Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Haji dan Status Sosial: Studi tentang Simbol Agama di Kalangan Masyarakat Muslim Zainuddin, M.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 15, No 2 (2013): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v15i2.2764

Abstract

Religion as a fact and history has symbolic and sociological dimensions as a structure of abstract realm regardless of space and time. Pilgrimage substantially contains humanity values, such as the doctrines of equality, the necessity to preserve life, property, and honor of others, a ban of oppressing or exploiting the weak people, either economically or others. For example, releasing daily wear and changing it with ihram wear has meaning to erase the social gaps between the rich and the poor. That is the ideal teaching of pilgrimage making one aware that he is a social human. This paper is sociologically intended to see the phenomenon of pilgrimage in the Muslim society of Indonesia, especially in Java. The study showed that the pilgrimage of the majority of Indonesian Muslim is loaded with social attributes. Although the pilgrim is a part of the religion pillars, it has been utilized   by the local ruling elite as a political resource or a mean to establish power legitimacy. Agama sebagai fakta dan sejarah memiliki dimensi simbolis dan sosiologis sebagai struktur sebuah makna yang berada pada ranah abstrak, terlepas dari ruang dan waktu. Ibadah haji secara substansial mengandung nilai-nilai kemanusiaan, seperti ajaran tentang: persamaan, keharusan memelihara jiwa, harta, dan kehormatan orang lain, larangan melakukan penindasan atau pemerasan terhadap kaum lemah, baik di bidang ekonomi maupun bidang-bidang lain. Misalnya, menanggalkan pakaian yang dipakai sehari-hari dan menggantinya dengan baju ihram untuk menghapus kesenjangan sosial antara kaya dan miskin. Itulah harapan ideal ajaran haji untuk membuat pelakunya menyadari bahwa ia adalah makhluk sosial. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap fenomena haji dalam masyarakat Indonesia, terutama di Jawa, secara sosiologis. Studi ini menunjukkan bahwa ibadah haji yang dilakukan oleh mayoritas muslim Indonesia dipenuhi dengan atribut-atribut sosial. Meski merupakan salah satu pilar agama, ibadah haji telah digunakan elit penguasa lokal sebagai sumberdaya politik atau alat membangun legitimasi kekuasaan.
Kebebasan Beragama dan Demokratisasi di Indonesia Zainuddin, M.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.431

Abstract

The objective of this research is to understand the religious freedom and the process of democratization in Indonesia. The result of this research shows that the religious freedom in Indonesia is regulated by the law. In this sense, religious freedom means freedom to choose and believe in certain religion, it does not mean that people have freedom to be atheism. In fact, the religious freedom in Indonesia has not run well since there is a religion banned by claiming it as a wrong and deviate religion. Furthermore, the violence by a religion to another religion is common in social life. Tujuan penelitian ini untuk memahami kebebasan beragama dan proses demokratisasi di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebebasan beragama di Indonesia diatur oleh undang-undang. Dalam pengertian ini, kebebasan beragama berarti kebebasan memilih dan percaya pada agama tertentu, tidak berarti orang memiliki kebebasan untuk bersikap ateis. Sebenarnya, kebebasan beragama di Indonesia belum berjalan dengan baik karena ada agama yang dilarang dengan mengklaimnya sebagai agama yang salah dan menyimpang. Selanjutnya, kekerasan oleh agama ke agama lain biasa terjadi dalam kehidupan sosial.
Wanita Muslimah dalam Problema Kehidupan Modern Zainuddin, M.
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 3, No 1 (2001): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v3i1.4713

Abstract

This paper describes how Muslim women face problems in the modern era. Modern life is characterized by technological sophistication and industrial advancement as well as the diminishing of the agrarian sector. The strengthening of rationalism and the emergence of individualism that has implications for the alliance signifies that existence. The problem faced by Muslim women today is a matter of modernization that leads to the demands of emancipation. Emancipation is the result of the demands of western women who feel unaccounted for and eliminated from men. Male dominance and arbitrary acts implicate the emergence of the demands of women's freedom are also excessive. The idea of equality of rights itself also contains a contradiction that is quite confusing in terms of concepts and applications in social laws and policies. Tulisan ini memaparkan bagaimana muslimah menghadapi persoalan di era modern. Kehidupan modern dicirikan oleh sofistikasi teknologi dan kemajuan dibidang industri serta semakin berkurangnya sektor agraris. Menguatnya rasionalisme dan munculnya individualisme yang berimplikasi kepada alinasi menandai adanya itu. Problematika yang dihadapi wanita muslimah kini adalah masalah modemisasi yang mengarah pada tuntutan emansipasi. Emansipasi adalah akibat dari tuntutan kaum wanita barat yang merasa tidak mendapatkan tempat dan teralinasi dari kaum pria. Dominasi kaum pria dan pcrlakuan yang semena-mena berimplikasi munculnya tuntutan kebebasan kaum wanita yang juga berlebihan. Ide persamaan hak (equal rights) sendiri juga mengandung kontradiksi yang cukup membingungkan tern tarn a dalam hal konsep dan aplikasinya dalam undang-undang dan kebijakan sosial.  
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK MENGGUNAKAN TEKNIK STORYTELLING UNTUK MENINGKATKAN EMPATI PADA  SISWA SD NEGERI 2 PRINGGAJURANG Zainuddin, M.; Wibowo, Dwi Endrasto; Zulaifi, Reza; Iman, Nurul
INSIGHT: Jurnal Bimbingan Konseling Vol. 14 No. 2 (2025): INSIGHT: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009.142.02

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of group guidance services using storytelling techniques in enhancing the empathy of sixth grade elementary school students in East Lombok. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using pre-test and post-test measurements on ten randomly selected participants. The instrument used was an empathy scale covering four dimensions, while the intervention was carried out through story reading and paired retelling activities. Data were analyzed using comparative tests to determine changes in empathy levels after the intervention. The results indicate a significant increase in empathy with an average score improvement of twelve point three. The greatest increase occurred in the perspective taking dimension, followed by empathic concern, imagination, and personal distress. These findings demonstrate that storytelling is an effective guidance strategy for developing students’ ability to understand the feelings of others.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL CANVA DALAM LAYANAN BIMBINGAN KARIR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG STUDI LANJUTAN Fadhli, Teuku; Fitri, Muqarramah; Zainuddin, M.; Zahara, Zahara; Agistia, Nora
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i4.9787

Abstract

ABSTRACT Digital transformation in education requires innovation in career guidance services to better align with the characteristics of the digital generation. Services that remain predominantly informative and lack interactive visual elements may reduce student engagement and understanding of further study options. This study aims to examine the effectiveness of using Canva as a digital media tool to enhance Grade XII students’ understanding of post-secondary education choices at SMA Negeri 3 Unggul Sigli. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 32 students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire that had been tested for validity and reliability, and were analyzed using a Paired Sample t-Test with SPSS version 27. The results indicated a significant increase in the mean score from 73.66 to 87.28 (Sig. < 0.05), with an N-Gain value of 0.83 (high category). These findings confirm that the use of Canva in career guidance services is effective in improving student engagement and understanding of further study options, and is relevant as a technology-based innovation in secondary school guidance services. ABSTRAK Transformasi digital dalam pendidikan menuntut inovasi pada layanan bimbingan karir agar lebih sesuai dengan karakteristik generasi digital. Layanan yang masih bersifat informatif dan minim visual interaktif berpotensi mengurangi keterlibatan serta pemahaman siswa tentang studi lanjut. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penggunaan media digital Canva dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas XII mengenai pilihan pendidikan pasca-SMA di SMA Negeri 3 Unggul Sigli. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 32 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan skor rata-rata dari 73,66 menjadi 87,28 (Sig. < 0,05) dengan nilai N-Gain sebesar 0,83 (kategori tinggi). Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan Canva dalam layanan bimbingan karir efektif meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap studi lanjut, serta relevan diterapkan sebagai inovasi layanan berbasis teknologi di sekolah menengah.
INTERVENSI BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN RELAKSASI SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN STRES SISWA FULL DAY SCHOOL Fitri, Muqarramah; Fadhli, Teuku; Zainuddin, M.; Maulida, Intan; Samudra, Lalu Ricky Untala
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i4.9853

Abstract

ABSTRACT Academic stress is a psychological condition that arises when students face high academic demands and limited time to complete various learning tasks. This phenomenon is often experienced by students who participate in the full-day school system due to the more intensive learning activities compared to the regular school system. This study aims to determine the effectiveness of group guidance with relaxation techniques in reducing academic stress among students implementing the full-day school system. This research employed a quantitative approach using a one group pre-test and post-test design involving 8 eleventh-grade students of SMAN 3 Unggul Sigli selected through purposive sampling. Data were collected using an academic stress questionnaire that had been tested for validity and reliability and were analyzed using the paired sample t-test with the assistance of SPSS version 22. The results showed an increase in the average score from 55.375 in the pre-test to 75.375 in the post-test with a significance value (sig. < 0.05), indicating a decrease in students’ academic stress levels after the implementation of group guidance with relaxation techniques. These findings indicate that the application of group guidance with relaxation techniques helps students manage emotional tension, improve self-control, and reduce the level of academic stress experienced during the full-day school learning system. Therefore, group guidance services with relaxation techniques can be used as an alternative intervention strategy in school counseling services to help students cope with academic stress more effectively. ABSTRAK Stres akademik merupakan kondisi psikologis yang muncul ketika peserta didik menghadapi tuntutan akademik yang tinggi serta keterbatasan waktu dalam menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Fenomena ini sering dialami oleh siswa yang mengikuti sistem pembelajaran full day karena intensitas kegiatan belajar yang lebih padat dibandingkan dengan sistem sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi dalam mengurangi stres akademik pada siswa yang menerapkan sistem full day. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test and post-test yang melibatkan 8 siswa kelas XI SMAN 3 Unggul Sigli yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket stres akademik yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 55,375 pada pre-test menjadi 75,375 pada post-test dengan nilai signifikansi (sig. < 0,05), yang menandakan adanya penurunan tingkat stres akademik setelah pemberian layanan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi mampu membantu siswa mengelola ketegangan emosional, meningkatkan kemampuan mengontrol diri, serta menurunkan tingkat stres akademik yang dialami selama mengikuti sistem pembelajaran full day. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dengan teknik relaksasi dapat digunakan sebagai alternatif strategi intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah untuk membantu siswa mengatasi stres akademik secara lebih efektif.