Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PERTUMBUHAN Lactobacillus casei DAN Lactobacillus plantarum DALAM MEDIUM FERMENTASI TEPUNG KULIT PISANG [IN PRESS JANUARI 2016] Vicka Jacinda Masye Kusuma; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit pisang mengandung komponen bioaktif berupa karbohidrat dan serat pangan sebagai prebiotik yang berpotensi sebagai medium fermentasi tumbuhnya Bakteri Asam Laktat (BAL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan membandingkan kemampuan tumbuh Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum pada medium fermentasi tepung kulit pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor yaitu jenis kulit pisang (Ambon, Raja, dan Kepok) dan jenis isolat (Lactobacillus casei dan Lactobacillus plantarum) dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis medium fermentasi tepung kulit pisang (ambon, raja, dan kepok) dan jenis isolat memberikan pengaruh nyata (α=0.05) terhadap total asam, total gula, pH, dan serat kasar selama proses fermentasi. Medium fermentasi tepung kulit pisang kepok dan jenis isolat Lactobacillus plantarum menunjukkan hasil terbaik dengan nilai total BAL 1.92x1011 CFU/ml, total asam 0.376,%, pH 3.80, total gula 0.93%, pati 1.95%, dan serat kasar 1.29%.   Kata kunci: BAL, L. casei, L. plantarum, Prebiotik, Medium Fermentasi
PENGARUH ANGKAK DENGAN PENAMBAHAN BEKATUL TERHADAP PENURUNAN PROFIL LIPID TIKUS WISTAR JANTAN HIPERKOLESTEROLEMIA [IN PRESS JANUARI 2016] Irfi Wahyuningrum; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia ialah keadaan kolesterol dalam darah melebihi batas normal. Angkak dengan penambahan bekatul dipercaya mampu menjadi solusi penurun hiperkolesterolemia, disebabkan adanya lovastatin dari metabolit sekunder Monascus purpureus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian angkak dengan penambahan bekatul terhadap penurunan profil lipid tikus wistar jantan hiperkolesterolemia yang di uji in vivo. Hasil penelitian pemberian masing-masing jenis angkak setelah 28 hari menunjukkan perlakuan terbaik didapat pada kelompok angkak dengan penambahan bekatul. Kelompok angkak dengan penambahan bekatul memiliki total kolesterol 80.50 mg/dl, trigliserida 46.00 mg/dl, HDL 56.25 mg/dl, dan LDL 15.50 mg/dl. Kelompok angkak memiliki total kolesterol 94.00 mg/dl, trigliserida 63.75 mg/dl, HDL 53.00 mg/dl, dan LDL 19.75 mg/dl. Kelompok angkak pasaran memiliki total kolesterol 83.85 mg/dl, trigliserida 68.00 mg/dl, HDL 51.57 mg/dl, dan LDL 18.50 mg/dl.   Kata kunci: Angkak, Bekatul, Hiperkolesterolemia, Lovastatin
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBUCHA DARI BERBAGAI JENIS DAUN SELAMA FERMENTASI [IN PRESS JANUARI 2016] Prasis Nursyam Suhardini; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombucha merupakan produk hasil fermentasi larutan teh dan gula dengan menggunakan starter dari bakteri Acetobacter dan beberapa jenis khamir. Teh kombucha adalah minuman fungsional yang dapat melancarkan pencernaan, sebagai antibiotik, antioksidan, dan antibakteri. Dedaunan seperti daun salam, daun jambu, daun sirih, daun sirsak, daun kopi, dan daun teh mengandung fenol dan dapat digunakan sebagai bahan baku kombucha belum dilakukan sampai saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan aktivitas antioksidan kombucha berbagai jenis daun yang mengandung fenol selama fermentasi. Penelitian ini menggunakan meode RAK (Rancangan Acak Kelompok) 1 faktor perlakuan dengan 3 kali ulangan (18 unit). Faktor yang digunakan adalah dedaunan sebagai bahan baku kombucha yaitu: D1 = Daun Teh, D2 = Daun Sirih Hijau, D3 = Daun Kopi, D4 = Daun Salam, D5 = Daun Sirsak, D6 = Daun Jambu. Data dianalisis keragaman ANOVA. Bila data tidak ada interaksi namun di salah satu faktor perlakuan terdapat beda nyata, maka dilakukan uji beda BNT dengan taraf nyata 5%. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Zeleny. Kata Kunci: Antioksidan, Fenol, Kombucha, Daun
KEBAB BAKSO BAKAR: INOVASI KULINER KHAS KOTA MALANG MENJADI MODERN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA [IN PRESS JANUARI 2016] Elvina Wulandari; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki kuliner yang berasal dari berbagai wilayah, salah satunya Kota Malang yang memiliki kuliner khas bakso bakar. Seiring perkembangan jaman, masyarakat disibukkan dengan pekerjaan maupun pendidikan sehingga lebih menyukai makanan yang praktis dan cepat saji.  Salah satu makanan cepat saji modern yang praktis dan mengandung gizi cukup lengkap adalah kebab. Oleh karena itu penulis bergagasan membuat bisnis inovasi kebab berisi nasi dengan kombinasi makanan khas Malang bakso bakar. Tujuan bisnis kuliner ini adalah melestarikan kuliner bangsa serta menginovasi makanan khas Kota Malang menjadi cepat saji, praktis, enak, bergizi, dan modern. Metode yang digunakan meliputi persiapan, pemantapan riset pasar dan formulasi produk, perancangan strategi pemasaran, serta sertifikasi produk dan analisis pangan. Hasil yang diperoleh yaitu Kebab Bakso Bakar telah turut melestarikan makanan khas Indonesia terutama Kota Malang dengan memiliki 2 outlet, 1 orang pegawai, mampu memperoleh omset sebesar Rp 5.835.000, serta tengah melakukan pendaftaran hak merek dan sertifikasi PIRT.   Kata Kunci: Bakso Bakar, Indonesia, Inovasi, Kebab, Kuliner
STUDI PEMBUATAN KEFIR NIRA SIWALAN (Borassus flabellifer L.) (PENGARUH PENGENCERAN NIRA SIWALAN DAN METODE INKUBASI) [IN PRESS JANUARI 2016] M Fatkhul Mubin; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nira siwalan merupakan salah satu produk hasil pohon siwalan (Borassus flabellifer) dengan kandungan gula yang tinggi. Kandungan gula yang tinggi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai minuman probiotik antara lain water kefir. Water kefir terdiri dari berbagai mikroba yang kompleks, sehingga dibutuhkan metode inkubasi serta jumlah pemenuhan nutrisi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengenceran nira siwalan dan metode inkubasi terhadap produk akhir kefir nira siwalan. Penelitian disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu pengenceran nira (1:5 dan 1:7) dan metode inkubasi (25 oC selama 24 jam, 37 oC selama 12 jam dan 37 oC selama 4 jam). Perlakuan terbaik adalah kefir nira siwalan dengan perlakuan metode inkubasi suhu 25 oC selama 24 jam dengan pengenceran nira siwalan 1:7 yakni dengan nilai total BAL  5.62 x 107 cfu/ml; total khamir 1.20 x 106 cfu/ml; pH 3.73; total asam 0.86%; dan total gula sebesar 10.33 %.   Kata Kunci: Diversifikasi Produk, Metode Inkubasi, Nira Siwalan, Water Kefir
KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) [IN PRESS JANUARI 2016] Putu Ayu Chintia Devi Pendit; Elok Zubaidah; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri karena mengandung tanin, flavonoid, dan saponin. Antibakteri dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami, yang dapat menghambat kerusakan pangan akibat aktivitas mikroba. Salah satu cara untuk memperoleh senyawa antibakteri dari daun belimbing wuluh adalah dengan metode ekstraksi maserasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sebanyak 2 faktor. Faktor I yaitu jenis pelarut (air dan etanol 70%) dan faktor II yaitu rasio bahan : pelarut (b/v) (1:4; 1:5; 1:6) diulang 3 kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilakukan uji lanjut BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan selang kepercayaan 5%. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan pelarut etanol 70% dan rasio bahan:pelarut (b/v) 1:5 memiliki nilai parameter rendemen 10.45%, total fenol 3.35%, pH 4.46, total padatan terlarut 59.67oBrix, aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus sebesar 13.13mm, nilai aktivitas antibakteri terhadap  Escherichia coli sebesar 8.63mm.   Kata kunci: Antibakteri, Daun Belimbing Wuluh, MaserasiE
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI BAHAN PENGISI TERHADAP VIABILITAS DAN METABOLIT SEKUNDER RAGI ANGKAK [IN PRESS APRIL 2016] Nadzira Nadzira; Elok Zubaidah; Feronika Heppy Sriherfyna
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus. Fermentasi angkak membutuhkan waktu relatif lama. Alternatif untuk mempercepat proses fermentasinya dengan membuat ragi angkak. Pada pembuatan ragi ditambahkan bahan pengisi dengan konsentrasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap viabilitas ragi dan metabolit sekunder angkak hasil fermentasi ragi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis bahan pengisi (tepung beras, tepung maizena dan tepung tapioka) dan konsentrasi bahan pengisi (0%, 10%, 20% dan 30%). Data dianalisa secara statistik menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahan pengisi berupa tepung beras konsentrasi 10% merupakan perlakuan terbaik. Diperoleh jumlah Monascus purpureus 6.22 LOG CFU/g dan kadar air ragi 7.34%. Angkak hasil fermentasi ragi dengan kombinasi perlakuan tesebut memiliki intensitas pigmen merah 1.73 AU, kadar lovastatin 29.75 mg/100g, derajat kecerahan 45.96, derajat kemerahan 19.53 dan kadar air 7.35%.   Kata Kunci: Angkak, Bahan Pengisi, Metabolit Sekunder, Monascus purpureus, Ragi Angkak
”KEBAB KRAWU” INOVASI KEBAB NASI KULINER KHAS GRESIK YANG UNIK DAN MODERN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN KULINER BANGSA Ratih Anggraini; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
PANCA (PANDAWA CAKE) : EKSPLORASI JAJANAN SEHAT (BERBAHAN BAKU LABU DAN GANYONG) SEBAGAI SARANA EDUKASI BUDAYA Abdullah Nasich Ulwan; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
ONIGIRI BAKAR RASA RENDANG: INOVASI KULINER PERPADUAN BUDAYA JEPANG-INDONESIA SEBAGAI ALTERNATIF MANU PRAKTIS, UNIK, DAN MENGENYANGKAN Raehana Saria Gahari; Elok Zubaidah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abstrak
Co-Authors - Austin, - Aan Muzaky Kusuma Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdul Jabar Jordana Kalfat Abdullah Nasich Ulwan Abdullah Nasich Ulwan, Abdullah Nasich Aji Sutrisno Alfredo Johan Wahyu Sagita Sitompul Ali Mashuri Alinna Listyani Alinna Listyani Ampu Marojahan Resmanto Ampu Marojahan Resmanto, Ampu Marojahan Anang Lastriyanto Andayani, Dian Wuri Anindita Mufti Rizky Anindita Mufti Rizky Anton Nudyanto Anton Nudyanto Arie Srihardyastutie Ario Betha Juanssilfero Arni Ardila Sari Bambang Poerwadi Bimo, Igoy Chatarina Umbul Wahyuni Christine Natalia Halim Christine Natalia Halim Citra Pradani P Daniar Putri Dinson Daniar Putri Dinson Denty Wiryawan, Alivianisa Carissa Detya Pitaloka Sari Devrina Nova Maria Devrina Nova Maria Dewi Maya Maharani Dewi Permatasari, Dewi Dewi, Camelia Norosita Dian Widya Ningtyas Dimawarnita, Firda Diyah Dewanti, Beauty Suestining Duwi Wistiana Duwi Wistiana Ella Saparianti Elvina Wulandari Elvina Wulandari Erryana Martati Estri Laras Arumingtyas Evan Tedjautama Evan Tedjautama Fadhila Erwin Fadhila Erwin Falasifah, Ratu Faramitha, Yora Felix Deni Arentino Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Gilang Satrio Wicaksono Hairil Fikri hardiansyah, bagus Hartono, Elvianto Dwi Hasfiani, Yuliatin Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heni Adhianata, Heni Hidayat Sujuti Ilham Dwi Nurcahyono Ilham Dwi Nurcahyono Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irfi Wahyuningrum Irfi Wahyuningrum Jamhari Jamhari Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Josep Hindrawan KIKI FIBRIANTO Kristian Purwohadisantoso Kusuma, Azzakiyya Salsabila Syifa Lalong, Paulus Risan F. Lila Prastyaharasti Lila Prastyaharasti M Fatkhul Mubin M Fatkhul Mubin M. Maria Marrisa Mawardhani Masahid, Ardiyan Dwi Maulidiyah, Nuris Shobah Mentari Sekar Arum Miftachurrochmah, Anis Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mora, Giral Baines Muhammad Muizuddin Muhammad Muizuddin Munawaroh - Munawaroh Munawaroh Musdholifah Musdholifah Musdholifah Musdholifah N. Sholahudin Nadzira Nadzira Nadzira Nadzira, Nadzira Nawa Aldina Nela Endy Restiengtias Nestya Hariyoko Nina Marlina A Nur Ida Panca Nugrahini Nur Kusmiyati Nur, Mokhamad Pendik Setiawan Pino Tri Anggara Pino Tri Anggara Prasis Nursyam Suhardini Prasis Nursyam Suhardini Putri, Aldila Putri, Belvania Nabila Putri, Nazhifah Vitya Putu Ayu Chintia Devi Pendit Putu Ayu Chintia Devi Pendit, Putu Ayu Chintia Devi Putu Bayu Tantrayana Putu Bayu Tantrayana Raehana Saria Gahari Rahmawati, Siti Irma Ratih Anggraini Ratih Anggraini, Ratih Rebecca Oktanesia Rifa'i, Muhaimin Riyanto, Eko Isro Rochmad Chusaini Maulidianto Rochmad Chusaini Maulidianto Rosyid Ulul Albab Rosyid Ulul Albab Safindra, Naswadhia Salafy, Rahma Aulia Sanita Friska Sitepu Septina Dwi Widiyana SIMON BAMBANG WIDJANARKO Soviandini Dwiki Kartikaputri Sudarma Dita Wijayanti Tri Ardyati Tri Ardyati Urip Perwitasari, Urip Veronica, Christina Vicka Jacinda Masye Kusuma Vicka Jacinda Masye Kusuma Vindhya Tri Widayanti, Vindhya Tri Wahyudi, Aleyda Nur Halizah Wellang, Ambo Weni Liandani Weni Liandani Widya Dwi Rukmi Putri Yogi Trio Sandi Yogi Trio Sandi Yua, Ezza Selisa Yusfardyanto Yunus Yusfardyanto Yunus Yusnita Liasari Yusry Muqit Suryawira Yusuf Hendrawan Zamroni, Ahmad Zia Rossanieldha Zia Rossanieldha