Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EVALUASI POS BINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DALAM DETEKSI DINI PENYAKIT DIABETES DI DESA NAUMBAI, KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU Kusumawati, Nila
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.13595

Abstract

Program posbindu PTM merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, termasuk diabetes. Posbindu PTM di desa Naumbai, Kecamatan Air Tiris, Kabupaten Kampar adalah salah satu Posbindu PTM yang hanya dilakukan satu kali sejak pendiriannya dan tidak dilanjutkan lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Posbindu PTM di Desa naumbai Kecamatan Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif eksploratif. Enam orang responden yang dipilih menggunakan purposive sampling diwawancarai dengan cara semi-structure interview melalui telpon selama 30-40 menit. Interview dilakukan setelah responden memberikan informed consent secara lisan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan tematik analisis manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya untuk terlaksananya Posbindu PTM adalah tantangan yang menyebabkan tidak dilanjutkannya program Posbindu PTM di desa Naumbai, Kecamatan Air Tiris, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Diperlukan komitmen yang tinggi dari seluruh pemangku kebijakan dalam keberlanjutan pelaksanaan Posbindu PTM.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS PADA REMAJA PENGENDARA SEPEDA MOTOR DI KECAMATAN TAPUNG KABUPATEN KAMPAR POVINSI RIAU, INDONESIA Hamid, Abdul; Kusumawati, Nila; Lestari, Rizki Rahmawati
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Volume 1 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v1i1.10903

Abstract

Latar Belakang: Provinsi Riau berada pada urutan ke 13 dari 34 Provinsi di Indonesia dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi.Kecamatan Tapung merupakan Kecamatan dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dengan pengendara sepeda motor usia remajasebagai kelompok masyarakat yang paling sering mengalami kecelakaan lalu lintas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kejadian kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh remaja pengendara sepeda motor di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.Metode: Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional.Subjek penelitianini adalah siswa/siswi SMAN 1 Tapung di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang pernah mengalami kecelakaan lalu lintas sebanyak 155 orang. Sampling method yang digunakan adalah total sampling.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara faktor kelalaian manusia dengan kejadian kecelakaan lalu lintas (P value=0,003). Terdapat hubugan yang signifikan antara faktor kondisi kendaraan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas (P value=0,008). Kesimpulan:Faktor kelalaian manusia merupakan faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas pada remaja di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar di Provinsi Riau, yang diikuti dengan faktor kondisi kendaraan.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-AMANAH ALI-ISLAMI BANGKINANG Aulis, Nindy; Apriza, Apriza; Kusumawati, Nila
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jiik.v3i1.39473

Abstract

Penyakit ini paling tinggi terjadi di negara tropis yang merupakan negara endemik penyakit skabies. Infrestasi tungau ini menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah.Tujuan peneliti ini adalah untuk mengetahui gambaran penderita skabies dipondok pesantren Al-Amanah Ali-Islami Bangkinang .Desain yang digunakan dalam peneliti ini adalah peneliti deskriptif .Adapun populasi pada peneliti ini adalah seluruh siswi Pondok pesantren Al-Amanah Alislami berjumlah 68 santriwati .Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi .Analisa data yang digunakan pada peneliti adalah Analisa Univariat.Dari hasil peneliti pada analisa univeriat. Didapatkan diperoleh hasil bahwa usia responden berada pada kategori permpuan sebanyak 38 orang,komplikasi pada seluruh responden yang menderita skabies 38 orang, status ekonomi berada pada kategori status ekonomi rendah sebanyak 25 orang dan sumber penularan skabies berada pada tidur dan memakai barang pribadi penderita skabies sebanyak 19 orang.Hasil peneliti ini diharapankan dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.
Knowledge, Attitude, and Practice Related to Eating Behavior for the Prevention of Type 2 Diabetes Among High School Students Kusumawati, Nila; Glorie, Kim; Hamid, Abdul
Indonesian Contemporary Nursing Journal (ICON Journal) Vol. 10 No. 1 (2025): Volume 10 Number 1 Augustus 2025
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/icon.v10i1.44053

Abstract

Aims: Diabetes mellitus is a major global public health concern, particularly in Indonesia. Eating behavior, particularly type 2 diabetes mellitus (T2DM), plays a crucial role in the prevention of diabetes. This study aimed to assess high school students’ knowledge of T2DM, attitudes toward healthy eating, and dietary practices related to diabetes prevention, as well as to examine the correlations among these variables. Methods: The study was conducted from May to October 2024 in three sub-districts of Kampar Regency, Riau Province, Indonesia. A total of 207 high school students were recruited through convenience sampling. Data were collected using a validated knowledge, attitude, and practice (KAP) questionnaire comprising four sections: Sociodemographic characteristics, Knowledge about T2DM, Attitudes toward healthy eating, and Dietary practices. Univariate analysis was conducted to describe the distribution of KAP levels, and Spearman’s rank-order correlation was used to examine the relationships among KAP scores. Results: Most senior high school students (80.2%) demonstrated a moderate overall KAP level. Specifically, 49.3% had moderate knowledge of T2DM, 81.2% exhibited a neutral attitude toward healthy eating, and 59.9% reported moderate dietary practices. Spearman’s rank correlation analysis revealed a weak but statistically significant positive correlation between knowledge and attitude (p=0.145, p=0.037), and between knowledge and practice (p=0.137, p=0.048). A moderate-to-strong positive correlation was found between attitude and practice (p=0.530), indicating a stronger association between these two variables. Conclusion: The findings indicate that students’ knowledge of T2DM is positively associated with both their attitudes toward healthy eating and their dietary practices, although the strength of these correlations is weak. In contrast, a moderate to strong positive correlation was observed between attitude and practice, suggesting that students with more positive attitudes toward healthy eating were more likely to engage in desirable dietary behaviors.
How Home Childbirth Takes Place with the Help of Untrained Family Members?: Qualitative Research Kusumawati, Nila; Dhilon, Dhini Anggraini
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3621

Abstract

In Indonesia, childbirth is still taking place at home, with the help of either traditional birth attendants or untrained family members. This study aimed to explore how the childbirth process took place at home with the help of untrained family members. The study was qualitative research with a thematic analysis design. Eighteen respondents were recruited, as determined by data saturation. Semi-structured interviews using topic guides were performed to explore the phenomenon. Data was analyzed using Nvivo 11. The study emerged with six themes. They were unassisted home birth practice for labor progress methods, unassisted home birth practice for the baby delivery process, unassisted home birth practice for umbilical cord clamping procedure, unassisted home birth practice for umbilical cord cutting procedure, unassisted home birth practice for placenta delivery method, and unassisted home birth practice for the baby bathing process. Home childbirth with the help of untrained family members uses unique techniques and tools. There is a need for policymakers and relevant stakeholders to provide women and their family members with health education about safe facility childbirth.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II Dewi, Mila Mustika; Apriza, Apriza; Kusumawati, Nila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26281

Abstract

Tingginya kejadian penyakit diabetes melitus tipe II menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015, penyakit DM menduduki urutan ke empat dengan prevalensi 8,6%. Adapun penyebab tingginya prevalensi ini adalah kurangnya pengetahuan, kurang memperhatikan pola makan, dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10-17 November 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar dengan jumlah sampel 64 orang diperoleh menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan glukometer. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,000 dan 0,045 (p ? 0,05). Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita DM untuk lebih memperhatikan dan melaksanakan 4 pilar pengendalian DM.
Hubungan Hygiene Sanitasi Makanan dan Kebiasaan Jajan dengan Kejadian Diare pada Balita Usia 12-59 Bulan di Kelurahan Air Tiris Angraini, Dela Nofri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Kusumawati, Nila
Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol 25 No 2 (2025): Jurnal Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat
Publisher : Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/sulo.v25i2.1765

Abstract

The World Health Organization (WHO) states that diarrhea is the third leading cause of death in children aged 1–59 months. Each year, this disease causes the death of approximately 443,832 children under 5 years of age, and 50,851 children aged 5 to 9 years. The purpose of this study was to determine the relationship between food hygiene and sanitation and snacking habits with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village. The study design used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population of this study was all mothers who had toddlers in Air Tiris Villag e. The sample in this study amounted to 114 respondents taken using cluster sampling. The results of the study obtained a significant relationship between food hygiene and sanitation with the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.003. There was a significant relationship between snacking habits and the incidence of diarrhea in toddlers aged 12–59 months in Air Tiris Village, with a p-value of 0.016. Parents, especially mothers of toddlers, are expected to pay closer attention to the hygiene and sanitation of the food they provide to their children and to monitor their toddlers' snacking habits.
Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Harga Diri pada Remaja di SMAN 1 Bangkinang Rika Febriana; Alini Alini; Nila Kusumawati; Bri Novrika
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.30410

Abstract

Pada masa remaja merupakan masa-masa sulit dimana remaja menghadapi masalah seperti harga diri rendah. Hal ini disebabkan oleh sikap, interaksi sosial, penghargaan dan penerimaan dari seseorang. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga diri adalah dukungan teman sebaya. Bentuk dukungan yang diberikan seperti dukungan emosional, instrumental dan informasi. Jika remaja menerima dukungan dari teman sebaya maka remaja merasa berharga, mampu dan diterima oleh temannya sehingga harga diri akan meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri pada remaja di SMAN 1 Bangkinang. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian berjumlah 65 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri dengan p value = 0,015 (p?0,05). Kesimpulan mayoritas responden dengan dukungan teman sebaya tinggi sebanyak  37 responden (56,9%) dan mayoritas responden dengan harga diri tinggi sebanyak 40 responden (61,5%). Diharapkan remaja dapat meningkatkan hubungan dengan teman sebaya, melakukan penilaian positif terhadap diri dan tidak menyalahkan diri jika terjadi masalah.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM DI SD NEGERI 225 PALEMBANG Izdihar, Syadza; Kusumawati, Nila; Nurlina, Nurlina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) pada implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 225 Palembang. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mengarahkan strategi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan utama, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam mendorong penerapan pembelajaran mendalam melalui praktik kepemimpinan transformasional dan instruksional, antara lain dengan menetapkan visi pembelajaran yang jelas, memperkuat komunitas belajar guru, melaksanakan supervisi akademik yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, serta menyediakan pelatihan dan fasilitas pendukung. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi guru, seperti perbedaan pemahaman terhadap konsep pembelajaran mendalam, keterbatasan fasilitas, serta kesulitan dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kepala sekolah melakukan pendampingan intensif, memperkuat koordinasi antar guru, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan responsif berkontribusi signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui praktik pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
Family Support, Associated Factors, and Quality of Life Outcomes in Type 2 Diabetes: A Correlational Study Adelia Karisma; Nila Kusumawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8839

Abstract

Enhancing the quality of life of patients with diabetes is essential for maintaining effective diabetes management and improving long-term health outcomes. Family support is considered an important factor in achieving this goal. This study aimed to examine the relationship between family support and quality of life among patients with type 2 diabetes, including other associated factors. A quantitative study was conducted in Kampar Regency, Riau Province, Indonesia, from November 25 to December 6, 2025. A total of 141 outpatients with type 2 diabetes from a government hospital were selected using purposive sampling. Family support and quality of life were measured using the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) and Diabetes Quality of Life (DQoL) questionnaires. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the model explained 31.3% of the variance in quality of life (R² = 0.313, p < 0.001). Family support was significantly associated with quality of life (B = 0.447, 95% CI: 0.279–0.614, p < 0.001). Patients’ education level (B = 8.970, p = 0.003) and family education level (B = 11.108, p = 0.026) were also significant predictors. Other variables, including age, sex, occupation, income, marital status, duration of diabetes, complications, and family characteristics, were not significantly associated with quality of life (p > 0.05). These findings indicate that family support and educational background play important roles in improving the quality of life of individuals with type 2 diabetes. Therefore, interventions that strengthen family support and educational programs should be prioritized.