Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENDAMPINGAN LEGALITAS PRODUK UMKM DI DESA WISATA CIBIRU WETAN, KECAMATAN CILEUNYI, KABUPATEN BANDUNG Siti Zakiah; Eva Mardiyana; Riska Aprilina
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3: Agustus 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa wisata cibiru wetan merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Desa wisata ini memiliki potensi yang alam yang menarik, dimana desa ini memiliki wisata yang berupa tangga seribu dan batu kuda yang diminati wisatawan, selain itu desa Cibiru Wetan pun memiliki wisata edukasi berupa sakola desa, dan wisatawan dapat belajar tarian khas dari Cibiru Wetan. Desa yang terkenal dengan desa edukasi ini memiliki potensi UMKM yang dapat dimaksimalkan. Sebagai desa wisata yang masih berstatus rintisan, yang memiliki potensi UMKM, tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh desa ini, dari mulai aspek pengelolaan, pengembangan hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang terdapat di desa tersebut. Salah satu hambatan dan juga tantangan yang dihadapi oleh desa wisata Cibiru Wetan ini yaitu belum maksimalnya UMKM dalam hal legalitas dan juga peningkatan kualitas produknya, untuk itu pihak pengelola UMKM perlu mementingkan aspek legalitas usahanya seperti NIB, PIRT, Sertifikasi Halal hingga HKI dari brand UMKM tersebut, selain itu pihak UMKM pun perlu meningkatkan kualitas dari produknya agar bisa bersaing baik secara lokal maupun nasional, sehingga distribusi produk UMKM ini dapat dilakukan secara luas yang akan berdampak pada ekonomi lokal desa tersebut. Program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan yang terfokus pada legalitas UMKM dan juga peningkatan kualitas produk UMKM di desa wisata Cibiru Wetan.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN PRODUK WISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BUMIWANGI, KECAMATAN CIPARAY, KEBUPATEN BANDUNG Sastika, Widya; Zakiah, Siti; Mardiyana, Eva
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 4, No 5 (2024): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v4i5.748

Abstract

The Bumiwangi tourist village is a tourist village located in the Ciparay District, Bandung Regency, West Java. This tourist village has attractive natural potential, with tourist attractions such as Bukit Cula and being used as a venue for paragliding activities, which is the only one in Bandung Regency. Being a village that is still in the pioneering status, there are many challenges that this village must face, ranging from the development of attractions, amenities, accessibility, to the development of human resources capacity in the village. One of the obstacles and challenges faced by the Bumiwangi tourist village is the lack of maximization in creating tourist products. In developing tourist products, the management needs to develop tourist products focusing on attraction aspects, accessibility aspects, and amenities aspects. Tourist products in Bumiwangi village are still not fully available, such as tour packages that can be offered to the public, as well as the lack of integrated accommodation and compliance with homestay standards in a tourist village. This community service program will be carried out through training focused on creating tour packages, managing homestay accommodations, and providing guidance so that the management of the tourist village can directly implement what they have learned from the training conducted. The community service activities are conducted in three stages: preparation, by conducting initial surveys and identifying tourist products; implementation, by providing training and guidance in creating and implementing tour packages; and finally, evaluation. The training session was held on Tuesday, December 12, 2023, and the guidance took place on Saturday, December 16, 2023.ABSTRAKDesa wisata Bumiwangi merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa wisata ini memiliki potensi yang alam yang menarik, dimana desa ini memiliki potensi wisata Bukit Cula dan juga digunakan sebagai venue dari aktivitas paralayang yang menjadi satu-satu nya yang ada di Kabupaten Bandung. Sebagai desa wisata yang masih berstatus rintisan, tentunya banyak tantangan yang harus dihadapi oleh desa ini, dari mulai pengembangan atraksi, amenitas, aksesibilitas, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang terdapat di desa tersebut. Salah satu hambatan dan juga tantangan yang dihadapi oleh desa wisata bumiwangi ini yaitu belum maksimalnya dalam pembuatan produk wisata. Dalam pengembangan produk wisata pihak pengelola perlu mengembangkan produk wisata dari aspek atraksi, aspek aksesibilitas dan aspek amenitas. Produk wisata yang terdapat di desa bumiwangi ini masih belum tersedia secara maksimal, salah satu nya seperti paket wisata yang bisa ditawarkan kepada masyarakat, selain itu penyediaan akomodasi yang belum terintegrasi dan disesuaikan dengan standarisasi homestay yang terdapat di suatu desa wisata. Program pengabdian masyarakat ini akan dilaksanakan melalui pelatihan-pelatihan yang terfokus pada pembuatan paket wisata dan pengelolaan akomodasi homestay dan juga pendampingan agar pengelola desa wisata dapat mengaplikasikan secara langsung dari pelatihan yang dilaksanakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, dengan melakukan survei-survei awal dan Identifikasi produk wisata; pelaksanaan, dengan melakukan pelatihan dan pendampingan dalam membuat dan mengaplikasikan paket wisata; terakhir adalah evaluasi. Untuk kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada hari selasa 12 Desember 2023 dan pendampingan dilakukan pada hari sabtu 16 Desember 2023.
MEMBANGUN GREEN COMITMENT DAN KUNJUNGAN BERULANG UNTUK DESTINASI WISATA BERKELANJUTAN BERDASARKAN EUDAIMONIC SATISFACTION Siti Zakiah; Deni Hermana
Juremi: Jurnal Riset Ekonomi Vol. 5 No. 1: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/juremi.v5i1.11054

Abstract

Sektor pariwisata berperan krusial dalam keberlanjutan. Namun saat ini dihadapkan pada tantangan signifikan terkait dampak negatifnya terhadap keberlanjutan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan mekanisme pengaruh Eudaimonic Satisfaction terhadap Revisit Intention, baik secara langsung maupun melalui mediasi Green Commitment, pada wisatawan di destinasi wisata berkelanjutan di Jawa Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian hipotesis (studi kausal) dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) pada 215 responden, hasil penelitian menunjukkan bahwa Eudaimonic Satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap Green Engagement dan Revisit Intention. Green Engagement memiliki pengaruh positif dan signifikan yang kuat terhadap Revisit Intention.Temuan kunci adalah peran Green Engagement sebagai mediator parsial dan signifikan dalam hubungan antara Eudaimonic Satisfaction dan Revisit Intention. Model yang diusulkan didukung oleh data lapangan, dengan sebagian besar indeks kesesuaian model menunjukkan fit yang sangat baik. Penelitian ini mengintegrasikan Cognitive Dissonance Theory, Attachment Theory, dan Environmental Commitment Theory untuk menjelaskan bagaimana komitmen wisatawan terhadap keberlanjutan terbentuk dan memengaruhi niat kunjungan berulang. Hasil studi ini dapat menjadi kerangka kerja bagi pengelola destinasi wisata untuk menarik wisatawan agar berkomitmen mendukung keberlanjutan destinasi.
Inovasi Pembuatan Mousse Cake Berbahan Dasar Jahe Dengan Kombinasi Cheesecake Sebagai Isian Savitri, Ariviani Wulan; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jahe merupakan jenis tanaman obat keluarga yang kaya akan khasiatnya, maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk dessert berbahan dasar jahe dengan kombinasi cheesecake sebagai isiannya. Penggunaan jahe diharapkan dapat menciptakan rasa baru dan juga meningkatkan fungsional bahan tradisional untuk produk makanan penutup. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen 3x percobaan dengan komposisi perbandingan 0%:100%, 50%:50%, 0%:100% dan uji organoleptik terhadap 30 responden. Hasil dari penelitian ini yaitu formulasi resep dengan komposisi perbandingan 90% jahe dan 10% cokelat diterima oleh konsumen baik dari segi rasa, tekstur, aroma, warna, penampilan, dan juga hasil rata-rata tertinggi dimiliki oleh tekstur dan juga penampilan dengan nilai sebesar 4,74. Produk ini juga berpotensi untuk meningkatkan inovasi kuliner berbasis bahan rempah dan juga mendukung UMKM dibidang kuliner. Saran dari penelitian ini yaitu ditujukan untuk penelitian selanjutnya agar memperluas uji organoleptik serta disarankan untuk uji gizi diproduk tersebut. Kata kunci—inovasi produk, jahe, mousse cake, organoleptik
Inovasi Pembuatan Mousse Cake Berbasis Buah Pala Sebagai Pemanfaatan dalam Produk Pastry Modern Nurdienthy, Ersyanty; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan daging buah pala (Myristyca Fragrans) masih sangat terbatas dalam industry kuliner, meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil pala terbesar di dunia. Bagian daging buah pala sering kali dibuang atau tidak dimanfaatkan secara optimal karena pemanfaatan lebih difokuskan pada biji sebagai rempah-rempah. Penelitian ini dilakukan untuk menciptakan inovasi produk mousse berbasis daging buah pala sebagai Upaya diversifikasi pangan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep mousse buah pala serta menilai Tingkat daya terimanya oleh konsumen. Mousse dipilih sebagai media inovasi karena fleksibel dalam mengadaptasi berbagai cita rasa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan uji organoleptik dan hedonik, mencakup penilaian terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, dan Tingkat kesukaan secara. Penilaian dilakukan oleh 31 panelis yang berasal dari kalangan akademisi, industri, dan masyarkat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mousse berbasis buah pala memiliki tingkat penerimaan yang baik dari panelis, khususnya pada aspek rasa dan tekstur yang dinilai lembut dan khas. Produk ini berhasil memenuhi karakteristik mousse sebagai dessert modern, dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari inovasi kuliner berbasis bahan local. Temuan ini mendukung peluang pemanfaatan daging buah pala sebagai bahan pangan bernilai ekonomis dan fungsional dalam industry pastry modern. Kata kunci: inovasi kuliner, mousse, buah pala, bahan lokal
Kepuasan Pelanggan Terhadap Cita Rasa Pada Ramen Bajuri di Lengkong Simarmata, Shaina Sari; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor terpenting yang menentukan keberhasilan produk kuliner adalah rasa, rasa menentukan kepuasan pelanggan. Restoran Ramen Bajuri, yang menyajikan ramen Jepang tradisional, dikenal dengan cita rasa yang khas dan kuat. Mempertahankan konsistensi kualitas rasa di tengah persaingan yang ketat di industri restoran adalah tantangan yang unik. Topik yang diselidiki adalah sejauh mana persepsi kepuasan terkait dengan aspek rasa, seperti aroma, tekstur, dan penyajian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meganalisis sejauh mana kualitas rasa dapat terbentuk menjadi kepuasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuesioner, yang dikirimkan kepada pengunjung restoran. Instrumen yang digunakan berupa skala Likert 1 - 5 untuk menilai persepsi responden terhadap sembilan indikator cita rasa. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk mengetahui rata-rata skor pada tiap indikator, Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas rasa memiliki peran yang signifikan dalam membangun kepuasan pelanggan. Temuan dari studi ini seharusnya menjadi dasar untuk strategi yang bertujuan meningkatkan layanan Ramen Bajuri secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas rasa berkontribusi secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kata Kunci: Cita rasa, Kepuasan pelanggan, Ramen, Industri Kuliner, Pelayanan
Pemanfaatan Whey Protein Sebagai Bahan Tinggi Protein Dan Gula Singkong Sebagai Pemanis Alami Pada Produk Silky Puding Nugraha, Cahyadin; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Silky pudding merupakan salah satu jenis hidangan penutup yang popular, memiliki tekstur lembut dan rasa yang enak. Akan tetapi, kandungan protein dan nutrisi pada pudding yang beredar di pasaran sangatlah rendah karena pemakaian ingredients gula pasir yang memiliki kalori tinggi. Pemanfaatan whey protein sebagai bahan tinggi protein dan gula singkong sebagai pemanis alami pada produk silky pudding bertujuan untuk peningkatan kandungan protein dan penurunan kalori dalam produk silky pudding, agar silky pudding dapat menjadi dessert yang enak, sehat, dan bernutrisi. Tujuan dari penelitian ini yaitu, sebagai pengembangan formulasi silky pudding berbasis whey protein dan gula singkong yang optimal. Penggunaan gula singkong menjadi faktor utama dalam menciptakan dessert sehat, karena kalori yang dimiliki gula sigkong jauh lebih rendah dibandingkan gula pasir. serta sebagai penilaian inovasi produk terhadap daya terima konsumen. Inovasi silky pudding berbasis whey protein dan gula singkong sebagai dessert tinggi protein ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Produk inovasi ini diuji dengan organoleptik yang melibatkan analisis sensoris dengan atribut seperti rasa, aroma, tekstur, warna, dan tampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik diperoleh dari kombinasi 35 gram whey protein dan 3 sendok makan gula singkong, yang diberi nama “Goodink”. Produk ini mendapatkan tingkat penerimaan yang sangat baik, dengan skor tertinggi yaitu 87% panelis menilai sangat lembut pada atribut tekstur, diikuti dengan rasa yaitu 73% panelis menilai sangat enak, tidak ada panelis yang memberikan penilaian negatif, menunjukkan bahwa produk inovasi diterima dan disukai secara keseluruhan. Inovasi ini memiliki potensi sebagai dessert yang tidak hanya enak tetapi juga sehat, karena penggunaan bahan alami seperti gula singkong sebagai pemanis alami dan whey protein untuk peningkatan protein. Kata Kunci : Pudding, Dessert, Whey Protein, Gula Singkong, Pemanfaatan
Pengembangan Produk Kastengel Dengan Menggunakan Pisang Sebagai Bahan Pengganti Tepung Terigu Dan Pemanis Alami Salescha, Agisna Zulfa; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kastengel adalah jenis kue kering yang umumnya dibuat dengan resep yang menggabungkan keju dan tepung terigu. Dalam penelitian ini, modifikasi dibuat pada produk kastengel dengan mengganti tepung terigu dengan tepung pisang. Penggantian dengan tepung pisang diketahui dapat menciptakan tekstur yang lebih lembut karena kandungan air yang cukup tinggi dalam tepung tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi formula kastengel yang memanfaatkan tepung pisang serta untuk mengevaluasi penerimaan konsumen terhadap pengembangan kastengel yang menggunakan tepung pisang sebagai pengganti tepung terigu, dengan harapan dapat meningkatkan nilai ekonomi dari pisang dan mengurangi ketergantungan pada tepung terigu. Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), di mana satu faktor bahan yaitu substitusi tepung pisang terhadap tepung terigu dengan tiga perlakuan 30:70, 50:50, dan 70:30. Analisis dilakukan untuk mengetahui perbedaan dalam hal tekstur, rasa, warna, aroma, penampilan, dan penerimaan konsumen dibandingkan dengan kastengel yang biasa. Dalam penelitian ini, partisipan terdiri dari populasi yang dikelompokkan menjadi beberapa kategori, antara lain akademisi, praktisi industri makanan, dan mahasiswa. Sebanyak 30 orang berpartisipasi sebagai panelis atau pencicip, yang terdiri dari 5 akademisi, 5 praktisi industri makanan, dan 20 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa kastengel C dan B mendapatkan respon paling positif dari panelis, terutama dari segi rasa, kesukaan dan tampilan. Formulasi resep yang dikembangkan juga berhasil menghasilkan produk yang konsisten. Kata Kunci: Kastengel, Tepung, Pisang, Inovasi Pangan, Keberlanjutan
Peranan Kitchen Section Dalam Penerapan Hygiene Dan Sanitasi Untuk Menjaga Kualitas Produk Di Open Kitchen Fresco Restaurant Hotel Hilton Bandung Jannah, Citra Nur; Zakiah, Siti
eProceedings of Applied Science Vol. 11 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pariwisata seperti hotel, restoran, dan usaha boga lainnya akhir-akhir ini berkembang pesat, sehingga menuntut terciptanya suasana yang nyaman dari berbagai aspek bagi calon pelanggan. Penerapan hygiene dan sanitasi pada industri pariwisata yang berkaitan dengan proses pengolahan makanan dan minuman merupakan hal yang sangat penting di terapkan agar memberikan keuntungan bagi karyawan dan tamu hotel dan restaurant yang menikmati makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui penerapan hygiene dan sanitasi dalam proses pengolahan produk di open kitchen (fresco restaurant) hotel hilton bandung. Open kitchen merupakan salah satu section dari food and beverage yang memiliki konsep dapur yang di tata terbuka. Penerapan hygiene dan sanitasi di open kitchen dilakukan untuk mencegah penyakit dan menjaga kesehatan. Penerapan ini juga dapat mempengaruhi citra hotel. Berdasarkan penelitian dan pengamatan yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa penerapan standar sanitasi dan hygiene yang baik di sebuah hotel dapat meningkatkan kesehatan, kebersihan, dan kualitas suatu produk jika diterapkan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kata kunci— Sanitasi dan Hygiene, Hotel, Open Kitchen, Hotel Hilton Bandung
Information System Audit Using Framework Control Objectives for Information and Related Technology (Cobit) on Values Processing Application for Online Student at Senior High School 14 of Bandar Lampung (SMA Negeri 14 Bandar Lampung) Siti Zakiah
Journal of Applied Science, Engineering, Technology, and Education Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : PT Mattawang Mediatama Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.031 KB) | DOI: 10.35877/454RI.asci848

Abstract

Senior High School 14 of BANDAR LAMPUNG is one of the Secondary Education that applies the use of information technology into the academic information system. The Secondary Education strategy plan in the development of information systems has not gone through the information system audit process so that the planning of the information system is not in line with the needs of the expected business process. To overcome this, it is necessary to have an academic information system audit to see the maturity level so as to produce an audit report that can be used as a recommendation in planning an academic information system in the future. An information system audit was conducted using the COBIT 4.1 framework on the DS11 domain. Data collection techniques through observation, interviews and questionnaires. The questionnaire used is a maturity level questionnaire while the maturity level questionnaire is used to measure the level of maturity of the information system for the current condition (as is) and the expected condition (to be). The results of the study concluded that the detailed control objective performance obtained from the expected maturity level (to be) questionnaire in the DS11 process as a whole was at level 4 or managed and measurable. Recommendations for planning solutions towards the expected level of maturity are carried out by defining remedial actions on the attributes of AC, PSP, TA, SE, RA and GSM