Claim Missing Document
Check
Articles

Frekuensi Penambahan Probiotik Bacillus sp. Dan Staphylococcus sp. Pada Media Pemeliharaan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Untuk Ketahanan Terhadap Aeromonas hydrophila Nurussahra Sya'bani; Ayi Yustiati; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 6, No 2(1) (2015): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi pemberian probiotik multispecies Bacillus sp. dan Staphylococcus sp. yang tepat pada media pemeliharaan sehingga dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang terinfeksi Aeromonas hydrophila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan tersebut adalah A (tanpa penambahan probiotik Bacillus sp. dan Staphylococcus sp. dan tanpa pemberian Aeromonas hydrophila (kontrol negatif)), B  (tanpa penambahan probiotik Bacillus sp.  dan  Staphylococcus sp.  dan  pemberian Aeromonas hydrophila 103 CFU/ml (kontrol positif)), C (penambahan probiotik Bacillus sp.   103 CFU/ml dan Staphylococcus sp. 103  CFU/ml diberikan setiap hari serta penambahan Aeromonas hydrophila 103  CFU/ml) dan D (penambahan probiotik Bacillus sp. 103  CFU/ml dan Staphylococcus sp. 103  CFU/ml diberikan setiap dua hari sekali serta penambahan Aeromonas hydrophila 103 CFU/ml). Parameter yang diamati adalah tingkat kelangsungan hidup ikan uji  selama masa pemeliharaan pertumbuhan biomassa, Feed  Convertion Ratio  (FCR), differensial leukosit, indeks fagositik dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa probiotik perlakuan D (Bacillus sp. 103  CFU/ml dan Staphylococcus sp.               103 CFU/ml) pada media pemeliharaan benih ikan lele dumbo yang diberikan setiap dua hari sekali menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi 93,33%, proporsi monosit 30% dan aktivitas fagosit 77,5% dibandingkan dengan perlakuan A, B dan C. Kata kunci :   Bacillus sp., Staphylococcus sp., Aeromonas hydrophila, lele dumbo, Clarias gariepinus
Polyculture and Integrated Multi Trophic Aquaculture (IMTA) in Indonesia: A Review Muhamad Dwi Cahya; Ayi Yustiati; Yuli Andriani
Torani Journal of Fisheries and Marine Science VOLUME 4 NOMOR 2, JUNI 2021
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/torani.v4i2.13668

Abstract

Polyculture is an aquaculture system that culture more than one species of fish in a single culture pond. The application of the concept of polyculture continues to develop rapidly and at its peak in the late 20th century, the application of integration in aquaculture activities resulted in a new polyculture system based on the integration of species with different trophic levels and having mutualistic relationships or better known as Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA ). Utilization of aquaculture waste from mainly species culture by secondary species is able to create an ecologically balanced aquaculture system, improve water quality, eliminate biological traces and provide better economic benefits compared to monoculture cultivation systems. Knowledge of trophic levels, feeding habits, placement of living space are things that must be mastered so that there is no competition between species that can cause failure in polyculture and IMTA activities. As developing science and public awareness of environmental quality generate demand for aquaculture activities can be more environmentally friendly and pay attention to aspects of sustainability of aquaculture activity. The Polyculture and IMTA systems are aquaculture systems that have the potential to be applied because they fulfill these two aspects.
POLA PERTUMBUHAN IKAN KELABAU (Osteochilus melanoplurus) DI SUNGAI KAMPAR, ROKAN HILIR dan SIAK, PROVINSI RIAU Ayi Yustiati; Nur Asiah
Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol 6, No 2 (2018): JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.171 KB) | DOI: 10.36706/jari.v6i2.7153

Abstract

ABSTRACTThe research aim to determine growth pattern of kelabau carp caught by sempirai net used in Kampar, Rokan Hilir and Siak River, Riau province. This research was conducted on April to July 2017 in Biologi Perikanan Laboratory Fisheries and Marine Faculty Universitas Riau. The method used in this research is survey with descriptive quantitative data analyze. Parameters observed includes distribution of total length, relation of length and weight, and condition factor. Kelabau carp which caught in Kampar Desa Teluk Paman as much as 26 fishes, in Kampar Desa Langam as much as 35 fishes, in Rokan Hilir as much as 52 fishes, in Siak as much as 12 fishes. Kelabau carp which caught in Kampar River has the smallest size 110 mm and the largest size of 472 mm, in Rokan Hilir River has the smallest size of 95 mm and the largest size of 315 mm, and in Siak river has the smallest size of 249 mm and the largest size of 510 mm. Relation of length and weight kelabau carp in Kampar Desa langam and Rokan Hilir River is allometrik positive it means the weight increase faster than the length. Condition factor kelabau carp in Kampar Desa Teluk Paman ranged from 2,48-2,77, in Kampar Desa Langam ranged from 1,24-4,96, in Rokan Hilir ranged from 1,21-2,99, and in Siak ranged from 0,77-1,11. Key words: Kelabau, growth, kampar, rokan hilir, siak
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN POLA PERTUMBUHAN IKAN KETING [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] DI HILIR SUNGAI CIMANUK PROVINSI JAWA BARAT Titin Herawati; Muthia Nada Safitri; Junianto Junianto; Herman Hamdani; Ayi Yustiati; Atikah Nurhayati
ZOO INDONESIA Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v30i1.4057

Abstract

Ikan keting [Mystus nigriceps (Valenciennes 1840)] merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis di beberapa daerah. Secara morfologi, termasuk dalam kelompok ikan bersungut (catfish) dari Ordo Siluriformes dan Famili Bagridae. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ciri morfometrik, pola pertumbuhan, dan faktor kondisi ikan keting yang berada di hilir Sungai Cimanuk. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling di tiga stasiun riset, yaitu Desa Ujungjaya Kabupaten Sumedang (St.1), Desa Palasari Kabupaten Majalengka (St.2), dan Desa Jatibarang Kabupaten Indramayu (St.3). Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2020. Hasil penelitian menunjukkan ikan keting yang tertangkap pada Stasiun 1 dan Stasiun 2 memiliki karakteristik morfometrik yang sama, pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif (b<3) dengan nilai b di Stasiun 1 adalah 2,958 dan di Stasiun 2 adalah 1,966 yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. Faktor kondisi (K) di Stasiun 1 relatif lebih tinggi daripada di Stasiun 2, yaitu antara 0,99 – 1,16 dengan rata-rata sebesar 1,08; sedangkan di Stasiun 2 antara 0,98 – 1,06 dengan nilai rata-rata K sebesar 1,03. Ikan dari Stasiun 3 tidak dilakukan analisis lanjutan karena tidak memenuhi persyaratan statistik.
Performa Pertumbuhan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) yang Diberi Pakan dengan Tambahan Kalium Diformat Ayi Yustiati; Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Iskandar Iskandar; Kevin Aditya
Akuatika Indonesia Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v5i1.26819

Abstract

Ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) dimasukkan ke Indonesia dari Brazil pada tahun 1986, oleh sebuah perusahaan swasta, yang bergerak di bidang usaha budidaya ikan konsumsi, di Tangerang, Banten. Hasil penyebarannya mendapat respon dari para pembudidaya ikan di industri perikanan tanah air dan jumlah konsumsi ikan bawal air tawar semakin hari semakin meningkat. Pakan memiliki peranan penting dalam peningkatan produksi kegiatan budidaya. Pakan yang diberikan harus berkualitas tinggi, bergizi dan memenuhi syarat untuk dikonsumsi yang dibudidayakan. Riset ini bertujuan untuk menentukan dosis kalium diformat (KDF) yang paling efektif dalam pakan untuk meningkatkan laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum). Riset ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian dilakukan selama 35 hari dengan sampling dilakukan setiap 7 hari sekali. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan kalium diformat pada pakan komersil dengan dosis 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% per 100 gram pakan. Parameter yang diamati pada riset ini adalah kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian, efisiensi pemberian pakan dan kualitas air. Hasil menunjukkan bahwa pemberian dosis KDF 0,3% merupakan yang paling efektif untuk meningkatkan kelangsungan hidup, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pemberian pakan dengan masing-masing nilai 100%; 3,41%; dan 90,78%.
Penggunaan Larutan Teh Hitam untuk Menurunkan Daya Rekat Telur Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Ayi Yustiati; Fauziah Arini Shaqina; Sunarto Sunarto; Rosidah Rosidah; Ucu Cahyadi; Tatang Supriatna
Akuatika Indonesia Vol 6, No 2 (2021): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v6i2.29334

Abstract

Kendala dalam produksi benih ikan lele adalah derajat penetasan yang rendah karena sifat adhesif yang dimiliki oleh telur. Telur yang saling melekat menghambat masuknya oksigen pada telur sehingga dapat menghambat perkembangan telur dan akan berdampak terhadap daya tetas telur yang rendah. Salah satu cara untuk mengurangi daya rekat telur adalah dengan mencampurkan tanin kedalam telur ikan, salah satu bahan yang mengandung tanin adalah teh. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan teh yang efektif untuk menurunkan daya rekat telur dan pengaruhnya terhadap daya tetas telur ikan lele. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16 hingga 27 April 2020 di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Kota Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah empat perlakuan konsentrasi larutan teh (0 g/L, 8 g/L, 10 g/L dan 12 g/L) dengan lama perendaman empat menit. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Wadah penelitian yang digunakan adalah akuarium dengan ukuran 40 x 60 x 40 cm3 sebanyak 12 buah dan menggunakan saringan yang diisi telur, pengamatan daya rekat dilakukan selama satu hari dan dilanjutkan dengan pengamatan derajat pembuahan dan derajat penetasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan larutan teh dengan konsentrasi 10 g/L selama empat menit efektif menurunkan daya rekat telur ikan lele dengan nilai 12% dan menghasilkan nilai daya tetas telur tinggi yaitu sebesar 63%. Hasil ini merupakan hasil uji statistik dengan uji jarak Berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, hasil yang di dapatkan berbeda nyata dengan kontrol.
Bioakumulasi Ion Tembaga Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Bantul Dian Yuni Pratiwi; Andhika Puspito Nugroho; Ayi Yustiati
Akuatika Indonesia Vol 4, No 2 (2019): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v4i2.25260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan ion tembaga (Cu) pada kolam fakultatif dan kolam pematangan di IPAL, Sewon, Bantul serta mempelajari kemampuan bioakumulasi ion tembaga (Cu) pada tubuh ikan Nila (Oreochromis niloticus L.). Penelitian ini dilaksanakan di IPAL, Sewon, Bantul dan di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Ikan Nila sebagai hewan uji diletakkan di kolam pematangan dan kolam fakultatif IPAL, Sewon, Bantul selama dua minggu. Ikan Nila tersebut kemudian diambil setiap minggu. Sampel berupa otot, hati, dan insang dari ikan nila didestruksi dengan metode digesti basah. Kandungan ion tembaga pada kolam dan ikan nila ditentukan dengan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil menunjukkan bahwa kandungan ion tembaga (Cu) di kolam fakultatif dari minggu ke 0 sampai 2 berkisar 0,076-0,088 mg/l, sedangkan di kolam pematangan berkisar 0,024-0,030 mg/l. Nilai ini masih di bawah ambang standar baku mutu. Ion tembaga dapat terkumulasi pada hati dan insang ikan Nila. Ion tembaga lebih banyak terakumulasi di hati dibandingkan insang, dan tidak dapat terakumulasi pada otot ikan nila.
Efek Pemberian Kalium Diformat terhadap Performa Kesehatan Benih Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum) Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Kevin Aditya; Ayi Yustiati; Iskandar Iskandar
Akuatika Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v5i2.29536

Abstract

Riset ini bertujuan untuk menentukan dosis kalium diformat (KDF) yang paling efektif dalam pakan untuk meningkatkan performa kesehatan ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum). Riset ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penambahan KDF pada pakan komersil (0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5%). Setelah 35 hari pemberian KDF, ikan diuji tantang menggunakan Aeromonas hydrophila dengan kepadatan 108 cfu/ml secara intraperitonial, kemudian diamati selama 14 hari. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, jumlah sel darah putih, jumlah sel darah merah dan gejala klinis makroskopis. Hasil riset menunjukkan bahwa jumlah leukosit seluruh perlakuan meningkat sampai hari ke-7 dikarenakan adanya infeksi, kemudian jumlah leukosit menurun kembali pada hari ke-10 menuju kondisi normal. Jumlah eritrosit seluruh perlakuan menurun sampai hari ke-10, hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas hemolitik dari A. hydrophila dan kembali meningkat menuju kondisi normal pada hari ke-14. Gejala klinis makroskopis seluruh perlakuan cenderung seragam yaitu sisik mengelupas, bercak merah, perut membengkak dan sirip geripis. Dapat disimpulkan bahwa perlakuan KDF 0,3% merupakan perlakuan terbaik karena memiliki nilai kelangsungan hidup tertinggi setelah uji tantang yaitu sebesar 55%.
Pengaruh Kepadatan pada Pengangkutan dengan Suhu Rendah Terhadap Kadar Glukosa dan Darah Kelulusan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Ayi Yustiati; Sofan Sidiq Pribadi; Achmad Rizal; Walim Lili
Akuatika Indonesia Vol 2, No 2 (2017): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.049 KB) | DOI: 10.24198/jaki.v2i2.23424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan pada pengangkutan dengan suhu rendah terhadap kadar glukosa darah dan kelulusan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Oktober 2016 di Laboratorium Basah dan Kolam Percobaan, Ciparanje Unpad. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan berupa kepadatan ikan sebanyak 5 ekor/L, 10 ekorLl, 15 ekor/L dengan pemingsanan, serta 10 ekor/L tanpa pemingsanan sebagai pelakuan kontrol. Pemingsanan dilakukan dengan cara penurunan suhu air menjadi 10±0,1 ºC. Pengamatan yang dilakukan terhadap kelulusan hidup setelah pengangkutan, kadar glukosa darah, kelulusan hidup setelah pemeliharaan pasca pengangkutan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan kepadatan 15 ekor/l menunjukan hasil terbaik, yaitu kelulusan hidup setelah pengangkutan 98,33 %, kadar glukosa darah 192 mg/dL serta kelulusan hidup setelah pemeliharaan pasca pengangkutan 88,33 %.
The Effect of Modified Aquaculture System on Water Quality in Cultivation of Catfish (Pangasius hypophthalmus Irfan Zidni; Ayi Yustiati; Iskandar Iskandar; Yuli Andriani
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jpk.v7i2.2682

Abstract

The aim of this research was to analysis the effect of different aquaculture systems on the water quality in cultivation of catfish (Pangasius hypophthalmus). This research was conducted at Fourth Building Hatchery Faculty of Fisheries and Marine Sciences of Padjadjaran University from June to August 2017. The research was using Completely Randomized Design (CRD) with three treatments and four replications. The Treatment A were cultivation in recirculation system, treatment B cultivation on biofloc system, and  treatment C cultivation  in conventional system (control). The parameters of this research are absolute growth rate and water quality include temperature, acidity (pH), dissolved oxygen (DO), nitrate, ammonia and phosphate. Data were analyzed using the Fingerprint Analysis Variety and followed Duncan's Multiple Range Test at the level of 95%. The results showed that the modification of the cultivation system had an effect on the growth rate of catfish. The results showed that the highest absolute growth was in treatment B that is 5.3 gram. The most effective cultivation system in producing water quality in cultivation of catfish is the recirculation system. This can be seen from the low ammonia concentration value of 0.00268 mg/L, phosphate 0.45 mg/L and nitrate 0.31 mg/L at the end of the study.
Co-Authors Achmad Rizal Achmad Rizal Afifah, Luthfiah Al Afisha, Fauziyah Nur Agung Meidito Nugroho Alifia Ajmala Palsa Ammar Fatalattof. A Angela Mariana Lusiastuti anggi nugraha anggi nugraha Ardhardiansyah - Arhab, Rizka Wachida Asep Anang Asep Imam Warsono Atikah Nurhayati Aulia, Halyda Auliya Akraboelittaqwa Ayuni Nasrunnisa Azizia, Annisa Dewi Nur Balqis, Rahma Bangkit, Ibnu Banu Sulistyo Utomo Brainerd, Eliazer Burhanuddin, Muhmmad Adhietya Ramadhani Bussalam, Rajib Cahya, Muhamad Dwi Damayanti, Regita Demas Faisal Desty Nurul Ulfa Dian Yuni Pratiwi Diani, Ahmad Fikry Dwi Suci Ayu Irianti Emma Rochima Evi Liviawaty Fatalattof. A, Ammar Fauziah Arini Shaqina Gilang Kodrat Hikmatullah Gitarani Beauty Gumelar, Muhammad Gugum Hafel, Aulia Putri Kapsari Halyda Aulia Handaka, Asep Agus Hariz, Shafwan Hasani, Fiza Jasmine Hasna Nabila Shobihah Herman Hamdani Herman Hamdani Hilman - Heriyanto Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi Ichsan Nurul Bari Iis Rostini Indah Riyantini Irfan Zidni Iskandar - Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Iskandar Ismail, Muhammad Rudyansyah Isni Nurruhwati Izza Mahdiana Apriliani Izza Mahdiana Apriliani Jacinda, Adinda Kinasih Jamil Amjad Junianto Junianto JUNIANTO JUNIANTO Kamiswara, Rendika Kanna, Iskandar Katisya Abrina Prastyanti Kevin Aditya Khaerunissa, Nadia Kiki Haetami Lantun Paradhita Dewanti Liviawaty , Evi Lusia, Akira Luthfidianto, Iqbal M. Agam Alpharesy Maharani, Annisa Nur Maharani, Zahra Egidita Manik, Grace Sondang Rona Tama Masyitoh, Syifa Mega Fatimah Rosana Mohammad Badai Putra Surahman Muhamad Pauwwaz Mumtaz, Yasmin Muthia Nada Safitri Nasrunnisa, Ayuni Nugroho, Agung Meidito Nugroho, Andika Puspito Nur Asiah Nurussahra Sya&#039;bani Pauwwaz, Muhamad Pribadi, Sofan Sidiq Putro, Reno Dwi Rahma Balqis Rajib Bussalam Rambo - Rendika Kamiswara Reno Dwi Putro Rita Rostika Roffi Grandiosa Roffi Grandiosa Herman Ropikoh, Ipik Rosidah - Rosidah - Rostika Rostika Rufi'i Rusky Intan Pratama Santi Rukminita Anggraeni Sartikasari, Dewi Astuti Sofan Sidiq Pribadi Sofi, Nunung Sri Astuty Sriati - Sugandhy, Rioaldi Sukahati, Dewi Widuri Sukendi Sukendi Sunarto Sunarto sunarto sunarto Surahman, Mohammad Badai Putra Suryadi, Ibnu Bangkit Bioshina Syaripudin Nur Tatang Supriatna Taufanputri, Melati Tia Rostiana Siti Maesaroh Titin Herawati Ucu Cahyadi Ujang Subhan Wahyuniar Pamungkas Walim Lili Walim Lili Wardatul Jannah Wildan Nururfan Aghnia Windarti Windarti Yayat Dhahiyat Yuli Andriani Yuli Andriani Yuliana Farahita Yuliana Farahita Zahidah Hasan Zahidah Zahidah Zahidah Zahidah, Zahidah Zahra Egidita Maharani Zuzy Anna