Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Strategi Komunikasi Tokoh Agama dalam Upaya Mitigasi Bencana di Nagari Kampung Tengah Putri, Suci Aulia; Rozi, Syafwan
El Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 6 No. 02 (2025): El-Madani: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53678/arfg8q17

Abstract

Strategi komunikasi tokoh agama dalam upaya mitigasi bencana di Nagari Kampung Tengah, Kabupaten Pesisir Selatan, wilayah ini merupakan wilayah yang rawan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan oleh tokoh agama dalam mitigasi bencana, mengingat pentingnya peran mereka sebagai figur yang dihormati dalam menyampaikan informasi, membangun kesadaran, dan menggerakkan partisipasi masyarakat. Teori yang digunakan adalah teori strategi komunikasi menurut Anwar Arifin, yang mencakup dimensi mengenal khalayak, menyusun pesan, dan menetapkan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, serta data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh agama menerapkan strategi mengenal khalayak, menentukan pesan, dan menetapkan metode. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan strategi ini meliputi semantik, psikologi, teknis, dan lingkungan. Hambatan strategi komunikasi yang ditemukan adalah faktor personal dan media.
Latent Social Capital in the Marpege-Pege Wedding Tradition Nasution, Nurhalimah; Rozi, Syafwan; Penmardianto
BELIEF: Sociology of Religion Journal Vol. 3 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/belief.v3i2.10066

Abstract

This research explores the Marpege-pege tradition in traditional Angkola Batak weddings as a social mechanism that addresses the high costs of marriage, especially the bridewealth obligation (tuhor). Conducted in Sialogo Village, West Angkola District, South Tapanuli Regency, the study focuses on (1) how the Marpege-pege tradition is practiced and (2) its role in the community. Employing a qualitative descriptive approach and Robert K. Merton’s structural functionalism framework, data were gathered through observations, in-depth interviews, and documentation with community members. Results reveal that Marpege-pege is a coordinated collective effort of monetary contributions organized by the groom’s family, involving stages: Manyapai Boru, Marpege-pege, and Pataru Tuhor. From a functionalist view, this tradition has an obvious role in easing wedding expenses. Additionally, it fosters latent functions like enhanced social solidarity, stronger community bonds, and the preservation of cultural values across generations. These latent functions bolster social capital by supporting reciprocal relationships and collective responsibility within the community. The study concludes that Marpege-pege is more than just an economic tactic; it is a culturally embedded tradition that sustains social cohesion and cultural continuity in Angkola Batak society.
Kampung Moderasi Beragama: Model Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Niimmasubhani; Novi Hendri; Syafwan Rozi
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.29064

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi dan dampak positif Kampung Moderasi Beragama di Kelurahan Balai Panjang Payakumbuh Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh masyarakat, pemuka agama, dan warga setempat, serta observasi langsung terhadap kegiatan kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA mensosialisasikan moderasi beragama dengan pembentukan kampung moderasi beragama kepada tokoh-tokoh agama kelurahan Balai Panjang. Kehadiran Kampung Moderasi Beragama di Balai Panjang mampu menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Kegiatan sosial antaragama, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keharmonisan atau ketahanan social yang baik menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Dengan demikian, Kampung Moderasi Beragama berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan sosial yang inklusif, toleran, dan tangguh terhadap isu-isu sensitif keagamaan.