Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

KORELASI INDEKS MASA TUBUH (IMT) DENGAN TEKANAN DARAH Angelia Friska Tendean
NUTRIX Vol 3 No 2 (2019): Volume 3, Issue 2, 2019
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.639 KB) | DOI: 10.37771/nj.Vol3.Iss2.400

Abstract

Hypertension has become a serious problem in worldwide. The most factor causes hypertension is obesity or overweight. The main purpose of this study was to determine correlation Body Mass Index (BMI) and blood pressure at Kinamang Village. The design in this study was cross sectional study. The sample was used non probability sampling with accidental sampling technique. Sample of this study were 89 respondents. The results were showed most category BMI were normal category 48,3%, systolic and diastolic category were prehypertension 53,9% and 34,8%. The analysis was using spearman correlation and the result showed BMI and systolic p value 0,001<0,05 with r=0,360 and diastolic p 0,000<0,05 with r=0,389. The conclusion is there was statistically significant positive correlation between BMI and blood pressure both systolic and diastolic. The higher BMI then blood pressure will increase both systolic and diastolic. Keywords: Body Mass Index; Blood Pressure Abstrak Hipertensi sudah menjadi masalah yang serius di dunia. Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan salah satu faktor yang paling sering menyebabkan hipertensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan tekanan darah di desa Kinamang. Desain penilitian yang digunakan menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan non probability samping dengan teknik pengambilan accidental sampling dengan jumlah sampel yang didapat 89 responden. Hasil penelitian yang didapat kategori Indeks masa tubuh terbanyak dalam kategori normal 48,3%, kategori tekanan darah sistolik terbanyak kategori prehipertensi 53,9% dan kategori tekanan darah diastolik terbanyak kategori prehipertensi 34,8%. Hasil analisa korelasi menggunakan spearman correlation didapati korelasi IMT dengan tekanan darah sistolik p 0,001<0,05 dengan r=0,360 dan korelasi IMT dengan tekanan darah diastolik p 0,000<0,05 dengan r=0,389. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara IMT dengan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Semakin meningkat IMT maka tekanan darah sistolik maupun diastolik akan meningkat. Kata Kunci: Indeks Masa Tubuh; Tekanan Darah
STRESS AND COPING MECHANISM AMONG PROFESI NERS STUDENTS UNIVERSITAS KLABAT Angelia Friska Tendean
NUTRIX Vol 4 No 1 (2020): Volume 4, Issue 1, 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol4.Iss1.424

Abstract

Stress is a complex problem that occurs in individual and communities, both at home, school, and workplace. Response to stress is known as coping. The present study aimed to identify level of stress among students and to determine the coping mechanism and to identify relation betweeen stress level and coping mechanism among students ners profession in Universitas Klabat. Methodology in this study using a cross-sectional study with decriptive correlation design that was conducted among 80 students ners profession were selected by using probabililty sampling method with consecutive sampling techniques. The results are the majority of respondents were mild stress were 45 respondents (56,3%), and all of respondents (100%) have adaptive coping mechanism. There was statisically significant correlation (p=0.028, r=-0.246*) between stress and coping mechanism among students ners profession at Universitas klabat with coefisien correlation were weak and negative correlation, that means lowest stress will increase adaptive coping mechanism. Recommendation for faculty training students ners profession on adaptive coping, managing stressors and improving supports systems may helpfull for them to effectively deal with various stressors during their educational experience. Keywords: Coping Mechanisme, Ners Profession, Stress
KUALITAS TIDUR DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA Frendy Fernando Pitoy; Angelia Friska Tendean; Venisia Cindy Christine Rindengan
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.836

Abstract

Abstrak Body Mass Index (BMI) is a simple anthropometric index to monitor nutritional status, especially about bodywight. Weight gain is often associated with poor sleep quality due to hormonal regulation in the hypothalamus, which causes an increase in amount of fat tissue which leads to obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between quality of sleep and body mass index in Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret adolescents. Descriptive correlation with a cross-sectional approach was used with purposive sampling on 61 adolescents. The results showed that there was a significant relationship between quality of sleep and body mass index with a p value of 0.003 and r value of 0.273, which is there was a one-way weak relationship, where the worse the quality of sleep of the participants, the greater the body mass index will obtaine. It is recommended for adolescents to be able to meet the good quality of sleep in order to maintain an ideal body weight and avoid the risk of various diseases. Kata kunci : Body Mass index, Quality of Sleep, Adolescent Abstrak Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu indeks anthropometri yang sederhana untuk memantau status gizi, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan kurangnya kualitas tidur dikarenakan adanya regulasi hormon di hipotalamus sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah jaringan lemak dalam tubuh yang mengarah pada kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan indeks masa tubuh pada remaja Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 61 remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan indeks massa tubuh dengan nilai P= 0.003 dan nilai keeratan r= 0,273 yang memiliki arti terdapat hubungan lemah dan searah, dimana semakin buruk kualitas tidur partisipan maka akan semakin besar indeks masa tubuh yang akan didapat. Direkomendasikan kepada remaja untuk dapat memenuhi kualitas tidur yang baik agar supaya dapat mempertahankan berat badan yang ideal dan terhindar dari resiko berbagai penyakit. Kata kunci : Kualitas Tidur, Indeks Massa Tubuh, Remaja
Anxiety Experiences Among Pregnant Women During COVID-19 Pandemic Metty Wuisang; Angelia Friska Tendean; Cherol Nelson Ering
NUTRIX Vol 7 No 2 (2023): Volume 7, Issue 2, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i2.942

Abstract

Pregnant women are a group at risk of contracting COVID-19. This condition makes pregnant women often feel anxious about the possibility of exposure to COVID-19 infection. Anxiety that cannot be overcome will have a negative impact on the pregnant woman herself, such as preeclampsia and even miscarriage and the fetus, such as premature birth and low birth weight. This study aims to explore the anxiety experiences of pregnant women during the COVID-19 pandemic. This research was conducted in the North Minahasa area using a qualitative method with a phenomenological approach. Informants in this study amounted to 11 people. Methods of data collection using semi-structured video and face-to-face interviews. Anxiety experienced 4 themes that emerged, namely: 1) Anxiety about contracting, 2) Anxiety about other people's health, 3) Anxiety about doing antenatal care, and 4) Anxiety about childbirth. Health workers need to overcome anxiety in pregnant women so that negative impacts on pregnant women and the fetus can be avoided. Telehealth can be an alternative option to help pregnant women deal with anxiety during the COVID-19 pandemic. Keywords: Anxiety, COVID-19, Pregnant Women Abstrak Ibu hamil merupakan kelompok yang berisiko tertular COVID-19. Kondisi ini membuat ibu hamil kerap merasa cemas akan kemungkinan terpapar infeksi COVID-19. Kecemasan yang tidak bisa diatasi akan berdampak buruk pada ibu hamil itu sendiri seperti preeklampsia bahkan keguguran dan janin seperti lahir prematur dan berat badan bayi baru lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman kecemasan ibu hamil selama pandemi COVID-19. Penelitian ini dilakukan di daerah Minahasa Utara dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang. Metode pengumpulan data menggunakan video semi terstruktur dan wawancara tatap muka. Kecemasan mengalami 4 tema yang muncul yaitu: 1) Kecemasan tertular, 2) Kecemasan terhadap kesehatan orang lain, 3) Kecemasan melakukan antenatal care, dan 4) Kecemasan terhadap persalinan. Tenaga kesehatan perlu mengatasi kecemasan pada ibu hamil sehingga dampak negatif pada ibu hamil maupun janin bisa terhindari. Telehealth dapat menjadi pilihan alternatif untuk membantu ibu hamil mengatasi kecemasan selama masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: COVID-19, Ibu hamil, Kecemasan
Edukasi Berbasis Keluarga Untuk Ibu Hamil Dengan Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kolongan Tendean, Angelia Friska; Wuisang, Metty; Ering, Cherol Nelson
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1406

Abstract

Anemia in pregnancy remains a public health problem, particularly in rural areas. Low adherence to Fe tablet consumption is a major contributing factor. This study aimed to analyze the effect of family-based education on improving hemoglobin levels in pregnant women with anemia in the working area of the Kolongan Community Health Center. A quasi-experimental research method with a two-group pretest-posttest non-equivalent design was used. A total of 30 anemic pregnant women in the Kolongan Community Health Center area were divided into an intervention group and a control group. The intervention group received family-based education via video, e-flipcharts, and WhatsApp messages for two months, while the control group received standard antenatal care. Data were collected through questionnaires and hemoglobin tests, analyzed using paired and independent t-tests. The research results showed the intervention group had an increase in hemoglobin levels from a mean of 9.42 g/dL to 11.49 g/dL (p = 0.000), which was higher than the control group (mean 9.55 g/dL to 10.39 g/dL, p = 0.003). A test of the difference between the control and intervention groups found a significant difference (p=0.000). Conclusion the family-based education model is significant in increasing the hemoglobin levels of anemic pregnant women. It is recommended to be integrated into maternal health programs to improve the effectiveness of anemia prevention efforts. Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Rendahnya kepatuhan konsumsi tablet Fe merupakan faktor penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis keluarga untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Kolongan. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain two-group pretest-posttest non-equivalent. Sebanyak 30 ibu hamil anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Kolongan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Kelompok intervensi menerima edukasi berbasis keluarga melalui video, e-flipchart, dan pesan WhatsApp selama dua bulan, sedangkan kelompok kontrol menerima pelayanan antenatal standar. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan hemoglobin, dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan independen. Hasil peneltian menunjukkan kelompok intervensi menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin dari rerata 9,42 g/dL menjadi 11,49 g/dL (p = 0,000), lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (rerata 9,55 g/dL menjadi 10,39 g/dL, p = 0,003). Uji beda kelompok kontrol dan intervensi didapati ada perbedaan p=0,000, Kesimpulan model edukasi berbasis keluarga signifikan dalam meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil anemia. Direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program kesehatan ibu untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan anemia.
Gadget Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah 3-6 Tahun Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1166

Abstract

Perkembangan emosional adalah perkembangan yang terjadi ketika anak belajar untuk menguasai dan mengekspresikan emosi yang lebih kompleks dan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak yaitu penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan dan skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan uji statistik spearman rank. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 61 responden. Hasil penelitian menunjukkan 36.1% penggunaan gadget baik, 49.2% penggunaan gadget sedang, 14.8% penggunaan gadget buruk. Adapun hasil perkembangan emosional skala kesulitan terdapat 80.3% perkembangan emosional normal, 14.8% perkembangan emosional borderline, dan 4.9% perkembangan emosional abnormal. Hasil perkembangan emosional skala kekuatan terdapat 95.1% perkembangan emosional normal, 3.3% perkembangan emosional borderline, dan 1.6% perkembangan emosional abnormal. Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0.000<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, sedang, dan searah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Hasil penelitian juga diperoleh nilai p = 0.016<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, rendah, dan berlawanan arah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel lain yang berbeda seperti pengetahuan orang tua.
Hubungan Usia Ibu Hamil, Usia Kehamilan, dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet FE dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson; Makasudede, Sancai
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1257

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dampak serius bagi ibu dan janin, termasuk risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur ibu hamil, usia kehamilan, dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol, melibatkan 81 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu hamil dengan kejadian anemia (p = 0,004), usia kehamilan dengan kejadian anemia (p = 0,001), dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,019). Penelitian ini menyoroti pentingnya upaya peningkatan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan edukasi gizi untuk mencegah anemia pada ibu hamil, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan janin. Anemia in pregnant women is a significant public health issue with serious impacts on both the mother and the fetus, including risks of pregnancy complications, preterm birth, and low birth weight. This study aims to analyze the relationship between maternal age, gestational age, and adherence to iron tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women in the Kakaskasen Public Health Center area, North Tomohon District. The research employed an analytical observational design with a case-control approach, involving 81 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and medical records, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed significant relationships between maternal age and anemia incidence (p = 0.004), gestational age and anemia incidence (p = 0.001), and adherence to iron tablet consumption and anemia incidence (p = 0.019). This study highlights the importance of improving adherence to iron tablet consumption and nutritional education to prevent anemia in pregnant women, ultimately enhancing maternal and fetal health outcomes.