Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KARAGENAN DAN LAMA PEREBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP MUTU DAN KARAKTERISTIK JELLY DRINK DAUN SIRSAK [IN PRESS JANUARI 2015] Gilang Satrio Wicaksono; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker adalah penyakit non infeksi nomor 5 penyebab kematian di Indonesia setelah penyakit kardiovaskuler, infeksi, pernafasan, dan pencernaan. Salah satu tanaman adalah sangat ampuh untuk mengatasi kanker adalah tanaman Sirsak (Graviola). Graviola memiliki sebuah senyawa aktif yang disebut Annonaceous acetogenins. Jelly drink memiliki konsistensi gel yang lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama waktu perebusan daun sirsak dan konsentrasi karaginan pada pembuatan Jelly drinkdaun sirsak. Metode yang telah digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, di mana dari masing-masing faktor terdiri 3 level dengan 3 ulangan. Perlakuan terbaik didasarkan pada index efektifitas De Garmo. Jelly drink terbaik diperoleh pada lama waktu perebusan daun sirsak selama 15 menit dan karagenan 0,3 %.   Kata kunci: Graviola, Daun Sirsak, Annonaceous acetogenins, Jelly drink, Karagenan
PENGARUH KONSENTRASI SUKROSA DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP VIABILITAS L. Casei SELAMA PENYIMPANAN BEKU VELVA PISANG AMBON [IN PRESS APRIL 2015] Yusfardyanto Yunus; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa dan  lama fermentasi terhadap viabilitas bakteri asam laktat selama penyimpanan beku velva pisang ambon (Musa paradisiaca L.) probiotik. Dalam penelitian ini menggunakan metode RAK (rancangan acak kelompok) dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi sukrosa yang ditambahkan  (20%, 30%, dan 40%) dan lama  fermentasi  (4 jam dan 8 jam) dengan 3 kali ulangan. Parameter yang diamati adalah total BAL, pH, total asam, total gula. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  konsentrasi sukrosa dan lama fermentasi memberikan pengaruh yang nyata terhadap (α=0.05) terhadap total asam, total gula, dan pH pada slurry pisang ambon terfermentasi. Sedangkan selama penyimpanan beku konsentrasi sukrosa memberikan pengaruh yang nyata terhadap total asam dan total gula. Viabilitas BAL tertinggi penambahan sukrosa 40% dan lama fermentasi 8 jam.   Kata kunci: Lama Fermentasi, Sukrosa, Velva Buah,  Viabilitas
ISOLASI BAKTERI ASAM LAKTAT PENGHASIL EKSOPOLISAKARIDA DARI KIMCHI [IN PRESS APRIL 2015] Anton Nudyanto; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri asam laktat yang mampu memproduksi eksopolisakarida dalam jumlah besar. Eksopolisakarida merupakan polimer gula yang dihasilkan oleh bakteri. Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang aman dikonsumsi manusia, dan kimchi merupakan salah satu sumber bakteri tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif, hasil dari penelitian akan dianalisis secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan 9 jenis isolat bakteri asam laktat yaitu A.2.1, A.2.2, A.4.1, A.4.2, A.4.3, B.2.1, B.2.2, B.3.1, dan B.4.1 yang memiliki ciri-ciri morfologi berbentuk basil atau batang, gram positif, katalase negatif, tidak memproduksi gas, dan kecepatan pengasaman lambat. Produksi EPS pada media MRS Broth dari isolat BAL yang diperoleh dari kimchi berkisar antara 99-427 mg/L. Dari 9 isolat, hanya isolat A.2.2 yang tidak mampu memproduksi EPS dari isolat kontrol yaitu Lactobacillus casei (106.33 mg/L). Isolat yang mampu memproduksi EPS tertinggi adalah isolat B.3.1 (427 mg/L). Kata Kunci: Bakteri Asam Laktat, Eksopolisakarida, Kimchi
FORMULASI OPAK BEKATUL PADI (KAJIAN PENAMBAHAN BEKATUL DAN PROPORSI TEPUNG KETAN PUTIH: TERIGU) [IN PRESS JULI 2015] Alinna Listyani; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bekatul adalah salah satu produk samping dari pengolahan padi. Bekatul memiliki kandungan nutrisi tinggi khususnya serat pangan, vitamin B, tokoferol dan oryzanol sebagai komponen bioaktif. Potensi komponen bioaktif ini mendorong dikembangkannya penggunaan bekatul sebagai bahan pangan seperti opak. Bahan tambahan opak yang dibutuhkan dapat dimodifikasi beras ketan dengan tepung ketan putih dan terigu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor pertama penambahan bekatul yang terdiri dari 3 level (5%, 10%, 15%) dan faktor kedua proporsi tepung ketan putih : terigu yang terdiri dari 2 level (90:10, 85:15) dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Apabila data tersebut menunjukkan perbedaan nyata, maka menggunakan uji BNT 5%. Perlakuan terbaik berdasarkan karakteristik fisik dan kimia adalah penambahan bekatul 5% dan proporsi tepung ketan putih : terigu (90:10) dengan kadar air 3,57%, kadar protein 8,15%, kadar serat kasar 1,89%, dan daya patah 2,50 N/m. Secara organoleptik pada perlakuan penambahan bekatul 5% dan proporsi tepung ketan putih : terigu (90:10) baik warna, rasa, kerenyahan dan kenampakan disukai oleh panelis. Kata Kunci : Bekatul, Tepung ketan putih, Terigu, Opak
PENGARUH KONSENTRASI CARBOXYMETHYL CELLULOSE SEBAGAI EDIBLE COATING DAN SUHU PENGERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA WORTEL KERING INSTAN [IN PRESS JULI 2015] Ilham Dwi Nurcahyono; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan salah satu sumber β-karoten yang merupakan provitamin A yang potensial. Pemanfaatan dalam keadaan segar mempunyai keterbatasan karena wortel segar mudah mengalami penurunan mutu. Wortel yang telah dibuat menjadi produk wortel kering mempunyai keunggulan dalam daya simpan dan luas pemanfaatannya sebagai bahan pangan. Dalam proses pembuatan wortel kering diperlukan suatu usaha untuk mempertahankan mutu produk selama proses pengolahan. Salah satu cara untuk menanggulangi penurunan mutu tersebut adalah melakukan pelapisan (edible coating) pada wortel sebelum memasuki proses pengeringan.  Edible coating berperan mempertahankan warna, tekstur dan menghambat transmisi oksigen yang dapat menyebabkan oksidasi penyebab penurunan kadar karoten. Perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan coating dengan konsentrasi CMC 1.5 % dan suhu pengeringan 40oC. Dengan nilai masing-masing parameter pada wortel kering yaitu kadar air 11.18 %, total karoten 6.408 mg / g, rendemen 8.560 %, derajat kecerahan 37.8, derajat kemerahan 39.167, derajat kekuningan 23.6, tekstur 0.045 mm/g.s dan daya rehidrasi 54.7 %.   Kata kunci: Edible coating, Konsentrasi CMC, Suhu pengeringan, Wortel kering instan  
Si PA-IJO JAJANAN SEHAT BERKLOROFIL TANPA GLUTEN SARANA EDUKASI WAYANG DAN BUDI PEKERTI BAGI ANAK-ANAK [IN PRESS JULI 2015] Rochmad Chusaini Maulidianto; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jajanan tidak sehat untuk anak banyak beredar dipasaran. Anak-anak cenderung tidak suka mengkonsumsi klorofil dalam bentuk sayuran segar. Wayang mulai dilupakan anak-anak. Penulis membuat jajanan sehat yaitu “Si Pa-ijo” yang berbahan baku labu kuning, tepung ganyong, MOCAF, dan ekstrak daun singkong sebagai sumber klorofil yang dikemas dengan edukatif, sehingga dapat membuat diversifikasi pangan baru yang bernilai edukasi budaya wayang dan budi pekerti bagi anak-anak. Metode pelaksanaan terbagi atas 5 tahap persiapan awal, survey pasar, pelaksanaan produksi, pemasaran dan penjualan, dan sertifikasi akad halal dan P-IRT. Si Pa-Ijo telah bekerjasama dengan 2 SDN di kota Malang dengan membuka 2 outlet yaitu di SDN Tunjungsekar 1 dan di SDN Penanggungan, dan memiliki satu outlet di pasar murah UB yang buka setiap hari minggu dan telah memilki 2 karyawan dengan omset selama 4 bulan Rp 23118000 dan telah mendapatkan sertifikat P-IRT dari Dinas Kesehatan kota Malang dan sertifikat akad Halal MUI kota Malang.   Kata kunci: Edukasi, Jajanan, Si pa-ijo
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG UBI UNGU JEPANG (Ipomea batatas L var. Ayamurasaki) TERHADAP SIFAT FISIK, KIMIA, DAN ORGANOLEPTIK KEFIR UBI UNGU [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Anindita Mufti Rizky; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung ubi ungu Jepang terhadap sifat fisik, kimia, dan organoleptik kefir ubi ungu. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan penambahan konsentrasi tepung ubi ungu Jepang berpengaruh nyata. Untuk parameter organoleptik aroma, rasa, warna, dan kekentalan tidak berbeda nyata (α=0.05). Kefir ubi ungu dengan konsentrasi penambahan tepung ubi ungu Jepang 4% (U5) merupakan perlakuan terbaik menurut paramater fisik, kimia, dan mikrobiologi dengan nilai total BAL 8.37 x 108 cfu/ml, total asam 1.33%, pH 3.87, aktivitas antioksidan 64.62%, total gula 3.42%.   Kata Kunci : Kefir, Konsentrasi Penambahan, Probiotik, Ubi Ungu Jepang
KUPAN (KUE PANDAWA): JAJANAN SEHAT DARI LABU DAN GANYONG SEBAGAI SARANA EDUKASI WAYANG BAGI ANAK-ANAK [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Rosyid Ulul Albab; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jajanan anak sekolah saat ini banyak yang tidak sehat. Disisi lain pemanfaatan bahan baku lokal Indonesia belum maksimal seperti labu dan ganyong. Selain itu, anak-anak mulai melupakan wayang. Oleh karena itu, penulis membuat jajan sehat dari tepung ganyong dan labu yaitu Kue Pandawa (Kupan) sebagai diversifikasi pangan beredukasi wayang untuk anak-anak. Tujuannya adalah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan, mendapatkan profit, menciptakan jajanan sehat dari bahan baku lokal, dan membuka lapangan kerja baru. Metode pelaksanaannya meliputi persiapan, riset pasar, produksi, pemasaran, penjualan, dan sertifikasi akad halal dan P-IRT. Kupan disajikan dengan toping aneka rasa. Pada sisi depan kemasannya terdapat gambar wayang dan pada sisi belakang terdapat profil singkat wayang tersebut. Kupan memiliki 3 outlet yaitu SDN Ketawanggede Malang, ABC foodcourt FTP UB, dan Jl. Panjaitan Malang. Memiliki 5 orang karyawan dengan total omset selama 4 bulan mencapai Rp 27.000.000. Dan memiliki sertifikasi Halal MUI Kota Malang dan P-IRT Dinas Kesehatan Kota Malang.   Kata kunci: Edukasi Budaya Wayang, Jajanan Sehat, Kupan
IRADIASI SINAR GAMMA PADA TELUR AYAM BROILER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEAMANAN PANGAN (KAJIAN DOSIS IRADIASI DAN PENYIMPANAN SUHU 4°C) [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Abdul Jabar Jordana Kalfat; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iradiasi dan suhu dingin terhadap jumlah bakteri patogen pada telur ayam boiler. Penelitian ini mengunakan telur segar yang kemudian diiradiasi dengan dosis 0, 1, 2, dan 3 kGy dan disimpan pada suhu ± 4°C. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan 2 faktor. Faktor 1 Terdiri dari 4 Level yaitu dosis iradiasi sinar gamma dan faktor II terdiri dari 2 Level yaitu waktu penyimpanan pada suhu dingin, sehingga didapatkan 8 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali ulangan, kemudian dibandingkan dengan hasil uji mikrobiologi pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Berdasarkan hasil penelitian total mikoba kontaminan pada analisis angka lempeng total mengalami penurunan dari 5.50 x 106 cfu/g menjadi 1.80 x 101 cfu/g, bakteri Escerichia coli dari 64 MPN/g menjadi 3 MPN/g, dan Salmonella tidak ditemukan pada sampel yang diuji. Penelitian ini juga menunjukan, semakin tinggi dosis iradiasi sinar gamma yang dipakai, jumlah mikroorganisme yang ada pada sampel uji semakin menurun.   Kata Kunci: Angka Lempeng Total, Escerichia Coli, Iradiasi Sinar Gamma, Salmonella
KARAKTERISTIK KIMIAWI DAN MIKROBIOLOGIS KOMBUCHA DARI BERBAGAI DAUN TINGGI FENOL SELAMA FERMENTASI [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Duwi Wistiana; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter kultur kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis khamir) yang memiliki beberapa efek kesehatan antara lain sebagai antioksidan, antibakteri, dapat meningkatkan ketahanan tubuh, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini dilakukan yaitu untuk mengetahui karakteristik kimiawi dan mikrobiologis kombucha selama fermentasi. Metode penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 1 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga jumlah unit keseluruhan adalah 18 unit. Faktor yang digunakan adalah jenis daun segar yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan kombucha yaitu: D1 = Daun Teh; D2 = Daun Sirih Hijau; D3 = Daun Kopi; D4 = Daun Salam; D5 = Daun Sirsak; D6 = Daun Jambu. Penentuan perlakuan terbaik menggunakan Metode Multiplle Atribute. Kombucha dengan penggunaan bahan baku daun teh merupakan perlakuan terbaik dengan karakteristik total asam sebesar 0.09%, pH sebesar 2.84, aktivitas antioksidan sebesar 94.22 %, total gula sebesar 0.14 %, total mikroba sebesar 4.40×106 cfu/ml, total BAL sebesar 7.00×105 cfu/ml, warna L sebesar 35.57, warna (a+) sebesar 3.80, warna (b+) sebesar 14.46, aroma sebesar 4.00 dan rasa sebesar 5.50.   Kata Kunci: Daun, Fermentasi, Teh Kombucha
Co-Authors - Austin, - Aan Muzaky Kusuma Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdullah Nasich Ulwan Abdullah Nasich Ulwan, Abdullah Nasich Aji Sutrisno Alfredo Johan Wahyu Sagita Sitompul Ali Mashuri Alinna Listyani Alinna Listyani Ampu Marojahan Resmanto Ampu Marojahan Resmanto, Ampu Marojahan Anang Lastriyanto Andayani, Dian Wuri Anindita Mufti Rizky Anindita Mufti Rizky Anton Nudyanto Anton Nudyanto Arie Srihardyastutie Ario Betha Juanssilfero Arni Ardila Sari Bambang Poerwadi Bimo, Igoy Chatarina Umbul Wahyuni Christine Natalia Halim Christine Natalia Halim Citra Pradani P Daniar Putri Dinson Daniar Putri Dinson Denty Wiryawan, Alivianisa Carissa Detya Pitaloka Sari Devrina Nova Maria Devrina Nova Maria Dewi Maya Maharani Dewi Permatasari, Dewi Dewi, Camelia Norosita Dian Widya Ningtyas Dimawarnita, Firda Diyah Dewanti, Beauty Suestining Duwi Wistiana Duwi Wistiana Ella Saparianti Elvina Wulandari Elvina Wulandari Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Evan Tedjautama Evan Tedjautama Fadhila Erwin Fadhila Erwin Falasifah, Ratu Faramitha, Yora Felix Deni Arentino Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Gilang Satrio Wicaksono Hairil Fikri hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hasfiani, Yuliatin Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heni Adhianata, Heni Hidayat Sujuti Ilham Dwi Nurcahyono Ilham Dwi Nurcahyono Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irfi Wahyuningrum Irfi Wahyuningrum Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Josep Hindrawan KIKI FIBRIANTO Kristian Purwohadisantoso Kusuma, Azzakiyya Salsabila Syifa Lalong, Paulus Risan F. Lila Prastyaharasti Lila Prastyaharasti M Fatkhul Mubin M Fatkhul Mubin M. Maria Marrisa Mawardhani Masahid, Ardiyan Dwi Maulidiyah, Nuris Shobah Mentari Sekar Arum Miftachurrochmah, Anis Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mora, Giral Baines Muhammad Muizuddin Muhammad Muizuddin Munawaroh - Munawaroh Munawaroh Musdholifah Musdholifah Musdholifah Musdholifah N. Sholahudin Nadzira Nadzira Nadzira Nadzira, Nadzira Nawa Aldina Nela Endy Restiengtias Nestya Hariyoko Nina Marlina A Nur Ida Panca Nugrahini Nur Kusmiyati Nur, Mokhamad Pendik Setiawan Pino Tri Anggara Pino Tri Anggara Prasis Nursyam Suhardini Prasis Nursyam Suhardini Putri, Aldila Putri, Belvania Nabila Putri, Nazhifah Vitya Putu Ayu Chintia Devi Pendit Putu Ayu Chintia Devi Pendit, Putu Ayu Chintia Devi Putu Bayu Tantrayana Putu Bayu Tantrayana Raehana Saria Gahari Rahmawati, Siti Irma Ratih Anggraini Ratih Anggraini, Ratih Rebecca Oktanesia Rifa'i, Muhaimin Riyanto, Eko Isro Rochmad Chusaini Maulidianto Rochmad Chusaini Maulidianto Rosyid Ulul Albab Rosyid Ulul Albab Safindra, Naswadhia Salafy, Rahma Aulia Sanita Friska Sitepu Septina Dwi Widiyana SIMON BAMBANG WIDJANARKO Soviandini Dwiki Kartikaputri Sudarma Dita Wijayanti Tri Ardyati Tri Ardyati Urip Perwitasari, Urip Veronica, Christina Vicka Jacinda Masye Kusuma Vicka Jacinda Masye Kusuma Vindhya Tri Widayanti, Vindhya Tri Wahyudi, Aleyda Nur Halizah Wellang, Ambo Weni Liandani Weni Liandani Widya Dwi Rukmi Putri Yogi Trio Sandi Yogi Trio Sandi Yua, Ezza Selisa Yusfardyanto Yunus Yusfardyanto Yunus Yusnita Liasari Yusry Muqit Suryawira Yusuf Hendrawan Zamroni, Ahmad Zia Rossanieldha Zia Rossanieldha