Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Relationship between Dietary Compliance, Physical Activity, and Nutritional Status with the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus in Adults in the Barong Tongkok Health Center Work Area Jessica Hanason, Arielle; K, Iriyani; Larene Safika, Erri
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Diabetes Mellitus is a metabolic syndrome disease that causes high mortality rates both nationally and internationally. The prevalence of diabetes mellitus in adults aged 15 years and over in West Kutai Regency in 2018 showed a figure of 1.86% for diabetes mellitus sufferers. Objective : This study aims to determine the relationship between dietary compliance, physical activity, and nutritional status with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults in the Barong Tongkok Health Center work area. Research Methods/ Implementation Methods : The type of research used is cross-sectional with a total of 77 respondents. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using the Fisher Exact test. Results : The results showed that there was a significant relationship between dietary compliance (p <0.001), physical activity (p <0.045), and nutritional status (p <0.001) with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults in the Barong Tongkok Health Center work area with a p-value <0.005. Conclusion/Lesson Learned : This study concludes a relationship between dietary compliance, physical activity, and nutritional status with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults. It is recommended that there is a need for dietary regulation, regular exercise, weight monitoring, and blood sugar monitoring to live a healthy life.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu melalui Penyuluhan MP-ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Trauma Center Samarinda Yuniasih, Arista Dian; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.1942

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan salah faktor yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu dalam pemberian MP-ASI serta pemantauan status gizi balita. Angka presentasi wasting di Puskesmas Trauma Center sebesar 11,9%, stunting 15,8% dan berat badan kurang 17,2% pada tahun 2024. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang MP-ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan mengisi lembar pretest dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan terkait materi MP-ASI dan mengisi lembar posttest. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama pada bulan April 2025 pada 55 kader posyandu. Analisis data menggunakan uji non-parametrik yaitu Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan MP-ASI (p=0,017). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan yang diberikan kepada kader posyandu terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah: Studi Kasus di SDN 009 Karang Asam Samarinda Maliran, Shafa Minda; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.952

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena melibatkan kelompok usia rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan jajanan di SDN 009 Karang Asam, Samarinda. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi praktik higiene pedagang, serta uji cepat terhadap kandungan bahan tambahan pangan berbahaya, yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow pada jenis jajanan es teh dan melakukan pengamatan hygiene dan sanitasi pada terang bulan mini dan jelly. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif terhadap bahan berbahaya tersebut. Namun, ditemukan kelemahan dalam aspek penyajian dan kebersihan, seperti makanan disajikan terbuka dan penggunaan air yang tidak terverifikasi kualitasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kandungan kimia, tetapi juga oleh praktik higiene pedagang, edukasi konsumen, dan pengawasan lingkungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan rutin bagi pedagang, integrasi edukasi gizi dalam kurikulum, serta penguatan program kantin sehat sebagai upaya preventif dan promotif terhadap risiko pangan tidak aman di sekolah dasar.
Analisis Kandungan Siklamat pada Minuman Jajanan Sekolah di SMP Negeri 15 Samarinda, sebagai Upaya Pengawasan Keamanan Pangan Yuniasih, Arista Dian; K, Iriyani; W, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1296

Abstract

Keamanan pangan merupakan hal yang perlu diupayakan secara maksimal guna menciptakan kondisi atau jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi aman. Suatu bahan pangan dianggap aman apabila telah memenuhi standar keamanan tertentu, sehingga dapat menghindarkan dari potensi bahaya, baik yang bersifat biologis, kimiawi, fisik, maupun zat lain yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Salah satu zat berbahaya dalam minuman jajanan sekolah adalah pemanis buatan siklamat. Siklamat bersifat karsinogenik, meningkatkan tekanan darah dan risiko sindrom metabolik apabila dikonsumi oleh anak-anak. Berbagai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan masih adanya produk jajanan di sektor informal yang mengandung siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan siklamat pada jajanan minuman yang dijual di lingkungan SMP Negeri 15 Samarinda. Sepuluh sampel minuman diambil dari pedagang di dalam dan luar area sekolah, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda menggunakan metode kualitatif. Hasil uji menunjukkan bahwa kedua sampel negatif mengandung siklamat. Dengan demikian, pada saat pemeriksaan, jajanan minuman yang dikonsumsi siswa dinyatakan aman dari zat pemanis buatan berbahaya tersebut. Namun, pengawasan berkala dan edukasi kepada pedagang serta masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Community Empowerment in Providing Local Supplementary Feeding for Pregnant Women With CED at Puskesmas Bengkuring, Samarinda Sari, Rika Yunita; Ariani, Preati Ayu; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i1.27431

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a pressing nutritional issue in Indonesia, particularly in Samarinda City. This community program aimed to improve the nutritional status of pregnant women with or at risk of CED through the provision of local food-based supplementary feeding (PMT) and the empowerment of community health cadres. The intervention took place at Bengkuring Health Center from April to December 2024, targeting 40 pregnant women. Activities included cadre training, preparation of nutritious local meals, and monitoring of Body Mass Index (BMI) before and after the intervention. Results indicated a significant increase in average BMI (p < 0.05), although the duration of PMT was not significantly associated with BMI improvement. The program successfully engaged the community in health-focused food preparation and raised awareness among pregnant women about the importance of maternal nutrition. These findings support the effectiveness of local PMT as a tool for both nutritional intervention and sustainable community empowerment. In the long term, such initiatives can help reduce the prevalence of CED and contribute to healthier pregnancy outcomes. Continued collaboration across sectors is essential to ensure the sustainability of this program.
Increasing knowledge in healthy lifestyle of nutrition education in Samarinda Senior High Schools Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; K, Iriyani; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Susanto, Riezfian Raditya; Afiah, Nurul
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.91924

Abstract

Introduction: Nutrition education is crucial in promoting a healthy lifestyle, including nutritious food consumption, to prevent anemia and stunting in Samarinda, East Kalimantan. The teenage years represent a crucial phase characterized by significant physical and psychological maturation, essential for optimal growth and development. Within this period, adolescents have distinct physiological and psychological requirements. Furthermore, nutritional deficiencies during this time can pose significant health challenges. This study evaluated the association between nutrition education and knowledge of healthy behaviors in Samarinda adolescents. Methods: This study used an action study among 59 high school students (10% overweight, 15-18 years) in Samarinda. Three meetings at every school, with pre-test, nutrition education, Kahoot game, and post-test. All participants were given information regarding the benefits and risks of the program before participation and signed an informed consent. A questionnaire measured knowledge of balanced nutrition, MyPlate contents, and physical activity. Paired t-test was used for the statistical analysis. Results:The majority of participants were female (80%), had normal nutritional status (63%), and did not regularly consume iron tablets (95%). Most participants knew about anemia from their parents (88%), so they suggested nutrition education such as anemia through face-to-face training and social media. An improvement in knowledge before and after face-to-face nutritional education was found in this study (p<0.001)Conclusion: There is an effect of providing education to increase knowledge in nutrition education among adolescents. 
Penerapan Metode Double Distribution Dalam Penetapan Tarif Pelayanan Poli Gigi Di RS LNG Badak Bontang Atik Suhargiati; Iriyani K; Riyan Ningsih; Jaya Mualimin; Ratno Adrianto; Rahmat Bakhtiar
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48462

Abstract

Penetapan tarif layanan kesehatan yang tidak berbasis perhitungan biaya nyata dapat menyebabkan kerugian bagi rumah sakit atau membatasi akses masyarakat terhadap layanan. Di RS LNG Badak Bontang, tarif layanan Poli Gigi selama ini ditetapkan berdasarkan estimasi dan perbandingan dengan rumah sakit lain, bukan dari analisis biaya aktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan menghitung unit cost layanan Poli Gigi sebagai dasar penetapan tarif yang lebih rasional dan berkelanjutan. Metode yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan double distribution, menyesuaikan dengan keterbatasan data klinis yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total biaya operasional Poli Gigi mencapai Rp14,4 miliar, dengan 62,9% berupa biaya semi-variabel, didominasi gaji pegawai. Biaya tetap hanya 4,7%, dan variabel 32,5%, sebagian besar tercatat sebagai “operasional lainnya,” menunjukkan kelemahan pencatatan biaya rinci. Konsultasi dan asuhan keperawatan menyerap biaya besar karena volumenya tinggi, sementara tindakan seperti Pulp Capping memiliki unit cost tertinggi dan berisiko merugi. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar layanan masih menguntungkan dengan tarif internal (CRR >100%), namun berisiko rugi jika mengacu pada tarif lama sehingga RS memerlukan penyesuaian tarif berbasis biaya riil dan peningkatan efisiensi agar layanan berkelanjutan.
Hubungan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Pada Ibu Hamil di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Iriyani K
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.840

Abstract

ABSTRAKBayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan keadaan dimana bayi yang dilahirkan memiliki berat kurang dari 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat pada Ibunya sendiri, diantaranya anemia, pendapatan, dan pantang   makanan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia, pendapatan, pantang makanan pada Ibu hamil dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan di Ruang Mawar RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada Bulan Mei Tahun 2014.Sampel penelitian diambil dari 94 Ibu yang melahirkan dengan genap bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu berupa catatan buku pasien. Uji statistik yang digunakan adalah chi square test dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan anemia dengan kejadian BBLR (? = 0,037),Disarankan agar pemberian suplemen Fe dilengkapi dengan suplemen mikronutrien karena suplemen Fe kurang efektif dalam mengurangi angka anemia pada Ibu hamil.
Analysis of Risk Factors for Pulmonary Function Disorders among Workers at PT X Coal Division, East Kalimantan Lisa Septiana; Irfansyah Baharuddin Pakki; Akhmad Azmiardi; Ratno Adrianto; Iriyani K.; Ida Ayu Indira Dwika Lestari
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6146

Abstract

Pulmonary function impairment remains a critical occupational health issue among coal industry workers due to prolonged exposure to airborne pollutants. Despite the implementation of occupational health regulations, respiratory disorders continue to be prevalent, leading to decreased work capacity and increased health risks. Identifying key risk factors is essential to developing targeted preventive measures. Objective: This study aims to analyze the relationship between occupational risk factors and pulmonary function impairment among workers at PT X Coal Division, East Kalimantan. A cross-sectional study was conducted on 183 coal division workers selected through cluster random sampling. Data were obtained through structured questionnaires, spirometry tests, and workplace dust level measurements. Multivariate logistic regression analysis was used to determine the most influential factors associated with pulmonary function impairment. The analysis identified significant associations between pulmonary function impairment and a history of other diseases (p = 0.001; OR = 11.709; 95% CI: 2.901–47.257), work tenure of ≥3 years (p = 0.032; OR = 3.319; 95% CI: 1.109–9.934), heavy physical workload (p = 0.036; OR = 2.807; 95% CI: 1.071–7.361), and inadequate personal protective equipment (PPE) usage (p = 0.015; OR = 2.566; 95% CI: 1.205–5.463). Other factors such as age, body mass index (BMI), work location, dust exposure, exercise habits, and smoking were not significantly associated with pulmonary function impairment. Work-related exposures and individual health conditions play a crucial role in pulmonary function impairment among coal workers. Strengthening workplace safety measures, enforcing PPE compliance, and implementing regular health screenings are necessary to mitigate respiratory risks. Ensuring a safer work environment through targeted preventive strategies is essential for protecting workers from long-term pulmonary complications while enhancing occupational health policies in the coal industry.
Analysis of Activity Based Costing (ABC) Calculations in Services Hemodialysis at the Kudungga Regional Hospital Dialysis Unit Dwi Astuti Noor Wijayanti; Ratno Adrianto; Iwan Muhammad Ramdam; Irfansyah Baharuddin Pakki; Iriyani Kamaruddin; Rahmat Bahtiar
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 5 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i5.6871

Abstract

Hemodialysis is a kidney replacement therapy where blood from outside the body is filtered by a machine. The provision of hemodialysis services currently still uses the old rates and is considered not to provide profits for hospitals, so good calculations are needed as a form of efficiency in financing hemodialysis procedures in hospitals, especially in the JKN era. Hospitals will receive comprehensive information on shopping costs, unit cost calculations and action suggestions in accordance with applicable rates. The study was carried out with the aim of finding out the unit cost rates for hemodialysis services in the Kudungga Regional Hospital Dialysis Unit using the Activity Based Costing (ABC) method and comparing them with INA-CBGs rates and hospital rates. This research uses a descriptive and quantitative approach. Unit costs for dialysis units and cost analysis using the Activity Based Costing (ABC) method approach are the main subjects of this research. This research is based on all financial balance data for hemodialysis services at the Kudungga Regional Hospital Dialysis Unit. The unit cost of hemodialysis can be determined by tracing the costs related to the hemodialysis cost center as a production center and other elements that support this action. The data will be grouped into fixed costs, semi-variable costs and variable costs, then included in direct costs, indirect costs, overhead and unit cost calculations using the Activity Based Costing (ABC) method. The research results show that the unit cost calculation for hemodialysis based on the Activity Based Costing (ABC) method is IDR 1,397,627.79. Meanwhile, the Kudungga Regional Hospital rate is only IDR 1,258,300, the hospital rate only meets 90.03% of the unit cost using the ABC method. Meanwhile, when compared with the INA-CBGs tariff, which is IDR 921,300, the INA-CBGs tariff only meets 65.92% of the unit cost using the ABC method. Things that influence are direct costs, indirect costs and the number of hemodialysis procedures.