Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

INDEKS MASSA TUBUH DAN TEKANAN DARAH BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA Luh Komang Ari Trisna Jayanti; Komang Tri Adi Suparwati; I Putu Prisa Jaya
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 11 No 3 (2023): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2023.v11.i03.p14

Abstract

Pendahuluan: Lansia adalah suatu tahapan akhir dari fase kehidupan. Bertambahnya umur, kondisi dan fungsi tubuh terjadi penurunan yang berpengaruh terhadap perubahan komposisi tubuh sehingga menyebabkan peningkatan danpenurunan Indeks Massa Tubuh (IMT)serta terjadinya penebalan dinding arteri yang mengakibatkan penyempitan pada pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah serta penurunan aktivitas sistem saraf yang akan menimbulkan dampak negatif yaitu terjadinya kualitas tidur buruk. Tujuan dari penelitian ini membuktikan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode cross sectional study yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah responden sebanyak 62 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran massa tubuh menggunakan IMT, tekanan darah menggunakan tensimeter pegas dan kualitas tidur menggunakan PQSI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dan hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur. Hasil: Hasil analisis menunjukkan hubungan antara IMT terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan hasil analisis hubungan antara tekanan darah terhadap kualitas tidur dengan hasil p sebesar 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan tekanan darah terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Kemulan Desa Jagapati Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Kata Kunci: indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kualitas tidur, lansia
Analisa Indeks Massa Tubuh dan Fleksibilitas Otot Hamstring Lansia di Sesetan: Studi Observasional I Gusti Bagus Ngurah Galang Angob Bramana; Komang Tri Adi Suparwati; I Made Dhita Prianthara; I Putu Astrawan
Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia Vol 12 No 1 (2024): Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia
Publisher : Bachelor and Profession of Physiotherapy Study Program, Faculty of Medicine, Udayana University in collaboration with Indonesian Physiotherapy Association (IPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MIFI.2024.v12.i01.p15

Abstract

Pendahuluan: Seiring bertambahnya usia, fleksibilitas otot mengalami penurunan yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas postur tubuh dan pergerakan yang penting dalam kaitannya dengan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari (AKS) pada lansia. Penurunan fleksibilitas otot juga dapat mengakibatkan keterbatasan fisik yang berdampak pada produktivitas, kualitas hidup, dan kebahagiaan lansia. Salah satu faktor yang memengaruhi fleksibilitas otot adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai hubungan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring pada lansia. Metode: Ringkasan metode penelitian menjelaskan desain penelitian yang digunakan. Rancangan penelitian ini merupakan studi potong lintang (cross-sectional) yang dilakukan pada bulan April 2021. Populasi penelitian melibatkan seluruh lansia di Banjar Alas Arum Sesetan Denpasar, dan sampel dipilih dengan metode pengambilan sampel keseluruhan (whole sampling). Sebanyak 57 sampel penelitian memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. IMT diukur dengan mengukur berat badan dan tinggi badan partisipan, dan kemudian dihitung dengan rumus IMT. Fleksibilitas otot hamstring diukur dengan Chair Sit and Reach Test. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak komputer, dengan uji chi-square test untuk menilai hubungan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring. Hasil: Hasil analisis hubungan antara IMT dan fleksibilitas hamstring pada lansia dengan uji chi-square test menunjukkan hasil p=0,000 (p<0,05), menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara IMT dan fleksibilitas hamstring. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan fleksibilitas otot hamstring pada lansia di Banjar Alas Arum Sesetan Denpasar. Kata Kunci: indeks massa tubuh, fleksibilitas hamstring, lansia
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEBUGARAN KARDIORESPIRASI PADA SISWA DI SMA N 1 TABANAN Ni Putu Ayu Cintya Lestari Diani; I Putu Prisa Jaya; Komang Tri Adi Suparwati; I.A Pascha Paramurthi
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 4 (2024): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/nutricia.v8i4.6170

Abstract

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot kerangka dan membutuhkan energi yang mencakup berbagai bentuk kegiatan mulai dari aktivitas sehari-hari. Aktivitas fisik dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi dengan memperkuat jantung, paru-paru, dan pembuluh darah sehingga tubuh lebih efisien dalam mengangkut dan menggunakan oksigen selama melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas fisik terhadap kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA N 1 Tabanan. Jenis penelitian observasi non-eksperimental dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan populasi siswa laki-laki di SMA N 1 Tabanan yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling yang berjumlah 43 orang siswa. Pengukuran aktivitas fisik menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire Adolescents (PAQ-A) dan pengukuran kebugaran kardiorespirasi menggunakan harvard step test. Data dianalisis dengan uji korelasi rank spearman untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi. Hasil analisis hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan uji kolerasi rank spearman, didapatkan hasil p = 0,139 ( p > 0,05) pada aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi dengan nilai korelasi koefisien (r) sebesar 0,229 (rendah ke arah positif). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna dan mempunyai korelasi yang rendah ke arah positif antara aktivitas fisik dengan kebugaran kardiorespirasi pada siswa SMA Negeri 1 Tabanan.
The Effect Of 8 Repetition Badminton Footwork Training In Increasing Leg Muscle Flexibility And Endurance Astrawan, I Putu; I Made Dhita Prianthara; Komang Tri Adi Suparwati; Made Ganggas Dwiatmaja Empuaji
Kinestetik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jasmani Vol 8 No 4 (2024): December
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jk.v8i4.38380

Abstract

The basic movements of badminton are directed at footwork. The research aims to prove the effect of 8 repetitions of footwork training on flexibility and leg muscle endurance. Experimental research with a pre and post test control group design. The research sample consisted of 30 people divided into 2 groups. KI footwork training 8 repetitions and KII control. The results of the data normality and homogeneity tests show that the data distribution is normal and homogeneous. The test results for differences in mean flexibility and endurance of leg muscles using the t-paired test between groups were significantly different (p<0.05). KI flexibility, the pre test mean 3.33 and the post test 11.93, the difference 8.60. KII, the pre test mean 3.86 and the post test 5.06, a difference 1.20. In KI leg muscle endurance, the pre test average 16.86 and the post test 28.53, the difference 11.66. KII, mean pre test 17.06 and post test 18.33, difference 1.26. It was concluded that 8 repetitions of badminton footwork training increased flexibility and leg muscle endurance.
Hubungan Intensitas Nyeri terhadap Disabilitas pada Lansia dengan Nyeri Punggung Bawah Et Causa Spondilosis Suadnyana, Ida Ayu Astiti; Suparwati, Komang Tri Adi; Subawa, Putu Anggita Jaslynce
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 3 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i3.3758

Abstract

Seiring bertambahnya usia, terdapat berbagai perubahan fisiologis pada lansia. Perubahan ini dapat menyebabkan terjadinya disabilitas. Salah satu dampak akan perubahan tersebut yaitu adanya nyeri punggung bawah. Salah satu penyebab nyeri punggung bawah adalah adanya spondylosis. Spondilosis lumbal dapat menyebabkan nyeri. Nyeri yang terjadi pada kasus spondilosis ini dapat meningkatkan  disabilitas pada lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara intensitas nyeri dengan disabilitas penderita spondilosis pada lanjut usia di Klinik Utama Rawat Inap Sari Dharma. Rancangan penelitian adalah cross-sectional yang dilakukan pada bulan September tahun 2024 dengan populasi seluruh lansia penderita spondilosis di Klinik Utama Rawat Inap Sari Dharma yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 35 orang. Pengukuran nyeri pada penelitian ini menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), sedangkan pengukuran disabilitas dengan Modifed Oswestry Disability Index (MODI). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Iintensitas nyeri dengan disabilitas dimana didapatkan hasil p=0,000 (p<0,05). Maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan disabilitas. Nilai correlation coefficient (r) 0,927 dengan tingkat korelasi kuat sekali dan arah positif.
HATHA YOGA EFEKTIF MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA Suparwati, Komang Tri Adi; Laksmi Patni, Gusti Ayu Putu; Jaya, I Putu Prisa; Maulana, Ida Ayu Ratih Wulansari; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 1 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i1.3114

Abstract

Elderly sleep quality disorders can be overcome by doing low impact exercises. Tai Chi and Hatha Yoga are types of low impact exercises with a series of smooth and slow movements that are suitable for the elderly. The purpose of knowing the effect of Tai Chi and Hatha Yoga on sleep quality in the elderly in Banjar Dakdakan, Peguyangan Village, North Denpasar District. The two group pre-test and post-test design method was carried out in April-May 2023 with a sample of 20 respondents in Banjar Dakdakan who met the inclusion and exclusion criteria. The sample was divided into two groups, namely 10 respondents in the Tai Chi Gymnastics group (Group 1) and 10 respondents in the Hatha Yoga gymnastics group (Group 2). Measurement instruments to assess sleep quality using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. Data analysis with the Wilcoxon test to determine the effect of Tai Chi and Hatha Yoga exercises on sleep quality in the elderly. The results showed a value of p = 0.05 (p < 0.05) which indicates that there is a difference between group 1 and group 2 on improving sleep quality in the elderly. Keywords: elderly, sleep quality, tai_chi, hatha_yoga, PSQI ABSTRAKGangguan kualitas tidur lansia dapat diatasi dengan cara melakukan senam yang bersifat low impact. Tai Chi dan Hatha Yoga adalah jenis senam low impact dengan rangkaian gerakan yang halus dan lambat sehingga cocok dilakukan oleh lanjut usia. Tujuan mengetahui pengaruh  Tai Chi dan Senam Hatha Yoga terhadap kualitas tidur pada lansia di Banjar Dakdakan, Desa Peguyangan, Kecamatan Denpasar Utara. Metode two group pre-test and post-test design yang dilaksanakan pada bulan April-Mei tahun 2023 dengan sampel sebanyak 20 responden di Banjar Dakdakan yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu 10 responden kelompok Senam Tai Chi (Kelompok 1) dan 10 responden kelompok senam Hatha Yoga (Kelompok 2). Instrumen pengukuran untuk menilai kualitas tidur menggunakan kuisioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dengan uji wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh senam Tai Chi dan Senam Hatha Yoga kualitas tidur pada lansia. Hasil menunjukkan nilai p = 0,05 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang antara kelompok 1 dan kelompok 2 terhadap peningkatan kualitas tidur pada lansia. Keywords: lansia, kualitas­_tidur, tai_chi, hatha_yoga, PSQI
Peningkatan Kesadaran Osteoporosis pada Penderita Lupus di Denpasar Yoga, I Gusti Made Suandinata; Manuaba, Ida Ayu Ratih Wulansari; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Paramurthi, IA Pascha; Prianthara, I Made Dhita; Jaya, I Putu Prisa; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
UNBI Mengabdi Vol. 4 No. 2 (2023): UNBI Mengabdi Juli
Publisher : Universitas Bali Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34063/um.v4i2.398

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyakit autoimun kronis yang meningkatkan risiko osteoporosis akibat pengobatan dan peradangan kronis. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi 25 pasien SLE di Laboratorium Prodia, Denpasar, tentang risiko dan pencegahan osteoporosis. Metode yang digunakan adalah ceramah informatif, kuesioner, dan pemeriksaan tanda vital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92% peserta memiliki pengetahuan mengenai osteoporosis, dan 88% berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan tulang melalui suplementasi kalsium dan olahraga. Namun, beberapa peserta mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas fisik yang konsisten. Inisiatif ini menyoroti pentingnya edukasi kesehatan secara teratur dalam mencegah komplikasi sekunder seperti osteoporosis pada pasien SLE.   Systemic lupus erythematosus (SLE) is a chronic autoimmune disease that increases the risk of osteoporosis due to medication and chronic inflammation. This community service program aimed to educate 25 SLE patients at Prodia Laboratory, Denpasar, about osteoporosis risks and prevention. The methods included informative lectures, questionnaires, and vital sign checks. The results showed that 92% of participants gained awareness about osteoporosis, with 88% committed to improving bone health through calcium supplementation and exercise. However, a few participants struggled with consistent physical activity. This initiative highlights the importance of regular health education in preventing secondary complications like osteoporosis in SLE patients.
SENAM DON DAP DAPE EFEKTIF MENINGKATKAN VO2max LANSIA DARI PADA SENAM KEBUGARAN JASMANI Surya Wisesa, Kadek Arya Putra; Astrawan, I Putu; Suparwati, Komang Tri Adi; Prianthara, I Made Dhita; Wahyuni Novianti, I Gusti Ayu Sri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3515

Abstract

AbstractThe increasing elderly population leads to a higher risk of functional decline, including reduced VO₂max, which reflects physical fitness. Physical exercise, such as aerobic gymnastics, is an effective intervention to improve VO₂max in older adults. This study aimed to compare the effectiveness of Don Dap Dape exercise and Physical Fitness Gymnastics in increasing VO₂max among the elderly in Banjar Kerta Bumi, East Denpasar. This research employed an experimental design with a two-group pre-test and post-test approach. A total of 20 elderly participants meeting the inclusion criteria were divided into two groups of 10. Group I performed Physical Fitness Gymnastics, while Group II performed Don Dap Dape gymnastics for four weeks. VO₂max was measured using the Six Minutes Walking Test, and the data were analyzed using the independent sample t-test. The results showed a significant increase in VO₂max in both groups; however, Group II (Don Dap Dape) showed a higher increase (31.23%) compared to Group I (22.21%), with a p-value of 0.032. These findings indicate that Don Dap Dape gymnastics is more effective in enhancing VO₂max in the elderly. This study recommends Don Dap Dape gymnastics as an alternative physical activity to improve physical fitness in older adults.Keywords: elderly, VO₂max, Don_Dap_Dape_exercise, physical_fitness, cardiorespiratory_endurance AbstrakPeningkatan populasi lansia berdampak pada meningkatnya risiko penurunan kapasitas fungsional, salah satunya VO2max yang mencerminkan kebugaran jasmani. Latihan fisik seperti senam dapat menjadi intervensi efektif untuk meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas senam Don Dap Dape dibandingkan Senam Kebugaran Jasmani dalam meningkatkan VO2max pada lansia di Banjar Kerta Bumi, Denpasar Timur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan two group pre-test and post-test. Sebanyak 20 responden lansia yang memenuhi kriteria inklusi dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing 10 orang. Kelompok I mengikuti Senam Kebugaran Jasmani dan kelompok II mengikuti Senam Don Dap Dape selama empat minggu. Pengukuran VO2max dilakukan menggunakan Six Minutes Walking Test, dan analisis data menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan VO2max secara signifikan, namun peningkatan pada kelompok Senam Don Dap Dape (31,23%) lebih tinggi dibandingkan kelompok Senam Kebugaran Jasmani (22,21%), dengan nilai p = 0,032. Hasil ini menunjukkan bahwa Senam Don Dap Dape lebih efektif dalam meningkatkan VO2max pada lansia. Penelitian ini merekomendasikan Senam Don Dap Dape sebagai alternatif latihan fisik bagi lansia untuk meningkatkan kebugaran jasmani.Kata kunci: lansia, VO2max, senam_Don_Dap_Dape, senam_kebugaran, kebugaran_jasmani
GAMBARAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI PADA PETANI JERUK DI DESA PETANG Suparwati, Komang Tri Adi; Paramurthi, I.A Pascha; Wahyuni Novianti, I Gst Ayu Sri; Astrawan, I Putu; Krismantara, I Ketut Arya Yoga
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3516

Abstract

ABSTRACTExposure to organophosphate pesticides will affect lung function which causes irritation, airway narrowing and decreased lung function. This condition is experienced by farmers through various activities such as the process of bringing pesticides to the farm, the process of mixing pesticides, the process of spraying pesticides on the farm and washing the tools that have been used to spray, all of these activities have the potential to cause exposure to farmers either through the skin or breathing. The symptoms of exposure to organophosphate pesticides such as shortness of breath and respiratory tract irritation resulting in a decrease in the value of peak expiratory flow (APE). The purpose of the study was to determine the value of Peak Expiratory Flow (APE) in citrus farmers in Petang Village. This study used descriptive analysis with a total of 30 respondents. The instrument in this study used a peak flow meter to measure the peak expiratory flow value of citrus farmers. The results of this study showed that the Peak Expiratory Flow value in the green zone was 6 respondents (20%), the yellow zone was 19 respondents (63.3%) and the red zone was 5 respondents (16.7%). Keywords: expiratory peak flow, citrus_farmer, pesticides ABSTRAKPaparan pestisida jenis organofosfat akan mempengaruhi fungsi paru yang dimana menimbulkan efek iritasi, penyempitan saluran nafas dan penurunan faal paru. Kondisi tersebut dialami oleh petani melalui berbagai kegiatan seperti proses membawa pestisida menuju lahan pertanian, proses pencampuran pestisida, proses penyemprotan pestisida di lahan pertanian dan mencuci alat yang sudah digunakan menyemprot, semua aktivitas ini berpotensi menimbulkan paparan pada petani baik melalui kulit ataupun pernapasan. Adapun gejala dari paparan pestisida jenis organofosfat seperti sesak nafas dan iritasi saluran pernapasan sehingga mengakibatkan penurunan nilai arus puncak ekspirasi (APE). Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nilai Arus Puncak Ekspirasi (APE) pada petani jeruk di Desa Petang. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan total 30 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan peak flow meter untuk mengukur nilai Arus Puncak Espirasi petani jeruk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Arus Puncak Ekspirasi pada zona hijau adalah 6 responden (20%), zona kuning adalah 19 responden (63,3%) dan zona merah adalah 5 responden (16,7%). Kata kunci: arus_puncak_ekspirasi, petani_jeruk, pestisida
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap Daya Tahan Kardiorespirasi pada Pemain Futsal Universitas Bali Internasional I Komang Arya Triguna; I Made Dhita Prianthara; Komang Tri Adi Suparwati
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): October : Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v3i4.1682

Abstract

Futsal is a high-intensity team sport that requires a combination of speed, agility, and physical endurance, particularly cardiorespiratory endurance. Cardiorespiratory endurance is crucial because it directly relates to a player's ability to maintain optimal performance throughout a match, particularly when facing fast-paced and stressful play. Therefore, variables that can influence this ability, such as body composition and nutritional status, are crucial in developing athlete performance. One indicator that can be used to measure nutritional status and body composition is the Body Mass Index (BMI), which is obtained by measuring weight and height. BMI not only reflects whether a person is within the ideal weight range but also potentially influences the efficiency of the body's organs, including the cardiovascular and respiratory systems. In the context of futsal, players with a higher BMI tend to have a higher body weight, which can hinder movement efficiency and increase fatigue during matches. Conversely, players with a lower BMI may have insufficient energy reserves and muscle mass to maintain stamina during matches. This study shows a significant negative relationship between BMI and cardiorespiratory endurance in futsal players at Bali International University. The results of statistical tests using the Spearman rank correlation method showed a correlation coefficient (r) of -0.504 with a significance value of p = 0.005. This indicates that the higher a player's BMI, the lower their cardiorespiratory endurance tends to be. These findings support the importance of ideal body weight management in futsal athlete training, both through dietary adjustments and measured physical exercise programs.