Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PERAWATAN SISTEM DISTRIBUSI MINYAK LUMAS BERBASIS KEANDALAN PADA KAPAL KM.BUKIT SIGUNTANG DENGAN PENDEKATAN RCM (RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE) Relinton B Manalu; Untung Budiarto; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.087 KB)

Abstract

Sistem Pelumasan KM Bukit Siguntang adalah salah satu sistem yang sangat penting untuk kelancaran pengoperasian kapal disamping sistem lainnya. Kegagalan pada sistem minyak pelumasan menyebabkan sistem tidak beroperasi semestinya dan menyebabkan kegagalan pada mesin induk, jadi dapat menyebabkan kerugian yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa sistem pelumasan dengan menggunakan metode keandalan. Untuk menganalisa sistem tersebut menggunakan analisa kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dengan menggunakan failure mode and effect analysis(FMEA) dan Fault Tree Analysis(FTA). Analisis kuantitatif dengan menggunakan metode simulasi montecarlo. Hasil dari penelitian ini menunjukan, beberapa komponen seperti filter,transfer pump,LO pump,separator,lo cooler,lo purifier, dan tanki mengalami failure. Hasil dari simulasi menunjukan angka Avaibility sebesar 0,88 dan MTTFF(Mean Time To First Failure) adalah 4444,185 jam. Simulasi menggunakan beberapa skenario,, yang menunjukan bahwa nilai avaibility dari sistem mengalami penurunan jika seluruh komponen standby mengalami kegagalan yang memiliki nilai avaibility sebesar 0,702.
Analisis Kekuatan Puntiran Pada Kapal Tongkang TK.Nelly 34 Akibat Konversi Muatan Dari Batubara Menjadi Container Muhammad Akbar Ferbian; Ahmad Fauzan Zakki; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontoon atau kapal tongkang adalah  kapal dengan karakteristik lambung datar atau kotak  , biasanya kapal ini digunakan  untuk memuat batubara. Pada penelitian ini dilakukan analisis kekuatan puntiran pada kapal  tongkang TK. Nelly – 34 akibat konversi muatan dari batubara menjadi peti kemas. Perbandingan kekuakatan puntiran kapal ketika muatan batubara dan peti kemas menjadi fokus penelitian ini. Pembebanan yang dilakukan menggunakan dua variasi pembebanan, pertama adalah variasi muatan batubara dengan total beban 4174 ton dan  kedua adalah muatan peti kemas susunan muatan 147 kontainer dengan total beban 3528 ton. Metode yang digunakan yaitu metode elemen hingga dengan bantuan software  dan sesuai  aturan Biro Klasifikasi Indonesia. Analisis yang dilakukan merupakan  kekuatan puntiran statis pada kapal. Dari penelitian , kekuatan puntir yang terjadi pada kapal tongkang ini didapatkan tegangan maksimum tertinggi terjadi pada kondisi ketika kapal sedang memuat batubara pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 2,088 x 108MPa, dan defleksi  maksimal terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,468x10-2 m. Sedangkan pada kondisi muatan peti kemas tegangan maksimum terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai 1,92 x 108 MPa,dan defleksi sebesar terjadi pada frame 6 tepatnya pada node 104983 dengan nilai  5,027x10-2 m.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI JACKET PLATFORM TERHADAP BEBAN GRAVITASI DAN INTERFERENSI LINGKUNGAN DI PERAIRAN MADURA MENGGUNAKAN FEM Veriyanto Veriyanto; Hartono Yudo; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.223 KB)

Abstract

Struktur jacket platform adalah sebuah konstruksi ataupun bangunan lepas pantai terpancang yang di bangun di wilayah territorial offshore untuk mendukung proses eksploitasi ladang minyak dan gas termasuk fasilitas serta keselamatan operasional di atas air selama waktu operasional dalam keadaan kondisi operasi maupun badai. Panjang jacket yang akan dikaji adalah 144 ft dengan kedalaman 131 ft. Pemodelan sttruktur jacket platform, beban lingkungan dan analisa menggunakan software berbasis metode elemen hingga. Arah datangnya beban lingkungan (angin, gelombang, dan arus) termasuk dalam kategori asimetris yang dibagi menjadi 12 macam yaitu : 0o, 30o, 60o, 90o, 120o, 150o, 180o, 210o, 250o, 280o, 300o, 330o. Dari hasil analisa software, kita dapat menyimpulkan bahwa nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi operasi adalah 0,78 pada member LG 5. Nilai terbesar dari Unity Check pada kondisi badai adalah 0,96 pada member LG 5. Dari hasil analisa pada kondisi operasi maupun badai bisa disimpulkan bahwa jacket platform masih dalam keadaan aman serta masih memenuhi dari ketentuan API RP2A WSD dengan nilai UC (Unity Check) ≤ 1.00.
Studi Buckling pada Tangki Kargo Muatan Gas Cair Tipe Bilobe Berbasis Metode Elemen Hingga Moriko Syahruddin; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.001 KB)

Abstract

Tangki merupakan suatu struktur yang digunakan untuk penyimpanan dan pendistribusian fluida maupun gas alam dalam memenuhi kebutuhan industri dan lainnya. Tipe tangki kargo yang paling sederhana adalah Type C Cargo Tank. Type C Cargo Tank mempunyai dua jenis tangki yaitu Cylinder Tank dan Bilobe Tank. Type C Cargo Tank merupakan tangki yang self supporting dan tidak ada batasan pengisian muatan secara partial. Tangki ini juga bisa diproduksi diluar galangan kapal dan tidak membutuhkan secondary barrier. Beda halnya dengan tipe tangki yang lainnya yang memiliki secondary barrier complete dan fully refrigenerated atmospheric pressure. Dalam melakukan desain pada tangki harus memperhitungkan pembebanan yang akan diangkut. Hal ini perlu diperhatikan karena bisa terjadi kegagalan struktur pada tangki tersebut.  Salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sebuah tangki adalah buckling atau tekuk. Pada penelitian ini tangki bilobe divariasikan berdasarkan perbedaan pembebanan berupa force, internal pressure dan combined. Model yang akan dianalisa dimodelkan menggunakan metode elemen hingga termasuk analisa buckling dengan mempertimbangkan deformasi yang terjadi pada variasi pembebanan. Pembebanan maksimum untuk force critical sebesar 1,14x104 KN,  sedangkan untuk internal pressure sebesar 9,55x101 KPa dan untuk combined dengan moment-pressure critical sebesar 1.97x103 KN dan 2.54x102 KPa. Untuk nilai deformasi yang dihasilkan menunjukkan bahwa δforce> δcombined > δinternal pressure.
Analisa Kekuatan Struktur Pondasi Crane pada Kapal Kontainer 100 TEUS dengan Metode Elemen Hingga Surya Ari Wardana; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer dengan deck crane saat melaksanakan bongkar muat akan menimbulkan tegangan ke struktur badan kapal karena menerima beban kerja sehingga perlu adanya analisa kekuatan dari struktur deck dan struktur pondasi crane kapal kontainer 100 TEUS untuk memastikan keamanannya saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga sebagai metode penelitiannya. Pembebanan saat beban maksimal dengan memberikan variasi sudut elevasi serta sudut putar dari crane dan juga saat kondisi kapal sagging dan hogging. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai tegangan maksimum yang terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 21,3 meter pada sudut elevasi 0° dan sudut putar 90° yaitu sebesar 176,3 MPa. Nilai tegangan maksimum saat kondisi hogging adalah 91,9 MPa. Tegangan maksimum saat kondisi sagging bernilai 101,6 MPa. Tegangan minimum terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 15,03 meter pada sudut elevasi 45° dan sudut putar 0° yaitu sebesar 30,53 MPa. Lokasi kritis pada penelitian kali ini terletak di bagian maindeck terletak pada pertemuan pondasi crane dengan main deck kapal. Dari semua hasil variasi pembebanan pada crane yang dimasukkan pada perhitungan  safety factor, maka dapat disimpulkan bahwa konstruksi masih di kategorikan aman karena memenuhi aturan tegangan ijin BKI sebesar 190 N/mm2.
Analisa Pengaruh Proses Quenching Dengan Media Berbeda Terhadap Kekuatan Tarik dan Kekerasan Baja St 36 Dengan Pengelasan SMAW Muhammad Jordi; Hartono Yudo; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.414 KB)

Abstract

Salah satu tujuan proses perlakuan panas (Heat Treatment) pada baja adalah untuk pengerasan (hardening), yaitu proses pemanasan baja sampai suhu di daerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginan yang cepat dinamakan quench, (Djafrie, 1995). Akibat proses hardening pada baja, maka timbulnya tegangan dalam (internal stress), yang akan menaikkan kekerasan namun terkadang mengakibatkan baja menjadi getas (britlle). Penelitian ini membahas sejauh mana variasi media pendingin berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan tarik baja karbon rendah ST 36. Sehingga bila diketahui tingkat perbandingan kekuatan tariknya dan kesesuainnya terhadap aplikasi dan kegunaannya, maka dapat diambil suatu keputusan untuk menggunakan proses quenching pada media yang tepat, agar menghemat waktu dan biaya produksi. Pengkajian lebih lanjut dampak dari faktor perbedaan media quenching, dapat dilakukan melalui pengujian bahan. Pengujian bahan yang digunakan adalah pengujian kekuatan tarik dan kekerasan. Dari hasil pengujian didapat spesimen tanpa proses quenching menghasilkan kekuatan tarik sebesar 341,79 MPa dan kekuatan rata-rata terhadap beban tarik yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan quenching menggunakan media pendingin air yaitu sebesar 503,61 MPa dan terendah berturut turut garam 472,75 MPa dan oli 408,09 MPa. Hasil pengujian kekerasan raw material untuk daerah tengah las sebesar 92,7 VHN, 1 cm kiri las 79,46 VHN, dan 1 cm kanan las 79,46 VHN. Sedangkan pengujian kekerasan spesimen hasil proses quenching nilai rata-rata  tertinggi di hasilkan oleh media pendingin air dengan nilai kekeasan di tengah las yaitu 105,12 VHN, 1 cm kiri las 89,07 VHN, dan 1 cm kanan las 88,47 VHN. Sedangkan untuk nilai terendah berturut-turut yaitu garam dengan nilai kekerasan di tengah las 103,86 VHN, 1 cm kiri las 84,77 VHN, 1 cm kanan las 85,43 VHN, dan oli dengan nilai di tengah las 93,51 VHN, 1 cm kiri las 80,87 VHN, dan 1 cm kanan las 82,25 VHN. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kekuatan dan kekerasan setelah proses quenching tidak begitu signifikan pada baja ST 36.
ANALISA KEKUATAN SAMBUNGAN PIPA T JOINT MENGGUNAKAN PELAT PENGUAT DENGAN VARIABEL DH/DB MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Frastiana Ramadhan Basri; Hartono Yudo; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.35 KB)

Abstract

Kekuatan struktur pada sambungan pipa T Joint sangat penting dalam suatu sistem perpipaan. Penyebab kegagalan struktur dalam hal ini buckling yang sering terjadi pada sambungan pipa T Joint dikarenankan adanya pembebanan. Dapat diketahui bahwa momen buckling yang terjadi dapat dikurangi dengan menambahkan pelat penguat pada sambungan pipa T Joint. Analisa kekuatan sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat telah diteliti menggunakan Metode Elemen Hingga, mempertimbangkan  efek dari hasil oval deformasi yang terjadi pada sambungan pipa T Joint menggunakan pelat penguat dengan mengganti variabel pada pipa yaitu Dh/Db = 1; 1,5; 2, serta elastisitas buckling dan elasto-plastis buckling yang telah diteliti. Berdasarkan hasil perhitungan dengan variasi kondisi dan momen kritikal yang diberikan, dapat ditemukan beberapa hal. Nilai kekuatan buckling momen mengalami penurunan dari rasio Dh/Db yang kecil ke rasio Dh/Db yang besar. Efek dari oval deformasi pada rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang  kecil lebih besar dari rasio percabangan pipa utama dengan pipa cabang besar. Nilai kekuatan pada analisa elastis lebih besar dari nilai kekuatan pada analisa elasto-plastis.
Analisa Pengaruh Variasi Sudut Kampuh Terhadap Kekuatan Tarik Aluminium 6061 Dengan Gas Pelindung Argon Grade A dan Grade C Pada Pengelasan GTAW Maulana Dicky Almanda; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam alumiinium paduan jenis 6061 memiliki sifat ketahanan korosi yang baik dalam penerapan di bidang industri, terutama pada konstruksi perkapalan. Pemilihan metode, bentuk sambungan dan sudut kampuh las  dapat mempengaruhi efektivitas kekuatan hasil sambungan pada pengelasan. Ditinjau dari permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan mengetahui perbandingan metode pengelasan dengan variasi gas argon yang berbeda, yaitu grade A argon (Ultra High-Purity), dan grade C argon (Welding Grade). Jenis pengelasan yang digunakan ialah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) dengan bentuk sambungan single V-butt joint beserta variasi sudut kampuh las 40o, 60o, dan 80o. ER 5356 dipilih sebagai elektroda pengelasan dengan tegangan  22V dan arus 185 A. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sambungan dari metode pengelasan GTAW mempunyai kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar147,27 MPa dengan nilai regangan 21,02% pada gas pelindung argon grade C variasi sudut kampuh sebesar 80o, dan kekuatan tarik rata-rata maksimal sebesar 141,16 MPa dengan nilai regangan 21,76% pada gas pelindung argon grade A variasi sudut kampuh 60o. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemakaian gas pelindung argon grade C lebih baik dibanding gas pelindung argon grade A. Sudut kampuh 80o merupakan sudut kampuh las yang memiliki masukan panas dan kekuatan hasil lasan yang baik  pada aluminium 6061.
Analisa Pengaruh Variasi Jarak dan Geometri Profil Deck Longitudinal Terhadap Kekuatan Kapal Crude Oil Tanker 6500 LTDW untuk Perairan Indonesia Muhammad Rifqy; Hartono Yudo; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perjalanan awal pembentukan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), rules-rules yang dikeluarkan masih berpedoman pada Germanischer Lloyd (GL) yang mengacu pada kondisi perairan Atlantik Utara yang merupakan spectrum gelombang tertinggi. Hal itu membuat kapal-kapal yang berlayar hanya di perairan Indonesia menjadi memiliki standar yang sangat tinggi dan over design. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa apakah variasi konstruksi yang dalam hal ini dikhususkan pada deck longitudinal lebih efeisien dan masih memenuhi standard rules BKI. Analisa konstruksi deck longitudinal dilakukan dengan mengkonversi jarak dan geometri berdasarkan modulus menjadi beberapa variasi. Pemodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finnite element software. Hasilnya bisa ditinjau dari dua aspek, yaitu pengaruh jarak dan pengaruh geometri profil. Semakin renggang jarak peletakan deck longitudinal maka semakin besar tegangan yang didapat begitu pula sebaliknya dan dari aspek geometri profil deck longitudinalnya adalah bahwa geometri profil L memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan geometri profil I dan T. Dan untuk desain optimum, karena seluruh variasi model masih memenuhi kriteria tegangan ijin BKI maka dipilihlah desain dengan berat konstruksi teringan yaitu variasi model jarak existing 670mm dan geometri profil L (100x75x7) dengan berat konstruksi 12,10 ton yang memiliki tegangan maksimum 37,8 MPa pada kondisi flat, 49,6 MPa pada kondisi sagging dan 97,1 MPa pada kondisi hogging. Dan kesimpulan lain adalah bahwa konstruksi kapal Crude Oil Tanker 6500 LTDW ini over design untuk di perairan Indonesia namun dapat direduksi sebesar 63,7% apabila menggunakan desain optimum yang telah disebutkan sebelumnya.
Analisa Pengkondisian Udara Pada Sistem Ventilasi Di Kamar Mesin Kapal Feri 500 GT Dengan Pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamics) Mochamad Arif Rachman; Hartono Yudo; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat beroperasi, suhu dikamar mesin kapal feri 500 GT mengalami kenaikan temperature yang tinggi, sehingga diperlukan evaluasi dalam pemasangan tata letak layout ducting vent serta sistem ventilasi dikamar mesin tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa kondisi udara (distribusi suhu, tekanan, dan aliran udara) di dalam kamar mesin, baik sebelum dilakukan perubahan desain ventilasi, maupun sesudah dilakukan perubahan menggunakan metode shear stress transport dengan analisa pendekatannya menggunakan CFD, agar nanti nya suhu (temperature) didalam kamar mesin mengalami penurunan dan sesuai dengan kebutuhan. Dari hasil simulasi yang dilakukan, diperoleh data distribusi  suhu rata-rata di kamar mesin kapal feri 500 GT dimana terjadi penurunan suhu rata-rata dari 42,84°C menjadi 35,6°C pada variasi 1, 35,6°C pada variasi 2, dan 30,7°C pada variasi ke-3. maka terjadi penurunan suhu sekitar 7-12℃ pada kamar mesin, untuk distribusi tekanan rata-rata di kamar mesin mengalami kenaikan  terhadap variasi yang dilakukan, dan naik-turun pada beberapa bidang, untuk kecepatan aliran udara streamline di kamar mesin cenderung mengalami kenaikan terhadap variasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat di simpulkan bahwa, sistem ducting vent yang paling baik digunakan pada kamar mesin kapal feri 500 GT adalah model ducting variasi ke-3.
Co-Authors A.F. Zakki Abdi Wira Etua Sihombing Abdurrachman Fiqri Achmad F.R. Prabowo Achmad Nurochman Ade Purnawan Adietya, Berlian Arswendo Afriandi Ginting, Afriandi Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Ahmad Fauzan Ahmad Fauzan Zakki Akbar, Ilham Fathony Alexander Martua Napitupulu Alfikri Hidayat, Alfikri Alifviar, Muhamad Riza Amhar Wahyudi Harahap, Amhar Wahyudi Aminuddin, Rahmat Ridlo Amirudin, Wilma Andi Haris Muhammad Andi Trimulyono Andreas Geraldine A Andromeda, Trias Angga Pradipta Anggita Firda Renatasari Anggoro Prabu Dewanto Arfan Abdul Ghofur Ari Wibawa Budi Santosa Ary Ramadhan Asmara, I Putu Sindhu Astarry Nugroho Azzaky Alghifari, Azzaky Berlian Arswendo Adietya Bintang Nurcahyo Candra, Ronaldo David Chandra Dennis Oscha Cholik Dewa Anjar Nyawa Dhawala, Pakavy Aqshall Dwi Putra Naya, Radityo Habil Egar Haneshananta Sihombing Egar Haneshananta Sihombing Eko Sasmito Hadi Fabya, Daryl Fahrudin, Hasim Try Faiq Fachri Assaify Fakhrian, Muhamad Zaki Farobi Tetuko Pujikuncoro, Farobi Tetuko Fauzan Zakki, Ahmad Febby Ari Saputro Frastiana Ramadhan Basri Good Rindo Guna Satriananta, Mahendra Hadi, Eko Sasmito Hanung Bayu Setiawan Hanzallahh, Muhammad Thareq Fajri Harry Pratama, Muhammad Herman Josef Emerald Hidayat, Nur Fajar Huda, Muhammad Hafid I Made Andrean Nanda Setiawan Ighel Bryantama Putra Ihsan Aldi Prasetyo Ilham Abror Ilham Chaerul Rizqi Siregar Imam Cahyadi Imam Handhika, Imam Imam Pujo Mulyanto Imam Pujo Mulyatno Irianto, Prasetya Tomi Irvan Putera Samudera Jatmiko, Arif Budi Jaya Permana Karen Octa Angelica Khaeru Roziqin Kiryanto Kiryanto Luukfandi Lukfandi M Yaqut Zaki Aji M. Haris Fikri Sulthoni M. Harris Nubly M. Nafis Setiawan Maharani, Heslina Fifani Mahardika Adi Dewantara Mahendra Guna Satriananta Mahendra Guna Satriananta Maulana Dicky Almanda Mawahib, M Zaenal Mizyal Laudany, Mohammad Rabith Mochamad Arif Rachman Mohammad Budi Hermawan Moriko Syahruddin Mu'afifah, Fajriyatul Muhamad Hizrian Hutama Muhammad Akbar Ferbian Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Jordi Muhammad Rifqy Muhammad Wahyu Prihantoro Muhammad, Bakhtiar Nadhila Shabrina Riyanto Nono, Ferdinand Gerald Bogar Nuriman, Fadli Nyawa, Dewa Anjar Ocid Mursid Pangestu, Naufal Pani Prima Tambunan Parlindungan Manik Prasetya, Angga Adi Prasetyo, Catur Fatwa Prasetyo, Emut Andi Pratama, Rezky Naufal Pujiyanto pujiyanto Putra Nur Hidayat, Wahyu Rabbi Radhiya, Rabbi Rachmat Hidayat Raden Mas Firmansyah Bagas Pradipta Relinton B Manalu Reyanld Daniel Nicholas Manurung Rezky Naufal Pratama Richad Yunanto Riki Agustian, Riki Rinanggara, Yozar Rindo, Good Riyanto, Nadhila Shabrina Rizki Aziz Radyantama Rizki Rizcola Rohmat Bagus Sucipto Samuel Samuel Sangga Dwiki Tavarel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sarjito Jokosiworo Septaji Indrasahputra Seto Yuwantoro Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Slamet Haryo Samudro Sukanto Jatmiko Surya Ari Wardana Tanellia Soraya N Tri Admono Ucok Maruli Silalahi Untung Budiarto Veriyanto Veriyanto Vicky Bhaskara Sardi Wahid, Rakhmat Aizzat Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wilma Amiruddin Yolanda Adhi Pratama, Yolanda Adhi Yudha Adhitiya Wardhana Yudya Saddita Rokhim Yuli Prastyo