Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search
Journal : puitika

Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Ayah Keduaku Karya Mohd Amin Ms Telaah Strukturalisme Genetik Goldmann Murnilawati Murnilawati; Fadlillah Fadlillah; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.206

Abstract

This thesis discusses the world view in the novel Ayah Keduaku by Mohd Amin Ms.  The purpose of this research is to find out the author's worldview that appears in the novel Ayah keduaku, where there are several worldviews of Mohd Amin, namely, first, Mohd Amin's worldview on the difference between General Education and Islamic Education.  The second view is the difference in attitudes towards immigrants and indigenous people who serve as regents in Kampar.  The third view, namely the view of the political conflict against the Malay family that occurred in the confrontation between Indonesia and Malayasia.This study uses the dialectical method developed by Lucien Goldmann.  The basic principle of the dialectical method is the principle that it works through knowledge of human facts connected by integrating them into the whole.  The work step in this research is to read and understand the object and collect data related to the object in the research, and then analyzed using the theory of genetic structuralism. To formulate the author's world view, social structure is discussed, namely the background of the author's social life is the Pujud area.  In this case Mohd Amin Ms and the history of the formation of an author's work come from Pujud.  So his work is related to the author's place of origin in Pujud.  The author's view of his work is the view of the author who represents his community group which illustrates some of the views raised in the novel Ayah Keduaku. Genetics structuralism is a literary work that discusses space and time.  Meanwhile, the social structure consists of the background of the author's social life and the history of the publication of the novel My Second Father as well as the author's worldview regarding his work.  From the results of the research, it is suggested that students of Indonesian language and literature can use Lucian Goldmann's study of genetic structuralism with novels with social nuances and for readers to gain an understanding of the author's worldview based on the theory of genetic structuralism so that they can develop further research in the same field.
Pencarian Identitas Diri Tokoh Utama dalam Novel Dayon Karya Akmal Nasery Basral Kajian Psikologi Sastra Gebryla Rito; M. Yusuf; Zurmailis Zurmailis
Puitika Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i2.207

Abstract

This study discusses the search for the main character's identity in the novel Dayon by Akmal Nasery Basral which is motivated by the problem of changing the name that occurs to the main character. This study uses a Literary Psychology approach. This study aims to explain how the process of searching for the main character's identity in the novel Dayon by Akmal Nasery Basral and to explain whether the process of searching for self-identity is influenced by the author's desire. The theory used in this study is the theory of Psychoanalysis by Jacques Lacan which divides the stages of the subject's self-development based on three aspects, namely imaginary, real, and symbolic. The method used is the Lacanian Psychoanalysis method which sees language as a sign indicating the author's desire. From the research that has been carried out, the process of searching for the main character's identity begins when the main character enters school age, to experience repeated traumatic experiences that occur to the main character, then the search for the main character's identity occurs until the main character identifies himself with Others. Then, the author's desire influences the search for identity carried out by the main character in the novel Dayon by Akmal Nasery Basral. The author's desire arises unconsciously through the language set forth in literary works. The findings of this study are that the main character has not been able to provide complete confirmation regarding self-identity because it is still in the unfinished search stage.
Inferioritas Dan Kompensasi Tokoh Utama Dalam Novel Kawi Matin di Negeri Anjing Karya Arafat Nur (Kajian Psikologi Sastra) Ilmiawan, Nuzul; Zurmailis, Zurmailis; Sukmawati, Noni
Puitika Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i2.612

Abstract

The purpose of this study is to identify the feelings of inferiority and compensatory behaviors of the main character in the novel Kawi Matin di Negeri Anjing by Arafat Nur, using Alfred Adler's psychology theory. The research methodology employed is qualitative descriptive analysis, involving repeated readings to describe the identified data comprehensively. Through the analysis conducted, it was found that Kawi Matin, as the central character in the novel, faces serious psychological issues stemming from his inferiority complex. These issues include shame, insecurity, fear, doubt, submissive obedience, feelings of inadequacy, and a need for encouragement or support. The inferiority complex possessed by the main character significantly affects his psychological condition. Consequently, the character development of the protagonist is prominently visible from the beginning to the end. Furthermore, Kawi Matin's compensatory actions do not bring significant changes to his life, largely because he lacks a concrete vision for his future. This is due to psychological factors resulting from inferiority of the main character Kawi Matin which greatly influences his personality.
Pandangan Dunia Pengarang dalam Trilogi Novel Rapijali Karya Dee Lestari: Tinjauan Strukturalisme Genetik Goldmann Ermila, Mike; Fadlillah, Fadlillah; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.16-33.2022

Abstract

Skripsi ini membahas pandangan dunia dalam Trilogi Novel Rapijali karya Dee Lestari. Novel memiliki penceritaan yang sangat kompleks, dengan adanya peristiwa, tokoh, latar, tema, sudut pandang dan gaya bahasa penulis. Novel juga paling memadai, paling luas sehingga unsur penceritaan dapat dikemukakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang relasi antar unsur dalam karya yang terdiri dari relasi antar tokoh, hubungan antara tokoh dengan latar, dan merumuskan pandangan dunia pengarang yang tergambar melalui Trilogi Novel Rapijali karya Dee Lestari. Penelitian ini menggunakan tinjauan strukturalisme genetik yang dikembangkan oleh Lucian Goldmann dengan menggunakan metode dialektik.Analisis dilakukan dengan pembahasan terhadap struktur novel yang mencakup tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel, latar, relasi antar tokoh, relasi antara tokoh dengan latar. Untuk merumuskan pandangan dunia pengarang, juga dibahas fakta kemanusiaan yang terdapat dalam novel dan latar belakang sosial pengarang.Pandangan dunia yang terdapat dalam Trilogi Novel Rapijali, yaitu kembalinya tokoh utama dalam menjalani hidupnya yang tenang dan tidak terikat oleh sesuatu yang membuatnya gelisah dan tidak bahagia, yaitu kembalinya ke dunia otentik. Pengarang menolak pandangan dunia tragik bahwa orang-orang harus berjuang untuk kembali ke dunia otentik, yaitu musik yang menjadi sesuatu yang ada dalam jiwa tokoh utama tanpa adanya tekanan dan terikat akan sebuah hal.
Kitab Cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi Karya Muhaimin Nurrizqy: Tinjauan Sosiologi Sastra Uswansyaf, M. Aldhi; Yusuf, M.; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.80-90.2022

Abstract

Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy diambil sebagai objek penelitian. Buku ini digambarkan penulis sebagai kitab bacaan yang memuat cerita-cerita yang muncul dari berbagai sumber. Buku ini juga sudah dkurasi oleh kurator nasional, yaitu Yusrizal K.W. Beberapa cerpen yang terdapat dalam buku ini juga sudah terbit di media nasional. Kitab cerpen ini memiliki 10 cerita pendek, dan akan di ambil sampel 4 cerpen secara acak (Random Selection) di antaranya Tidak Ada Gajah di Tengah Laut, Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi, Harimau Nenek, dan Kapal Itu Berlayar ke Entah.Penelitian ini membahas persoalan sosial yang terdapat dalam cerpen-cerpen pada buku kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi  karya Muhaimin Nurrizqy dengan menggunakan  tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk persoalan sosial, serta makna persoalan yang ada di dalam kumpulan cerpen Sandiwara 700 Tahun Sebelum Masehi karya Muhaimin Nurrizqy. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra, yakni sosiologi karya. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood, tentang karya sastra merupakan cerminan zaman dan realitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. 
Intertekstualitas Puisi "Negeri Para Bedebah" Karya Adhie Massardi Terhadap Novel Negeri Para Bedebah Karya Tere Liye: Telaah Intertekstual Julia Kristeva Ainun, Nur; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.49-60.2022

Abstract

Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya. Objek penelitian yang digunakan ada dua, yaitu puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi dan novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye. Penelitian ini menggunakan teori intertekstual, yaitu melihat bahwa karya sastra yang tercipta mempunyai hubungan dengan teks yang lahir sebelumnya dan mempunyai hubungan dengan latar sosial penciptaan karya. Adapun tujuan penelitian ini adalah melihat keterkaitan antar kedua karya yang dijadikan objek dalam penelitian ini. Dengan begitu, maka dilakukan analisis tekstual antara kedua karya untuk melihat makna yang dihadirkan kedua teks. Kemudian, analisis tersebut dihubungkan dengan teks sosial dan sejarah zaman tempat dihasilkannya karya.Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kedua karya ini mempunyai judul yang sama tapi dengan isi yang berbeda. Hal tersebut terjadi karena tahun dan konflik latar belakang penciptaan karyanya hampir bersamaan. Adapun hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa kedua karya sastra ini tidak saling memengaruhi. Dengan kata lain, karya yang lahir sesudahnya tidak merupakan transformasi dari karya sebelumnya. Akan tetapi, karya sesudahnya terinspirasi dari karya sebelumnya.
Pandangan Dunia Pengarang dalam Novel Kabar Buruk Dari Langit Karya Muhidin M. Dahlan (Tinjauan Strukturalisme Genetik) Syuryani, Nabila; Sudarmoko, Sudarmoko; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.61-75.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur novel, (2) latar belakang sosial dan budaya pengarang, (3) pandangan dunia pengarang yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari Langit, untuk mengetahui hubungan struktur cerita dengan struktur masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Strukturalisme genetik merupakan analisis struktur yang memberi perhatian terhadap asal-usul karya sastra. Strukturalisme genetik menghubungkan antara struktur karya sastra dengan masyarakat yang menghasilkannya. Dalam penelitian ini, menggunakan metode diakletik dengan prinsip kerjanya adalah pengetahuan mengenai fakta-fakta kemanusiaan yang dihubungkan dengan mengintegrasikannya ke dalam keseluruhan. Langkah kerja dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca dan memahami objek serta mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan objek penelitian, dan kemudian dianalisis menggunakan teori strukturalisme genetik Goldmann. Berdasarkan analisis yang dilakukan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa (1) struktur yang terdapat dalam novel Kabar Buruk dari langit, dalam novel ini terdapat satu tokoh utama yaitu Kau, juga beberapa tokoh tambahan seperti Jibril, Zora, Ibnu Suja’I, Kiai Djukriyah, Kiai Kudhori, Sasi Amicta, dan Suster Burni. Latar tempat yang digunakan meliputi Kota Kudus, Bukit Makrifat dan Aceh. Latar waktu yang digunakan adalah merujuk pada kisaran abad ke-19 Masehi atau sekitaran tahun 1900-an. Latar sosialnya adalah pada masa penyebaran agama Islam di pulau Jawa dan Nusantara, (3) latar belakang sosial dan budaya pengarang yang mempengaruhi pandangan dunianya dalam menciptakan novel ini adalah organisasi yang pernah ia ikuti seperti, Pelajar Islam Indonesia (PII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta buku-buku bacaanya yang lebih banyak mengenai agama dibandingkan dengan buku sastra, (3) pandangan dunia Muhidin M Dahlan dalam novel Kabar Buruk dari Langit adalah kritikannya terhadap orang-orang yang menjual nama agama demi kepentingan pribadinya sendiri, dan menegaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang berhak menghakimi seseorang atas dosanya, hanya Tuhan yang berhak menilai seorang berdosa, dan pantas dihakimi atau tidak.
Masalah Sosial dalam Dwilogi Novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha (Tinjauan Sosiologi Sastra) Kevin, Kevin; Fadillah, Fadillah; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.36-45.2021

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sosial yang terdapat dalam Dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha dengan menggunakan tinjauan sosiologi sastra. Dalam penelitian ini dipaparkan beberapa bentuk masalah sosial yang ada di dalam Dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk Karya Kedung Darma Romansha dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial tersebut. Landasan teori yang dipakai dalam analisis penelitian ini adalah teori Alan Swingewood tentang karya sastra merupakan refleksi sosial. Untuk memudahkan dalam menganalisis secara sosiologi, penelitian ini menggunakan analisis intirnsik yaitu menganalisis tokoh, latar, alur dan tema.Dari penelitian yang telah dilakukan, penulis menyimpulkan bahwa dalam Dwilogi novel Kelir Slindet dan Telembuk terdapat permasalahan sosial yaitu: disharmonis keluarga, masalah kemiskinan, prositusi dan sex bebas, pelanggaran terhadap norma masyarakat, kejahatan atau kriminalitas dan pemerkosaan. Faktor yang menyebabkan terjadinya masalah sosial tersebut diantaranya: Cinta tidak direstui, pertengkaran keluarga, kurangnya lapangan pekerjaan, tidak bertanggungjawab, tidak bisa mengontrol diri dan himpitan ekonomi.
Transformasi Makna dalam Naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi: Analisis Intertekstual Julia Kristeva Muhammad, Fhadil; Zurmailis, Zurmailis; Fadillah, Fadillah
Puitika Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.85-98.2021

Abstract

Transformasi dalam konteks karya sastra merujuk pada pergantian wujud dari satu teks ke teks yang lain. Transformasi di dalam teks disusun layaknya kutipan mozaik. Teks merupakan penyerapan serta transformasi dari teks yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan transformasi makna yang terjadi dalam naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi. Penelitian ini menggunakan teori intertekstualitas yang digagas oleh Julia Kristeva. Dalam penelitian ini, pada naskah Penjual Bendera karya Wisran Hadi terdapat teks sosial dan kesejarahan masyarakat indonesia. Ada dua langkah dalam menemukan ideologeme melalui analisis suprasegmental dan intertekstual. Proses dalam ideolegeme diantaranya adalah oposisi, transformasi dan transposisi. Penelitian ini menggunakan metode teknik pengumpulan data dan studi pustaka. Tranformasi makna yang terdapat dalam naskah penjual bendera adalah makna bendera yang pada awalnya merdeka atas perjuangan dari penjajahan bertransormasi menjadi merdeka atas kesejahteraan keluarga kemudian bertransformasi lagi menjadi merdeka atas kebebasan berpendapat, berfikir dan eksistensi diri.
Analisis Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye: Kajian Formula Cawelti Rahayu, Delfiya; Sukmawati, Noni; Zurmailis, Zurmailis
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.15-32.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula yang ada didalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye, sehingga teori sastra formula digunakan untuk mengetahui hal tersebut. Kata, frasa, kalimat, paragraf, dan peristiwa yang ada dalam novel merupakan data utama. Metode kerja yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis formula menjadi dua rumusan yaitu karakteristik yang terdiri dari mitos dan simbol yang membentuk pola besar dan ketertarikan artistik dan kultural untuk menciptakan formula. Hasil kajian memperlihatkan formula yang terdapat dalam novel Tentang Kamu terdiri dari formula melodrama sosial.Karakterisktik utama melodrama sosial adalah kombinasi sejumlah aksi dan latar untuk membangun pandangan dunia imajinasi seperti benar atau salah, baik atau benar. Arketipe melodrama sosial merupakan latar sosial yang dikembangkan secara terperinci yang menciptakan pemuasaan emosional dengan ketertarikan yang melekat dalam analisis fenomena sosial secara detail. Alur utama melodrama yang layak dikokohkan adalah setelah adanya kesengsaraan dan penderitaan, adanya kebahagiaan dan kemenangan.Formula detektif klasik Cerita detektif klasik dapat dilihat dari pahlwan dan individu yang mengatasi halangan dan bahaya untuk memenuhi beberapa misi yang penting. Fokus ketertarikan utama cerita detektif adalah tokoh pahlawan dan halangannya harus diatasi. Eskapisme sebagai daya tarik novel Tentang Kamu. Formula dalam eskapisme adalah formula dalam karya sastra hanya bisa diungkapkan dengan eskapisme. Pelarian pembaca dari dunia nyata merupakan konsep dari eskapisme. Eskapismes memiliki kaitan dengan sastra formula. Bentuk-bentuk formula yang ada dalam isi cerita memancing daya tarik pembaca. Dasar-dasar yang menimbulkan pembaca ingin tahu adalah adanya petualangan-petualangan yang dilakukan oleh para tokoh dalam novel Tentang Kamu. Petualangan ini mengungkapkan teka-teki yang mendasarkan pada formula melodrama sosial dan detektif klasik yang telah mengajak pembaca untuk berpetualang dalam dunia imajinasi membuat mereka ingin tahu, dan tidak berhenti bila belum menemukan hasil akhir cerita.Menjadi daya tarik dalam novel Tentang Kamu adalah cerita, latar dan tokoh sesuai dengan peran yang dimiliki tokoh dan isi cerita yang sesuai dengan latar terjadinya cerita. Adanya unsur petualangan, mengungkapkan teka-teki, dan mistersi yang membuat pembaca terus membaca hingga ahkir cerita dalam novel Tentang Kamu. Proses membaca merupakan proses melarikan diri untuk membuat perasaan lega bagi diri pembaca. Aktualisasi proses pembaca yang ditemukan unsur eskapisme .