Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN SEMIOTIKA PADA PUISI SELAMAT TINGGAL KARYA CHAIRIL ANWAR Halalutu, Asnanurulain -; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.23464

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelajahi keindahan puisi "Selamat Tinggal" karya Chairil Anwar, yang kaya akan unsur puitis dan bahasa kiasan khas penulis. Dengan menggabungkan elemen puitis dan citraan yang kaya, puisi ini menjadi objek penelitian yang unik dan menarik. Fokus penelitian ini adalah menganalisis dan mengungkap makna tersembunyi dalam karya tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, di mana teks puisi "Selamat Tinggal" dianalisis melalui isi sastra yang terkandung di dalamnya. Pendekatan semiotik digunakan dalam analisis, dengan penekanan pada teori perkembangan linguistik Saussure. Hasil analisis puisi ini dengan pendekatan semiotik mengungkapkan tiga aspek utama: Simbol, ikon, dan indeks. Penelitian ini membawa pembaca untuk menafsirkan makna mendalam dari setiap simbol, ikon, dan indeks yang muncul dalam puisi "Selamat Tinggal". Keseluruhan, artikel ini bertujuan untuk memahami dan mengungkapkan keindahan serta makna yang terkandung dalam karya puitis Chairil Anwar ini melalui analisis mendalam menggunakan pendekatan semiotik.
Ragam Kekerasan Para Tokoh dalam Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia Hedingo, Sumiyati; Kau, Munkizul Umam; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 1 (2025): (Januari 2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.30108

Abstract

Novel 00.00 adalah salah satu novel yang menceritakan tentang kekerasan. Kekerasan-kekerasan yang dialami oleh para tokoh sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengetahui kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural para tokoh. Metode yang digunakan penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan yang mengandung kekerasan. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel 00.00 karya Ameylia Falensia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik baca dan teknik catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan dan Sonya mendapatkan kekerasan langsung baik secara fisik maupun secara verbal. Kekerasan yang dialami para tokoh berupa kekerasan langsung secara fisik maupun secara verbal, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural. Kekerasan langsung secara fisik dan verbal ditemukan pada tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan, dan Sonya. Kekerasan langsung secara fisik yang didapatkan oleh para tokoh seperti tamparan, pukulan, tendangan, jambakan, toyoran, lemparan piring kaca, sedangkan kekerasan langsung secara verbal seperti makian, hinaan, pengakuan palsu, tuduhan, fitnah. Kekerasan struktural ditemukan pada tokoh Masnaka, Prima, dan Deo. Kekerasan struktural yang dimaksud yaitu kekerasan tak langsung yang dilakukan oleh bodyguard suruhan Erik. Kekerasan kultural ditemukan pada tokoh Lengkara dan Nilam. Kekerasan kultural yang dimaksud yaitu seperti perundungan yang dilakukan oleh teman-teman sekolah mereka. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa adanya kekerasan langsung, kekerasan struktural, dan kekerasan kultural yang dialami oleh para tokoh dalam novel 00.00. Kekerasan langsung diterima oleh tokoh Lengkara, Nilam, Masnaka, Aslan, dan Sonya. Kekerasan struktural ditemukan pada tokoh Masnaka, Deo, dan Prima. Kekerasan kultural ditemukan pada tokoh Lengkara dan Nilam.Kata Kunci: Novel; Kekerasan langsung; Kekerasan struktural; Kekerasan kultural
Nilai Religius Dalam Kumpulan Puisi Mengembara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie Mooduto, Ninang H.; Bagtayan, Zilfa Achmad; Sartika, Eka
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 3 (2024): (September 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i3.30843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai religius yang ada dalam kumpulan puisi Mengembara Lewat Sajak karya Sitti Rachmi Masie. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teori Wicaksono yang berfokus pada Hubungan manusia dengan Tuhannya. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan: (1) Pasrah dan menurut kepada Tuhan pada kumpulan puisi Mengembara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie ini ditemukan ada 5 data, (2) Perasaan berdosa kepada Tuhan pada kumpulan puisi Mengembara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie ini ditemukan ada 1 data, (3) Berdoa atau memohon kepada Tuhan pada kumpulan puisi Mengembara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie ini ditemukan sebanyak 9 data, dan (4) Mengakui kebesaran Tuhan pada kumpulan puisi Mengembara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie data yang ditemukan sebanyak 10 data. Kesimpulan pada hasil penelitian ini nilai religius dalam kumpulan puisi Mengambara Lewat Sajak Karya Sitti Rachmi Masie berupa hubungan manusia dengan Tuhan yaitu gambaran manusia yang selalu ingat dan berinteraksi kepada Tuhan, tidak lupa selalu bersyukur kepada Tuhan dengan apa yang telah dikasi Tuhan untuk hambanya.
Implementasi Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament Berbasis Media Wordwall dalam Pembelajaran Menyusun Teks Deskripsi Ntelu, Asna; Bagtayan, Zilfa Achmad; Nuramila, Nuramila
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 11 No 2 (2025): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v11i2.2303

Abstract

The background of this research is the discovery of students who find it difficult to understand and compose descriptive text due to a lack of enthusiasm in students due to inappropriate learning models. The aim of this research is to describe (1) the implementation of the Team Games Tournament type cooperative model based on Wordwall media in learning to compose descriptive texts for class VII students at SMP Negeri 3 Satap Bonepantai, (2) the ability of class VII students at SMP Negeri 3 Satap Bonepantai in compiling descriptive texts, (3) factors that influence the implementation of the Team Games Tournament type cooperative model based on Wordwall media in learning to compose descriptive text. This research uses descriptive methods. The results of the research show that (1) the implementation of the TGT type cooperative model based on Wordwall media in learning to compose descriptive text is categorized as complete, (2) The students' ability to compose descriptive text is categorized as very good, (3) Factors that influence the success of implementing the Wordwall media based TGT type cooperative model (a) ability to understand learning models and media, (b) availability of facilities and access to technology, (c) knowledge, motivation, creativity and student cooperation, (d) conducive learning atmosphere, (e) preparation of learning designs and materials appropriate (f) limitations time
Gangguan Kepribadian Psikopat Tokoh Zidan Dalam Novel 7 Sayap Pendosa Karya Jienara Kajian Psikologi Sastra Dzikri Faatira Mamonto; Sitti Rachmi Masie; Zilfa Achmad Bagtayan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i5.10013

Abstract

Karya sastra, khususnya novel, kerap merefleksikan fenomena psikis dan perilaku menyimpang manusia, seperti psikopati yang dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi psikologis individu. Novel 7 Sayap Pendosa karya Jienara menghadirkan tokoh Zidan, seorang psikopat yang terlibat dalam pembunuhan, menggambarkan konflik internal dan eksternal manusia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Indikatorgangguan kepribadian psikopat serta faktor penyebabnya pada tokoh Zidan. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan teori psikopati dari Robert D. Hare dan metode kualitatif deskriptif. Data berupa kata, frasa, klausa, dialog, dan paragraf dalam novel dianalisis menggunakan teknik studi kepustakaan dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zidan menampilkan dua belas Indikatorutama gangguan kepribadian psikopat, di antaranya pesona dangkal, kebohongan patologis, rendah empati, kurang rasa bersalah, impulsivitas, dan gaya hidup parasit. Faktor utama yang memengaruhi kondisi psikopat Zidan adalah masa kecil yang traumatis serta pola asuh keras dan disfungsional.
Perspektif Sastra Bandingan dan Antropologi dalam Novel Bumi Manusia dan Ulysses Ibrahim, Prasasri; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i2.34193

Abstract

The literary world offers a variety of works that introduce different views on life, social conflicts, and cultural dynamics. Two great literary works that are not only important in the history of their countries' literacy, but also make major contributions to global literary discourse. This study examines the relationship between two great literary works, Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer and Ulysses by James Joyce, through a comparative literature approach. Both novels depict the struggle for individual identity in different social contexts: Dutch colonialism in Indonesia and modern Dublin society in the early 20th century. Bumi Manusia highlights Minke's struggle to find an indigenous identity amidst colonial oppression, while Ulysses explores Leopold Bloom's alienation in the seemingly monotonous routine of life. Through thematic, structural, and cultural analysis, this study shows the differences in narrative techniques of the two novels, with Bumi Manusia using a linear plot and Ulysses being more complex with a stream of consciousness. Despite their different cultural and historical backgrounds, both novels reflect the search for identity and social challenges that are relevant to their contexts. This comparative literature approach provides new insights into understanding the dynamics of human identity in their respective social, political, and cultural contexts.
KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM NOVEL 'PARA PELUKIS LANGIT' KARYA BUNG PRAM R.Kacong, Sitti Nursamsia; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23453

Abstract

 Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menguraikan perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' karya Bung Pram. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian fokus pada novel ' Para Pelukis Langit ' karya Bung Pram. Objek penelitian mencakup perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi metode baca dan dokumentasi, dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam karya tersebut. Data yang dikumpulkan dianalisis secara induktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kelas sosial tokoh cerita dalam novel ' Para Pelukis Langit' ,meliputi aspek-aspek seperti kehidupan sosial yang terkait dengan status sosial sebagai ukuran bagi keberadaan seseorang dalam masyarakat, dan status ekonomi yang berkaitan dengan kelas kekayaan. Analisis dalam novel tersebut mengungkap adanya variasi dalam kelas sosial tokoh cerita.
ANALISIS NOVEL '' PUZZLE MIMPI" KARYA ANNA FARIDA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Kasiru, Mersi Tawi B.R; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.23454

Abstract

Novel adalah sebuah karya sastra prosa fiksi yang lebih panjang dari cerita pendek. Biasanya, novel memiliki jalan cerita yang kompleks dengan karakter yang mendalam serta pengembangan tema yang lebih luas.  Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan nilai-nilai sosial yang terkandung dalam novel Puzzle Mimpi karya Anna Farida. Penelitian ini bertujuan untuk memperjelas status sosial para tokoh dalam novel “Puzzle Dream” karya Anna Farida dan situasi sosial pengarangnya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari keseluruhan narasi yang terdapat dalam buku "Puzzle Mimpi" yang ditulis oleh Anna Farida.Novel tersebut menggambarkan berbagai isu sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan masalah disorganisasi keluarga. Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu Peneliti melakukan pembacaan menyeluruh terhadap novel tersebut, mengekstrak informasi mengenai isu-isu sosial yang ada, serta melakukan analisis tekstual terhadap bagian-bagian yang relevan. Metode analisis data dalam penelitian ulang ini Membaca secara seksama, menyerap, dan memahami konten, Mengoleksi data dari narasi dalam novel tersebut yang terkait dengan permasalahan sosial atau status sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan disfungsi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa sastra sosiologi dapat dilihat dari status sosial pengarang, status ekonomi, dan konteks sosial. Dapat disimpulkan bahwa kita dapat melihat perbedaan antara sastra sosiologi tentang kelas sosial , tokoh ekonomi dalam cerita novel “Puzzle Dream” karya Anna Farida, kelas sosial penulis novel ini, menggambarkan karakternya melalui aspek – aspek seperti gaya hidup. Hal ini tercermin dalam pekerjaan tokoh, kepribadian, harga diri, dan sikap.
MAKNA DALAM JEJAK TANDA: ANALISIS NOVEL CANTIK ITU LUKA MELALUI LENSA TEORI SEMIOTIKA Ligatu, Suci Amanah Putri; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.23461

Abstract

Penelitian Ini Mengusut Makna Dalam Jejak Tanda Dalam Novel "Cantik Itu Luka" Menggunakan Teori Semiotika Sebagai Kerangka Analisis. Fokus Kajian Melibatkan Pemahaman Tanda Dalam Teks Serta Bagaimana Elemen-Elemen Semiotik Ini Menggambarkan Dan Merespon Kompleksitas Naratif. Melalui Lensa Teori Semiotika, Penelitian Ini Mengeksplorasi Struktur Tanda, Makna Konotatif, Dan Interaksi Antar-Simbol Dalam Karya Sastra Tersebut. Hasil Analisis Ini Diharapkan Dapat Memberikan Wawasan Baru Tentang Lapisan Makna Yang Tersembunyi Dalam "Cantik Itu Luka," Memperkaya Pemahaman Tentang Cara Semiotika Dapat Digunakan Untuk Membongkar Struktur Naratif Dalam Karya Sastra. Hasilnya Memberikan Wawasan Mendalam Tentang Kompleksitas Makna Dalam Karya Sastra Ini, Memberikan Kontribusi Pada Pemahaman Lebih Lanjut Tentang Hubungan Antara Teori Semiotika Dan Struktur Naratif Dalam Novel Tersebut. Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Menggambarkan Kompleksitas Hubungan Antara Kecantikan Dan Penderitaan Melalui Lensa Teori Semiotika. Teori Ini Memberikan Kerangka Analisis Untuk Memahami Bagaimana Tanda D Dalam Novel Membentuk Makna Dan Memengaruhi Persepsi Pembaca. Pertama, Kecantikan Dalam Novel Diartikan Sebagai Tanda Yang Kompleks Dengan Makna Yang Beragam. Pemeriksaan Semiotika Terhadap Deskripsi Fisik Para Karakter Wanita Mengungkapkan Bahwa Kecantikan Bukan Hanya Atribut Fisik, Tetapi Juga Mencakup Representasi Kekuatan, Keterbelakangan, Dan Penderitaan. Melalui Analisis Ini, Dapat Diidentifikasi Bagaimana Kecantikan Menjadi Tanda Yang Terkait Erat Dengan Aspek Sosial Dan Psikologis. Kedua, Novel Ini Mengeksplorasi Bagaimana Tanda-Tanda Kecantikan Digunakan Untuk Menyampaikan Pesan-Pesan Sosial Dan Politik. Dengan Menggunakan Teori Semiotika, Kita Dapat Mengidentifikasi Simbol-Simbol Tertentu Yang Mewakili Ketidaksetaraan Gender, Penindasan, Dan Resistensi Terhadap Norma-Norma Sosial. Pemahaman Terhadap Semiotika Membantu Membongkar Lapisan-Lapisan Makna Tersembunyi Di Balik Deskripsi Kecantikan, Mengungkapkan Konstruksi Sosial Yang Mendasarinya. Ketiga, Novel Ini Memanfaatkan Tanda-Tanda Kecantikan Untuk Merangsang Respons Emosional Pembaca. Melalui Analisis Semiotika, Kita Dapat Memahami Bagaimana Penggunaan Tanda-Tanda Tersebut Mempengaruhi Pembaca Secara Emosional Dan Memberikan Dimensi Tambahan Pada Narasi.Dengan Demikian, Penelitian Ini Menghubungkan Novel "Cantik Itu Luka" Dengan Teori Semiotika Untuk Menggali Makna Di Balik Tanda-Tanda Kecantikan Yang Kompleks. Analisis Semiotika Memberikan Wawasan Mendalam Tentang Bagaimana Kecantikan Bukan Hanya Sebagai Aspek Fisik, Tetapi Juga Sebagai Konstruksi Sosial Yang Kompleks Dengan Implikasi Sosial, Politik, Dan Emosional Yang Mendalam.
ANALISIS PENDEKATAN TEORI DEKONTRUKSI DALAM NOVEL DIKTA DAN HUKUM Paputungan, Nadia Vega; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 2 (2024): (Mei 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i2.23460

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pendekatan Teori Dekontruksi dalam Novel Dikta dan Hukum karya Dhia'an Farah” ,terdapat penelusuran terhadap pendekatan teori dekontruksi melalui narasi yang kompleks dan serba ambivalen.Melalui karakter utama,Dikta,penulis menggambarkan proses dekonstruksi terhadap nilai-nilai yang diterima secara konvensional dalam masyarakat,terutama dalam konteks hukum dan keadilan.Teori dekontruksi menyoroti ketidakpastian dan kompleksitas arti dari suatu teks dan konsep.Dalam novel ini,penulis menghadirkan situasi-situasi yang menantang,menunjukkan bahwa apa yang dianggap sebagai kebenaran atau keadilan bisa memiliki banyak interprestasi.Melalui karakter Dikta,penulis mempertanyakan stabilitas nilai-nilai yang dianggap sebagai pijakan moral dan hukum dalam masyarakat.Dikta,sebagai tokoh sentral,digambarkan sebagai individu yang menentang konsistensi nilai-nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat.Penulis memunculkan situasi-situasi yang membingungkan dan menetang,yang menggugah pertanyaan tentang sifat kebenaran dan keadilan.Pendekatan dekonstruksi ini hadir melalui penggunaan naratif yang kompleks,mempertanyakan otoritas nilai-nilai yang dianggap mutlak dan menantang stabilitas makna.Novel ini menimbulkan refleksi mendalam tentang interprestasi subjektif terhadap nilai-nilai yang lazimnya dianggap absolut dalam konteks hukum dan moralitas.