Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Semantik

ANALISIS KINERJA SISTEM INFORMASI DENGAN METODE BALANCED SCORECARD PADA PERUSAHAAN OUTSOURCER SISTEM INFORMASI Yodhi Yuniarthe
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.803 KB)

Abstract

Kinerja sistem informasi merupakan tolok ukur dari pencapaian keberhasilan perusahaan menggunakan sumber daya organisasi sesuai dengan tujuan perusahaan. Perusahaan memperoleh manfaat atas pengerjan sistem oleh pihak ke tiga (outsourcer), sehingga menghemat waktu dan menciptakan sistem pelayanan yang memuaskan. Latar belakang mengapa perusahaan jasa outsourcing harus dianalisis kinerjanya adalah untuk menentukan kahandalan produk informasi yang dibuat outsourcer kepada pelanggan sesuai dengan standar sistem secara kualitatif. Perusahaan outsourcer memiliki strukturorganisasi dan karakteristik bisnis tersendiri seperti halnya perusahaan kontraktor (pemborong) yang tidak memiliki sistem persediaan barang dagangan. Oleh karena itu, penelitian terhadap perusahaan outsourcer difokuskan pada hal teknis berkaitan dengan teknologi informasi, perangkat keras atauperangkat lunak dari segi kelancaran penggunaan sistem.Metode balanced scorecard dalam penelitian ini memiliki proses pengukuran bisnis melalui 4 (empat) perspektif bisnis yaitu keuangan, bisnis internal, pelanggan dan pertumbuhan serta pembelajaran. Keempat perspektif ini membentuk tujuan perusahaan dan harus dievaluasi untuk memberikan penilaian apakah perusahaan jasa outsourcing layak untuk terus dikembangkan proses bisnisnya. Identifikasi terhadap proses bisnis memegang peran penting untuk menyediakan suatu alat ukur kinerja yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan sesuai dengan prinsip pendekatan dalam pengembangan sistem. Pengembangan sistem ini juga memperhatikan standarkerja perusahaan outsourcernya. Hasil yang ingin dicapai adalah memberi masukan kepada pengelola jasa outsourcing sistem informasi mengenai prosedur dan manajemen proyek pengerjaan dan penyediaan sistem informasi bagi klien sesuai dengan kontrak kerja dengan perusahaan kliennya.Kata kunci : kinerja sistem, balanced scorecard, proses bisnis, ousourcer, teknologi informasi
MODEL I-CASE UNTUK PENGEMBANGAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK PERPUSTAKAAN DIGITAL BERBASIS OPEN SOURCE Yodhi Yuniarthe
Semantik Vol 1, No 1 (2011): Prosiding Semantik 2011
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.529 KB)

Abstract

Sebagai bagian akhir dari proses rekayasa perangkat lunak, I-CASE (Integrated Computer Aided Software Engineering) memegang peran penting dalam membentuk peralatan sistem yang menentukan kualitas perangkat lunak. Makalah ini menguraikan tentang suatu kajian secara konseptual mengenai model ICASE yang didalmnya terdapat sub komponen yang berinteraksi dalam membangun peralatan proses (process tools) dalam CASE sehingga dapat disesuaikan dengan prinsip-prinsip dalam perangkat lunak. Studi kasus dalam penelitian ini adalah pada aplikasi perangkat lunak berbasis open source bagiperpustakaan di lingkungan perguruan tinggi (PT) telah mengantarkan pada kesuksesan secara teknis dimana program aplikasinya memiliki kompetensi untuk dikembangkan sehingga layak untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Perpustakaan digital (digital library) merupakan produk dari perpustakaanterbarukan saat ini.Masalah saat ini pada perpustakaan PT adalah pada sentralisasi dimana fasilitas perpustakaan membutuhkan integrasi data yang terkoordinasi agar pemustaka dapat mengakses sumber referensi yang memuaskan. Oleh karena itu, Penelitian ini memfokuskan bagaimana menyiapkan model ICASE dalam rangka mengantisipasi kebutuhan perangkat lunak bagi perpustakaan digital tersebut. Metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur yang komprehensif mengenai model arsitektural saat ini dan teknik pembaganan sistem yang menguraikan dokumentasi interface pemakai dengan kebutuhan sistem yang akan dibangun. Perkembangan open source yang begitu pesatmenyebabkan kemudahan perancangan aplikasi, tetapi dapat menimbulkan perancangan yang semaunya karena sifat open source yang source codenya gratis (free). Hasil pembahasan diharapkan dapat memberikan masukan kepada para pengembang hususnya programmer menyiapkan rancangan program perangkat lunak berbasis open source dengan model I-CASE yang mendukung aplikasi pemakai dengan beragam pilihan sehingga mendukung otomasi perpustakaan.Kata kunci : I-CASE, open source, process tools, digital library, model arsitektural