Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

STRUCTURE OF THE PLANKTON COMMUNITY IN THE TECHNICAL IMPLEMENTING UNIT OF FRESHWATER AQUACULTURE PRODUCTION IN BANJARBARU, SOUTH KALIMANTAN Normila Sari; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
Fish Scientiae Vol 12 No 2 (2022): Issue December-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fishscientiae.v12i2.194

Abstract

Plankton is an important organism forming the food chain and material cycle in the waters. Plankton is divided into two groups, namely the group of phytoplankton (plant plankton) and zooplankton (animal plankton). These two organisms has an important role, namely as producers and consumers in one ecosystem (Aini et al., 2018). It has important role in a waters as a primary producer and bioindicator of the fertility level of a waters. The results of calculating the average value of plankton abundance in weeks 1, 2, 3, and 4 of phytoplankton are 35,523 cells/l and zooplankton are 16,327 ind/l, plankton diversity index values in weeks 1, 2, 3, and 4 of phytoplankton are 1.967 cells/l and zooplankton are 1.091 ind/l. The results of calculations using the STORET method in week 1 with a total score (-10), week 2 with a total score (-1), week 3 with a total score (0), and week 4 with a total score ( -12). The difference in these values is influenced by several factors and differences in the values of water quality measured during the study.
KONDISI KUALITAS PERAIRAN PADA LEVEL YANG BERBEDA DAN STATUS KESUBURAN PERAIRAN WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Iriadenta; Deddy Dharmaji; Indah Aulia
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Riam Kanan merupakan danau buatan yang dibentuk dari pembendungan air sungai. Waduk Riam Kanan memiliki fungsi sebagai pemasuk kebutuhan air untuk keperluan domestik dan industri, sebagai pengendali banjir dan kekeringan, keperluan irigasi untuk kegiatan pertanian dan perikanan darat, dan yang terpenting adalah sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air. Aktivitas manusia seperti kegiatan yang ada pada hulu Sungai Kalaan dan Sungai Tuyup yang bisa mempengaruhi waduk karena sungai tersebut merupakan inlet waduk, kemudian Keramba Jaring Apung (KJA), pemukiman, pariwisata, pertanian dan perkebunan apat mempengaruhi kualitas air waduk jika beban pencemar yang masuk dalam perairan melebihi kapasitas daya tampung waduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui kondisi kualitas perairan waduk pada level yang berbeda dan kualitas perairan pada sampel yang dikompositkan dilihat dari parameter DO, pH, suhu, kecerahan, fosfat dan nitrat serta status kesuburan waduk pada sampel yang dikompositkan berdasarkan kada total P dan total N. Analisis data yang digunakan dalam penelitian menggunakan model Environmental Quality Index (EQI) dan status trofik menurut Permen LH nomer 28 tahun 2009. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 statsiun secara purposive. Kondisi kualitas perairan Waduk Riam Kanan pada level yang berbeda berdasarka model EQI tergolong dalam kelas III dimana kisaran nilai KA 0,41 – 0,60 yaitutergolong sedang, berbeda dengan hasil sampel yang dikompositkan yang tergolong dalam kelas IV dimana kisaran nilai KA 0,61 – 0,80 yaitu tergolong baik. Status kesuburan perairan Waduk Riam Kanan adalah Oligotrofik. Riam Kanan reservoir in an artificial lake formed drom damming river water. Riam Kanan reservoir has a function as a supplier or water needs for domestic and industrial purpose, as flood control and drought, irrigation needs for agricultural and aquaculture activities, and most importantly as a source of hydroelectric power. Human activities such as activities in the upper waters of the Kalaan and Tuyup rivers that can affect the reservoirs because the river is a reservoir inlet, then floating net cages, settlement, tourim, agriculturure and plantation can affect water quality if the reservoir if pollutant loads water exceeds the capacity of reservoirs. This research was aimed to find out the water wuality condition of Riam Kanan reservoir at different level based and the quality of the waters in the compiled samples seen from the parameter of DO, pH, temperature, brightness, phosphate and nitrate and the trophical status of reservoirs in the compiled based on total P and total N. Data analyss used in this research is Environmental Quality Index (EQI) and trophic status accprding to regulation of environment minister number 28 year 2009. Sampling is done 5 stasions purposively. The water quality condition of Riam Kanan reservoir at different level based on EQI model belong to class III where the range value of water quality 0,41 – 0,60 id moderate, in contrast with result of composite sample which classified in clas IV where range of value water quality 0,61 – 0,80 is considered good. Trophical status Riam Kanan reservoir is Oligotrophic.
KAJIAN KUALITAS AIR KELAYAKAN HIDUP KERANG DARAH (Anadara granosa) DI TELUK PAMUKAN DESA SAKADOYAN KABUPATEN KOTABARU Jamaluddin Jamaluddin; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas air kelayakan hidup kerang darah (Anadara granosa) di Teluk Pamukan Desa Sakadoyan Kabupaten Kotabaru. Dilaksanakan pada Bulan november 2016 – Maret 2017. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purposive sampling dan survey. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriftif sederhana dan dibandingkan dengan penelitian mengenai kelayakan hidup kerang darah dengan mengunakan Metode Storet. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian yaitu suhu, arus, kecerahan, TSS, salinitas, pH, DO, BOD, COD, NH3 dan substrat dasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas air di stasiun I memiliki nilai 0, stasiun II memiliki nilai 0 dan stasiun III memilki nilai -10. Ketiga stasiun masih dalam kondisi kelas A dan B untuk kelayakan kehidupan kerang darah. This study aims to examine the water quality of the feasibility of live clams of blood (Anadara granosa) at Teluk Pamukan Sakadoyan rurals Kotabaru regency. Conducted on November 2016-March 2017. The method used in data collection is purposive sampling and survey. The data of the study were analyzed simple descriptive and compared with the study about the survival of clams blood using storet method. Water quality parameters measured during the study namely temperature, current, brightness, TSS, pH, DO, BOB, COD, NH3, salinity and substrate basis. Analysis results show that water quality at station I has a value 0, station II has a value 0 and station III has a value 10. The three stations are still in conditions class A and B for the feasibility lifes of Clams.
KELAYAKAN KUALITAS PERAIRAN KOLAM DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DESA GUNUNG MELATI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT Mega Kusuma Wardani; Eka Iriadenta; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 1 (2018): EDISI JUNI 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perairan kolam ikan di perkebunan kelapa sawit dan tingkat kesuburan perairan. Parameter yang diukur yaitu: suhu, kecerahan, oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), nitrat (NO3) dan posfat (PO4). Analisis data menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) dan tingkat kesuburan perairan dianalisis secara deskriptif dengan acuan studi pustaka. Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil baik pada A1 dan A2 minggu pertama disetiap stasiun sedangkan A3 sangat baik, minggu kedua setasiun A1 dan A3 menunjukan sangat baik dan stasiun kedua menunjukan baik. Pada minggu ketiga stasiun A1 dan A2 menunjukan baik sedangkan A3 sangat baik. Secara umum kondisi kualitas air pada setiap kolam sangat layak untuk kehidupan ikan budidaya (nila,papuyu dan patin). Berdasarkan tingkat kesuburan fosfat (PO4) dan nitrat (NO3) dari pengukuran di minggu pertama sampai minggu ketiga didapat rerata fosfat (PO4) (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) dan nitrat (NO3) (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) menunjukan katagori parairan yang masih di bawah nilai kesuburan perairan. Perairan kolam tersebut menunjukan katagori sangat layak untuk kegiatan budidaya dan kehidupan ikan. This research was conducted to examine the qualification of the pond water quality in oil palm estate and the fertility level of the water. The measured parameters were: temperature, radiance, dissolved oxygen (DO), acidity (pH), nitrate (NO3) and phosphate (PO4). The data analysis used Environment Quality Index (EQI) method and the fertility level of the water was analyzed descriptively with reference literature. The qualification result of the pond water quality in the research location calculated by the Environment Quality Index (EQI) method indicated good results at A1 and A2 for the first week in every station whereas A3 indicated a very good result, for the second week station A1 and A3 indicated very good results and station A2 in good result. The third week, station A1 and A2 indicated good result whereas A3 in a very good result. In general, the condition of the water quality in every pond was very decent for fish cultivation (tilapia, climbing perch, iridescent shark). Based on the fertility level of phosphate (PO4) and nitrate (NO3) from the first measurement to the third ones were found the average phosphate (PO4) was (0,88mg/l, 0,18mg/l, 0,35mg/l) and nitrate (NO3) was (1,3mg/l. <0,1mg/l, <0,1mg/l) which meant that the water qualification was still below the water fertility value. Hence the pond water indicated a very decent category for cultivation and fish lives.
PENGARUH HORMON PERTUMBUHAN REKOMBINAN TERHADAP KANDUNGAN FOSPAT PADA PEMELIHARAAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus L) DALAM AKUARIUM Okke Oktaviani; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 1 No 2 (2018): EDISI DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kandungan fospat akan menjadi beban pencemaran bagi perairan, sehingga perlu melakukan penelitian untuk mengetahui seberapa banyak kandungan fospat hasil kegiatan budidaya ikan yang dikeluarkan ikan sebagai feses untuk mengurangi beban pencemaran akibat kandungan fospat dalam pakan ikan. Penelitian ini menggunakan metode probability dengan rancangan penelitian acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan sehingga dihasilkan 12 unit percobaan. Hasil uji ANOVA menunjukkan pemberian hormon pertumbuhan rekombinan tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan fospat dalam air pemeliharaan ikan nila. Kandungan fospat dalam air dapat menurunkan kandungan fospat sebesar 0,20-0,81 mg/l selama 30 hari. Nilai laju pertumbuhan berat relatif ikan nila yang diberi rGH mampu meningkatkan berat ikan dibanding kontrol dengan rerata tertinggi pada perlakuan A sebesar 53,91% dengan berat selama 30 hari. Analisa fospat dalam feses ikan menunjukkan bahwa pemberian rGH mengalami fluktuasi nilai sebesar 2,02-6,17% selama 15 hari. Pengukuran parameter kualitas air suhu, DO dan pH masih dalam kisaran optimal untuk kehidupan dan pertumbuhan ikan nila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian rGH menurunkan kandungan fospat 0,20-81 mg/l dibandingkan kontrol. The improvement of phosphat substance would be a load of pollution for waters. Therefore, a research should have been conducted to examine the content of phosphate on the production of fish cultivation which left by fish as feces to reduce the load of pollution resulted from the content of phosphate in fish feed. This research used probability method on complete random design (RAL) with 4 treatments and 3 repetitions led to 12 experimental units. The result of ANOVA test showed that the distribution of recombinant growth hormone did not have significant effect toward the content of phosphate in the water of tilapia cultivation. The content of phosphate in the water could reduce the content of phosphate as much as 0,20-0,81 mg/l in 30 days. The growth rate value of the relative weight of tilapia which given rGH was able to increase the fish weight compared to the control group with the highest average on treatment A was 53,91% in 30 days. The analysis of phosphate in fish feces showed that the distribution of rGH had fluctuation as much as 2,02-6,17% in 15 days. The measurement of the parameter of water quality, temperature, DO, and pH, was still optimal for the biota and the growth of tilapia. As a result, it could be concluded that the distribution of rGH reduced the content of phosphate as much as 0,20-81 mg/l compared to the control group.
TREK IKAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN BANJARMASIN DAN DISTRIBUSINYA Den Candra Supriyadi; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 1 (2019): Aquatic Edisi Juni 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia, Indonesia disebut sebagai negara kepulauan (archipelagic state) terluas dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 buah dan panjang garis pantai mencapai 104.000 km, laut Indonesia memiliki total sekitar 3,544 juta km2 atau sekitar 70% dari wilayah Indonesia itu sendiri. Pelabuhan perikanan adalah prasarana pendukung untuk meningkatkan pendapatan nelayan sekaligus mendorong investasi di bidang perikanan. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengetahui jenis ikan apa saja yang didaratkan dan didistribusikan di Pelabuhan Perikanan yang ada di Banjarmasin, mengetahui trek dari kapal yang mendaratkan ikan hasil tangkapannya di Pelabuhan Perikanan di Banjarmasin, serta mengetahui trek dari distribusi ikan hasil tangkapan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Berdasarkan hasil dari penelitian jenis-jenis ikan hasil tangkapan yang kemudian didaratkan dan di distribusikan ialah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis), Ikan Kembung (Rastrelliger kanagurta), Ikan Layang (Detapterus pusailus), Ikan Selar Tetengkek (Megalaspis cordyla), Ikan Lemuru (Sardinella lemuru), Ikan Cipa-Cipa (Atropus atropus), Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), Cumi-Cumi (Loligo sp.) dan Ikan Kuwe (Caranx ignobilis). Trek kapal yang mendaratkan hasil dari tangkapan ikannya di pelabuhan perikanan Banjarmasin berasal dari perairan Selat Makkasar, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan dan Pulau Sembilan. Sedangkan didaratan berasal dari daerah Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap dan Pelaihari. Trek tujuan pendsitribusian ikan didaratan di distribusikan kedaerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. In the world Indonesia is the largest archipelagic state with a total of 17,504 islands and coastline length reaching 104,000 km, Indonesia's total sea area of ​​around 3,544 million km2 or around 70% of Indonesia's territory. Fishing port is an infrastructure that supports the increase of fishermen's income while encouraging investment in the fishery sector. The purpose of this time is to find out the types of fish landed and distributed at the Banjarmasin Fishery Port, to know the fishing boat tracks that landed their catches at the Banjarmasin Fishery Port, and to know the distribution tracks of the catched fish landed at the Banjarmasin Fishery Port. Based on the results of the research, the types of catched fish that were landed and distributed were Tuna Fish (Euthynnus affinis), Mackerel Fish (Rastrelliger kanagurta), Flyfish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru (Sardinella lemuru), Flying Fish (Detapterus pusailus), Tetengkek Fish (Megalaspis cordyla), Lemuru Fish (Sardinella lemuru), Cipa-Cipa Fish (Atropus atropus), Shrimp Vaname (Litopenaeus vannamei), Squid (Loligo sp.) And Kuwez Fish (Caranx ignobilis). Boat tracks that land fish catches at the Banjarmasin fishing port come from the waters of the Makkasar Strait, Majene, Masalembu, Masalima, Bawean, Pagerungan, Kerayaan and Sembilan Island. While the land comes from Kotabaru, Pagatan, Muara Kintap and Pelaihari areas. The destination tracks for land fish distribution are distributed to the regions of South Kalimantan, Central Kalimantan and West Kalimantan.
KONDISI DAN KELAYAKAN KUALITAS AIR SUB DAS NEGARA di KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Eka Rezky Yolanda; Mijani Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertemuan Sub DAS Negara dengan Anak Sungai Amandit Di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan menunjukkan perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air sungai. Secara kasat mata terlihat perbedaan tingkat kejernihan air dari aliran Sungai Amandit Desa Balah Paikat dan Sub DAS Negara Desa Baruh Kembang di Kecamatan Daha Utara. Perbedaan sifat dan karakteristik kualitas air di DAS Negara menimbulkan perbedaan jenis ikan yang dibudidayakan di aliran tersebut. Parameter yang diukur yaitu: DO (Oksigen Terlarut), pH (Derajat Keasaman), suhu, kecerahan, nitrat (NO3), fosfat (PO4) dan amonia (NH3). Analisis data menggunakan metode STORET dan Environment Quality Index (EQI) secara deskriptif dengan acuan studi pustaka. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa status mutu air Sub DAS Negara dikategorikan dalam status mutu air kelas C yaitu tercemar sedang. Terdapat 2 parameter kualitas air seperti pH (4,84 – 5,52) dan NH3 (0,3 – 0,4 mg/L) telah melampaui batas baku dari standar baku mutu untuk kegiatan budidaya ikan air tawar (kelas II) menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 05 Tahun 2007 Tentang Peruntukan dan Baku Mutu Air Sungai. Hasil kelayakan perairan kolam di lokasi penelitian dihitung menggunakan metode Environment Quality Index (EQI) menunjukan hasil bahwa stasiun I mempunyai nilai EQI dengan kategori sesuai dan stasiun II dan III dengan kategori cukup sesuai untuk kegiatan budidaya. Confluencing DAS State Sub with Amandit tributaries in Daha North District of South Hulu Sungai District shows differences in nature and quality characteristics of river water. With the naked eye, there is a difference in the clarity of water from the river Amandit of Balah Paikat and SUB DAS Negara village Baruh Kembang in Daha North District. Differences in water quality properties and characteristics DAS State evokes different types of fish cultivated in the flow. The measured parameters are: DO (dissolved oxygen), pH (degree of acidity), temperature, brightness, nitrate (NO3), PHOSPHATE (PO4) and ammonia (NH3). Data analysis uses the STORET and Environment Quality Index (EQI) methods descriptively with the reference of the Library study. The results showed that the quality status of Sub-country water is categorized in a class C water quality status that is contaminated medium. The two Parameters of water quality such as PH (4.84 – 5.52) and NH3 (0.3 – 0.4 mg/L) have exceeded the standard limits of quality standards for freshwater aquaculture (class II) according to Governor regulation South Kalimantan number 05 year 2007. The results of pond water feasibility at the research site calculated using the Environment Quality Index (EQI) method shows the result that station 1 have an EQI value with a category and station II and III with categories are suitable for cultivation activities.
STATUS MUTU AIR DAN KELAYAKAN HIDUP IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus, Bleeker) YANG DIPELIHARA DALAM KERAMBA JARING APUNG DI ALIRAN SUNGAI RIAM KANAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sri Arni Agustini Kalsum; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Riam Kanan adalah sungai yang bermuara dari Waduk Ir. Pangeran Muhammad Noor atau Waduk Riam Kanan. Sungai Riam Kanan dimanfaatkan warga dengan berbagai macam aktivitas, salah satunya adalah peruntukkan perikanan yaitu budidaya ikan dengan sistem keramba jaring apung. Semerbaknya jumlah KJA yang sangat banyak, akan mempengaruhi kualitas air dan kelayakan hidup ikan nila hitam (Oreochromis niloticus, Bleeker). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status mutu aliran sungai Riam Kanan dan mengetahui kualitas perairan untuk kehidupan ikan nila hitam. Penelitian ini mengukur bagian inlet, tengah, dan outlet KJA. Parameter yang diukur mengacu pada Standar Nasional Indonesia Nomor 01-6495.1-2000, yang akan dianalisis dengan metode STORET dan perbandingan SNI. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Hulu mendapatkan hasil yang memenuhi baku mutu, tengah merupakan perairan yang baik, hilir merupakan perairan yang cukup baik. Riam Kanan River is a river which led of Ir. Pangeran Muhammad Noor or Riam Kanan lake. Riam Kanan River is used by people to many activities, one of the activities, is allocation to fisheries are aquaculture with floating net cages system. A lot of floating net cages, will influence water quality and feasibility of Black Tilapia’s (Oreochromis niloticus, Bleeker) life. The purpose of the study research are determine a qualities of Riam Kanan River and determine a water quality to Black Tilapia’s life. This research measured the inlet, middle, and outlet of floating net cage. The parameter which measured is led from Standar Nasional Indonesia 01-6495.1-2000, which will analyzed with STORET method and SNI comparison. The result of this research is inlet is a river which meet a standards, middle is a river which have a good quality, and outlet have a fairly good river.
KEBIASAAN MAKAN (Food Habits) DAN KEBIASAAN CARA MEMAKAN (Feeding Habits) IKAN KIPAR (Scatophagus argus) DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Victorian Edwin Purwanto; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 2 No 2 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ‘Kebiasaan Makan (Food Habits) Dan Kebiasaan Cara Memakan (Feeding Habits) Ikan Kipar (Scatophagus argus) Di Sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan’ bertujuan untuk mengetahui makanan yang di makan ikan kipar (Scatophagus argus), pengelompokan ikan kipar (Scatophagus argus), dan kebiasaan cara makan ikan kipar (Scatophagus argus), serta pemahaman kelangsungan hidup ikan. Data yang diambil menggunakan metode yaitu Purposive Sampling dengan menentukan titik-titik stasiun yang mewakili sungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh. Sampel ikan kipar diambil pada dua stasiun, dengan total sampel 70 ekor ikan terdiri dari 60 lambung berisi dan 10 lambung kosong. Data diambil di lapangan dan di laboratorium dengan mengukur frekuensi organisme makanan ikan kipar, menghitung volume lambung ikan kipar, dan Indeks Preponderance ikan kipar. Makanan utama ikan kipar (Scatophagus argus) berdasarkan Indeks Preponderance pada dua stasiun adalah potongan udang dengan nilai 50,1%. Berdasarkan komposisi isi lambung, tipe gigi (canine), serta panjang ususnya (1-2 kali panjang tubuh) maka dapat disimpulkan ikan kipar (Scatophagus argus) bersifat omnivora yang cenderung karnivora. The study 'Food Habits and Feeding Habits of Scatophagus argus in the Barito River in the Aluh-Aluh District of Banjar Regency in South Kalimantan Province' aims to find out the foods that are eaten by Kipar fish (Scatophagus argus), grouping Kipar fish (Scatophagus argus), and the habit of eating Kipar fish (Scatophagus argus), and understanding the survival of fish. The data collection method used is Purposive Sampling by determining station points that represent the Barito river, Aluh-Aluh District. Kipar fish samples were taken at two stations, with a total sample of 70 fish consisting of 60 filled stomach and 10 empty stomach. Data was collected in the field and in the laboratory by measuring the frequency of kipar fish food organisms, calculating the volume of kipar stomach, and Kipar fish Preponderance Index. The main food of kipar (Scatophagus argus) based on the Preponderance Index at two stations is shrimp pieces with a value of 50.1%. Based on the composition of the contents of the stomach, the type of teeth (canine), and the length of the intestine (1-2 times the body length) it can be concluded that kipar (Scatophagus argus) is omnivores which tends to be carnivores.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI BARITO KECAMATAN ALUH-ALUH KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rizkiah Fitriyani; Rizmi Yunita; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 1 (2020): Aquatic Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Aluh-Aluh merupakan wilayah Kepulauan Kalimantan Selatan yang memiliki potensi perikanan cukup tinggi. Kegiatan sehari-hari masyarakat berdampak pada kualitas air di sungai yang apabila kualitas air menurun akan mempengaruhi kehidupan ikan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui kualitas air dan mempengaruhi hubungan panjang dan berat ikan diSungai Barito Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar dalam pola pertumbuhan isometrik atau pertumbuhannya bersifat allometrik. Hasil penelitian pada 3 stasiun pengamatan diperoleh 7 spesies dan 7 family yang menunjukkan pola pertumbuhan ikan adalah allometrik negative dan allometrik positif. Aluh-Aluh district is a high potential fishery area that locate on South Kalimantan Islands. However, the community's daily activities is affecting the quality of river water which if the water quality decreases it will influence the fish life in the river. This study aims to determine water quality and to determine the relation between the length and weight of the fish in the Barito River, Aluh-Aluh District, Banjar Regency in an isometric and allometric growth pattern. The results of the study obtained at 3 observation stations have shown that 7 species and 7 families of fish had a negative allometric and positive allometric growth patterns.