Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA DENGAN KEMANDIRIAN ANAK PRASEKOLAH DI WATULINEY Tendean, Angelia Friska; Kaligis, Marbella Ivana
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 1 (2024): Nursing Overarches All Clinical Setting
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i1.986

Abstract

Pola asuh orangtua adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian anak; kemandirian merupakan bagian dari perilaku anak yang harus dikembangkan sejak dini sebagai dasar keterampilan kehidupan kelak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai hubungan antara pola asuh orangtua yang bekerja dan kemandirian anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melihat orangtua yang bekerja sebagai subjeknya, dan metode pengambilan sampelnya adalah total sampel, dengan 41 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis pola asuh orangtua terbanyak yaitu pola asuh demokratis sebanyak 37 orangtua (90,2%), sedangkan kemandirian anak prasekolah ada pada kategori cukup 18 (43,9%) dan tinggi juga sebanyak 18 anak (43,9%). Hasil uji statistik menggunakkan rumus ANOVA didapati nilai p-value = 0,629 > 0,05 yaitu tidak ada hubungan antara pola asuh orangtua yang bekerja terhadap kemandirian anak prasekolah di Watuliney. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu baik pola asuh ototriter, demokratis dan permisif tidak mempengaruhi kemandirian anak. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk mencari tahu faktor lain yang mempengaruhi kemandirian anak prasekolah seperti sistem pendidikan anak di sekolah. Independence is part of a child's behavior that must be developed from an early age as a foundation for future life skills. One of the factors that can influence independence is the parenting style of parents. This research aims to determine the relationship between parenting patterns of working parents and the independence of preschool children. The research design used in this research is descriptive analytic with a cross sectional approach. The population in this study were working parents, while the sampling technique used total sampling with the number of samples 41 respondents. The results of this study show that the most common type of parenting style is democratic parenting style with 37 parents (90.2%), while the independence of preschool children is in the moderate category with 18 (43.9%) and high with 18 children (43.9%). The results of statistical tests using ANOVA p-value = 0.629 > 0.05, there is no relationship between the pattern of foster parents working and the independence of students in Watuliney. The conclusion in this research is that good authoritarian, democratic and permissive parenting does not affect children's independence. It is recommended for future researchers to find out other factors that influence children's independence, such as the children's education system at school. KEYWORDS: Children, Independence, Parents, Parenting, Preschool
KEMATANGAN EMOSI DAN PENYESUAIAN DIRI MAHASISWA RANTAU Tendean, Angelia Friska; Deeng, Elsha; Ering, Cherol Nelson
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1167

Abstract

Penyesuaian diri adalah proses yang melibatkan respon mental dan tingkah laku dari setiap individu yang berusaha mengatasi kebutuhan dan hambatan dalam diri agar tercipta keharmonisan antara kondisi dalam diri sendiri dengan apa yang diharapkan oleh lingkungan individu tersebut sehingga menjadi salah satu faktor dimana mempengaruhi kematangan emosi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa rantau untuk pengembangan asuhan keperawatan. Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 97 responden. Hasil penelitian didapati bahwa mayoritas kematangan emosi mahasiswa rantau dengan 72 responden berada pada kategori sedang (74,2%), sedangkan penyesuaian diri 59 responden dominan kategori sedang (60,8%). Hasil Uji statistik menggunakan Spearman Rank/Rho didapati tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan penyesuaian diri mahasiswa rantau Universitas Klabat (p-value 0,197>0,05. Rekomendasi bagi institusi pendidikan dapat meningkatkan program atau kegiatan kampus yang mendukung mahasiswa rantau terutama dalam beradaptasi di lingkungan kampus. Self-adjustment is a process that involves the mental and behavioral responses of everyone who tries to overcome the needs and obstacles within themselves to create harmony between their internal conditions and what is expected by the individual's environment, so it becomes one of the factors that influence emotional maturity. This research aims to determine the relationship between emotional maturity and self-adjustment of overseas students for the development of nursing care. The research method uses descriptive correlation through a cross-sectional approach with a sampling technique using purposive sampling with a sample size of 97 respondents. The research results found that most of the overseas students' emotional maturity with 72 respondents was in the medium category (74.2%), while the self-adjustment of 59 respondents was in the medium category (60.8%). The results of statistical tests using Spearman Rank/Rho found that there was no significant relationship between emotional maturity and self-adjustment of overseas students at Klabat University (p-value 0.197>0.05. Recommendations for educational institutions, researchers hope that the research results can be used as reference material in their efforts to increase the emotional maturity and self-adjustment of overseas students.
EFFECTIVENESS OF PROVIDING EDUCATION RELATED TO FATHER INVOLVEMENT AND SUPPORT IN THE 1000 FIRST DAYS OF LIFE IN EARLY PREVENTION OF STUNTING IN JEBRES VILLAGE Margatot, Didik Iman; Tendean, Angelia Friska; Permatasari, Putri Intan; Wisanggeni, Oni Wisanggeni
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1178

Abstract

The problem that is currently still often recurring is related to nutritional problems or better known as stunting. Stunting or in short is a global nutritional problem that often occurs in children under 5 years of age. Children under 5 years of age are categorized as stunting / short if they have a z score below -2 SD. The purpose of this study was to increase fathers' knowledge in providing support for fulfilling toddler nutrition in 1000 first days of life and to see the effectiveness of fathers' support in preventing stunting in toddlers. This research method uses a Quasi experiment using the Onegroup Pretest-Posttest design. The results of the study showed a significant difference in value before and after the intervention, with a p-value of 0.001 at a 95% confidence level.. The conclusion in this study is that there is effectiveness in providing education in increasing a father's knowledge, attitudes, and support in preventing stunting in the first 1000 days of life Permasalahan yang saat ini sering terjadi secara berulang adalah terkait masalah gizi atau lebih dikenal dengan istilah stunting. Stunting merupakan masalah gizi global yang sering terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Anak usia dibawah 5 tahun dikategorikan stunting/pendek jika mempunyai nilai skor z dibawah -2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ayah dalam memberikan dukungan pemenuhan gizi balita pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan melihat efektivitas dukungan ayah dalam mencegah stunting pada balita. Metode penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen dengan desain Onegroup Pretest-Posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi, dengan p-value sebesar 0,001 pada tingkat kepercayaan 95%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat efektivitas pemberian pendidikan dalam meningkatkan pengetahuan seorang ayah, sikap, dan dukungan dalam mencegah stunting pada 1000 HPK.
TINGKAT PENGETAHUAN ANEMIA IBU HAMIL DAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE Tendean, Angelia Friska; Sumampouw, Rachel Victoria Frisya; Ering, Cherol Nelson
Klabat Journal of Nursing Vol. 7 No. 2 (2025): Nursing Insights: Bridging Science and Care
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v7i2.1421

Abstract

Adherence to iron (Fe) tablet supplementation is one of the key preventive strategies for anemia, which is a common health problem during pregnancy. Knowing about anemia is a crucial part of supporting adherence of Fe tablet intake. This study aimed to identify the corellation between pregnant women’s knowledge about anemia and their adherence to consuming Fe tablets. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was applied in this study. This sample was involving 84 respondents chosen through consecutive sampling. Findings revealed that 74 respondents (88.1%) demonstrated good knowledge, while 43 respondents (51.2%) were non-compliant in taking Fe tablets. The Spearman rank correlation test produced r = 0.319 and p = 0.003 (< 0.05), indicating a weak but positive correlation between knowledge level and Fe tablet adherence among pregnant women at the Kolongan Public Health Center. It is suggested that the health center strengthen education and counseling for pregnant women through maternal classes and consistent monitoring to increase compliance with iron supplementation. Salah satu masalah kesehatan yang paling sering terhadi selama masa kehamilan adalah anemia. Menjaga kepatuhan ibu hamil terhadap penggunaan tablet besi adalah salah satu cara untuk mencegahnya. Pengetahuan tentang anemia sangat penting untuk mendukung kepatuhan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang anemia dan kepatuhan mereka terhadap penggunaan tablet besi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif korelasional dan teknik cross-sectional, dengan 84 responden yang dipilih secara consecutive. Hasil studi menunjukkan bahwa 74 responden (88,1%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik, sedangkan 43 responden (51,2%) tidak patuh mengonsumsi tablet Fe. Analisis Spearman rank memperoleh nilai r = 0,319 dan p = 0,003 (<0,05), membuktikan ada korelasi yang lemah tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kolongan. Disarankan agar Puskesmas Kolongan meningkatkan kegiatan edukasi dan pendampingan melalui kelas ibu hamil serta pemantauan rutin guna memastikan tablet Fe dikonsumsi oleh ibu
Gadget Dengan Perkembangan Emosional Anak Usia Prasekolah 3-6 Tahun Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1166

Abstract

Perkembangan emosional adalah perkembangan yang terjadi ketika anak belajar untuk menguasai dan mengekspresikan emosi yang lebih kompleks dan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan emosional anak yaitu penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan dan skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, dengan uji statistik spearman rank. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 61 responden. Hasil penelitian menunjukkan 36.1% penggunaan gadget baik, 49.2% penggunaan gadget sedang, 14.8% penggunaan gadget buruk. Adapun hasil perkembangan emosional skala kesulitan terdapat 80.3% perkembangan emosional normal, 14.8% perkembangan emosional borderline, dan 4.9% perkembangan emosional abnormal. Hasil perkembangan emosional skala kekuatan terdapat 95.1% perkembangan emosional normal, 3.3% perkembangan emosional borderline, dan 1.6% perkembangan emosional abnormal. Hasil penelitian diperoleh nilai p = 0.000<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, sedang, dan searah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kesulitan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Hasil penelitian juga diperoleh nilai p = 0.016<0.05 yang berarti ada hubungan yang signifikan, rendah, dan berlawanan arah antara penggunaan gadget dengan perkembangan emosional skala kekuatan pada anak usia prasekolah di TK UNKLAB Airmadidi. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan variabel lain yang berbeda seperti pengetahuan orang tua.
Hubungan Usia Ibu Hamil, Usia Kehamilan, dan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet FE dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Tendean, Angelia Friska; Ering, Cherol Nelson; Makasudede, Sancai
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1257

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan dampak serius bagi ibu dan janin, termasuk risiko komplikasi kehamilan, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara umur ibu hamil, usia kehamilan, dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan studi kasus kontrol, melibatkan 81 ibu hamil yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara umur ibu hamil dengan kejadian anemia (p = 0,004), usia kehamilan dengan kejadian anemia (p = 0,001), dan tingkat kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia (p = 0,019). Penelitian ini menyoroti pentingnya upaya peningkatan kepatuhan konsumsi tablet Fe dan edukasi gizi untuk mencegah anemia pada ibu hamil, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan janin. Anemia in pregnant women is a significant public health issue with serious impacts on both the mother and the fetus, including risks of pregnancy complications, preterm birth, and low birth weight. This study aims to analyze the relationship between maternal age, gestational age, and adherence to iron tablet consumption with the incidence of anemia in pregnant women in the Kakaskasen Public Health Center area, North Tomohon District. The research employed an analytical observational design with a case-control approach, involving 81 pregnant women selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and medical records, then analyzed using the Chi-Square test. The results showed significant relationships between maternal age and anemia incidence (p = 0.004), gestational age and anemia incidence (p = 0.001), and adherence to iron tablet consumption and anemia incidence (p = 0.019). This study highlights the importance of improving adherence to iron tablet consumption and nutritional education to prevent anemia in pregnant women, ultimately enhancing maternal and fetal health outcomes.
Perbandingan Metode E-Edukasi dan Konvensional terhadap perilaku pencegahan keputihan patologis Remaja Putri Manoppo, Mutiara Wahyuni; Tendean, Angelia Friska
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2025): EduTIK : Juni 2025
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku pencegahan keputihan patologis yang buruk dapat mengakibatkan gangguan kesehatan reproduksi pada remaja putri. Peningkatan perilaku pencegahan keputihan patologis remaja dapat dilakukan dengan pemberian pendidikan kesehatan melalui berbagai media seperti metode konvensional seperti leaflet dan e-edukasi (elektronik edukasi) menggunakan video lewat smartphone. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh antara edukasi menggunakan media video dan leaflet terhadap perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja di SMP Advent Tondano. Penelitian ini menggunakan pre-experiment one group pretest-posttest design dengan uji statistik paired sample t-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 40 responden (26 responden kelompok video dan 14 responden kelompok leaflet) Hasil penelitian menunjukkan perilaku remaja putri mayoritas sebelum pemberian edukasi video 26 responden (57,7%) memiliki perilaku yang positif, dan setelah pemberian edukasi video 26 responden (53,8%) memiliki perilaku positif. Sedangkan untuk perilaku remaja putri mayoritas sebelum pemberian edukasi melalui leaflet 14 responden (64,3%) memiliki perilaku yang positif, sedangkan setelah pemberian edukasi leaflet 14 responden (57,1%) memiliki perilaku positif. Hasil uji statistik didapati untuk edukasi video p= 0,029 <0,05 dan edukasi melalui leaflet p= 0,249>0,05. Dapat disimpulkan bahwa secara statistik ada pengaruh edukasi melalui video dan tidak ada pengaruh yang signifikan antara edukasi melalui leaflet dengan perilaku pencegahan keputihan patologis pada remaja di SMP Advent Tondano. Rekomendasi edukasi menggunakan video direkomendasikan untuk meningkatkan perilaku pencegahan keputuhan patologis pada remaja putri.