Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Analisis Teknik dan Uji Kinerja Mesin Pengolah Kopi (Pulper dan Huller) Mobile pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) Pengolahan Kopi (Studi Kasus di PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, Kab. Bogor, Jawa Barat) Fadzar Bagas Akbar; Asep Yusuf; Ahmad Thoriq; Wahyu K Sugandi
Agroteknika Vol 3 No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v3i1.65

Abstract

Mesin pengupas kulit buah kopi (pulper) dan gabah kopi kering (huller) yang telah ada di pasaran bersifat tidak mudah untuk dipindah-pindahkan (statis). Oleh karena itu perlu adanya mesin pengolah kopi yang dapat mobile atau terintegrasi pada kendaraan seperti pada Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) pengolahan kopi, mencakup pulper dan huller. Kedua mesin tersebut merupakan hasil perancangan home industry sehingga belum memiliki spesifikasi aktual dan data uji kinerjanya, padahal data tersebut penting untuk mengetahui spesifikasi teknis mesin dan produksi massal dapat dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan melakukan pengukuran, pengamatan, dan perhitungan untuk menganalisis teknik dan menguji kinerja mesin. Hasil analisis teknik pada kedua mesin menunjukkan sudah layak secara teknis, dengan parameter pada mesin pulper berupa kebutuhan daya 4,08 HP dan umur bantalan 27.660 jam. Sedangkan pada mesin huller yaitu kebutuhan daya 6,09 HP dan umur bantalan 11.743 jam. Hasil uji kinerja kedua mesin juga menunjukkan sebagian besar sudah memenuhi standar yang berlaku, namun perlu evaluasi untuk tingkat kebisingan dan getarannya. Hasil uji kinerja mesin pulper yaitu kapasitas aktual 390,1 kg/jam, rendemen pengupasan 64,2%, konsumsi bahan bakar 0,72 liter/jam, tingkat kebisingan 87,5 dB, dan getaran mesin 11,26 m/s2. Sedangkan pada mesin huller yaitu kapasitas aktual 107,4 kg/jam, rendemen pengupasan 75,1%, konsumsi bahan bakar 0,95 liter/jam, tingkat kebisingan 85,1 dB, dan getaran mesin 11,04 m/s2.
Karakteristik Fisik Dan Mekanik Beberapa Varietas Hanjeli Sebagai Dasar Mendesain Komponen Mesin Asep Yusuf; Wahyu Kristian Sugandi; Zaida Zaida
Agroteknika Vol 4 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/agroteknika.v4i1.79

Abstract

Kebutuhan pangan akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk yang terus naik. Pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia selama ini tergantung pada beras dan terigu, disamping bahan pangan lainnya seperti ubi kayu, jagung, dan sagu. Pengalihan fungsi lahan pertanian secara masal menjadi area pemukiman dan industri menghambat upaya peningkatan produksi beras. Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan pangan alternatif, salah satunya yaitu hanjeli. Hanjeli memiliki kandungan karbohidrat,protein dan kalsium yang sangat baik untuk dijadikan sebagai bahan pangan. Selain itu, hanjeli mudah dibudidayakan, di Jawa Barat, banyak ditemukan di daerah Garut, Ciamis, Sukabumi, Indramayu, dan Cirebon. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji karateristik fisik mekanik beberapa varietas hanjeli sebagai dasar dalam perancangan mesin penyosoh hanjeli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu melakukan pengamatan, pengukuran, serta perhitungan terhadap karateristik fisik hanjeli. Penelitian ini dilaksakan di Laboratorium Pascapanen, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Secara umum varietas hanjeli yang diuji karakteristik fisiknya yaitu variets pulut dan Batu. Sedangkan parameter yang diuji meliputi: kadar air, kebulatan, densitas kamba, sudut repos, kekerasan dan nisbah hanjeli. Hasil Pengujian menunjukan bahwa hanjeli varietas batu hitam memiliki densitas, tingkat kekerasan, dan sudut repos yang paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu variets pulut paling tinggi dibandingkan dengan varietas yang lainnya. Sedangkan nisbah paling besar yaitu varietas pulut.