Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRATEGI GURU PPKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN PADA PESERTA DIDIK SMA N 2 KARANGANYAR Aprilia, Dinda; Rusnaini, Rusnaini; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal PKn Progresif Volume 17 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v17i1.65872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh guru PPKn kelas XI di SMA N 2 Karanganyar dalam membentuk karakter disiplin peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi serta teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa staregi yang digunakan oleh guru PPKn kelas XI di SMA N 2 Karanganyar, yaitu (1) strategi pembentukan karakter disiplin melalui pembelajaran kontekstual, bercerita dan diskusi, (2) melalui keteladanan, (3) habituasi (pembiasaan), (4) melalui kontrak belajar, dan (5) melalui pemberian nasehat. Dalam pelaksanaan strategi tersebut terdapat kendala yang ditemui berupa, (1) kendala internal, kendala yang berasal dari dalam diri peserta didik berkaitan dengan kurangnya minat dan kesadaran mengenai karakter disiplin, (2) kendala eksternal, kendala yang berasal dari lingkungan pertemanan yang memiliki pemahaman yang kurang mengenai karakter disiplin. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Lickona (2014:100) serta pendapat Ridwan Abdullah Sani dan Muhammad Kadri, Sani & Kadri (2016:128-154) mengenai startegi pembentukan karakter. Hasil penelitian dapat menjadi gambaran bagaimana strategi yang digunakan oleh guru PPKn dalam upaya pembentukan karakter disiplin pada peserta didik sebagai penerus bangsa. Kajian ini menggabaran bagaimana pembentukan karakter disiplin melalui strategi-strategi yang digunakan oleh guru PPKn serta kendala yang dihadapi saat proses pembentukan karakter disiplin untuk mengatasi perasalahan mengenai dekadensi moral yang sedang dialami bangsa Indonesia saat ini.
STRATEGI PENANAMAN NILAI-NILAI KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK MELALUI ORGANISASI KEPRAMUKAAN UNTUK MEMBENTUK KARAKTER KEWARGANEGARAAN (STUDI DI SMP NEGERI 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2018/2019) Wulandari, Catur; Yuliandari, Erna; Rejekningsih, Triana
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42443

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui:  (1) strategi penanaman nilai-nilai kedisiplinan peserta didik melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. (2) nilai-nilai kedisiplinan pesert didik setelah mengikuti kegiatan kepramukaan di SMP Negeri 8 Surakarta. (3) faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan melalui organisasi kepramukaan untuk membentuk karakter kewarganegaraan di SMP Negeri 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan berupa informan, dokumen dan arsip serta tempat dan peristiwa.Teknik Pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh dan menyusun data penelitian adalah dengan teknik pengamatan atau observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan analisis data model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Strategi yang digunakan diantaranya  strategi  keteladanan dan pembiasaan, strategi dinamika kelompok, adanya kontrak pembelajaran di awal kegiatan pramuka, memberikan pengumuman kepada peserta didik supaya mempersiapkan kegiatan pramuka selanjutnya. (2) Nilai-nilai kedisiplinan peserta didik setelah mengikuti kegiatan pramuka berupa disiplin waktu, disiplin dalam berpakaian lengkap, disiplin dalam berbahasa dan disiplin dalam tata tertib. (3) Faktor penghambat dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan diantaranya memiliki rasa minder untuk melakukan hal yang berkaitan dengan disiplin, tidak memiliki kemauan untuk disiplin, kurangnya partisipasi dari guru lain, mayoritas dewan galang putri, susahnya mengatur peserta didik putra dan lingkungan pergaulan yang salah. Sedangkan faktor pendukungnya, yaitu adanya dukungan penuh dari orang tua untuk melakukan kegiatan pramuka, adanya tata tertib yang harus dipatuhi peserta didik, adanya pembentukan sikap dan keterampilan,sarana dan prasarana yang mendukung, adanya seleksi pramuka garuda, pihak pembina dari luar ikut berpartisipasi pada saat kegiatan berlangsungKata Kunci: Penanaman, Nilai-Nilai Kedisiplinan, Karakter Kewarganegaraan 
TEACHER STRATEGIES IN DEVELOPING CIVIC ATTITUDE ASSESSMENT INSTRUMENTS (STUDY OF SMK NEGERI 2 KARANGANYAR) Hidayah, Nur; Wijianto, Wijianto; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 17, No 2 (2022): Jurnal PKn Progresif Volume 17 Nomor 2 Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v17i2.85399

Abstract

Penelitian ini ditunjukkan untuk mengetahui: 1. Strategi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian sikap kewarganegaraan di SMK Negeri 2 Karanganyar. 2. Kendaladan solusi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian sikap kewarganegaraan diSMK Negeri 2 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi, dan studi dokumen. Pengujian validatas data menggunakan model analisis triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Sikap kewarganegaraan terdiri dari karakter privat dan karakter publik makadari itu instrumen penilaian sikap yang dikembangkan oleh guru PPKn harus dapat mengukur kedua aspek dari sikap kewarganegaraan tersebut. Karena mata pelajaran PPKn merupakan salah satu kelompok mata pelajaran yang menanamkan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dalam melaksanakan penilaian sikap menggunakan teknik observasi dengan instrumen lembar pengamatan. Oleh karena itu strategi guru dalam mengembangkan instrumen penilaian sikap kewarganegaraan ialah a) Menyesuaikan kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) dalam penyusunan instrumen penilaian; b) Menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik; c)Menentukan bentuk instrumen dan teknik penilaian; d) Menyusun instrumen penilaian dan pedoman penskoran; e) Menganalisa instrumen penilaian sikap. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam mengembangkan instrumen penilaian sikap kewarganegaraan yaitu a) Kurangnya penguasaan teknologi informasi; b) Kesulitan memahami karakter peserta didik; c) Alokasi waktu lama; e) Kesulitan guru dalam penyusunan instrumen penilaian. Sedangkan solusi yang ditawarkan adalah a) Meningkatkan motivasi; b) Mengikuti pelatihan atau workshop; c) memberi contoh kepada peserta didik.
STRATEGI PENGUATAN DEMOKRASI AGONISTIK PADA BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (STUDI PADA BEM FKIP UNS) Ismi, Ismi; Rasyid, Machmud Al; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 19, No 1 (2024): Jurnal PKn Progresif Volume 19 Nomor 1 Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v19i1.88844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan strategi untuk menguatkan demokrasi agonistik mahasiswa dalam lingkungan BEM FKIP UNS; (2) Mendeskripsikan hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Lokasi penelitian pada BEM FKIP UNS  Kabinet Alterasi 2023. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian yang didapatkan adalah sebagai berikut. Pertama, BEM FKIP UNS melaksanakan penguatan demokrasi agonistik melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi tersebut seperti Rapat Harian Terbatas (RHT), pembinaan di masing-masing kementerian, LKMM-D, dan kegiatan kepanitiaan, bentuk penguatan yang dilakukan adalah dengan menciptakan kontestasi dan perdebatan yang sehat, menciptakan kebebasan dan kesetaraan dalam berpendapat, serta adanya kepastian terhadap pluralisme. Kedua, hasil dari penguatan demokrasi agonistik terhadap kualitas demokrasi di lingkungan BEM FKIP UNS yaitu dapat meningkatkan partisipasi aktif dari anggota dan pengurus organisasi, menumbuhkan kemampuan untuk mengelola konflik secara melembaga, dan mampu bersikap terbuka terhadap adanya perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi dimana hal ini menunjukkan adanya keterampilan kewarganegaran dan sikap kewarganegaraan dalam diri anggota dan pengurus BEM FKIP UNS.
STRATEGI BADAN PENGAWAS PEMILU (BAWASLU) DALAM MENINGKATKAN PENGAWASAN PEMILU PARTISIPATIF DI KABUPATEN BOYOLALI Nugraha, Putri Amelia; Nuryadi, Muhammad Hendri; Yuliandari, Erna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 18, No 1 (2023): Jurnal PKn Progresif Volume 18 Nomor 1 Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v18i1.85568

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengindetifikasi strategi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif (3) mengidentifikasi kendala dalam meningkatkan masyarakat yang dihadapi oleh Bawaslu Kabupaten Boyolali untuk melaksanakan pengawasan partisipatif (3) mendeskripsikan capaian Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pengawasan partisipatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini antara lain: (1) strategi Bawaslu dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu partisipatif yaitu a) Sosialisasi pengawasan partisipatif, b) Pembentukan Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang, c) Gelar budaya, d) Forum warga pengawasan partisipatif, e) Bawaslu goes to school, f) kerjasama dan MoU, g) Pojok pengawasan, h) Pengawasan pemilu bersama kelompok disabilitas, i) Pengelolaan media sosial dan pembuatan film pendek, j) Talkshow dan Podcast, k) Saka Adhyasta Pemilu, l) Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). (2) kendala dalam meningkatkan partisipasi masyarakat yang dihadapi oleh Bawaslu Kabupaten Boyolali untuk melaksanakan pengawasan partisipatif yaitu diantaranya : a) Pendidikan politik masyarakat yang masih rendah, b) Kelompok masyarakat yang majemuk, c) Kondisi Demografi Kabupaten Boyolali, d) SDM pengawas pemilu yang terbatas, e) Keterbatasan sarana dan prasarana Bawaslu Kabupaten Boyolali, f) Keterbatasan Anggaran, (3) capaian Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melaksanakan pengawasan partisipatif yaitu Bawaslu Kabupaten Boyolali dalam melaksanakan kegiatan program kerja didasarkan pada rencana program kerja tahunan yang dirancang pada setiap awal tahun. Sejak tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2023 Bawaslu Kabupaten Boyolali telah mengembangkan berbagai macam strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu, hal ini terlihat dari capaian Bawaslu pada setiap laporan akhir tahun tentang program-program kerja Bawaslu Kabupaten Boyolali.Kata Kunci : Bawaslu, Strategi, Pemilu, Pengawasan partisipatif  ABSTRACTThis study aims to (1) identify Bawaslu strategies in increasing community participation in participatory election supervision (3) identify obstacles in improving the community faced by the Boyolali Regency Bawaslu in carrying out participatory supervision (3) describe the achievements of Boyolali Regency Bawaslu in increasing participation community to carry out participatory supervision. This research is a qualitative descriptive study. The results of this study include: (1) Bawaslu's strategy in increasing community participation in participatory election supervision, namely a) Socialization of participatory supervision, b) Formation of Monitoring Villages and Anti-Money Politics Villages, c) Cultural holdings, d) Community forums of participatory supervision, e ) Bawaslu goes to school, f) collaboration and MoU, g) Monitoring corner, h) Election monitoring with disability groups, i) Management of social media and making short films, j) Talk shows and Podcasts, k) Election Saka Adhyasta, l) School Participatory Supervision Cadres (SKPP). (2) the obstacles in increasing community participation faced by the Boyolali Regency Bawaslu in carrying out participatory supervision include: a) The political education of the people is still low, b) The plurality of community groups, c) Demographic Conditions of Boyolali Regency, d) The human resources of election supervisors who are limited, e) Limited facilities and infrastructure of Boyolali Regency Bawaslu, f) Budget Limitations, (3) Boyolali Regency Bawaslu achievements in increasing community participation to carry out participatory supervision namely Boyolali Regency Bawaslu in carrying out work program activities based on an annual work program plan designed on every beginning of year. From 2019 to mid-2023, the Boyolali Regency Bawaslu has developed various strategies to increase public participation in election supervision. This can be seen from Bawaslu's achievements in each year-end report on Boyolali Regency Bawaslu work programs.Keywords: Bawaslu, Strategy, Election, participatory supervision