Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI VIABILITAS BAKTERI ASAM LAKTATSELAMA PENYIMPANAN ES KRIM KEFIR Elok Zubaidah; Sanita Friska Sitepu
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Es krim kefir merupakan es krim yang dibuat dari  susu fermentasi dengan memanfaat kan bakteri asam laktat (BAL)  diantaranya Streptococcus, Lactobacilli, dan beberapa mikroba lainnya yang bersifat non pathogen.Pada pembuatan es krim kefir terdapat permasalahan yaitu pada bahan penyusun dan  proses pembuatannya dapat menurunkan viabilitas BAL, diantaranya  proses pembekuan. Upaya  untuk mem-pertahankan viabilitas BAL adalah dengan penggunaan cryoprotectant agent seperti sukrosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi terhadap viabilitas BAL dan sifat kimia produk es krim kefir. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, dengan dua faktor. Faktor 1 konsentrasi sukrosa yang terdiri dari 3 level (10%, 15 % dan 20 %) dan faktor 2 adalah lama fermentasi terdiri dari 2 level (24 dan 48 jam). Penelitian dilanjutkan dengan penyimpanan selama 4 minggu. Data yang diperoleh dianalisa dengan Analisa sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam mampu mempertahankan viabilitas BAL selama penyimpanan 4 minggu, dimana  viabilitas total BAL  tertinggi terdapat pada es krim kefir dengan konsentrasi sukrosa 20 % dan lama fermentasi 48 jam, dengan  total BAL 7,15x108 cfu/ml, total asam 0,847 %,  total gula 16,89 %, pH 4,20. Kata kunci : es krim kefir, sukrosa, fermentasi, viabilitas BAL
PENINGKATAN DAYA SAING MINUMAN FUNGSIONAL INSTAN (SARI APEL CELUP DAN SARI POKAK), SEBAGAI PRODUK KHAS AGROWISATA BATU Elok Zubaidah
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.9 KB) | DOI: 10.21776/ub.jiat.2016.002.01.4

Abstract

ABSTRACTBatu city is an agrotourism city that has been growth rapidly, both as a tourism area and as the center of small scale industries.  Wild eggplant extract drink and apple bag are the new competitive products that produced by SMEs in Batu City since 2011.  Apple bag is a practical innovative beverage made from apple, and wild eggplant extract drink is a traditional beverage from East Java that made from spices herbs.  The SMEs problem is the low production capacity due to manual packaging process.  The packaging process of Apple bag was done by other company that lead to high cost production and need a long time, and the wild eggplant extract drink packaging was done manually. The impact of this problem is delayed of the consumer demand fulfillment. The aim of community services activities is to introduce the new packaging technology including mini shrink tunnel and packaging sealer.  The activities had improved production effectiveness around doubled so the SMEs be able to produce its product more efficient and higher productivity.   
Produksi Selulosa Bakterial dari Air Buah Kelapa Dalam Berbagai Konsentrasi Sukrosa dan Urea Suharjono Suharjono; Tri Ardyati; Elok Zubaidah; Munawaroh Munawaroh; Citra Pradani P
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 17, No 2 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v17i2.137

Abstract

Selulosa adalah biopolimer alamiah yang sebagian besar diperoleh dari tanaman dan telah diaplikasikan secara luas terutama di industri kertas dan tekstil. Penggunaan tanaman hutan untuk produksi serat selulosa secara kontinyu mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan. Limbah air buah kelapa dapat dimetabolisme oleh bakteri anggota Marga Gluconacetobacter menghasilkan selulosa bakterial sebagai alternatif bagi selulosa tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh peningkatan konsentrasi sukrosa dan urea pada produktivitas selulosa bakterial dalam medium air buah kelapa. Starter suspensi setiap biakan mikrobia sebanyak 10% dengan densitas 2,2 x 10 7 sel/mL diinokulasikan ke medium air buah kelapa 150 mL dengan variasi konsentrasi sukrosa (0,0; 2,5; 5,0; 7,5; dan 10,0%) dan urea (0,0; 0,2; 0,5; 0,7; dan 1,0%) yang dibiakkan secara statis selama 14 hari pada suhu ruang (25 o C). Isolat bakteri AK3 memiliki similaritas fenotip 87,14% dengan G. xylinus BTCC B-796 dengan potensi produksi selulosa lebih rendah dibandingkan yang diproduksi oleh G. xylinus BTCC B-796 dan starter nata de coco. Variasi konsentrasi sukrosa dan urea tidak perpengaruh pada produksi selulosa oleh G. xylinus BTCC B-796 tetapi berpengaruh nyata pada produksi selulosa oleh isolat AK3 dan starter komersial nata de coco.
Pengaruh pemberian antibiotika saat budidaya terhadap keberadaan residu pada daging dan hati ayam pedaging dari peternakan rakyat Nina Marlina A; Elok Zubaidah; Aji Sutrisno
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2015.025.02.02

Abstract

The use of antibiotics in animal husbandry cannot be avoided either as an act of therapy, supportive or prevention. This study was aimed to determine the existence of antibiotic residues in broiler chicken products which were produced by poultry farm and to determine the safety level of residues in the product which was associated with a drug application and harvesting time. Thigh meat and liver samples of broiler were taken when thinning and harvesting time in poultry farm at Pamijahan- Bogor using purposive sampling method. Residue testing was conducted through bioassay screening test. Positive results were followed by a confirmatory test using HPLC. Total positive samples were detected residues reached 27.08% which included the macrolide group reached 22.92% and tetracycline group reached 4.17%. These residues were found in the liver, reaching 50% of the total sample of the liver. In addition, 53.85% of the positive samples came from broiler chicken samples taken during thinning period. Macrolide antibiotics in liver samples were detected in the form of erythromycin with the level compounds between 0085 - 0702 ppm. Moreover, 90.9% of the samples had levels exceeding MRL defined in SNI 01-6366-2000 and CAC/MRL-2-2012. Tetracycline antibiotic was detected in the form of doxycycline with the level compounds between 0-0067 ppm on thigh meat and 0-0085 ppm in the liver although these levels were still below the MRL. The residues existence was closely related to the drug dose and farmer’s knowledge about withdrawal time. Keyword: antibiotic, residue, broiler, drug dose,harvesting time
Evaluasi Pertumbuhan Isolat Probiotik (L. casei dan L. plantarum) dalam Medium Fermentasi Berbasis Ubi Jalar (Ipomoea batatas l.) Selama Proses Fermentasi (Kajian Jenis Isolat dan Jenis Tepung Ubi Jalar) Irma Sarita Rahmawati; Elok Zubaidah; Ella Saparianti
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 4 (2015): November 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.092 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i4.3

Abstract

Ubi Jalar mengandung komponen serat fraksi oligosakarida seperti raffinosa, verbakosa, dan stakhiosa yang berpotensi sebagai prebiotik, yaitu subtrat yang dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri probiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan viabilitas bakteri probiotik seperti L. plantarum dan L. casei pada medium fermentasi berbasis tepung ubi jalar dan untuk mengetahui perubahan komponen tepung ubi jalar dari tiga jenis ubijalar selama proses fermentasi.  Penelitian ini menggunakan dua faktor: jenis bakteri probiotik (L. casei dan L. plantarum) dan jenis tepung ubi jalar (tepung ubi jalar putih, kuning dan ungu). Data dianalisis dengan ANNOVA dengan nilai α<5%. Perlakuan terbaik dipilih dengan metode Multiple atrribute. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan jenis ubi jalar mempengaruhi viabilitas L. casei dan L. plantarum selama proses fermentasi. Perbedaan jenis tepung ubi jalar secara signifikan berbeda nyata terhadap nilai pH, total asam, total BAL, gula reduksi sedangkan perbedaan jenis bakteri probiotik sangat mempengaruhi nilai pH, total asam, total BAL, total gula, serat kasar, gula reduksi, total nitrogen dan kadar pati. Perbedaan jenis tepung ubi jalar dan bakteri probiotik memiliki perbedaan signifikan (nilai α<1%)  terhadap pH, total asam, total BAL dan gula reduksi. Perlakuan terbaik adalah medium terfermentasi dari tepung ubi jalar ungu (10% b/v) oleh L. plantarum dengan total BAL yaitu 1,55x1010 CFU/ml, total asam 0,953%, nilai pH 4,267 total gula 1,647%, kadar pati 2,567%, serat kasar 0,066%, gula reduksi 3,139% dan total N 0,023%.
Karakteristik kimia dan potensi antioksidan dari kombucha berbahan kulit batang faloak (Sterculia quadrifida R.Br) Paulus Risan F. Lalong; Elok Zubaidah; Erryana Martati

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v13i1.2873

Abstract

Faloak (Sterculia quadrifida R.Br) stem bark tea is consumed as herbal drink by some people on Timor Island, East Nusa Tenggara. The potential and bioactive content of faloak stem bark can be increased by fermenting it into kombucha, considering that there has been no use of stem bark, especially faloak stem bark, as the main substrate in kombucha fermentation. This study aims to examine the effects of various concentrations of faloak stem bark tea (0,8, 1,2, 1,6, 2% (w/v)) on the chemical characteristics (pH, total acid, total phenol, total sugar) and the antioxidant potential of faloak stem bark kombucha during the fermentation process on Day 0 and Day 14. During 14 days of fermentation, it was found that the concentration of faloak stem bark tea, with the best concentration of 1.6% (w/v), had a significant effect on changes in chemical characteristics and antioxidant activity, namely pH 2.6, total acid 0.62%, total sugar 7.15% total phenol 467.92 mg/L GAE, total flavonoid 4135.14 mg/L QE, and antioxidant activity of 82.21%. Therefore, faloak stem bark tea has the potential to be used as a substrate in the making of kombucha with tea concentration of 1.6% (w/v) fermented for 14 days.
Comparative Study Production of Exopolysaccharide (EPS) by Lactic Acid Bacteria (L. casei and L. plantarum) in Different Media (Dates and Mulberry juice) Elok Zubaidah; Yusry Muqit Suryawira; Ella Saparianti
Agroindustrial Journal Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : APTA and DTIP FTP UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.914 KB) | DOI: 10.22146/aij.v3i1.25025

Abstract

Exopolysaccharides (EPS) are polysaccharides that are secreted by some strains of bacteria. E PS contribute in health improvement where it has prebiotic properties, immunostimulatory, anti- tumoral, and hypocholesterolemic effects. A number of Lactic Acid Bacteria (LAB) has ability t o synthesise Exopolysaccharides (EPS). This study aimed to determine the ability LAB (L. casei and L. plantarum B2) to produce EPS in different media (dates and mulberry juice). L. casei sh owed higher EPS production (3413.33 mg/L) than L. plantarum (3316.67 mg / L) were grown in medium dates juices. Based on the type of media, EPS production in dates juice medium higher t han mulberry juice as medium, and there are differences production of EPS by both types of isol ates (L. casei and L. plantarum) in both media. The growth rate of LAB does not always show a positive correlation with EPS formation.
STUDI KEMAMPUAN PROBIOTIK ISOLAT BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL EKSOPOLISAKARIDA TINGGI ASAL SAWI ASIN (Brassica juncea) Christine Natalia Halim; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan produksi EPS dan kemampuan probiotik isolat BAL hasil isolasi dari fermentasi sawi asin sehingga didapatkan isolat BAL yang memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Hasil isolasi BAL dari sawi asin (Brassica juncea) didapatkan 4 isolat BAL dengan produksi EPS sebesar 1515-1990 mg/L di mana hasil ini lebih tinggi dibandingkan dengan EPS yang dihasilkan oleh BAL probiotik komersial (L. casei) sebesar 1340 mg/L yang biasa digunakan dalam industri pangan fermentasi. Dari beberapa pengujian probiotik secara in-vitro didapatkan 1 isolat terbaik (K1-1242) dengan ketahanan terhadap pH 2.5 sebesar 43.53%, ketahanan terhadap pH 3.0 sebesar 69.86%, ketahanan terhadap 3% garam Oxgall sebesar 4.22%, diameter zona hambat sebesar 10.14 mm terhadap E. coli dan 8.73 mm terhadap S. aureus. Observasi via SEM ditemukan sel berbentuk batang dengan filamen EPS yang menghubungkan 2 sel. EPS yang diproduksi oleh BAL sangat potensial untuk pengujian in-vivo lebih lanjut dalam meninjau sifat pharmaceutical-nya.Kata Kunci: BAL, Eksopolisakarida, Probiotik, Sawi Asin
PEMBUATAN KULIT PIZZA BEKATUL (KAJIAN PERLAKUAN STABILISASI DAN PROPORSI TEPUNG BEKATUL : TEPUNG TERIGU) [IN PRESS JANUARI 2015] Daniar Putri Dinson; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul merupakan salah satu hasil samping proses penggilingan padi yang jumlahnya cukup banyak  sekitar 4.5-5 juta ton untuk tiap tahunnya. Bekatul merupakan makanan sehat alami yang mengandung antioksidan, multivitamin, dan tinggi akan serat. Inovasi pembuatan kulit pizza dari bekatul diharapkan dapat memberikan pilihan makanan sehat dan varian rasa yang lebih diminati oleh masyarakat. Tujuan penelitian adalah mengetahui proporsi tepung terigu dengan tepung bekatul terbaik pada pembuatan kulit pizza dan menentukan perlakuan terbaik kulit pizza. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari perlakuan stabilisasi yaitu tanpa atau dengan stabilisasi dan proporsi tepung bekatul 5%, 15%, 25%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil Kulit Pizza Perlakuan Terbaik rerata kadar air 12.36%, lemak 12.55%, pati 43.25%, protein 9.18%, serat kasar 4.01%, kecerahan 50.57,dan volume pengembangan 141.02 cm3.   Kata Kunci: Bekatul, Kulit Pizza, Stabilisasi, Substitusii
FORMULASI PEMBUATAN MIE INSTAN BEKATUL (KAJIAN PENAMBAHAN TEPUNG BEKATUL TERHADAP KARAKTERISTIK MIE INSTAN) [IN PRESS JANUARI 2015] Weni Liandani; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul (rice bran) merupakan salah satu sumber daya hasil pertanian Indonesia yang diperoleh dari proses penggilingan gabah padi. Bekatul memiliki serat lebih tinggi dibandingkan beras. Serat pada bekatul dominan akan serat tidak larut air yang memiliki kemampuan menyerap dan menguapkan air yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi mie instan terbaik serta mengetahui pengaruh penambahan tepung bekatul terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik dalam pembuatan mie instan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor, yaitu campuran terigu tapioka (tepung terigu 80% dan tepung tapioka 20%) dengan penambahan tepung bekatul yang terdiri dari 6 level (5%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan selang kepercayaan 5%. Penentuan perlakuan terbaik digunakan metode Multiple Attribute. Perlakuan terbaik diperoleh pada mie instan dengan perlakuan penambahan tepung bekatul 5%. Kata kunci: Bekatul, Mie Instan, Serat
Co-Authors - Austin, - Aan Muzaky Kusuma Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdullah Nasich Ulwan Abdullah Nasich Ulwan, Abdullah Nasich Aji Sutrisno Alfredo Johan Wahyu Sagita Sitompul Ali Mashuri Alinna Listyani Alinna Listyani Ampu Marojahan Resmanto Ampu Marojahan Resmanto, Ampu Marojahan Anang Lastriyanto Andayani, Dian Wuri Anindita Mufti Rizky Anindita Mufti Rizky Anton Nudyanto Anton Nudyanto Arie Srihardyastutie Ario Betha Juanssilfero Arni Ardila Sari Bambang Poerwadi Bimo, Igoy Chatarina Umbul Wahyuni Christine Natalia Halim Christine Natalia Halim Citra Pradani P Daniar Putri Dinson Daniar Putri Dinson Denty Wiryawan, Alivianisa Carissa Detya Pitaloka Sari Devrina Nova Maria Devrina Nova Maria Dewi Maya Maharani Dewi Permatasari, Dewi Dewi, Camelia Norosita Dian Widya Ningtyas Dimawarnita, Firda Diyah Dewanti, Beauty Suestining Duwi Wistiana Duwi Wistiana Ella Saparianti Elvina Wulandari Elvina Wulandari Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Evan Tedjautama Evan Tedjautama Fadhila Erwin Fadhila Erwin Falasifah, Ratu Faramitha, Yora Felix Deni Arentino Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Gilang Satrio Wicaksono Hairil Fikri hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hasfiani, Yuliatin Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heni Adhianata, Heni Hidayat Sujuti Ilham Dwi Nurcahyono Ilham Dwi Nurcahyono Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irfi Wahyuningrum Irfi Wahyuningrum Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Josep Hindrawan KIKI FIBRIANTO Kristian Purwohadisantoso Kusuma, Azzakiyya Salsabila Syifa Lalong, Paulus Risan F. Lila Prastyaharasti Lila Prastyaharasti M Fatkhul Mubin M Fatkhul Mubin M. Maria Marrisa Mawardhani Masahid, Ardiyan Dwi Maulidiyah, Nuris Shobah Mentari Sekar Arum Miftachurrochmah, Anis Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mora, Giral Baines Muhammad Muizuddin Muhammad Muizuddin Munawaroh - Munawaroh Munawaroh Musdholifah Musdholifah Musdholifah Musdholifah N. Sholahudin Nadzira Nadzira Nadzira Nadzira, Nadzira Nawa Aldina Nela Endy Restiengtias Nestya Hariyoko Nina Marlina A Nur Ida Panca Nugrahini Nur Kusmiyati Nur, Mokhamad Pendik Setiawan Pino Tri Anggara Pino Tri Anggara Prasis Nursyam Suhardini Prasis Nursyam Suhardini Putri, Aldila Putri, Belvania Nabila Putri, Nazhifah Vitya Putu Ayu Chintia Devi Pendit Putu Ayu Chintia Devi Pendit, Putu Ayu Chintia Devi Putu Bayu Tantrayana Putu Bayu Tantrayana Raehana Saria Gahari Rahmawati, Siti Irma Ratih Anggraini Ratih Anggraini, Ratih Rebecca Oktanesia Rifa'i, Muhaimin Riyanto, Eko Isro Rochmad Chusaini Maulidianto Rochmad Chusaini Maulidianto Rosyid Ulul Albab Rosyid Ulul Albab Safindra, Naswadhia Salafy, Rahma Aulia Sanita Friska Sitepu Septina Dwi Widiyana SIMON BAMBANG WIDJANARKO Soviandini Dwiki Kartikaputri Sudarma Dita Wijayanti Tri Ardyati Tri Ardyati Urip Perwitasari, Urip Veronica, Christina Vicka Jacinda Masye Kusuma Vicka Jacinda Masye Kusuma Vindhya Tri Widayanti, Vindhya Tri Wahyudi, Aleyda Nur Halizah Wellang, Ambo Weni Liandani Weni Liandani Widya Dwi Rukmi Putri Yogi Trio Sandi Yogi Trio Sandi Yua, Ezza Selisa Yusfardyanto Yunus Yusfardyanto Yunus Yusnita Liasari Yusry Muqit Suryawira Yusuf Hendrawan Zamroni, Ahmad Zia Rossanieldha Zia Rossanieldha