Claim Missing Document
Check
Articles

KUPAN (KUE PANDAWA): JAJANAN SEHAT DARI LABU DAN GANYONG SEBAGAI SARANA EDUKASI WAYANG BAGI ANAK-ANAK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Rosyid Ulul Albab; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jajanan anak sekolah saat ini banyak yang tidak sehat. Disisi lain pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia belum maksimal seperti labu dan ganyong. Selain itu, anak-anak mulai melupakan wayang. Oleh karena itu, penulis membuat jajan sehat dari tepung ganyong dan labu yaitu Kue Pandawa (Kupan) sebagai diversifikasi pangan beredukasi wayang untuk anak-anak. Tujuannya adalah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, mendapatkan profit, menciptakan jajanan sehat dari bahan baku lokal, dan membuka lapangan kerja baru. Metode pelaksanaannya meliputi persiapan, riset pasar, produksi, pemasaran, penjualan, dan sertifikasi akad halal dan P-IRT. Kupan disajikan dengan toping aneka rasa. Pada sisi depan kemasannya terdapat gambar wayang dan pada sisi belakang terdapat profil singkat wayang tersebut. Kupan memiliki 3 outlet yaitu SDN Ketawanggede Malang, ABC foodcourt FTP UB, dan Jl. Panjaitan Malang. Memiliki 5 orang karyawan dengan total omset selama 4 bulan mencapai Rp 27.000.000. Dan memiliki sertifikasi Halal MUI Kota Malang dan P-IRT Dinas Kesehatan Kota Malang.   Kata kunci: Edukasi Budaya Wayang, Jajanan Sehat, Kupan
IRADIASI SINAR GAMMA PADA TELUR AYAM BROILER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN (KAJIAN DOSIS IRADIASI DAN PENYIMPANAN SUHU 4°C) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Abdul Jabar Jordana Kalfat; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi dan suhu dingin terhadap jumlah bakteri patogen pada telur ayam boiler. Penelitian ini mengunakan telur segar yang kemudian diiradiasi dengan dosis 0, 1, 2, dan 3 kGy dan disimpan pada suhu ± 4°C. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 2 faktor. Faktor 1 Terdiri dari 4 Level yaitu dosis iradiasi sinar gamma dan faktor II terdiri dari 2 Level yaitu waktu penyimpanan pada suhu dingin, sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, kemudian dibandingkan dengan hasil uji mikrobiologi pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian total mikoba kontaminan pada analisis angka lempeng total mengalami penurunan dari 5.50 x 106 cfu/g menjadi 1.80 x 101 cfu/g, bakteri Escerichia coli dari 64 MPN/g menjadi 3 MPN/g, dan Salmonella tidak ditemukan pada sampel yang diuji. Penelitian ini juga menunjukan, semakin tinggi dosis iradiasi sinar gamma yang dipakai, jumlah mikroorganisme yang ada pada sampel uji semakin menurun.   Kata Kunci: Angka Lempeng Total, Escerichia Coli, Iradiasi Sinar Gamma, Salmonella
KARAKTERISTIK KIMIAWI DAN MIKROBIOLOGIS KOMBUCHA DARI BERBAGAI DAUN TINGGI FENOL SELAMA FERMENTASI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Duwi Wistiana; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter kultur kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) yang memiliki beberapa efek kesehatan antara lain sebagai antioksidan, antibakteri, dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui karakteristik kimiawi dan mikrobiologis kombucha selama fermentasi. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 1 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah unit keseluruhan adalah 18 unit. Faktor yang digunakan adalah jenis daun segar yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kombucha yaitu: D1 = Daun Teh; D2 = Daun Sirih Hijau; D3 = Daun Kopi; D4 = Daun Salam; D5 = Daun Sirsak; D6 = Daun Jambu. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan Metode Multiplle Atribute. Kombucha dengan penggunaan bahan baku daun teh merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik total asam sebesar 0.09%, pH sebesar 2.84, aktivitas antioksidan sebesar 94.22 %, total gula sebesar 0.14 %, total mikroba sebesar 4.40×106 cfu/ml, total BAL sebesar 7.00×105 cfu/ml, warna L sebesar 35.57, warna (a+) sebesar 3.80, warna (b+) sebesar 14.46, aroma sebesar 4.00 dan rasa sebesar 5.50.   Kata Kunci: Daun, Fermentasi, Teh Kombucha
KARAKTERISTIK FISIK- KIMIA DARI EKSTRAK SALAK GULA PASIR DENGAN METODE MASERASI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Putu Bayu Tantrayana; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salak merupakan buah tropis khas Indonesia dengan jumlah produksi salak gula pasir  meningkat setiap tahun. Hal ini tentunya menjadi potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan pangan. Meskipun demikian, eksplorasi buah salak di Indonesia terkait potensinya yang besar masih belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dalam ekstrak salak gula pasir. Disamping itu penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh rasio bahan:pelarut (b/v) dan konsentrasi pelarut dalam menghasilkan ekstrak salak. Penelitian ini menggunakan Rancngan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu rasio bahan : pelarut (1:2), (1:3) (b/v) dan konsentrasi pelarut (70%, 80%, 90%). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak salak perlakuan terbaik diperoleh pada rasio bahan:pelarut (1:2) dengan penambahan konsentrasi pelarut 90% menghasilkan ekstrak  dengan kadar total fenol 0.36%, aktivitas antioksidan 149.08 ppm, total asam 2.55%, TPT 58.27, pH 4.44, volume produk akhir 192.82 gram, nilai L 29.03, nilai a 25.78, nilai b 24.88.   Kata kunci: Ekstrak Salak, Rasio Bahan:Pelarut & Konsentrasi Pelarut, Salak
PEMBUATAN SAKE BERBASIS UBI KAYU (Manihot esculanta crantz) (KAJIAN PENGARUH KONSENTRASI STARTER Saccharomyces cereviceae) [IN PRESS OKTOBER 2014] Yogi Trio Sandi; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsetrasi strater (Saccharomyces cereviceae) efisien pada pembuatan sake berbahan dasar ubi kayu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan satu faktor yaitu konsentrasi starter  Saccharomyces cereviceae terdiri dari lima level yaitu konsentrasi starter 5%, 7.5%, 10%, 12.5%, dan 15%. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi stater Saccharomyces cereviceae berpengaruh nyata terhadap kadar alkohol yang di hasilkan. Konsentrasi alkohol tertinggi di dapatkan pada konsentrasi starter  12.5% dan 15% sebesar 12.14% dan 12.13%. Perlakuan terbaik di peroleh pada konsentrasi starter Saccharomyces cereviceae 12.5%  dengan kadar alkohol 12.14%, pH 4.18 dan total gula 1.41%.   Kata Kunci: Alkohol, Fermentasi, Sake, Singkong
PEMBUATAN VELVA JAMBU BIJI MERAH PROBIOTIK (Lactobacillus acidophilus) KAJIAN PERSENTASE PENAMBAHAN SUKROSA DAN CMC [IN PRESS OKTOBER 2014] Devrina Nova Maria; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan CMC terhadap sifat fisik, kimia dan mikrobiologi velva jambu biji merah. Dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa velva, dapat mempertahankan viabilitas bakteri asam laktat (BAL) selama 2 minggu. Total BAL tertinggi terdapat pada velva dengan kombinasi konsentrasi sukrosa 30% dan CMC 1%, yaitu: 7.04 log cfu/ml (0 jam); 9.76 log cfu/ml (24 jam); 8.07 log cfu/ml (minggu ke-0); 7.35 log cfu/ml (minggu ke-1) dan 6.94 log cfu/ml (minggu ke-2). Velva dengan sukrosa 30% dan CMC 1%, merupakan kombinasi perlakuan terbaik pada total asam 6.29%, total gula 57.29%, vitamin C 133.25 mg/100g, pH 4.24. Melalui analisis fisik, tercatat bahwa nilai overrun 15.21% dan kecepatan leleh 2.68 menit/g. Sementara, analisis organoleptik terbaik mencatat adanya konsentrasi sukrosa 30% dan CMC 1% dengan nilai rasa 5.45 (menyukai), tekstur 4.95 (netral), nilai kesukaan warna 5.2 (menyukai) dan nilai kesukaan aroma 4.55 (netral).   Kata kunci: Jambu Biji Merah, Velva, Probiotik, Sukrosa, CMC
PENINGKATAN PRODUKSI PIGMEN MERAH ANGKAK TINGGI LOVASTATIN MENGGUNAKAN KO-KULTUR Monascus purpureus DAN Saccharomyces cerevisiae [IN PRESS OKTOBER 2014] Evan Tedjautama; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkak merupakan beras yang difermentasi oleh kapang Monascus purpureus yang menghasilkan metabolit sekunder berupa pigmen merah dan lovastatin. Penambahan beras merah dan ko-kultur dengan Saccharomyces cerevisiae mampu meningkatkan produksi metabolit sekunder. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui waktu dan konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae yang tepat terhadap produksi pigmen merah alami tinggi lovastatin pada angkak. Penelitian ini menggunakan RAK 2 faktor. Faktor I adalah waktu penambahan Saccharomyces cerevisiae, sedangkan faktor II adalah konsentrasi penambahan Saccharomyces cerevisiae. Perlakuan terbaik didapat dari perlakuan penambahan Saccharomyces cerevisiae hari ke-12 konsentrasi 105 cfu/mL dengan intensitas pigmen merah (λ 500 nm) 4.69, kadar lovastatin 12.24 ppm, derajat kecerahan (L*) 39.47 dan kemerahan (a*) 15.47, kadar air 5.62%, stabilitas terhadap suhu 86.21% (1800C) dan stabilitas terhadap pH 3 adalah 79.12% (jam ke-12) sedang pada pH 7 adalah 97.64% (jam ke-12).   Kata kunci: Angkak, Ko-Kultur, Lovastatin, Pigmen Merah, Saccharomyces cerevisiae
EVALUASI PERTUMBUHAN Lactobacillus casei DALAM MEDIUM SUSU SKIM YANG DISUBSTITUSI TEPUNG BERAS MERAH [IN PRESS OKTOBER 2014] Lila Prastyaharasti; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh medium susu skim yang disubtitusi dengan tepung beras merah terhadap pertumbuhan bakteri Lactobacillus casei. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan faktor tunggal terdiri dari 5 level, 3 ulangan. Perlakuan susu skim dan tepung beras merah yang diberikan sebesar 0:12; 8:4; 6:6; 4:8; 12:0. Perlakuan terbaik dipilih dengan metode Multiple Attribute berdasarkan parameter mikrobiologi dan kimia diperoleh pada perlakuan proporsi susu skim dan tepung beras merah 0:12, dengan nilai total bakteri asam laktat 8.04x107 (cfu/ml); total asam 0.86%; pH 4.23; total gula 10.08%; dan aktivitas antioksidan 53.49%.   Kata kunci: Beras Merah, Lactobacillus casei, Probiotik
KEBAB RENDANG : INOVASI KEBAB NASI KHAS SUMATERA BARAT SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Fadhila Erwin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebab merupakan makanan khas Timur Tengah yang memiliki beberapa keunggulan, yaitu praktis, ekonomis dan lezat. Dengan mempertimbangkan peluang bisnis di dunia kuliner, maka diciptakan sebuah bisnis dengan produk awal berupa inovasi kebab nasi yaitu “Kebab Rendang” yang merupakan kombinasi nasi dengan rendang khas Sumatera Barat. Tujuan program wirausaha “Kebab Rendang” ini adalah menjadi salah satu media pelestari masakan daerah dan dapat membuka usaha yang profitable dan berkelanjutan melalui sistem franchies dan kemitraan. Untuk itu metode yang dilakukan adalah dengan memulai survey pasar, dilanjutkan dengan pemantapan riset, sertifikasi produk, dan kegiatan penjualan. Pemasaran pun dilakukan melalui media online dan media offline. Hasil yang diperoleh yaitu terbentuknya kebab inovatif yaitu “Kebab Rendang”. Penjualan dilakukan pada 2 (dua) outlet tetap dan stand bazar kuliner. Kebab Rendang ini telah mendaftarkan hak paten merk melalui LPPM Universitas Brawijaya. Kata kunci: Ekonomis, Kebab Rendang, Lezat, Praktis, Profitable
STUDI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KEFIR TEH DAUN SIRSAK (Annona Muricata linn.) DARI BERBAGAI MERK TEH DAUN SIRSAK DIPASARAN [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Muhammad Muizuddin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan aktivitas antibakteri, sifat fisik, kimia, mikrobiologis, dan organoleptik kefir teh daun sirsak yang terbuat dari berbagai macam merk teh daun sirsak yang beredar dipasaran. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang melibatkan 1 faktor. Faktor yang digunakan adalah jenis teh daun sirsak yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Kefir yaitu: M1 = Teh daun sirsak merk Swarna, M2 = Teh daun sirsak merk Sirsakti, M3 = Teh daun sirsak merk Laurico, M4 = Teh daun sirsak merk KeretaUap, M5 = Teh daun sirsak merk Tiga daun, M6 = Teh daun sirsak merk Herbasari. Dilakukan 3 kali ulangan, sehingga diperoleh 18 satuan percobaan. Penggunaan merk teh kereta uap merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik pH 4.54, total asam 0.10% total gula 6.80%, total bakteri asam laktat 6.89x1010, aktivitas antibakteri terhadap S.aureus 3.67 mm, aktivitas antibakteri terhadap E.coli 4.33 mm, warna (L) 54.00, warna (a+) 4.60, warna (b+) 22.60, uji organoleptik terhadap aroma 2.79 (tidak suka) dan warna 3.25 (suka).   Kata kunci: Antibakteri, Kefir, Teh Daun Sirsak
Co-Authors - Austin, - Aan Muzaky Kusuma Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdullah Nasich Ulwan Abdullah Nasich Ulwan, Abdullah Nasich Aji Sutrisno Alfredo Johan Wahyu Sagita Sitompul Ali Mashuri Alinna Listyani Alinna Listyani Ampu Marojahan Resmanto Ampu Marojahan Resmanto, Ampu Marojahan Anang Lastriyanto Andayani, Dian Wuri Anindita Mufti Rizky Anindita Mufti Rizky Anton Nudyanto Anton Nudyanto Arie Srihardyastutie Arni Ardila Sari Bambang Poerwadi Bimo, Igoy Chatarina Umbul Wahyuni Christina Veronica Christine Natalia Halim Christine Natalia Halim Citra Pradani P Daniar Putri Dinson Daniar Putri Dinson Denty Wiryawan, Alivianisa Carissa Detya Pitaloka Sari Devrina Nova Maria Devrina Nova Maria Dewi Maya Maharani Dewi Permatasari, Dewi Dewi, Camelia Norosita Dian Widya Ningtyas Diyah Dewanti, Beauty Suestining Duwi Wistiana Duwi Wistiana Ella Saparianti Elvina Wulandari Elvina Wulandari Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Evan Tedjautama Evan Tedjautama Fadhila Erwin Fadhila Erwin Falasifah, Ratu Felix Deni Arentino Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Gilang Satrio Wicaksono Hairil Fikri hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hasfiani, Yuliatin Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heni Adhianata, Heni Hidayat Sujuti Ilham Dwi Nurcahyono Ilham Dwi Nurcahyono Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irfi Wahyuningrum Irfi Wahyuningrum Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Josep Hindrawan KIKI FIBRIANTO Kristian Purwohadisantoso Lalong, Paulus Risan F. Lila Prastyaharasti Lila Prastyaharasti M Fatkhul Mubin M Fatkhul Mubin M. Maria Marrisa Mawardhani Masahid, Ardiyan Dwi Maulidiyah, Nuris Shobah Mentari Sekar Arum Miftachurrochmah, Anis Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mora, Giral Baines Muhammad Muizuddin Muhammad Muizuddin Munawaroh - Munawaroh Munawaroh Musdholifah Musdholifah Musdholifah Musdholifah N. Sholahudin Nadzira Nadzira Nadzira Nadzira, Nadzira Nawa Aldina Nela Endy Restiengtias Nestya Hariyoko Nina Marlina A Nur Ida Panca Nugrahini Nur Kusmiyati Nur, Mokhamad Pendik Setiawan Pino Tri Anggara Pino Tri Anggara Prasis Nursyam Suhardini Prasis Nursyam Suhardini Putri, Aldila Putri, Belvania Nabila Putri, Nazhifah Vitya Putu Ayu Chintia Devi Pendit Putu Ayu Chintia Devi Pendit, Putu Ayu Chintia Devi Putu Bayu Tantrayana Putu Bayu Tantrayana Raehana Saria Gahari Rahmawati, Siti Irma Ratih Anggraini Ratih Anggraini, Ratih Rebecca Oktanesia Riyanto, Eko Isro Rochmad Chusaini Maulidianto Rochmad Chusaini Maulidianto Rosyid Ulul Albab Rosyid Ulul Albab Safindra, Naswadhia Salafy, Rahma Aulia Sanita Friska Sitepu Septina Dwi Widiyana SIMON BAMBANG WIDJANARKO Soviandini Dwiki Kartikaputri Sudarma Dita Wijayanti Tri Ardyati Tri Ardyati Vicka Jacinda Masye Kusuma Vicka Jacinda Masye Kusuma Vindhya Tri Widayanti, Vindhya Tri Wahyudi, Aleyda Nur Halizah Wellang, Ambo Weni Liandani Weni Liandani Widya Dwi Rukmi Putri Yogi Trio Sandi Yogi Trio Sandi Yua, Ezza Selisa Yusfardyanto Yunus Yusfardyanto Yunus Yusnita Liasari Yusry Muqit Suryawira Yusuf Hendrawan Zia Rossanieldha Zia Rossanieldha