Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kecerdasan Sosial Mahasiswa Keperawatan: Factors Contributing to the Sosial Intelligence of Nursing Students Rusiana, Harlina Putri; Safitri, Rias Pratiwi; Hidayati, Baiq Nurul; Salfarina, Anna Layla; Yasir, Lalu Amri
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i2.175

Abstract

Latar Belakang: Gempuran teknologi membentuk mahasiswa yang tidak berkarakter dan lemah secara sosial. Karakteristik ini berdampak pada dunia kerja. Perguruan tinggi keperawatan tidak hanya membekali mahasiswanya dengan intelektualitas saja melainkan juga kecerdasan sosial. Peran kecerdasan sosial diperlukan untuk mendukung dalam bertahan di dunia kerja. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, lama studi dan keterlibatan dalam aksi sosial terhadap kecerdasan sosial. Metode: Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan pendekatan deskriftif analitik. Jumlah sample sebanyak 93 mahasiswa tingkat akhir pada program studi sarjana dan vokasi.Tromoso Sosial Intelligence Scale untuk mengukur kecerdasan sosial dan kuisioner data peneliti, dengan uji statistik chi-square.  Hasil: Uji hipotesis variabel jenis kelamin P = 0,152, usia dengan nilai P = 0,084 (α = 0,05) artinya tidak ada hubungan dengan kecerdasan sosial. Sedangkan lama studi memiliki nilai P = 0,036, aksi kerelawanan nilai P = 0,018 (α = 0,05) dimana terdapat hubungan dengan kecerdasan sosial. Kesimpulan: Faktor dominan yang paling mempengaruhi kecerdasan sosial adalah aksi kerelawanan. Sehingga perlu untuk ditingkatkan keterlibatan mahasiswa pada kegiatan sosial kemasyarakatan. Hal ini bisa diturunkan kedalam kurikulum.
A Case Study of the Sasak People in Sade Village, NTB: Mopping Tradition with Cow Dung and the Risk of ARI Amri Yasir, Lalu; Layla Salfarina, Anna; Firdha Kholaeda, Jora; Fitriana, Dewi; Hidayati, Baiq Nurul
Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah STIKES Yarsi Mataram
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan YARSI Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/jisym.v15i1.446

Abstract

In West Nusa Tenggara Province, acute respiratory infections pose a serious health risk, particularly to young children. Understanding the custom of utilizing cow dung in Sade Village, Central Lombok Regency, and determining its association with ARI risk are the objectives of this study. The the method of case studies, qualitative research is employed to fully comprehend the custom of mopping with cow dung to reduce the danger of ISPA. According to the findings, there was a substantial negative influence on health, particularly for children between the ages of one and six, when cow dung was used as a cleaning agent and floor glue. Due to the possibility of airborne and dustborne contamination, the risk of ARI rises when cow dung contains pathogenic bacteria. This conclusion is reinforced by data on pediatric illnesses in Sade Village, such as colds, coughs, allergies, and diarrhea, which are correlated with frequent ARI symptoms. The link between cultural and health factors in the Sade Village community is complicated, and this research helps to clarify that. A comprehensive education effort is required to offer a clearer awareness of the connection between the dangers of ARI and cow dung usage practices.   ABSTRAK Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, infeksi saluran pernapasan akut menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama pada anak-anak. Mengetahui kebiasaan memanfaatkan kotoran sapi di Desa Sade, Kabupaten Lombok Tengah, dan mengetahui hubungannya dengan risiko ISPA menjadi tujuan penelitian ini. Metode studi kasus, penelitian kualitatif digunakan untuk memahami sepenuhnya kebiasaan mengepel dengan kotoran sapi untuk mengurangi bahaya ISPA. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh negatif yang cukup besar terhadap kesehatan, terutama pada anak-anak berusia antara satu sampai enam tahun, ketika kotoran sapi digunakan sebagai bahan pembersih dan perekat lantai. Karena kemungkinan kontaminasi melalui udara dan debu, risiko ISPA meningkat ketika kotoran sapi mengandung bakteri patogen. Kesimpulan ini diperkuat dengan data penyakit anak-anak di Desa Sade, seperti pilek, batuk, alergi, dan diare, yang berkorelasi dengan gejala ISPA yang sering terjadi. Keterkaitan antara faktor budaya dan kesehatan di masyarakat Desa Sade rumit, dan penelitian ini membantu memperjelas hal tersebut. Diperlukan upaya edukasi yang komprehensif untuk memberikan kesadaran yang lebih jelas tentang hubungan antara bahaya ISPA dan praktik penggunaan kotoran sapi.
Intervensi Gaya Hidup Sehat bagi Lansia melalui Senam Hipertensi Syamdarniati; Lalu Amri Yasir; Anna Layla Salfarina; Fitri Romadonika
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i2.688

Abstract

This community service activity aims to improve the knowledge and skills of older adults in adopting a healthy lifestyle through regular hypertension exercise sessions in Mambalan Village, within the Penimbung Community Health Center (Puskesmas) coverage area. The methods used included health education on hypertension control, hypertension exercise training, and blood pressure monitoring before and after the session. The activity was conducted over four weeks with the active participation of 30 older adults. Data were collected through direct observation, blood pressure measurements, and brief interviews to assess changes in health behavior. The results of the activity showed an increase in elderly knowledge about the importance of a healthy lifestyle, increased participation in physical activity, and a decrease in average systolic and diastolic blood pressure after regularly participating in hypertension exercises. The elderly also reported an increased sense of fitness and enthusiasm for daily activities. In conclusion, the hypertension exercise intervention has proven effective as a form of education and promotion of a healthy lifestyle for the elderly in Mambalan Village. This program is expected to be sustainable with the support of the Penimbung Community Health Center and local health cadres as part of community-based non-communicable disease prevention effort.