Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Survei Perilaku Merokok Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia Dewi Rokhmah; Globila Nurika; Taufan Asrisyah Ode
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 2 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.2.139-146

Abstract

COVID-19 telah menyebar ke berbagai negara dan menimbulkan banyak krisis. Salah satu perilaku yang dapat menurunkan imunitas tubuh adalah merokok. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko perilaku merokok dan dampak pandemi pada para perokok. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dalam format Google form yang disebarkan kepada masyarakat di Indonesia melalui broadcast aplikasi WhatsApp maupun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji koefisien kontingensi (α=0.05) untuk mengetahui hubungan variabel pada skala data nominal.  Terdapat 950 responden yang tergabung dalam penelitian ini dan 32 diantaranya merupakan perokok. Variabel jenis kelamin (p=0.000) dan pekerjaan (p=0.038) merupakan variabel yang secara statistik berpengaruh pada perilaku merokok. Jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan dan pendidikan formal terakhir tidak berhubungan dengan perubahan perilaku merokok saat pandemi COVID-19. Jenis kelamin dan pekerjaan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok. Perubahan perilaku merokok pada saat pandemi COVID-19 tidak dipengaruhi jenis kelamin, usia, status pernikahan, pekerjaan dan pendidikan formal terakhir. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai dampak pandemi terhadap perilaku merokok dengan melibatkan sampel responden perokok yang lebih besar.
POTRET PERSEPSI NILAI GENDER DALAM PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI DESA SUKOJEMBER, KECAMATAN JELBUK, KABUPATEN JEMBER Atik Rahmawati; Ni mal Baroya; elok permatasari; Globila Nurika; Leersia Yusi Ratnawati
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.31-38

Abstract

Desa Sukojember merupakan lokasi fokus dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Jember. Komitmen dan partisipasi aktif pelaksana dalam mencapai tujuan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Realitas yang terjadi menunjukkan bahwa kegiatan tidak berjalan karena pelaksana merasa malu menjalankan perannya. Sikap ini dipengaruhi oleh persepsi gender bahwa kegiatan penurunan stuting lebih pada urusan rumah tangga, sehingga perempuan dianggap lebih memahami. Tujuan kajian ini adalah untuk mengeksplorasi perspektif peran gender dalam pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan stunting. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus. Kegiatan tersinergi dengan pendampingan percepatan penurunan stunting yang dilakukan oleh Universitas Jember bekerjasama dengan Badan Koordinator Keluarga Berencana Nasional Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan pada bulan September 2022. Penggalian data dilakukan dengan wawancara dan diskusi kelompok terarah pada 12 informan pelaksana. Teknik penentuan informan menggunakan purposive dari Tim Percepatan Penurunan Stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peran gender dibentuk dari faktor internal, berupa anggapan pribadi pelaksana, bahwa kegiatan penurunan angka stunting adalah persoalan domestik keluarga, sehingga perempuan dipandang lebih bertanggungjawab. Faktor eksternal dilatarbelakangi oleh budaya Madura, yang beranggapan bahwa tradisi dari penerapan nilai-nilai kultural yang masih fokus pada budaya patriarki. Persepsi dikuatkan oleh adanya dominasi pengurus berjenis kelamin perempuan yaitu 8 dari 12 pelaksana. Persepsi berpengaruh terhadap percepatan penurunan stunting yang ditunjukkan dengan kegiatan kampung keluarga berkualitas yang tidak pernah dilakukan di desa.
Analisis Faktor Risiko Maternal terhadap Keluarga Berisiko Stunting: Studi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia Dr. Elok Permatasari, M.Kes.; Leersia Yusi Ratnawati; Ni'mal Baroya; Globila Nurika; Farida Wahyu Ningtyias; Andrei Ramani
Media Gizi Indonesia Vol. 17 No. 1SP (2022): Media Gizi Indonesia (National Nutrition Journal) Special Issue: Internation
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v17i1SP.161-167

Abstract

Background. In 2021, stunting in Indonesia remains high at 24.4%. Indonesian government has a target to decrease stunting prevalence become 14% in 2024. Jember is one of district in East Java with high stunting prevalence 23,4%. First thousand days of life influenced stunting, and maternal risk factor is one of determinants of stunting. In Indonesia was known as 4T, which is Too young, Too old, Too closed and Too much. Objectives. To analyze Maternal Risk Factor (4T) in families at risk of stunting in Jember district, East Java, Indonesia. Method. This research was ecological study by using secondary data with unit of analysis were 286344 families with stunting risk in Jember district. Source data collection using PK21 (Family Data base 2021) and child monitoring status 2019-2021. Data was analyzed by pearson and spearman correlation. Result. Based on Family data base 2021 in Jember showed that there were 84.19% family at risk of stunting. Maternal risk factor (4T) showed: Too young (age of wife < 19 years) 1.18%; Too old (age of wife > 35 years) 52.50%; too close (birth spacing < 2 years) 1.34%; too much (number of birth > 3) 18.03%. And there were corellation between maternal risk factor too young (0,003), too old (0,000), too close (0,000) and too much (0,000) with family at stunting risk. Conclusion. Stunting in Jember remains high and need prevention by reducing maternal risk factor including: too young, too old, too close, and too much. Keywords: Stunting, Maternal Risk Factor, 4T
MANAGEMENT OF PESTICIDE CONTAMINATION IN THE ENVIRONMENT AND AGRICULTURAL PRODUCTS: A LITERATURE REVIEW Globila Nurika; Reny Indrayani; Ana Islamiyah Syamila; Dhuha Itsnanisa Adi
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN Vol. 14 No. 4 (2022): JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jkl.v14i4.2022.265-281

Abstract

Introduction: The use of pesticides not only has benefits for product growth but also causes problems with the entry of pesticide residues in the food chain to pollution to the environment. This study aims to formulate ways to reduce pesticide contamination in the environment and agricultural products. Discussion: This literature review was conducted using the PRISMA method using 35 articles 14 of which were published in the ScienceDirect database, 12 in the Proquest database, and 9 in the Pubmed database. Environmental pollution due to pesticides is caused by the behavior of spraying pesticides and disposing of used pesticides by farmers. Ways to reduce it are by measuring how much pesticide is needed, training to increase knowledge about agricultural practices in preparing the required dose, and regularly monitoring environmental quality. Pesticide residues can increase due to the application of pesticides at harvest, and they can be reduced by washing, peeling, and cooking processes. In addition, another proven effective way to reduce pesticide residues is using an electrolyzed water treatment, sonolytic ozonation, and ozonated water. Conclusion: The use of unsafe pesticides will harm the environment and endanger health through the food chain. Training for farmers to use pesticides properly is considered effective in reducing pesticide pollution in the environment. In addition, the reduction of pesticides in agricultural products can be done by washing, peeling, cooking (boil, boil and fry), electrolyzed water treatment, sonolytic ozonation, and ozonated water.
SEKOLAH SIAGA BENCANA: PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA DALAM UPAYA MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI DI SDN 1 PANJI LOR SITUBONDO Ana Islamiyah Syamila; Globila Nurika; Ricko Pratama Ridzkyanto
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.18610

Abstract

Earthquakes are still one of the disasters in Indonesia, especially in Situbondo. Data from the Ministry of Education and Culture states that 75% of Indonesia's total 355,270 school buildings are in moderate to high-risk areas. This community service activity aims to improve students' knowledge and skills in mitigating earthquakes that occur in schools. The methods used in this intervention are education and counseling, selection of disaster mitigation ambassadors, and simulation exercises by playing a role when an earthquake occurs in schools. The targets in this intervention were students at SDN Panji Lor 1. The statistical analysis results conducted using the Paired Samples Test showed a difference in the level of student knowledge before and after providing education and counseling on preparedness with p-value = 0.000 (p<0, 05). The increase in students' learning is known to be 12,368. In addition, disaster mitigation ambassadors from grade 5 have been selected, and the students were enthusiastic and actively participated during the simulation exercise activities. Educational activities, counseling, and disaster simulation exercises are routinely needed to improve the ability of the school community to carry out disaster evacuations, especially earthquakes. These efforts need support from all parties within the school so that routine training can be carried out according to a predetermined schedule.  ---  Gempa bumi masih menjadi salah satu bencana di Indonesia terlebih di Situbondo. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa 75% dari total 355.270 bangunan sekolah di Indonesia berada pada wilayah yang berisiko sedang hingga tinggi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam melakukan upaya mitigasi gempa bumi yang terjadi di sekolah. Metode yang digunakan dalam intervensi ini adalah edukasi dan penyuluhan, pemilihan duta mitigasi bencana, dan latihan simulasi dengan bermain peran saat terjadi bencana gempa bumi di sekolah. Sasaran dalam intervensi ini adalah siswa di SDN Panji Lor 1. Hasil analisis statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji Paired Samples Test menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan penyuluhan tentang kesiapsiagaan dengan p-value=0,000 (p<0,05). Peningkatan pengetahuan siswa diketahui sebesar 12.368. Selain itu, telah terpilih duta mitigasi bencana yang berasal dari kelas 5 dan para siswa sangat antusias dan berpartisipasi aktif selama kegiatan latihan simulasi. Kegiatan edukasi, penyuluhan dan latihan simulasi bencana secara rutin diperlukan untuk meningkatkan kemampuan komunitas sekolah dalam melakukan evakuasi bencana terutama gempa bumi. Upaya tersebut perlu mendapat dukungan dari semua pihak di dalam sekolah agar latihan rutin dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Socio-Cultural Study of Nutrition in Families of Stunted Toddlers in Coastal Communities in Jember Regency Nafikadini, Iken; Leersia Yusi; Globila Nurika
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V12.I2.2024.236-246

Abstract

Background: Cultures, traditions, or habits that exist in society, such as dietary restrictions and wrong eating patterns, can lead to increased nutritional problems, especially in toddlers, which ultimately impacts their growth and development. Low-income family parenting patterns in feeding and primary health care for toddlers can also increase the incidence of stunting in toddlers. This could be the cause of the stunting rate in the Jember Regency, especially in coastal areas. Dietary problems, including stunting, in coastal areas should be less likely to occur because the availability of high-protein animal foods such as fish is quite high, but Curahnongko Village is included in the stunting locus area in Jember Regency. Aims: This research aims to describe the socio-cultural nutrition and parenting styles of toddlers in Curahnongko Village. Methods: The study used qualitative and research methods with a case study approach. Results: The socio-culture during pregnancy in the coastal communities of Jember Regency regarding TTD consumption, routine check-ups, taboos during pregnancy, and visits to midwives are quite good. Socio-culturally during the breastfeeding period, it can be concluded that all informants carried out Early Breastfeeding Initiation (IMD). Socio-culturally during the feeding period for toddlers, all informants do not give food other than breast milk to babies when they are born. Conclusion: The socio-cultural aspect that appears to influence the occurrence of stunting is during the feeding period for toddlers, namely the frequency of children's snack consumption outside the home.
Sanitasi Lingkungan di Kawasan Ekowisata Bahari Kampung Blekok Kabupaten Situbondo (Studi di Kawasan Desa Wisata Kampung Blekok Kecamatan Kendit Kabupaten Situbondo) Farisa Desebrina Charisma; Khoiron, Khoiron; Globila Nurika; Kholid Maulana
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5080

Abstract

Kampung Blekok Marine Ecotourism Area in Klatakan Village, Kendit District, Situbondo Regency represents a community-based tourism initiative through mangrove conservation, waterbird protection, and coastal ecosystem preservation.  As tourism activities increase, proper environmental sanitation has become essential to fulfilling amenities within the 3A tourism concept and supporting Sapta Pesona principles. This study aims to describe the physical environment, availability of sanitation facilities, and supporting infrastructure in Kampung Blekok, while offering strategic recommendations. Conducted in April 2025, it used a descriptive-quantitative observational method with purposive sampling. Data were gathered through observation, interviews, documentation, and water quality tests. Results indicate that five out of six sanitation components fail to meet health standards. Recommendations focus on enhancing cross-sector collaboration to support sustainable tourism, environmental protection, and improved public health.