan Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Hanung Bayu Setiawan; Hartono Yudo; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.078 KB)

Abstract

Serat daun gebang merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Pembuatan komposit serat daun gebang pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 70% matriks polyester dan 30% serat daun gebang dengan perlakuan alkali (NaOH) selama 4 jam. Hasil pengujian komposit berpenguat serat daun gebang didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan arah sudut 22,5° dengan nilai rata – rata 1048 Newton,  rata-rata kekuatan tekuk sebesar 27,905 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 27,905 Kg/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 22,5°  mempunyai  energi impak rata-rata sebesar 1,36 joule dengan nilai keuletan rata-rata  0,0078 joule/mm2 dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik,  modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat daun gebang belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm²  dan kekuatan bending 150 N/mm².
ANALISA TEKUK KRITIS PADA PIPA BERBENTUK SEGI EMPAT YANG DIKENAI BEBAN BENDING DENGAN VARIASI PENAMPANG HORIZONTAL Yudya Saddita Rokhim; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.009 KB)

Abstract

Pipa tidak hanya berbentuk lingkaran memanjang ada jenis pipa yang tidak kalah berguna, yaitu pipa segi empat. Berfungsi untuk penguat konstruksi, pipa segi empat sangat dibutuhkan. Sebuah konstruksi dengan pipa ini membutuhkan dua dasar, yaitu kekuatan dari desain konstruksinya dan kekuatan material pipa itu sendiri. Kekuatan struktur pada pipa segi empat sangat penting dalam suatu kosntruksi. Salah satu kegagalan struktur yang sering terjadi pada pipa segi empat adalah buckling atau tekuk. Dan sudah diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan panjang pada pipa segi empat. Penyebab terjadinya buckling bisa bermacam-macam, salah satunya adalah kondisi pembebanan. Penelitian ini akan membahas tentang perubahan cross-sectional oval deformation pipa segi empat divariasikan horizontal menjadi 27 macam dengan model principle a/b = 1, 2, 4 ; a/t =  15, 10, 20; l/a = 10, 15, 20 menggunakan momen bending. Buckling dianalisa menggunakan metode elemen hingga, mempertimbangkan sifat material pada pipa yaitu elastis dan elasto-plastis, serta deformasi yang terjadi pada setiap pipa. Semakin pipih pipa yang di mana semakin besar nilai a/b, maka semakin kecil terjadinya deformasi. Tetapi, dengan semakin besar nilai deformasi, momen buckling yang terjadi semakin besar dan yang akhirnya akan konstan.
ANALISA KEKUATAN TARIK DAN KOMPOSISI BAHAN PADUAN ALUMINIUM LIMBAH PISTON DENGAN METODE METAL CASTING UNTUK BAHAN JENDELA KAPAL Ade Purnawan; Sarjito Jokosisworo; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.292 KB)

Abstract

Metal Casting adalah metode Pengecoran (membuat komponen dengan cara menuangkan bahan yang dicairkan ke dalam cetakan ) menggunakan Cetakan jenis logam biasanya dipakai untuk industri-industri besar yang jumlah produksinya sangat banyak, sehingga sekali membuat cetakan dapat dipakai untuk selamanya. Cetakan logam harus terbuat dari bahan yang lebih baik dan lebih kuat dari logam coran, karena dengan adanya bahan yang lebih kuat maka cetakan tidak akan terkikis oleh logam coran yang akan di tuang.             Bahan yang digunakan adalah Siku Aluminium dan Aluminium Limbah Piston. Bahan-bahan harus melewati beberapa proses sebelum diuji, proses pencairan, proses pengecoran dari penggalian dari cetakan dengan pengecoran penggunaan logam. Setelah itu proses selanjutnya yang dilakukan adalah uji tensil. Disamping tensil materi tes juga lulus tes komposisi bahan.kekuatan tarik dari empat spesimen paduan  AluminiumSiku  dan Aluminium Limbah Piston dengan empat variasi paduan memiliki hasil tes kekuatan tarik sama-sama baik dan sesuai JIS dan standar SNI. Pada  paduan 40: 60 memiliki kakuatan tarik 11,232 kg/mm²  perpanjangan 1%, 30 : 70 sebesar 10,873 kg/mm² perpanjangan 0,75 %, 20: 80 sebesar 10,006 kg/mm² perpanjangan 0,71% dan 100 prosen Limbah Piston sebesar 9,401 kg/mm²  perpanjangan 0,558%. Hasil uji komposisi bahan setelah bergabung dengan empat variasi proporsi yang dilakukan menunjukkan hasil yang sama baik dan memenuhi JIS dan SNI standar. Paduan 40: 60 Al dari 88,79%, 30: 70 Al 88,58%, 20: 80 Al 86,92% dan paduan 100 prosen Piston  Al 86,73%. komposisi bahan tanpa peleburan dan paduan memiliki hasil komposisi yang baik. Aluminium Siku Al 98,51% dan limbah aluminium Piston 84,65%.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo