Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KESETIMBANGAN ADSORPSI LOGAM BERAT (Pb) DENGAN ADSORBEN TANAH DIATOMIT SECARA BATCH Yustinah Yustinah; Hudzaifah Hudzaifah; Maya Aprilia; Syamsudin Ab
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.1.12

Abstract

Efek negatif dari pertumbuhan industri adalah limbah industri yang menghasilkan kontaminasi terhadap lingkungan. Salah satu jenis limbah industri adalah logam timbal (Pb) dalam air limbah di atas batas konsentrasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari mekanisme adsorpsi logam timah dalam sistem batch, dengan tanah diatom sebagai adsorben menggunakan model kesetimbangan isoterm. Dalam percobaan ini tanah diatom dicampur dengan 250 ml larutan timbal. Variabel yang diamati dalam percobaan ini adalah konsentrasi timbal dan massa adsorben. Setelah kesetimbangan tercapai, konsentrasi timbal dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Data hasil percobaan menunjukkan, massa adsorben yang lebih besar akan menyerap lebih banyak. Berdasarkan data percobaan dan model matematika, konstanta kesetimbangan dievaluasi menggunakan persamaan least square. Tiga model isoterm adsorpsi yaitu model isoterm Freundlich, model isoterm Langmuir dan model isoterm BET digunakan pada penelitian ini. Model kesetimbangan isoterm Freundlich lebih unggul, dengan nilai konstanta empiris : qf = 0,06 dan b = 1,95 pada massa absorben 3 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi fisik merupakan mekanisme adsorpsi. Kata kunci: adsorpsi, tanah diatom, logam timah
PEMBUATAN ETANOL DARI BIJI NANGKA DENGAN VARIABEL MASSA PATI Ukhtun Ba’diyah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.2.%p

Abstract

Biji Nangka mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biji nangka sebagai bahan baku pembuatan etanol. Penelitian ini dilakukan dua tahap yaitu, pembuatan powder dari biji nangka dan proses fermentasi. Proses yang pertama adalah pembuatan pati powder biji nangka. Biji nangka dipotong kecil-kecil kemudian dikeringkan. Setelah itu dihaluskan kemudian diayak sehingga menjadi powder. Proses yang kedua diawali dengan pensterilisasian alat dengan menggunakan autoclave. Powder biji nangka ditimbang dengan variabel massa pati (5, 10, 15, 20, 25) gram. Kemudian powder biji nangka yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan dilarutkan dengan 100 ml aquadest. Selanjutnya dikukus dengan temperatur 68- 70°C selama ±45 menit, setelah itu dinginkan dalam temperatur kamar. Sampel dimasukkan ke dalam incubator yang sebelumnya sudah distrelisasi dengan alkohol. kemudian tambahkan ragi Sacchromyces cerevisiae 0,5 gram. Fermentasi dilakukan selama 5 hari. Setelah itu, sampel diambil kemudian disaring hingga mendapatkan filtrat (etanol). Dari penelitian diperoleh hasil semakin banyak massa pati maka kadar etanol yang dihasilkan juga akan semakin besar, karena kadar karbohidrat yang diubah menjadi ethanol semakin banyak. Kadar etanol terendah pada variabel massa pati 5 gram yaitu 3,05 % ethanol dengan absorbansi 0,542. Kadar etanol tertinggi pada variabel massa pati 25 gram yaitu 4,87% etanol dengan absorbansi 0,145. Dari hasil penelitian didapatkan persamaan hubungan kadar etanol dengan variabel massa pati yaitu y = 0,098x + 2,480 Kata kunci:Biji nangka, etanol, fermentasi, pati, Sacchromyces cerevisiae 
PENGARUH JUMLAH SUKROSA PADA PEMBUATAN NATA DE PINA DARI SARI BUAH NANAS Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.1.1.%p

Abstract

Salah satuupaya penganekaragaman makanan olahanbuah nanas di Indonesia selain untuk hidangan pencuci mulut, sirup, selai, dan buah kalenganadalah pembuatan Nata de Pina dari sari buah nanas.Penelitian ini bertujuan menentukan penambahan sukrosa optimum pada pembuatan Nata de Pina dari sari buah nanas dan menyelidiki kelayakan dari produk yang dihasilkan dengan uji organoleptis.Nanas dikupas lalu diblender untuk diambil sari buahnya.Sari buah nanas dididihkan, kemudian ditambahkan sukrosa 2, 4, 6, 8, dan 10 % berat. Kemudian campuran dijadikan pH =5, lalu disterilisasi dalam autoclave. Setelah dingin, larutan dicampur dengan starter.Kemudian media difermentasi selama 8 hari di dalam inkubator pada 30oC. Nata de Pina yang diperoleh dioven selama dua jam pada 110oC, kemudian ditimbang beratnya.Kondisi optimum dicapai pada penambahan sukrosa 6%,denganyield 26,4%. Korelasi yield (y) dan persen sukrosa (x): y = - 0,2632x2 + 4,2736x + 9,474.Uji organoleptis melibatkan fermentasi Nata de Pina dengan penambahan sukrosa 6%. Nata hasil fermentasi dibandingkan teksturnya dengan nata yang ada dipasaran.Dari metode Inverted Beta F Distribution diketahui bahwa Nata de Pina yang diperoleh tidak mempunyai perbedaan dengan Nata yang ada dipasaran. Kata Kunci : Nata de Pina, fermentasi, nanas 
PEMANFAATAN ENCENG GONDOK SEBAGAI BIO-ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Syamsudin Abdullah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.8

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara kontinyu dan berulang-ulang pada suhu tinggi (160-180 oC) akan mengakibatkan terjadinya reaksi degradasi dan menghasilkan barbagai senyawa hasil reaksi. Minyak goreng juga mengalami perubahan warna dari kuning menjadi warna gelap. Produk reaksi degradasi akan menurunkan kualitas bahan pangan yang digoreng dan menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan. Penelitian ini mempelajari kemampuan enceng gondok sebagai bio-adsorben untuk menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV) dan warna gelap minyak goreng bekas (jelantah). Pengolahan dengan bio-adsorben diharapkan dapat meningkatkan kualitas minyak goreng bekas, sehingga umur pemakaian minyak goreng dapat diperpanjang. Enceng gondok diambil batangnya dan dikeringkan, selanjutnya digiling dijadikan serbuk. kemudiandilakukan proses delignifikasi  menggunakan NaOH dan dinetralkan dengan HCl. Campuran disaring diambil padatannya dan dicuci dengan aquades, selanjutnya padatan dikeringkan sehingga diperoleh bio-adsorben. Proses adsorbsi minyak goreng bekas  dilakukan dengan variabel massa bio-adsorben 2 sampai 10 gram. Minyak goreng bekas dan bio-adsorben dicampur dan diaduk pada temperatur konstan 110oC selama satu jam. Setelah itu minyak goreng disaring dengan vakum, dan minyak goreng yang sudah bersih dianalisa kadar FFA, bilangan peroksida, dan warnanya.Hasil analisis hasil berupa  kadar asam lemak bebas didapat kandungan FFA terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar 0.64 %, bilangan peroksida terendah terjadi pada massa 6 gram sebesar 5 miligrek/milligram, nilai adsorbansi terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar  0.5569 adsorbansi dan  bilangan penyabunan didapat kandungan NaOH terendah terjadi pada massa 4 - 10 gram sebesar 0.798Kata Kunci : minyak goreng bekas, enceng gondok, bio-adsorben, pemurnian
PENGARUH KONSENTRASI ASAM SITRAT TERHADAP PENURUNAN BILANGAN ASAM DAN KEPEKATAN WARNA MINYAK JELANTAH MELALUI PROSES ADSORPSI Yustinah Yustinah; Rosdiana Rosdiana
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.1.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh konsentrasi (persen berat atau %w/w) asam sitrat yang dimanfaatkan sebagai adsorben terhadap penurunan bilangan asam dan kepekatan warna pada minyak goreng bekas. Pada penelitian ini dilakukan metode adsorbsi dengan tahapan tahapan proses yaitu proses despicing, netralisasi dan bleaching, dengan variasi konsentrasi asam sitrat 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, 3% (w/w) serta temperatur pemanasan 70oC dan kecepatan pengadukan 500rpm selama 60 menit. Dari hasil penelitian didapatkan penambahan asam sitrat yang paling baik adalah 2% (w/w). Persamaan polinomial hubungan antara konsentrasi asam sitrat (x) dan bilangan asam (y) adalah y = 0.1834x2 – 0.768x + 1.3591 dengan nilai R2 = 0.9367. Pada kondisi terbaik besarnya bilangan asam adalah 0.5319 dan nilai kepekatan warna adalah 37/20. Kata kunci: asam sitrat,minyak goreng bekas,adsorbsi.
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG NASI AKING DAN TEPUNG KULIT PISANG DALAM PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADABLE Rizki Herawati; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.10.2.1-6

Abstract

Plastik biodegradable (disebut juga bioplastik) yaitu plastik yang seluruh atau hampir seluruh komponennya berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui. Bahan yang biasa digunakan untuk membuat bioplastik adalah bahan yang mengandung pati. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari tepung nasi aking dan kulit pisang terhadap karakteristik plastik biodegradable. Nasi aking dan kulit pisang mengandung pati yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat plastik biodegradable. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu gelatinisasi dimana nasi aking dan kulit pisang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian diformulasikan dalam pembuatan plastik biodegradable dengan variasi perbandingan tepung nasi aking dan tepung kulit pisang 4:16, 8:12, 10:10, 12:8, dan 16:4. Pembuatan plastik biodegradable ini menambahkan gliserol sebagai plasticizer, kitosan sebagai penguat alami dan asam asetat 2%. Uji karakteristik yang dilakukan yaitu kuat tarik, elongasi, dan biodegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan massa variasi antara tepung nasi aking dan kulit pisang dapat mempengaruhi karakteristik plastik biodegradable seperti uji kuat tarik, uji elongasi dan uji biodegradasi. Hasil optimum diperoleh pada perbandingan 12:8 dengan nilai kuat tarik 2,4 MPa, nilai elongasi 14,87% dan nilai biodegradasi 66,89%. Hasil uji karakteristik plastik biodegradable menunjukan bahwa semakin banyak massa nasi aking maka karakteristik yang dihasilkan semakin baik.
PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS DENGAN BUAH MENGKUDU Frima Viantini; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.4.2.53-62

Abstract

Mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan bahan adsorben karena antioksidan yang terkandung di dalamnya. Antioksidan tersebut berguna untuk mengikat pengotor dan membentuk senyawa kompleks yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas minyak goreng bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh temperatur pada penambahan buah mengkudu yang dimanfaatkan sebagai adsorben terhadap penurunan kadar asam lemak bebas, angka peroksida, dan kepekatan warna pada minyak goreng bekas. Percobaan dilakukan dengan menggunakan metode adsorbsi dengan tahapan proses sebagai berikut proses despicing, proses netralisasi, proses bleaching dengan variasi temperatur 50oC, 60oC, 70oC, 80oC, 90oC selama 60 menit dengan konsentrasi buah mengkudu 20% dan kecepatan pengadukan 500 rpm. Analisa hasil uji pemurnian minyak goreng pada percobaan ini meliputi beberapa parameter yaitu bilangan asam, kadar asam lemak bebas, bilangan peroksida, serta bilangan warna. Dari hasil percobaan didapat temperatur optimal adalah pada temperatur 70oC dengan konsentrasi 20% buah mengkudu dan kecepatan pengadukan 500 rpm selama 60 menit dan didapatkan bilangan asam 0.3293 mgrek/mg, kadar asam lemak bebas 0,2108%, bilangan peroksida 1.65 meq/kg, dan absorbansi pada panjang gelombang 450 nm adalah 0.82.  Kata Kunci : Adsorbsi, mengkudu, minyak goreng bekas, pemurnian
EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI KULIT JERUK SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PADA PEMBUATAN SABUN Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.1.25-30

Abstract

Jeruk adalah salah satu buah-buahan tropis yang banyak dihasilkan di Indonesia. Industri minuman banyak menggunakan buah jeruk sebagai bahan baku, sehingga mengakibatkan limbah yang dihasilkan jumlahnya cukup banyak, salah satunya limbah kulit jeruk. Tujuan penelitian adalah memanfaatan limbah kulit jeruk yang tidak dikonsumsi, sehingga akan meningkatkan nilai ekonomi limbah tersebut. Tahap penelitian mula-mula, kulit jeruk dipotong-potong kecil-kecil, kemudian timbang kulit jeruk sebanyak 300 gram lalu dilarutkan dalam etanol. Proses ekstraksi dilakukan dengan pengadukan konstan 500 rpm selama 3 jam dengan variabel jumlah pelarut sebanyak 300 ml, 350 ml, 400 ml, 450 ml dan 500 ml. Hasil ekstraksi kemudian disaring dengan melewatkannya pada Na2SO4 anhidrat dan filtratnya diambil. Selanjutnya,filtrat dipanaskan menggunakan vacum evaporator pada suhu 60°C sampai semua etanol menguap. Setelah diperoleh minyak atsiri, maka dilanjutkan proses pembuatan sabun dengan minyak atsiri yang didapat sebagai zat tambahan. Penelitian ini menghasilkan minyak atsiri yang optimum terdapat pada jumlah pelarut 500 ml sebanyak 2,3432 gram dan terendah pada jumlah pelarut 300 ml sebanyak 1,4145 gram. Dari analisa GC-MS didapatkan senyawa limonen yang terdapat dalam minyak atsiri pada waktu 7,01 menit dengan persen area sebesar 96,79%. Hasil pengujian hedonik terhadap tekstur dan aroma sabun yang sudah ditambah minyak atsiri dapat diterima oleh para panelis. Kata kunci: etanol, kulit jeruk, minyak atsiri, sabun 
Pelatihan Hidroponik Untuk Pemula bagi Guru dan Siswa SMK Jayabeka 02 Karawang yustinah yustinah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.2.89-94

Abstract

Pada saat ini menjaga imun tubuh sangat penting, untuk mencegah tubuh tertular virus. Masyarakat dihimbau untuk banyak makan sayur dan buah supaya imun tubuh tetap bagus. Selain itu masyarakat disarankan banyak kegiatan di rumah saja. Dalam penyediakan kebutuhan sayuran di rumah, dapat dilakukan dengan menanam secara hidroponik. Pengabdian masyarakat di SMK Jayabeka 02 Karawang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru-guru dan siswa dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Selanjutnya diharapkan guru dan siswa dapat menerapkan beberapa teknik sederhana menanam dengan metode hidroponik. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan tiga tahapan. Tahap pertama adalah sosialisasi terhadap guru dan siswa aka nada pelatihan hidroponik. Tahap kedua adalah pelatihan, yang didalamnya terdapat kegiatan paparan materi dan tutorial cara bercocok tanam hidroponik. Guru-guru dan siswa mempunyai minat yang tinggi dan sangat tertarik ikut pelatihan hidroponik ini. Terdapat peningkatan pengetahuan tentang hidroponik setelah dilakukan pelatihan
Process Control on the Platformer with the Adaptive Neuro-Fuzzy Inference System (ANFIS) Method Heri Setiono; Tri Yuni Hendrawati; Yustinah Yustinah
Journal of Applied Sciences and Advanced Technology Vol 4, No 3 (2022): Journal of Applied Sciences and Advanced Technology
Publisher : Faculty of Engineering Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jasat.4.2.51-56

Abstract

Catalytic naphtha reform (platformer) is the main process carried out in oil refineries to increase low octane naphtha into high octane gasoline. The Reformer will meet a wide range of products that require operating flexibility. Process optimization can be done by controlling using the ANFIS method. This optimization requires an accurate process model that is applicable in a wide range of operating conditions, therefore simplifications are made in the kinetic model modeling. This model provides three temperature profiles and concentrations of important hydrocarbons (naphthene, paraffin, and aromatic) throughout the reactor. The optimal control scheme using the ANFIS method is used to maximize the aromatic yield, following the reactor inlet temperature limit. The results obtained were compared with the aromatic results without control and using control with the neural network method. The results showed that the ANFIS method has the ability to control the process. Furthermore, the results obtained from the process are used to determine the pressure of the process during the reaction.