Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Edukasi Anemia Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda: Edukasi Anemia pada Remaja Putri Husna, Miftahul; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i3.1869

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang banyak dialami oleh remaja putri dan berkontribusi terhadap risiko terjadinya stunting pada generasi berikutnya. Edukasi gizi sejak dini menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi anemia dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri di SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan desain pretest-posttest. Total subjek penelitian adalah 30 remaja putri usia 16–17 tahun dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. secara. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang anemia, yang disebarkan sebelum dan sesudah edukasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pada pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi, dengan persentase kategori “baik” meningkat dari 50% menjadi 87,5%. Edukasi yang dilakukan secara langsung dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang anemia. Kesimpulan: Edukasi gizi berbasis sekolah dapat menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap anemia dan pencegahannya. Disarankan adanya kegiatan edukasi berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan berbasis perilaku
The Role of Healthy Village Homes in Alleviating Stunting in Sukaraja Village, East Kalimantan Zaky Mahendra, Ahnaf; Damarti Sam, Dela; Anatasya Anandari, Nabila; K, Iriyani; Ayu Indira Dwika Lestari , Ida
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : The degree of public health reflects the health condition of an area which can be measured through morbidity, mortality and nutritional status. In Indonesia, nutritional problems in children under five are still a priority national health problem which is characterized by the prevalence of stunting (21.6%), wasting (7.7%), and underweight (17.1%) and overweight (3.5%) high enough. Therefore, special efforts are needed through community empowerment in order to eradicate stunting. Objective : The aim of implementing the program is to educate the public, especially mothers of babies/toddlers, regarding preventing stunting and the importance of providing nutritious and balanced food intake for babies and toddlers. As well as a form of stunting alleviation through PMT (supplementary food provision). Research Methods/ Implementation Methods : This program uses methods in the form of counseling related to stunting prevention and providing varied PMT as well as providing pre-tests and post-tests to measure participants' knowledge and at the end of the activity, this program continues with PMT (Provision of Supplementary Food) for target toddlers. Results : This activity was held on June 14 2024, attended by 21 participants, mothers of babies and toddlers. Based on the results of the pre-test, the percentage is 76% and the post-test is 96%. Conclusion/Lesson Learned : Through the RDS (Healthy Village House) program, it provides increased knowledge regarding the importance of fulfilling nutritional intake for babies and toddlers to prevent anemia, which is shown by an increase of 20%. And the existence of PMT (Additional Food Provision) also indirectly helps in fulfilling the nutrition of babies/toddlers.
The Relationship between Dietary Compliance, Physical Activity, and Nutritional Status with the Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus in Adults in the Barong Tongkok Health Center Work Area Jessica Hanason, Arielle; K, Iriyani; Larene Safika, Erri
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Diabetes Mellitus is a metabolic syndrome disease that causes high mortality rates both nationally and internationally. The prevalence of diabetes mellitus in adults aged 15 years and over in West Kutai Regency in 2018 showed a figure of 1.86% for diabetes mellitus sufferers. Objective : This study aims to determine the relationship between dietary compliance, physical activity, and nutritional status with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults in the Barong Tongkok Health Center work area. Research Methods/ Implementation Methods : The type of research used is cross-sectional with a total of 77 respondents. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using the Fisher Exact test. Results : The results showed that there was a significant relationship between dietary compliance (p <0.001), physical activity (p <0.045), and nutritional status (p <0.001) with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults in the Barong Tongkok Health Center work area with a p-value <0.005. Conclusion/Lesson Learned : This study concludes a relationship between dietary compliance, physical activity, and nutritional status with the incidence of type 2 diabetes mellitus in adults. It is recommended that there is a need for dietary regulation, regular exercise, weight monitoring, and blood sugar monitoring to live a healthy life.
Penerapan Metode Double Distribution Dalam Penetapan Tarif Pelayanan Poli Gigi Di RS LNG Badak Bontang Suhargiati, Atik; K, Iriyani; Ningsih, Riyan; Mualimin, Jaya; Adrianto, Ratno; Bakhtiar, Rahmat
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48462

Abstract

Penetapan tarif layanan kesehatan yang tidak berbasis perhitungan biaya nyata dapat menyebabkan kerugian bagi rumah sakit atau membatasi akses masyarakat terhadap layanan. Di RS LNG Badak Bontang, tarif layanan Poli Gigi selama ini ditetapkan berdasarkan estimasi dan perbandingan dengan rumah sakit lain, bukan dari analisis biaya aktual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan menghitung unit cost layanan Poli Gigi sebagai dasar penetapan tarif yang lebih rasional dan berkelanjutan. Metode yang digunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan double distribution, menyesuaikan dengan keterbatasan data klinis yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total biaya operasional Poli Gigi mencapai Rp14,4 miliar, dengan 62,9% berupa biaya semi-variabel, didominasi gaji pegawai. Biaya tetap hanya 4,7%, dan variabel 32,5%, sebagian besar tercatat sebagai “operasional lainnya,” menunjukkan kelemahan pencatatan biaya rinci. Konsultasi dan asuhan keperawatan menyerap biaya besar karena volumenya tinggi, sementara tindakan seperti Pulp Capping memiliki unit cost tertinggi dan berisiko merugi. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar layanan masih menguntungkan dengan tarif internal (CRR >100%), namun berisiko rugi jika mengacu pada tarif lama sehingga RS memerlukan penyesuaian tarif berbasis biaya riil dan peningkatan efisiensi agar layanan berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu melalui Penyuluhan MP-ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Trauma Center Samarinda Yuniasih, Arista Dian; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.1942

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan salah faktor yang penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. Kader posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat yang memiliki peran strategis dalam mendampingi ibu dalam pemberian MP-ASI serta pemantauan status gizi balita. Angka presentasi wasting di Puskesmas Trauma Center sebesar 11,9%, stunting 15,8% dan berat badan kurang 17,2% pada tahun 2024. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang MP-ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan mengisi lembar pretest dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan terkait materi MP-ASI dan mengisi lembar posttest. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama pada bulan April 2025 pada 55 kader posyandu. Analisis data menggunakan uji non-parametrik yaitu Uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan MP-ASI (p=0,017). Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan yang diberikan kepada kader posyandu terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan mereka mengenai pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah: Studi Kasus di SDN 009 Karang Asam Samarinda Maliran, Shafa Minda; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.952

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena melibatkan kelompok usia rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan jajanan di SDN 009 Karang Asam, Samarinda. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi praktik higiene pedagang, serta uji cepat terhadap kandungan bahan tambahan pangan berbahaya, yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow pada jenis jajanan es teh dan melakukan pengamatan hygiene dan sanitasi pada terang bulan mini dan jelly. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif terhadap bahan berbahaya tersebut. Namun, ditemukan kelemahan dalam aspek penyajian dan kebersihan, seperti makanan disajikan terbuka dan penggunaan air yang tidak terverifikasi kualitasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kandungan kimia, tetapi juga oleh praktik higiene pedagang, edukasi konsumen, dan pengawasan lingkungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan rutin bagi pedagang, integrasi edukasi gizi dalam kurikulum, serta penguatan program kantin sehat sebagai upaya preventif dan promotif terhadap risiko pangan tidak aman di sekolah dasar.
Analisis Kandungan Siklamat pada Minuman Jajanan Sekolah di SMP Negeri 15 Samarinda, sebagai Upaya Pengawasan Keamanan Pangan Yuniasih, Arista Dian; K, Iriyani; W, Ratih Wirapuspita
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i2.1296

Abstract

Keamanan pangan merupakan hal yang perlu diupayakan secara maksimal guna menciptakan kondisi atau jaminan bahwa pangan yang dikonsumsi aman. Suatu bahan pangan dianggap aman apabila telah memenuhi standar keamanan tertentu, sehingga dapat menghindarkan dari potensi bahaya, baik yang bersifat biologis, kimiawi, fisik, maupun zat lain yang bisa membahayakan kesehatan manusia. Salah satu zat berbahaya dalam minuman jajanan sekolah adalah pemanis buatan siklamat. Siklamat bersifat karsinogenik, meningkatkan tekanan darah dan risiko sindrom metabolik apabila dikonsumi oleh anak-anak. Berbagai laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menunjukkan masih adanya produk jajanan di sektor informal yang mengandung siklamat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi kandungan siklamat pada jajanan minuman yang dijual di lingkungan SMP Negeri 15 Samarinda. Sepuluh sampel minuman diambil dari pedagang di dalam dan luar area sekolah, kemudian dianalisis di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda menggunakan metode kualitatif. Hasil uji menunjukkan bahwa kedua sampel negatif mengandung siklamat. Dengan demikian, pada saat pemeriksaan, jajanan minuman yang dikonsumsi siswa dinyatakan aman dari zat pemanis buatan berbahaya tersebut. Namun, pengawasan berkala dan edukasi kepada pedagang serta masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan keamanan pangan di lingkungan sekolah.
Community Empowerment in Providing Local Supplementary Feeding for Pregnant Women With CED at Puskesmas Bengkuring, Samarinda Sari, Rika Yunita; Ariani, Preati Ayu; K, Iriyani; Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita
Jurnal Abdimas Vol. 29 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v29i1.27431

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a pressing nutritional issue in Indonesia, particularly in Samarinda City. This community program aimed to improve the nutritional status of pregnant women with or at risk of CED through the provision of local food-based supplementary feeding (PMT) and the empowerment of community health cadres. The intervention took place at Bengkuring Health Center from April to December 2024, targeting 40 pregnant women. Activities included cadre training, preparation of nutritious local meals, and monitoring of Body Mass Index (BMI) before and after the intervention. Results indicated a significant increase in average BMI (p < 0.05), although the duration of PMT was not significantly associated with BMI improvement. The program successfully engaged the community in health-focused food preparation and raised awareness among pregnant women about the importance of maternal nutrition. These findings support the effectiveness of local PMT as a tool for both nutritional intervention and sustainable community empowerment. In the long term, such initiatives can help reduce the prevalence of CED and contribute to healthier pregnancy outcomes. Continued collaboration across sectors is essential to ensure the sustainability of this program.
Increasing knowledge in healthy lifestyle of nutrition education in Samarinda Senior High Schools Wisnuwardani, Ratih Wirapuspita; K, Iriyani; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Susanto, Riezfian Raditya; Afiah, Nurul
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.91924

Abstract

Introduction: Nutrition education is crucial in promoting a healthy lifestyle, including nutritious food consumption, to prevent anemia and stunting in Samarinda, East Kalimantan. The teenage years represent a crucial phase characterized by significant physical and psychological maturation, essential for optimal growth and development. Within this period, adolescents have distinct physiological and psychological requirements. Furthermore, nutritional deficiencies during this time can pose significant health challenges. This study evaluated the association between nutrition education and knowledge of healthy behaviors in Samarinda adolescents. Methods: This study used an action study among 59 high school students (10% overweight, 15-18 years) in Samarinda. Three meetings at every school, with pre-test, nutrition education, Kahoot game, and post-test. All participants were given information regarding the benefits and risks of the program before participation and signed an informed consent. A questionnaire measured knowledge of balanced nutrition, MyPlate contents, and physical activity. Paired t-test was used for the statistical analysis. Results:The majority of participants were female (80%), had normal nutritional status (63%), and did not regularly consume iron tablets (95%). Most participants knew about anemia from their parents (88%), so they suggested nutrition education such as anemia through face-to-face training and social media. An improvement in knowledge before and after face-to-face nutritional education was found in this study (p<0.001)Conclusion: There is an effect of providing education to increase knowledge in nutrition education among adolescents.