Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 OLI-TIRS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGETAHUI SEBARAN KUALITAS AIR DI WADUK RIAM KANAN KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sri Nurhayati; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan Landsat 8 OLI-TIRS, hubungan kualitas air hasil pengukuran lapangan dengan algoritma Landsat 8 OLI-TIRS berdasarkan metode uji beda (t-test) dan sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET. Waduk Riam Kanan adalah ekosistem perairan buatan yang salah satu fungsinya adalah untuk kegiatan perikanan, yaitu kegiatan budidaya ikan di Keramba Jaring Apung (KJA). Penginderaan jauh adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan tanpa melakukan kontak langsung. Penginderaan jauh dapat digunakan untuk mengestimasi nilai dari variabel kualitas air, diantaranya adalah suhu, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) dan kecerahan. Estimasi nilai variabel kualitas air dilakukan dengan menggunakan algoritma pada citra Landsat 8 OLI-TIRS. Nilai hasil pengolahan algoritma kemudian dihubungkan dengan hasil pengukuran lapangan menggunakan metode uji t. Berdasarkan pengolahan data, diperoleh sebaran suhu berkisar antara 26,575-27,216°C, DO berkisar antara 8,6576-8,7503 mg/L TSS berkisar antara 11,263-18,064 mg/L dan kecerahan berkisar antara 174,879-213,370 cm. Hasil ujit t pada suhu, DO dan TSS menunjukkan hasil terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS, sedangkan hasil uji t hitung pada kecerahan menujukkan hasil tidak terdapat perbedaan antara hasil pengukuran lapangan dengan citra Landsat 8 OLI-TIRS. Sebaran spasial kualitas air di Waduk Riam Kanan berdasarkan metode STORET menunjukkan hasil bahwa air di Waduk Riam Kanan berada pada kondisi tercemar sedang. This research aims to determine the distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on Landsat 8 OLI-TIRS, the relationship of water quality between field measurements and the Landsat 8 OLI-TIRS algorithm based on paired simple t-test method and the spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on STORET method. Riam Kanan Reservoir is an artificial aquatic ecosystem which one of its functions is fish farming activities in floating net cages (KJA). Remote sensing is a technique to collect data without making direct contact. Remote sensing can be used to estimate the value of water quality variables like temperature, dissolved oxygen (DO), total suspended solid (TSS) and brightness. Estimation of the value of water quality variables use an algorithm on Landsat 8 OLI-TIRS. The value of the results of processing the algorithm is then linked to the results of field measurements using the t-test method. Based on data processing, the temperature distribution is ranged between 26.575-27.216°C, DO ranged between 8.6576-8.7503 mg/LL TSS ranged between 11.263-18.064 mg/L and brightness ranged between 174.887-213.370 cm. The t-test results at temperature, DO and TSS show that there are differences between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images, while the results of t-test on brightness show the results there is no difference between the results of field measurements with Landsat 8 OLI-TIRS images. The spatial distribution of water quality in the Riam Kanan Reservoir based on the STORET method show that the water in the Riam Kanan Reservoir is in a fairly polluted condition
ANALISIS KUALITAS AIR KOLAM PEMBESARAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus Burchell) DI UNIT PELAKSANAAN TEKNIS DAERAH PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT KARANG INTAN KALIMANTAN SELATAN Silvia Wibowo; Pathul Arifin; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air menjadi faktor penunjang dalam pembesaran ikan budidaya. Ikan yang dapat hidup dalam kondisi air yang terbatas yaitu ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell). Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pelaksanaan Teknis Daerah Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut Karang Intan, Jl. Irigasi BRK. III Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kualitas air pada kolam pemijahan dan pendederan ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) berdasarkan Standar Nasional Indonesia dan mengetahui persentase mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang tidak sesuai Standar Nasional Indonesia pada kolam pendederan adalah parameter suhu yang terlalu tinggi dan Dissolved Oxygen terlalu rendah. Tingkat mortalitas benih ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus Burchell) pada kolam pendederan sangat drastis kematiannya dikarenakan tidak sesuai padat tebar dengan ukuran hapa maka ikan tidak bisa aktif bergerak Water quality is a supporting factor in the enlargement of cultivated fish. Fish that can live in limited water conditions are sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell). Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) is a freshwater fishery commodity that is widely cultivated and consumed by the community. This research was conducted at the Regional Technical Implementation Unit for Brackish Water and Karang Intan Marine Aquaculture, Jl. BRK irrigation. III Jingah Habang Village, Karang Intan District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. This study aims to determine the suitability of water quality in the spawning and nursery ponds of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) based on Indonesian National Standards and to determine the percentage of mortality of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in nursery ponds. The results showed that the parameters which did not comply with the Indonesian National Standard in the nursery pond were the temperature parameters that were too high and Dissolved Oxygen was too low. The mortality rate of sangkuriang catfish (Clarias gariepinus Burchell) seeds in the nursery pond is very drastic, the death rate is not suitable for the stocking density with the hapa size, so the fish cannot actively move
APLIKASI DATA CITRA SATELIT LANDSAT 7 ETM+ MULTITEMPORAL UNTUK ESTIMASI PERUBAHAN LUASAN LAHAN RAWA DI KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Sakdiah Sakdiah; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 3 No 2 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Barito Kuala wilayahnya sebagian besar dikelilingi sungai dan rawa, yang mengandung lahan gambut. Kabupaten Barito Kuala seluas hampir tiga ribu kilometer persegi merupakan daerah pasang surut dan sebagian besar penduduknya hidup dan tinggal di pedesaan, ekosistem rawa cenderung merusak, maka dapat menyebabkan penurunan luas lahan rawa dari waktu ke waktu. Konversi rawa dijadikan kawasan tambak, pemukiman, pertanian, industri, merupakan penyebab menurunnya luasan ekosistem rawa. Maka jika ekosistem rawa telah rusak akan banyak dampak berkurang yang dihasilkan dari kerusakan tersebut yang pada akhirnya akan merugikan semua populasi yang ada di daerah sekitar rawa tersebut terutama masyarakat sekitar. Dampaknya dapat mengakibatkan kekeringan, dapat mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui lahan rawa dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2017 di Marabahan, Barito Kuala melalui interpretasi data digital citra satelit Multitemporal Landsat 7 ETM+ dan Mengetahui kondisi kualitas air di lahan rawa di Kabupaten Barito Kuala. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan citra landsat 7 ETM+ digunakan untuk megetahui luasan lahan rawa dan diuji akurasi mengunakan Koefision Kappa. Kualitas air mengunkan rumus metode storet berdasarkan KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003. Hasil yang diperolih adalah menunjukan luasan lahan rawa pada tahun 2000 sebesar 7.188.912 dan pada tahun 2017 menjadi 6.991.942. Luasan lahan rawa di kabupaten berito kuala berkurang sebesar 196.970 ha. Kondisi perairan di kabupaten barito kuala memiliki status mutu air dengan sekor 10 (status mutu air tercemar ringan) sampai dengan 12 (status mutu air tercemar sedang) Barito Kuala is mostly surrounded by rivers and swamps. This condition causes the soil of this area to contain peatland. Barito Kuala Regency covering an area of ​​nearly three thousand square kilometers is a tidal area and most of the population lives and lives in the countryside, the current swamp ecosystem tends to be destructive, causing a decrease in the area of ​​the swamp ecosystem from time to time. Swamp conversion into ponds, industries, settlements, agriculture, is the main cause of the decline in swamp ecosystem area. In addition, if the swamp ecosystem has been damaged, there will be a lot of reduced impact resulting from the damage, which in turn will harm all populations in the area around the swamp, especially the surrounding communities. The impact can cause drought, can lead to sea water intrusion further to the mainland. Thee purrpose of this study was to determine swamp land from 2000 to 2017 in Marabahan, Barito Kuala through interpretation of digital data on Landsat 7 ETM + Multitemporal satellite imagery and to determine the condition of water quality in swamp land in Barito Kuala District. In this study, researchers used Landsat 7 ETM + images used to determine swampland area and tested for accuracy using Koefision Kappa. Water quality uses the storet method formula based on the Ministry of Environment Decree No. 115 of 2003. The results obtained are showing the swamp area in 2000 amounting to 7.188.912 and in 2017 to 6.991.942. The swamp area in Berito Kuala District was reduced by 196.970 ha. The water conditions in Barito Kuala Regency have the status of water quality with a scale of 10 (status of light polluted water quality) up to 12 (status of medium polluted water quality).
KOMPOSISI JENIS IKAN YANG ADA DI PASAR PATANAK KECAMATAN KAHAYAN HILIR, KABUPATEN PULANG PISAU, KALIMANTAN TENGAH Riska Septia Riestari; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 1 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang kaya dan potensial, baik dari perikanan laut, perairan umum dan perikanan budidaya. Melihat ikan sangat penting untuk kebutuhan manusia maka pengusahaannya pun semakin maksimal pula, guna memenuhi permintaan konsumen. Permintaan ikan di Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini juga semakin meningkat sehingga membuat pedagang ikan semakin meningkat pula dalam penyediaannya. Komposisi merupakan suatu variasi yang terdapat didalamnya berbagai macam komponen yang salah satunya termasuk dalam faktor alami dan biologis. Dalam penelitian ini ada empat karakteristik yang diteliti yaitu: Asal ikan, Asal perairan, Jenis ikan, dan Berat total ikan. Pasar yaitu tempat untuk jual-beli sehingga banyak hal yang dapat ditemui dan juga dipelajari disana hingga kita juga dapat mengetahui informasi tentang asal ikan dan juga mengetahui secara spesifik jenis stok ikan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. Indonesia has rich and potential fishery resources, both from marine fisheries, public waters and aquaculture. Seeing that fish is very important for human needs, it will be even more optimal in its exploitation, in order to meet consumer demand. Until now, the demand for fish in Pulang Pisau Regency has also increased, which has made fish traders increase their supply. Composition is a variation that contains various kinds of components, one of which includes natural and biological factors. In this study, four characteristics were examined, namely: fish origin, water origin, fish species, and fish total weight. The market is a place for buying and selling so that there are many things that can be found and studied there so that we can also find out information about the origin of fish and also know specifically the types of fish stocks in Pulang Pisau Regency.
STATUS TROFIK DAN TINGKAT PENCEMARAN PERAIRAN RAWA “DANAU BANGKAU” DITINJAU DARI KANDUNGAN NITRAT (NO3-) FOSFAT (PO4-), KECERAHAN DAN VARIASI TUMBUHAN AIR Adinda Ainun Mardiah; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan rawa “Danau Bangkau” terletak di Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Masyarakat setempat memanfaatkan Rawa Danau Bangkau sebagai tempat untuk menangkap ikan. Kegiatan tersebut dapat menyumbang kualitas suatu perairan, sehingga peneliti ingin mendapatkan informasi tentang status trofik, pencemaran perairan dan hubungan status trofik dengan tumbuhan air. Hasil pengukuran di lapangan sampai pada tahap intepretasi menyebutkan bahwa tingkat status trofik rawa danau bangkau termasuk golongan eutrofik untuk kandungan nitrat dengan nilai rerata sebesar 0,96 mg/l pada titik tengah dan 1,03 mg/l pada titik outlet, golongan hipereutrofik untuk kandungan fosfat dan kecerahan dengan nilai rerata fosfat sebesar 0,64 mg/l pada titik tengah dan 0,67 mg/l pada titik outlet dan rerata kecerahan sebesar 85 cm pada titik tengah dan 84 cm pada titik outlet. Tingkat pencemaran menunjukkan perairan rawa danau bangkau ke dalam tingkatan cemar ringan. Berdasarkan data dilapangan nilai fosfat yang tinggi diperairan berpengaruh terhadap keberadaan tumbuhan air sehingga variasi tumbuhan air berhubungan dengan status trofik. The waters of the swamp lake bangkau located in Kecamatan Kandangan, South Hulu Sungai Regency, South Kalimantan Province. Community setemoat utilizing Swamp Lake Bangkau as a place to catch a fish. The work can be accounted for the quality of the waters, so the researchers want to get information about the status of trophic, pollution of the waters and the relationship status of the trophic with water plants. The results of measurements in the field until at the stage of interpretation mention that the level of the status of the trophic swamp lake bangkau include group eutrofik for the content of nitrates with the value of the mean by 0,96 mg/l at the midway point and 1,03 mg/l at outlet, group hipereutrofik for the content of phosphate and brightness with the value of the mean phosphate by 0.64 mg/l at the midway point and 0,67 mg/l at outlet. The average brightness of 85 cm at the midway point and 84 cm at outlet. The level of pollution of the show swamp waters of the lake bangkau into levels impure light. Based on the field data value of the phosphate high waters affect the existence of the plant water so that the variation of plant water associated with the status of trophic.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN-IKAN YANG UMUM TERTANGKAP DI RAWA DESA TUNGKARAN, KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Wa Ode Virdayanti; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Tungkaran terdapat rawa yang merupakan salah satu ekosistem alam yang terletak di Kecamatan Matapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan pola pertumbuhan ikan yang umum tertangkap di perairan Rawa Desa Tungkaran. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2021 dengan menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan. Ikan yang umum tertangkap di perairan rawa tersebut yaitu ikan papuyu (Anabas testudineus), ikan gabus (Chana striata) dan ikan sepat siam (Trichogaster pectralis). Hasil penelitian terhadap ikan-ikan yang biasa ditangkap di rawa berbeda-beda, ada yang sama panjang dan ada pula yang pertumbuhan alometrik, tetapi modus pertumbuhan alometrik negatif mendominasi, di mana pertambahan panjang lebih cepat daripada pertambahan bobot. The Tungkaran Village Swamp is one of the natural ecosystems located in Martapura District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, Indonesia. This study aims to determine the relationship between length and weight and growth patterns of fish that are commonly caught in the swamp waters of Tungkaran Village. Data collection was carried out in May 2021 using the observation method or direct observation in the field. The fish commonly caught in the swampy waters are papuyu fish (Anabas testudineus), Haruan fish (Chana striata) and Siamese sepat fish (Trichogaster pectralis). The results of the study of the common fish caught in the swamp varied, some were isometric and some were allometric but were more dominant with a negative allometric growth pattern where length gain was faster than weight gain.
STUKTUR KOMUNITAS IKAN KARANG DI PERAIRAN TIMUR PULAU MARADAPAN KECAMATAN PULAU SEMBILAN KABUPATEN KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Busman Busman; Suhailii Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daya tampung settling pond terhadap limbah galian batubara, mengetahui efektifitas daya tampung setiap kolam pada settling pond 02 terhadap beban pencemar TSS dari hasil limbah batubara yang ada di PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode Grab Sampling yang dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan dengan 15 titik dengan interval waktu ± 21 hari. Analisis hasil dilakukan dengan menggunakan rumus perhitungan Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP). Analisis tersebut digunakan untuk mengetahui daya tampung beban pencemar pada setiap kolam di settling pond 02. Berdasarkan hasil perhitungan DTBP pada pengukuran pertama, kedua, dan ketiga, hanya terdapat beberapa hasil yang positif yaitu pada titik 3, titik 5, titik 14 dan titik 15 pada pengukuran kedua, serta titik 2, titik 6, titik 8, titik 11, titik 13, titik, 14 dan titik 15 pada pengukuran ketiga. This study aims to determine the effectiveness of carrying capacity of settling pond for coal mining wastewater, determine the effectiveness carrying capacity of each pond from settling pond 02 for pollution load of total suspended solids of mine wastewater in PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap. The data collection method used is the grab sampling method which done 3 times in 15 points with time interval ± 21 days. The analysis was done using the calculation formula of the pollution load carrying capacity (DTBP). The analysis is used to determine pollution load carrying capacity in each pond in settling pond 02. Based on the pollution load carrying capacity calculation results on the first, second, and third measurements, there are only a few positive results on the second measurement that is at point 3, point 5, point 14 and point 15 and on the third measurement that is at point 2, point 6, point 8, point 11, point 13, point, 14 and point 15.
KOMPOSISI JENIS IKAN YANG ADA DI PASAR PATANAK KECAMATAN KAHAYAN HILIR, KABUPATEN PULANG PISAU, KALIMANTAN TENGAH Riska Septia Riestari; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 4 No 2 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang kaya dan potensial, baik dari perikanan laut, perairan umum dan perikanan budidaya. Melihat ikan sangat penting untuk kebutuhan manusia maka pengusahaannya pun semakin maksimal pula, guna memenuhi permintaan konsumen. Permintaan ikan di Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini juga semakin meningkat sehingga membuat pedagang ikan semakin meningkat pula dalam penyediaannya. Komposisi merupakan suatu variasi yang terdapat didalamnya berbagai macam komponen yang salah satunya termasuk dalam faktor alami dan biologis. Dalam penelitian ini ada empat karakteristik yang diteliti yaitu: Asal ikan, Asal perairan, Jenis ikan, dan Berat total ikan. Pasar yaitu tempat untuk jual-beli sehingga banyak hal yang dapat ditemui dan juga dipelajari disana hingga kita juga dapat mengetahui informasi tentang asal ikan dan juga mengetahui secara spesifik jenis stok ikan yang ada di Kabupaten Pulang Pisau. Indonesia has rich and potential fishery resources, both from marine fisheries, public waters and aquaculture. Seeing that fish is very important for human needs, it will be even more optimal in its exploitation, in order to meet consumer demand. Until now, the demand for fish in Pulang Pisau Regency has also increased, which has made fish traders increase their supply. Composition is a variation that contains various kinds of components, one of which includes natural and biological factors. In this study, four characteristics were examined, namely: fish origin, water origin, fish species, and fish total weight. The market is a place for buying and selling so that there are many things that can be found and studied there so that we can also find out information about the origin of fish and also know specifically the types of fish stocks in Pulang Pisau Regency.
ANALISIS PERIFITON PADA TUMBUHAN AIR RAWA “DANAU BANGKAU” KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN Rio Rizky Kurniawan; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rawa “Danau Bangkau” merupakan salah satu ekosistem rawa gambut yang besar dan mengandung berbagai macam potensi sumberdaya, seperti flora, fauna, organisme akuatik dan mikroorganisme seperti plankton, algae dan perifiton. Perifiton merupakan kumpulan mikroorganisme atau jasad renik berupa hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang hidup menempel pada substrat yang terendam di dalam air. Perifiton memiliki peran penting dalam kehidupan biota air. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur komunitas perifiton di rawa “Danau Bangkau” memiliki kelimpahan berkisar 6.715 – 11.640 yang termasuk kategori sedang. Filum Cyanobacteria (9 jenis) dan Chlorophyta (10 jenis) merupakan filum yang paling banyak ditemukan. Kehadiran beberapa kelompok perifiton dapat menjadi bioindikator. Hasil perhitungan indeks keanekaragaman perifiton menunjukkan bahwa perairan rawa “Danau Bangkau” termasuk ke dalam kategori kestabilan komunitasnya sedang. Kualitas air yang optimal dapat mendukung kehidupan perifiton. Sedangkan, kandungan DO di perairan rawa “Danau Bangkau” relatif rendah. Oleh karena itu, nilai indeks keanekaragaman dikorelasikan dengan kualitas (Suhu, pH, DO dan kecerahan) untuk mengetahui hubungan setiap parameter kunci tersebut terhadap keanekaragaman perifiton di rawa “Danau Bangkau”. The “Danau Bangkau” swamp is one of the large peat swamp ecosystems and contains a variety of potential resources, such as flora, fauna, aquatic organisms and microorganisms such as plankton, algae and periphyton. Periphyton is a collection of microorganisms or micro-organisms in the form of animals and plants that live attached to a substrate submerged in the air. Periphyton had an important role in the life of air biota. Based on the calculations, the periphyton community structure in the “Danau Bangkau” swamp was about 6,715 – 11,640. Phylum Cyanobacteria (9 species) and Chlorophyta (10 species) were the most common phylum that was found. The presence of several periphyton groups can be a bioindicator. The results of the calculation of the periphyton diversity index showed that the swamp waters of "Danau Bangkau" are included in the category of moderate community stability. Optimal water quality can support periphyton life. Meanwhile, the DO content in the swamp waters of “Danau Bangkau” is relatively low. Therefore, the diversity index value was correlated with quality (temperature, pH, DO and brightness) to determine the relationship of each of these key parameters to periphyton diversity in the “Danau Bangkau” swamp.
PEMANFAATAN TUMBUHAN AIR PURUN TIKUS (Eleocharis dulcis) DAN KAYU APU (Pistia stratiotes) DALAM MEREDUKSI LOGAM BERAT MANGAN (Mn) DENGAN METODE FITOREMEDIASI DI PT SEBUKU IRON LATERITIC ORES (SILO) KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN M. Deny Kurniawan; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) adalah suatu perusahaan pertambangan di Provinsi Kalimantan Selatan. PT SILO merupakan salah satu perusahaan pertambangan yang bergerak dalam eksplorasi sumberdaya mineral seperti bijih besi, namun pada kegiatannya juga ditemukan sumberdaya alam lainnya seperti logam berat yaitu mangan (Mn). Keadaan logam berat seperti mangan yang meningkat diperlukan suatu penanganan agar dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga pengulangan dan tiga perlakuan yaitu kontrol, tumbuhan air Purun Tikus (Eleocharis dulcis), tumbuhan air Kayu Apu (Pistia stratiotes) dan dilaksanakan selama 6 minggu. Hasil yang didapatkan yaitu tumbuhan air Purun Tikus (Eleocharis dulcis) memiliki efektivitas penyerapan tertinggi sebesar 73,07% dan tumbuhan air Kayu Apu (Pistia stratiotes) memiliki efektivitas penyerapan tertinggi sebesar 66,67% The “Danau Bangkau” swamp is one of the large peat swamp ecosystems and contains a variety of potential resources, such as flora, fauna, aquatic organisms and microorganisms such as plankton, algae and periphyton. Periphyton is a collection of microorganisms or micro-organisms in the form of animals and plants that live attached to a substrate submerged in the air. Periphyton had an important role in the life of air biota. Based on the calculations, the periphyton community structure in the “Danau Bangkau” swamp was about 6,715 – 11,640. Phylum Cyanobacteria (9 species) and Chlorophyta (10 species) were the most common phylum that was found. The presence of several periphyton groups can be a bioindicator. The results of the calculation of the periphyton diversity index showed that the swamp waters of "Danau Bangkau" are included in the category of moderate community stability. Optimal water quality can support periphyton life. Meanwhile, the DO content in the swamp waters of “Danau Bangkau” is relatively low. Therefore, the diversity index value was correlated with quality (temperature, pH, DO and brightness) to determine the relationship of each of these key parameters to periphyton diversity in the “Danau Bangkau” swamp.