Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA RANTAU Tendean, Angelia Friska; Deeng, Elsha; Ering, Cherol Nelson
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1167

Abstract

Penyesuaian diri adalah proses yang melibatkan respon mental dan tingkah laku dari setiap individu yang berusaha mengatasi kebutuhan dan hambatan dalam diri agar tercipta keharmonisan antara kondisi dalam diri sendiri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan individu tersebut sehingga menjadi salah satu faktor dimana mempengaruhi kematangan emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa rantau untuk pengembangan asuhan keperawatan. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Hasil penelitian didapati bahwa mayoritas kematangan emosi mahasiswa rantau dengan 72 responden berada pada kategori sedang (74,2%), sedangkan penyesuaian diri 59 responden dominan kategori sedang (60,8%). Hasil Uji statistik menggunakan Spearman Rank/Rho didapati tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa rantau Universitas Klabat (p-value 0,197>0,05. Rekomendasi bagi institusi pendidikan dapat meningkatkan program atau kegiatan kampus yang mendukung mahasiswa rantau terutama dalam beradaptasi di lingkungan kampus. Self-adjustment is a process that involves the mental and behavioral responses of everyone who tries to overcome the needs and obstacles within themselves to create harmony between their internal conditions and what is expected by the individual's environment, so it becomes one of the factors that influence emotional maturity. This research aims to determine the relationship between emotional maturity and self-adjustment of overseas students for the development of nursing care. The research method uses descriptive correlation through a cross-sectional approach with a sampling technique using purposive sampling with a sample size of 97 respondents. The research results found that most of the overseas students' emotional maturity with 72 respondents was in the medium category (74.2%), while the self-adjustment of 59 respondents was in the medium category (60.8%). The results of statistical tests using Spearman Rank/Rho found that there was no significant relationship between emotional maturity and self-adjustment of overseas students at Klabat University (p-value 0.197>0.05. Recommendations for educational institutions, researchers hope that the research results can be used as reference material in their efforts to increase the emotional maturity and self-adjustment of overseas students.
EFFECTIVENESS OF PROVIDING EDUCATION RELATED TO FATHER INVOLVEMENT AND SUPPORT IN THE 1000 FIRST DAYS OF LIFE IN EARLY PREVENTION OF STUNTING IN JEBRES VILLAGE Margatot, Didik Iman; Tendean, Angelia Friska; Permatasari, Putri Intan; Wisanggeni, Oni Wisanggeni
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1178

Abstract

The problem that is currently still often recurring is related to nutritional problems or better known as stunting. Stunting or in short is a global nutritional problem that often occurs in children under 5 years of age. Children under 5 years of age are categorized as stunting / short if they have a z score below -2 SD. The purpose of this study was to increase fathers' knowledge in providing support for fulfilling toddler nutrition in 1000 first days of life and to see the effectiveness of fathers' support in preventing stunting in toddlers. This research method uses a Quasi experiment using the Onegroup Pretest-Posttest design. The results of the study showed a significant difference in value before and after the intervention, with a p-value of 0.001 at a 95% confidence level.. The conclusion in this study is that there is effectiveness in providing education in increasing a father's knowledge, attitudes, and support in preventing stunting in the first 1000 days of life Permasalahan yang saat ini sering terjadi secara berulang adalah terkait masalah gizi atau lebih dikenal dengan istilah stunting. Stunting merupakan masalah gizi global yang sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Anak usia dibawah 5 tahun dikategorikan stunting/pendek jika mempunyai nilai skor z dibawah -2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ayah dalam memberikan dukungan pemenuhan gizi balita pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan melihat efektivitas dukungan ayah dalam mencegah stunting pada balita. Metode penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan desain Onegroup Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi, dengan p-value sebesar 0,001 pada tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat efektivitas pemberian pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan seorang ayah, sikap, dan dukungan dalam mencegah stunting pada 1000 HPK.
TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA IBU HAMIL DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE Tendean, Angelia Friska; Sumampouw, Rachel Victoria Frisya; Ering, Cherol Nelson
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1421

Abstract

Adherence to iron (Fe) tablet supplementation is one of the key preventive strategies for anemia, which is a common health problem during pregnancy. Knowing about anemia is a crucial part of supporting adherence of Fe tablet intake. This study aimed to identify the corellation between pregnant women’s knowledge about anemia and their adherence to consuming Fe tablets. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was applied in this study. This sample was involving 84 respondents chosen through consecutive sampling. Findings revealed that 74 respondents (88.1%) demonstrated good knowledge, while 43 respondents (51.2%) were non-compliant in taking Fe tablets. The Spearman rank correlation test produced r = 0.319 and p = 0.003 (< 0.05), indicating a weak but positive correlation between knowledge level and Fe tablet adherence among pregnant women at the Kolongan Public Health Center. It is suggested that the health center strengthen education and counseling for pregnant women through maternal classes and consistent monitoring to increase compliance with iron supplementation. Salah satu masalah kesehatan yang paling sering terhadi selama masa kehamilan adalah anemia. Menjaga kepatuhan ibu hamil terhadap penggunaan tablet besi adalah salah satu cara untuk mencegahnya. Pengetahuan tentang anemia sangat penting untuk mendukung kepatuhan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan mereka terhadap penggunaan tablet besi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dan teknik cross-sectional, dengan 84 responden yang dipilih secara consecutive. Hasil studi menunjukkan bahwa 74 responden (88,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sedangkan 43 responden (51,2%) tidak patuh mengonsumsi tablet Fe. Analisis Spearman rank memperoleh nilai r = 0,319 dan p = 0,003 (<0,05), membuktikan ada korelasi yang lemah tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kolongan. Disarankan agar Puskesmas Kolongan meningkatkan kegiatan edukasi dan pendampingan melalui kelas ibu hamil serta pemantauan rutin guna memastikan tablet Fe dikonsumsi oleh ibu
Gadget Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah 3-6 Tahun Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1166

Abstract

Perkembangan emosional adalah perkembangan yang terjadi ketika anak belajar untuk menguasai dan mengekspresikan emosi yang lebih kompleks dan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak yaitu penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan dan skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan uji statistik spearman rank. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 61 responden. Hasil penelitian menunjukkan 36.1% penggunaan gadget baik, 49.2% penggunaan gadget sedang, 14.8% penggunaan gadget buruk. Adapun hasil perkembangan emosional skala kesulitan terdapat 80.3% perkembangan emosional normal, 14.8% perkembangan emosional borderline, dan 4.9% perkembangan emosional abnormal. Hasil perkembangan emosional skala kekuatan terdapat 95.1% perkembangan emosional normal, 3.3% perkembangan emosional borderline, dan 1.6% perkembangan emosional abnormal. Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0.000<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, sedang, dan searah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Hasil penelitian juga diperoleh nilai p = 0.016<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, rendah, dan berlawanan arah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel lain yang berbeda seperti pengetahuan orang tua.
Hubungan Usia Ibu Hamil, Usia Kehamilan, dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet FE dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson; Makasudede, Sancai
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1257

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dampak serius bagi ibu dan janin, termasuk risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur ibu hamil, usia kehamilan, dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol, melibatkan 81 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu hamil dengan kejadian anemia (p = 0,004), usia kehamilan dengan kejadian anemia (p = 0,001), dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,019). Penelitian ini menyoroti pentingnya upaya peningkatan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan edukasi gizi untuk mencegah anemia pada ibu hamil, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan janin. Anemia in pregnant women is a significant public health issue with serious impacts on both the mother and the fetus, including risks of pregnancy complications, preterm birth, and low birth weight. This study aims to analyze the relationship between maternal age, gestational age, and adherence to iron tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women in the Kakaskasen Public Health Center area, North Tomohon District. The research employed an analytical observational design with a case-control approach, involving 81 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and medical records, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed significant relationships between maternal age and anemia incidence (p = 0.004), gestational age and anemia incidence (p = 0.001), and adherence to iron tablet consumption and anemia incidence (p = 0.019). This study highlights the importance of improving adherence to iron tablet consumption and nutritional education to prevent anemia in pregnant women, ultimately enhancing maternal and fetal health outcomes.
Perbandingan Metode E-Edukasi dan Konvensional terhadap perilaku pencegahan keputihan patologis Remaja Putri Manoppo, Mutiara Wahyuni; Tendean, Angelia Friska
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku pencegahan keputihan patologis yang buruk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan reproduksi pada remaja putri. Peningkatan perilaku pencegahan keputihan patologis remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui berbagai media seperti metode konvensional seperti leaflet dan e-edukasi (elektronik edukasi) menggunakan video lewat smartphone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara edukasi menggunakan media video dan leaflet terhadap perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja di SMP Advent Tondano. Penelitian ini menggunakan pre-experiment one group pretest-posttest design dengan uji statistik paired sample t-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 40 responden (26 responden kelompok video dan 14 responden kelompok leaflet) Hasil penelitian menunjukkan perilaku remaja putri mayoritas sebelum pemberian edukasi video 26 responden (57,7%) memiliki perilaku yang positif, dan setelah pemberian edukasi video 26 responden (53,8%) memiliki perilaku positif. Sedangkan untuk perilaku remaja putri mayoritas sebelum pemberian edukasi melalui leaflet 14 responden (64,3%) memiliki perilaku yang positif, sedangkan setelah pemberian edukasi leaflet 14 responden (57,1%) memiliki perilaku positif. Hasil uji statistik didapati untuk edukasi video p= 0,029 <0,05 dan edukasi melalui leaflet p= 0,249>0,05. Dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada pengaruh edukasi melalui video dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara edukasi melalui leaflet dengan perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja di SMP Advent Tondano. Rekomendasi edukasi menggunakan video direkomendasikan untuk meningkatkan perilaku pencegahan keputuhan patologis pada remaja putri.
Efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam Meningkatkan Kehadiran Siswa Sekolah Dasar Ering, Cherol Nelson; Lolaro, Gischella Elvira; Wuisang, Metty; Tendean, Angelia Friska
NUTRIX Vol 10 No 1 (2026): Volume 10, Issue 1, 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v10i1.1510

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is an Indonesian government policy aimed at improving the nutritional status, health, and educational quality of elementary school students. Student attendance is one of the key indicators used to assess educational success. This study aimed to analyze the effect of the MBG program on student attendance at SD GMIM Kinilow. This study employed a quantitative approach with a one-group pre-test post-test design. The population consisted of all 227 students at SD GMIM Kinilow, with a sample of 125 students selected using stratified random sampling. Data were collected using student attendance observation sheets before and after the implementation of the MBG program. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, with the Wilcoxon test applied at a 95% confidence level (p < 0.05). The results showed that prior to the implementation of the MBG program, most students were categorized as having low attendance (32.8%). After the program was implemented, the majority of students were categorized as having high attendance (72.8%). Statistical analysis indicated a significant difference in student attendance before and after the implementation of the MBG program (p value = 0.000 < 0.05). In conclusion, the MBG program has a significant effect on improving student attendance at SD GMIM Kinilow. It is expected that this program can be sustained and further developed as a strategy to support improvements in student health and school attendance at the elementary level. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan pemerintah Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan status gizi, kesehatan, dan kualitas pendidikan siswa sekolah dasar. Kehadiran siswa di sekolah menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan MBG terhadap tingkat kehadiran siswa di SD GMIM Kinilow. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa SD GMIM Kinilow sebanyak 227 orang, dengan sampel 125 siswa yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi kehadiran siswa sebelum dan sesudah implementasi program MBG. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95% (p < 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan MBG, sebagian besar siswa memiliki tingkat kehadiran rendah (32,8%). Setelah program diterapkan, mayoritas siswa mengalami peningkatan kehadiran ke kategori tinggi (72,8%). Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat kehadiran sebelum dan sesudah pelaksanaan MBG (p value = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa program MBG berpengaruh signifikan dalam meningkatkan tingkat kehadiran siswa di SD GMIM Kinilow. Program ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sebagai strategi dalam mendukung peningkatan kesehatan serta partisipasi belajar siswa di sekolah dasar.
ANALISIS PERILAKU MEROKOK DENGAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI SALAH SATU SEKOLAH MENENGAH ATAS MINAHASA UTARA Ering, Cherol Nelson; A'naabawati, Meylani; Turangan, Happy Christania; Tendean, Angelia Friska
Klabat Journal of Nursing Vol. 8 No. 1 (2026): Nursing and Well-being Dynamics
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v8i1.1497

Abstract

Smoking behavior among adolescents remains a public health problem both globally and nationally. Adolescence is a developmental period that is vulnerable to environmental influences and psychological changes, thereby increasing the risk of smoking behavior and mental health disorders. This study aimed to analyze the relationship between smoking behavior with adolescent mental health in one Senior High School (SMA) in North Minahasa. This research employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all eleventh-grade students, and a total sampling technique was applied, resulting in 207 respondents. Smoking behavior was measured using the standardized questionnaire from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar), while mental health was assessed using the Self Reporting Questionnaire (SRQ-20). Data analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that 62.3% of respondents were non-smokers, while 37.7% were smokers. A total of 53.6% of respondents experienced emotional mental health problems. The Chi-Square test yielded a p-value of 0.736 (p > 0.05), indicating that there was no significant relationship between smoking behavior and adolescent mental health. In conclusion, although the proportion of mental health problems was relatively high, smoking behavior was not significantly associated with mental health among the study sample. Further research using a longitudinal design and controlling for potential confounding variables is recommended to better understand the comprehensive relationship between these two variables.  Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat baik secara global maupun nasional. Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan dan perubahan psikologis, sehingga berpotensi meningkatkan risiko perilaku merokok dan gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku merokok dengan kesehatan mental remaja di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Minahasa Utara. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI dengan teknik total sampling, sehingga diperoleh 207 responden. Perilaku merokok diukur menggunakan kuesioner baku Riset Kesehatan Dasar, sedangkan kesehatan mental diukur menggunakan Self Reporting Questionnaire (SRQ-20). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,3% responden tidak merokok dan 37,7% merokok. Sebanyak 53,6% responden mengalami gangguan kesehatan mental emosional. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,736 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dan kesehatan mental remaja. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun proporsi gangguan kesehatan mental cukup tinggi, perilaku merokok tidak berhubungan secara signifikan dengan kesehatan mental pada sampel penelitian ini. Disarankan penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan kontrol variabel perancu untuk memahami hubungan yang lebih komprehensif antara kedua variabel tersebut.