Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kajian Sosiologi Sastra Dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori Daud, Yuniarti Safria; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23451

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk melakukan kajian sosiologi sastra terhadap novel "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori. Penelitian berasal dari asal-usul atau konteks yang melatarbelakangi keinginan untuk memahami representasi masyarakat dalam karya sastra tersebut serta bagaimana elemen-elemen sosiologis tercermin dalam naratifnya. Tujuan utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis aspek-aspek sosiologis seperti kelas sosial, konflik, dan dinamika hubungan sosial yang terdapat dalam novel. Metode penelitian melibatkan analisis teks sastra dengan fokus pada penggambaran masyarakat, struktur kelas, serta interaksi sosial antar karakter. Hasil analisis mengungkapkan bagaimana novel ini tidak hanya menjadi cermin realitas sosial pada zamannya, tetapi juga menyajikan refleksi mendalam tentang perubahan sosial dan konflik yang dialami oleh masyarakat. Simpulan dari penelitian ini menyoroti kontribusi kajian sosiologi sastra dalam memberikan pemahaman lebih dalam terhadap kompleksitas masyarakat yang dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam "Laut Bercerita". Novel tidak hanya sekedar karya sastra, tetapi juga merupakan bentuk kritik sosial yang merespon dan mencerminkan kondisi sosial suatu zaman tertentu. Kajian sosiologi sastra pada novel ini menjadi sarana untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang dinamika sosial dan peran sastra dalam merekam serta membentuk pandangan terhadap masyarakat.
ANALISIS ANTROPOLOGI SASTRA DALAM NOVEL 5 MENARA KARYA AHMAD FAUDI Ntelu, Nurfirawati; Bagtayan, Zilfa Achmad
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 14, No 1 (2024): (JANUARI 2024)
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v14i1.23474

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendefinisikan dan menjelaskan hubungan antara karya sastra dan budaya. Tujuannya  untuk mengkaji kebermanfaatan novel Negri 5 Menara karya Ahmad Fuadi  sebagai karya sastra yang relevan secara budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperjelas bagaimana pembaca memahami dan memaknai karya sastra yang dianalisis menggunakan antropologi sastra. Metode yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah kata dan frasa yang berkaitan dengan budaya pesantren yang muncul dalam novel Negri 5 Menara. Teknik pengolahan data yang digunakan dan dilakukan terdiri dari pembacaan cermat, identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan analisis terhadap data yang diteliti dalam konteks penelitian antropologi sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara karya sastra  novel Negri 5 Menara karya Ahmad Fuadi dengan nilai-nilai budaya pesantren. Budaya pesantren yang dianalisis dalam novel  meliputi sistem pendidikan 24 jam, pendalaman ilmu agama Islam, asrama, ketaatan, kesalehan, kemandirian, dan kedisiplinan. Unsur-unsur budaya pesantren seperti kesederhanaan, toleransi, percaya diri, rendah hati, berani, bersatu, jujur, istikama, kebersamaan, dan kebersihan juga terdapat dalam novel berlatar belakang pesantren.
Resistensi Simbolik dalam Novel di Tepi Kali Bekasi Karya Pramoedya Ananta Toer Thalib, Alsepti; Baruadi, Moh. Karmin; Bagtayan, Zilfa Achmad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17757

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari mimikri dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer., serta (2) bentuk resistensi simbolik ditinjau dari seni, bahasa, simbol nasional, simbol lisan, dan senjata tradisional dalam novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer (cetakan kedua, Balai Pustaka, 340 halaman). Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis dengan reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukkan resistensi simbolik mencakup: (1) Mimikri, berupa peniruan bahasa, pakaian, kebiasaan, senjata, dan teknologi penjajah untuk mengungguli sekaligus mengejek sebagai wujud mempertahankan identitas budaya; (2) Resistensi melalui seni, seperti musik, simbol nasional seperti bendera merah putih, bahasa, serta senjata tradisional yang tetap dipertahankan. Dapat disimpulkan Novel Di Tepi Kali Bekasi karya Pramoedya Ananta Toer menampilkan resistensi simbolik dan pentingnya perlawanan non-kekerasan untuk merebut kedaulatan bangsa. Kata Kunci: Resistensi, Simbolik, Novel
Resepsi Masyarakat terhadap Makna Simbol Nilai Kearifan Lokal Tradisi Dikili Kecamatan Patilanggio Pou, Liska D.; Malabar, Sayama; Bagtayan, Zilfa Achmad
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 2 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Mei)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i2.1661

Abstract

The researcher’s search in the field is expected that the listeners and chanters of dzikir appreciate the contents of Dikili that are chanted. But in reality, many people let the dzikir singers because they do not understand what the value and meaning contained in Dikili, therefore. The study seeks to depict the community’s perception of local wisdom value symbols in the Dikili tradition of Patilanggio. District utilizing qualitative and quantitative methodologies. The sources of data are the Dikili singers and respondents. The study revealed a nearly equal distribution of community acceptance towards the significance of the symbol of local wisdom’s value in the Dikili tradition of Patilanggio subdistrict with 54,59% agreeing and 45,41% disagreeing, the influential factors that affected the community’s acceptance of the meaning and value of local wisdom in the mentioned tradition were their level of knowledge and age. The study’s findings indicate that the residents of Patilanggio subdistrict mostly concur regarding the symbolism and local wisdom values