Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

ROTI MARYAM SEBAGAI IDENTITAS KULINER KAWASAN SUNAN AMPEL: ANALISIS DAYA TARIK, PELUANG UMKM, DAN DAMPAK EKONOMI WISATA RELIGI SUNAN AMPEL Zakaria, Achmad; Naim; Walipah
Jurnal Manejemen, Akuntansi dan Pendidikan Vol. 2, No.3, Desember 2025
Publisher : YAPAKAMA (Yayasan Putra Khatulistiwa Malang)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59971/jamapedik.v2i3.364

Abstract

Roti Maryam telah menjadi identitas kuliner khas kawasan Sunan Ampel dan memiliki peran signifikan dalam mendukung aktivitas wisata religi. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya tarik Roti Maryam sebagai ikon kuliner, peluang pengembangan UMKM yang memproduksinya, serta dampak ekonominya bagi masyarakat sekitar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara pelaku UMKM, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roti Maryam memiliki daya tarik kuat karena cita rasa khas, nilai historis kawasan Arab, dan fungsinya sebagai oleh-oleh bagi para peziarah. UMKM memiliki peluang besar melalui inovasi produk dan pemasaran digital. Secara ekonomi, Roti Maryam berkontribusi pada peningkatan pendapatan, lapangan kerja, dan penguatan ekonomi lokal di kawasan Sunan Ampel.
PENGALAMAN DAN PERSEPSI TENAGA KESEHATAN DALAM PENERAPAN QUADRANT OF DIFFICULTY–USEFULNESS (QODU) PADA PERENCANAAN PROGRAM TUBERKULOSIS: STUDI KUALITATIF DI KABUPATEN JOMBANG Sukartini, Binti; Mawarti, Herin; Zakaria, Achmad
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.921

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan beban kasus yang tinggi. Upaya perencanaan program yang lebih efektif diperlukan untuk mendukung pencapaian target eliminasi TBC. Salah satu pendekatan alternatif yang dapat digunakan adalah Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), yang memetakan prioritas program berdasarkan tingkat kesulitan dan kebermanfaatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman dan persepsi tenaga kesehatan mengenai penerapan metode QoDU dalam perencanaan program TBC di Puskesmas wilayah Kabupaten Jombang. Metode: Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Informan adalah enam penanggung jawab program TBC yang dipilih secara purposif dari Puskesmas dengan capaian program berbeda. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan semi-terstruktur. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik melalui proses transkripsi, pengkodean, identifikasi tema, dan penyusunan subtema. Validitas temuan diperkuat dengan triangulasi data menggunakan dokumen perencanaan dan hasil kuantitatif sebelumnya. Hasil: Informan menyatakan QoDU membantu memvisualisasikan prioritas program secara sederhana dan praktis. Metode ini mempermudah diskusi lintas program, mengurangi subjektivitas, serta mempercepat pengambilan keputusan. Keterlibatan multipihak juga meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil perencanaan. Kesimpulan: QoDU dinilai bermanfaat sebagai alat inovatif dalam perencanaan program TBC di Puskesmas dan berpotensi untuk diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan kesehatan di layanan primer. Kata kunci: Tuberkulosis, Perencanaan Program, Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU), Persepsi Tenaga Kesehatan, Studi Kualitatif
Perbandingan Latihan Sensorimotor dengan Pemulihan Fisik Konvensional dalam Meningkatkan Stabilitas Atlet Pasca Cedera Pratama, Raditya; Zakaria, Achmad; Kusuma, Angga Indra; Ruman
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 3 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i3.912

Abstract

Sensory-motor training can improve body awareness and better control of body movements, making it important in the recovery of injured athletes. Although sensory-motor training is newer than conventional physical recovery, this approach is beginning to be applied in various rehabilitation clinics and training programs. This study used an experimental design with a quantitative approach involving two groups, each consisting of 6 athletes. A total of 12 athletes from Koni Kota Malang were selected from several selected sports, including soccer, basketball, and volleyball. Overall, the results of this study indicate that sensorimotor training can be an effective alternative in improving body stability, balance, and reaction time in athletes after injury. The results also provide further evidence that technology and methods that integrate sensorimotor aspects can help athletes in the post-injury recovery process. Therefore, it is important to consider the application of sensorimotor training in athlete rehabilitation programs.
Optimalisasi Literasi Digital dan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendekatan Learning by Doing Menggunakan Typingcore dan Microsoft Paint Gumelar, R. Tommy; Purnamasari, Epa Apnan; Anjani, Dewi; Latifah, Latifah; Lestari, Yesi; Zakaria, Achmad; Chessario Ramdoni, Muhammad Ravael; Febriansyah, Rully; Abi Dahlan, Muhamad Atthalah; Hadiwijoyo, Mohammad Rafi
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2026): January 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/jpm.v6i3.2864

Abstract

The digital literacy gap in rural areas remains a major challenge in ensuring equitable education quality in Indonesia, particularly at the elementary school level which often lacks technological facilities. This service aims to optimize basic computer competence and stimulate student creativity through intensive mentoring. The service partners in this activity are elementary education institutions and the surrounding community identified as having limited access to information technology devices. The implementation method uses a Participatory Action Research (PAR) approach with a learning by doing technique focused on three main aspects: hardware introduction, ten-finger typing training using the interactive site Typingcore, and creative visualization using Microsoft Paint. The activity was carried out for six weeks involving active student participation and full support from village officials. The results showed a significant increase in students' understanding of computer device functions and increased fine motor skills in using the mouse and keyboard. Success indicators are seen from the ability of 100% of students to operate booting and shutdown procedures independently, an increase in average typing speed, and the creation of simple, original digital works as activity outputs. The implication of this activity is the formation of students' adaptive mindsets towards technology. In conclusion, the direct practice method proved effective in building children's self-confidence, reducing technology anxiety (technophobia), and becoming a feasible mentoring model to be replicated for areas with similar characteristics.    
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI MELALUI EDUKASI TERSTRUKTUR DI SMKN 1 JABON SIDOARJO Siwi, Yunita Anindito Purwo Erdi; Mawarti, Herin; Zakaria, Achmad; Sutedja, Ade Armada
Jurnal Difusi Ipteks Legowo Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Difusi Ipteks Legowo
Publisher : Perkumpulan Legowo Cerdas Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62242/jdil.v3i1.49

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dan sosial, termasuk meningkatnya ketertarikan terhadap seksualitas. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat mendorong remaja melakukan perilaku seksual berisiko yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan dan penyakit menular seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk seminar edukasi dan sesi tanya jawab di Aula SMKN 1 Jabon, Sidoarjo, pada 12 Desember 2025, dengan melibatkan 61 siswa putri. Materi disampaikan menggunakan media presentasi dan video edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest yang terdiri dari 10 pertanyaan terkait kesehatan reproduksi remaja. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah pemberian edukasi, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta yang memperoleh nilai tinggi pada posttest dibandingkan pretest. Edukasi kesehatan reproduksi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri serta berperan penting dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan diperluas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
EFFECTIVENESS OF THE QODU METHOD IN ENHANCING TUBERCULOSIS PROGRAM PLANNING AT PRIMARY HEALTH CENTERS Mawarti, Herin; Sukartini, Binti; Zakaria, Achmad
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v11i1.3320

Abstract

The success of tuberculosis (TB) control is strongly determined by effective program planning at the primary healthcare level. The 2020–2024 National TB Control Strategy applies a People-Centered Framework (PCF), however, planning methods such as USG, FGD, CARL, and SWOT are often considered complex. This study evaluated the Quadrant of Difficulty–Usefulness (QoDU) method as a simpler and more practical alternative for prioritizing TB programs. A quasi-experimental quantitative design with a pre–post test approach was applied to 34 TB program officers at primary health centers in Jombang Regency, with data analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test.Findings indicated significant improvements across nearly all QoDU variables (p0.005). Median scores for reliability rose from 6 to 8, response time from 6 to 7, usability from 6 to 8, and ease of understanding from 6 to 8. Other aspects such as completeness, relevance, personalization, and security also improved significantly (p=0.000–0.002). Service elements, including assurance, empathy, and responsiveness, showed notable progress. From the user perspective, satisfaction, willingness to reuse, and overall experience increased. Efficiency gains included cost savings, wider coverage, and time efficiency.In conclusion, QoDU proved easier, faster, more efficient, and generated better-quality data than conventional methods. It shows strong potential for broader application in health programs and, with digitalization, may enhance planning effectiveness and accelerate TB elimination efforts.