Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Harga Diri pada Remaja di SMAN 1 Bangkinang Rika Febriana; Alini Alini; Nila Kusumawati; Bri Novrika
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.30410

Abstract

Pada masa remaja merupakan masa-masa sulit dimana remaja menghadapi masalah seperti harga diri rendah. Hal ini disebabkan oleh sikap, interaksi sosial, penghargaan dan penerimaan dari seseorang. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga diri adalah dukungan teman sebaya. Bentuk dukungan yang diberikan seperti dukungan emosional, instrumental dan informasi. Jika remaja menerima dukungan dari teman sebaya maka remaja merasa berharga, mampu dan diterima oleh temannya sehingga harga diri akan meningkat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri pada remaja di SMAN 1 Bangkinang. Metode penelitian yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian berjumlah 65 responden dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Analisa data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan dukungan teman sebaya dengan harga diri dengan p value = 0,015 (p?0,05). Kesimpulan mayoritas responden dengan dukungan teman sebaya tinggi sebanyak  37 responden (56,9%) dan mayoritas responden dengan harga diri tinggi sebanyak 40 responden (61,5%). Diharapkan remaja dapat meningkatkan hubungan dengan teman sebaya, melakukan penilaian positif terhadap diri dan tidak menyalahkan diri jika terjadi masalah.
Gambaran Kepatuhan Diet pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Sari, Win; Kusumawati, Nila; Harahap, Dewi Anggriani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 5 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i5.392

Abstract

Ketidakpatuhan dalam pengaturan diet dapat menyebabkan ketidakstabilan kadar glukosa darah dan memicu komplikasi diabetes. Survei diet total Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan menunjukkan bahwa 47,7% penderita DM tidak menjalankan diet diabetes yang disarankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada penderita DM Tipe 2 di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 05-15 Juli 2025 di Desa Tarai Bangun. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang sebanyak 262 orang dengan sampel sebanyak 158 orang, diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner sedangkan analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari 158 orang penderita DM sebagian besar tidak patuh dalam menjalani diet yaitu sebanyak 101 orang (63,9 %). Saran diharapkan tenaga kesehatan harus lebih sering memberikan edukasi kesehatan tentang program dalam terapi diet bagi penderita DM dan kepatuhan mengkonsumsi obat secara teratur dan mematuhi diit DM agar dapat menghindari terjadinya komplikasi.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN MENDALAM DI SD NEGERI 225 PALEMBANG Izdihar, Syadza; Kusumawati, Nila; Nurlina, Nurlina
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1521

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mendukung penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) pada implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 225 Palembang. Kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam mengarahkan strategi sekolah untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan utama, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan dalam mendorong penerapan pembelajaran mendalam melalui praktik kepemimpinan transformasional dan instruksional, antara lain dengan menetapkan visi pembelajaran yang jelas, memperkuat komunitas belajar guru, melaksanakan supervisi akademik yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, serta menyediakan pelatihan dan fasilitas pendukung. Penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan yang dihadapi guru, seperti perbedaan pemahaman terhadap konsep pembelajaran mendalam, keterbatasan fasilitas, serta kesulitan dalam mengadaptasi pendekatan pembelajaran kolaboratif dan reflektif. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kepala sekolah melakukan pendampingan intensif, memperkuat koordinasi antar guru, serta memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kolaboratif, dan responsif berkontribusi signifikan dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui praktik pembelajaran yang lebih mendalam dan bermakna.
Family Support, Associated Factors, and Quality of Life Outcomes in Type 2 Diabetes: A Correlational Study Adelia Karisma; Nila Kusumawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8839

Abstract

Enhancing the quality of life of patients with diabetes is essential for maintaining effective diabetes management and improving long-term health outcomes. Family support is considered an important factor in achieving this goal. This study aimed to examine the relationship between family support and quality of life among patients with type 2 diabetes, including other associated factors. A quantitative study was conducted in Kampar Regency, Riau Province, Indonesia, from November 25 to December 6, 2025. A total of 141 outpatients with type 2 diabetes from a government hospital were selected using purposive sampling. Family support and quality of life were measured using the Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) and Diabetes Quality of Life (DQoL) questionnaires. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that the model explained 31.3% of the variance in quality of life (R² = 0.313, p < 0.001). Family support was significantly associated with quality of life (B = 0.447, 95% CI: 0.279–0.614, p < 0.001). Patients’ education level (B = 8.970, p = 0.003) and family education level (B = 11.108, p = 0.026) were also significant predictors. Other variables, including age, sex, occupation, income, marital status, duration of diabetes, complications, and family characteristics, were not significantly associated with quality of life (p > 0.05). These findings indicate that family support and educational background play important roles in improving the quality of life of individuals with type 2 diabetes. Therefore, interventions that strengthen family support and educational programs should be prioritized.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS KADER POS BINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR Nila Kusumawati; Abdul Hamid; Kim Glorie
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42418

Abstract

Indonesia berada pada urutan kelima dengan kasus diabetes melitus (DM) tertinggi di dunia. Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) adalah salah satu program pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian PTM di Indonesia, termasuk DM. Dalam pelaksanaannya, kader Posbindu PTM memiliki peranan yang sangat penting sehingga perlu untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang adekuat tentang DM dan pemeriksaannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah salah satu pelatihan untuk kader Posbindu PTM yang dilakukukan oleh Indonesian Diabetes Center Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai dan Aeres University of Applied Sciences, Belanda di Desa Kemang Indah, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebelum pelatihan diberikan, pre-test tertulis dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan kader tentang DM. Post-test menunjukkan hanya sebanyak 9,1% kader yang memiliki pengetahuan yang tinggi, dan post-test menunjukkan bahwa adanya perubahan tingkat pengetahuan kader ke arah yang lebih baik sehingga menjadi 72,7% kader yang memiliki pengetahuan tinggi.
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Food Borne Diseases, Water Borne Diseases dan Pengelolaan Sampah Dengan Kejadian Diare Pada Balita Sarifatul Asmah; Ade Dita Puteri; Nila Kusumawati
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 2 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i2.1053

Abstract

Diarrhea is a condition of increased frequency of defecation more than 3 times in 24 hours with loose stools. The purpose of this study was to determine the relationship between mother knowledge about food borne diseases, water borne diseases and waste management with the incidence of diarrhea in toddlers in the Air Tiris Community Health Center work area. Using a quantitative analytical design with a crosssectional approach. The number of samples was 97 respondents with a questionnaire measuring instrument that had been tested for validity and reliability. Statistical tests used chi square. The results showed that mothers who had good knowledge about food borne diseases were 76.3%, mothers who had good knowledge about water borne diseases were 75.3%, mothers who did poor waste management were 53.6% and toddlers who experienced diarrhea were 54.6%. Statistical tests showed that there was no significant relationship between maternal knowledge about food borne diseases, water borne diseases with the incidence of diarrhea in toddlers by values ​​p=.655 and p=.259 (p> 0.05). While there was a significant relationship between waste management with the incidence of diarrhea in toddlers indicated by a value of p = 0.013 (p <0.05). Suggestions to related agencies to carry out education regarding good waste management so that diarrheal incidents in toddlers can be prevented in the future.  Keywords : Food borne diseases; water borne diseases; waste; diarrrhea
Asuhan Keperawatan Pada Ny. N Dengan Terapi MurotalAl-quran Terhadap Kesadaran Pada Pasien Stroke Infark Di Ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Suzanti Suzanti; Nila Kusumawati; Raja Asmalinda
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.42

Abstract

Stroke iskemik/ infark (non hemoragik) merupakan penurunan sirkulasi darah ke bagian otak yang disebabkan karena vasokontriksi akibat penyumbatan pada pembuluh darah arteri sehingga suplai darah ke otak mengalami penurunan. Salah satu tanda stroke iskemik/ infark adalah penurunan kesadaran . Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan kesadaran akibat stroke infark dapat diatasi dengan terapi komplementer murottal Al-Quran. Tujuan karya ilmiah akhir Ners (KIAN) ini adalah memberikan asuhan keperawatan dengan memberikan terapi murottal al-quran. Penelitian ini ialah case study pada tanggal 31 Mei sampai 3 Juni 2023. Terapi murottal Al-Quran merupakan terapi religi dimana seseorang akan dibacakan atau diperdengarkan ayat -ayat al-quran selama beberapa menit sehingga akan memberikan dampak positif bagi tubuh seseorang.Murottal Al-Quran meliputi mendengarkan surat Ar- Rahman selama 30 menit. Implementasi dilakukan selama 3 hari dan didengarkan murottal al -quran 1x dalam sehari. Hasil penelitian didapatkan adanya peningkatan kesadaran dari GCS 5(E1V1M3) dengan kesadaran soporcoma menjadi GCS 9(E3V3M3) dengan kesadaran somnolen. Hal ini menunjukkan bahwa terapi murottal al-quran efektif membantu untuk meningkat kan kesadaran. Diharapkan pasien dapat mengaplikasikan terapi murottal al-quran secara rutin dengan harapan kesadaran pasien bisa normal kembali
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.N Dengan Faringitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuok Tahun 2023 Amaliya Mayus; Nila Kusumawati
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.44

Abstract

Faringitis merupakan penyakit yang menyerang hampir semua orang. Faringitis terjadi akibat adanya infeksi virus atau bakteri pada struktur tenggorokan sehingga menimbulkan peradangan pada membran mukosa tenggorokan. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Faringitis dan penerapan asuhan keperawatan keluarga pada Ny.N dengan faringitis di wilayah kerja Puskesmas Kuok Tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi serta menggunakan format asuhan keperawatan. Asuhan keperawatan keluarga yang diberikan dilakukan pada tanggal 25 – 27 Oktober 2023 pada keluarga Ny.N (44 tahun) pasien yang mengalami faringitis. Setelah dilakukan pengkajian pada Ny.N dan keluarga, didapatkan hasil bahwa Ny.N mengatakan mengalami batuk terus menerus serta merasa tidak nyaman pada tenggorokan seperti kering dan gatal. Ny.N dan keluarga juga mengatakan tidak tahu cara mengatasinya. Hasil dari observasi yang dilakukan pada Ny.N didapatkan diagnosanya adalah bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit. Kemudian dilakukan implementasi keperawatan pada Ny.N dengan faringitis sesuai dengan rencana keperawatan keluarga yang telah dibuat. Evaluasi yang didapatkan setelah pemberian asuhan keperawatan keluarga yaitu keluarga mulai memahami serta bisa menerapkan apa yang dijelaskan dengan baik. Saran untuk Ny.N dan keluarga diharapkan melakukan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan dengan baik.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. Y Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Luka Kaki Diabetes Di Ruang Khadijah RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar Nesfi Rani; Nila Kusumawati
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.76

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan karena tidak efektifnya penggunaan insulin yang dihasilkan pankreas. Penyumbatan pembuluh darah di ekstermitas bawah dapat mengakibatkan gangren di kaki sehingga banyak penderita DM harus diamputasi. Secara umum penelitian ini bertujuan unuk melakukan pengkajian hingga evaluasi keperawatan pada Ny.Y dengan Diabetes Melitus  tipe 2 dengan komplikasi luka kaki diabetes di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar. Metode penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjektif  penelitian adalah Ny.Y. dengan diagnosa medis ulkus gangren nekrotik regio pedis dextra. Penelitian studi kasus dilakukan dari tanggal 3 - 5 Juni 2024. Berdasarkan data pengkajian keperawatan terdapat 3 diagnosa keperawatan yang ditemukan pada pasien yaitu ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia, gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan dengan neuropati perifer, gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Intervensi keperawatan pada ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia, yaitu monitor kadar glukosa darah. Intervensi keperawatan gangguan integritas kulit/jaringan berhubungan dengan neuropati perifer, yaitu monitor karakteristik luka (mis, drainase, warna, ukuran, bau), Intervensi keperawatan gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot, yaitu identifikasi toleransi fisik melakukan pergerakan. Pada tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dan planning dipertahankan. Saran dari penelitian ini agar menjadi sebuah pedoman, baik bagi instansi, masyarakat dan peneliti selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien DM tipe II dengan komplikasi luka kaki diabetes.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari Terhadap Kadar Gula Darah Pada Ny. M Di Desa Tambang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang Herny Novriani; Nila Kusumawati; Riani Riani
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.127

Abstract

Peningkatan jumlah penderita DM terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Pengendalian DM dilakukan dengan 2 cara diantaranya dengan farmakologi obat-obatan dan nonfarmakologi melalui diet, olahraga, dan terapi komplementer. Salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengatasi DM adalah terapi relaksasi genggam jari. Tujuan penelitian adalah untuk melakukann asuhan keperawatan keluarga Tn. I khususnya Ny. M dengan penerapan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kadar gula darah yang mengalami DM tipe 2 di Desa Tambang Wilayah Kerja UPT Puskesmas Tambang. Penelitian dilakukan pada tanggal 19-22 Agustus 2024 yang dimulai dari tahap pengkajian, analisa data, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil penelitian diperoleh terdapat pengaruh penerapan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan kadar gula darah Ny. M dari kadar gula darah 309 mg/dl menjadi 224 mg/dl.. Diharapkan klien untuk dapat menjaga pola makan yang sesuai dengan diet DM, selalu memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk cek kadar glukosa darah, penggunaan farmakologi obat-obatan dan nonfarmakologi melalui terapi komplementer. Terapi komplementer yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita DM adalah terapi terapi relaksasi genggam jari. Penatalaksanaan secara non farmakologi sangat dianjurkan digunakan karena tidak menimbulkan efek bagi organ tubuh serta dapat dilakukan secara mandiri dimana saja, kapan saja pada tempat yang nyaman.