Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS PANJANG DAN BERAT UNTUK PENILAIAN PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos Forsskal) YANG DI BUDIDAYAKAN DI KECAMATAN KERSIK PUTIH, KABUPATEN TANAH BUMBU Atika Resti Ningtyas; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ringkasan penelitian ini menganalisis panjang-berat terhadap pertumbuhan Bandeng yang dibudidayakan di Kecamatan Kersik Putih, Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola pertumbuhan berdasarkan panjang dan berat tubuh ikan budidaya. Ikan yang dilakukan uji yaitu ikan bandeng (Chanos chanos Forsskal). Analisis dilakukan dengan mengukur panjang dan berat tubuh ikan bandeng. Pengambilan data dilakukan di tiga lokasi tambak yang berbeda dengan jumlah sampel sebanyak 50 ekor/ tambak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola prtumbuhan ikan bandeng pada masing masing tambak menunjukkan pola allometrik negatif This research summary analyzes the length and weight of the growth of milkfish cultivated in the District of Kersik Putih, Tanah Bumbu Regency. The purpose of this study was to analyze growth patterns based on the length annd bpdy weight of cultured fish. The fish that was tested was milkfish (Chanos chanos Forsskal). The analysis was carried out by measuring the length and weight of milkfish. Data were collected at three different pond locations with a total sample of 50 tfish / pond. The results of the analysis showed that the growth pattern of milkfish in each pond showed a negative allometric.
ANALISIS KUALITAS AIR PADA DUA SUMBER AIR YANG BERBEDA TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (Pangasius pangasius Valenciennes) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR KELURAHAN MENTAOS KECAMATAN BANJARBARU UTARA Ayu Dwi Novita; Zairina Yasmi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas air sangat berpengaruh terhadap kehidupan ikan untuk menentukan pertumbuhan ikan yang baik dan sehat. Air sumur bor adalah salah satu proses penggalian tanah yang dilakukan agar bisa mendapatkan sumber air yang berada di dalam tanah. Sedangkan air irigasi usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang meliputi irigasi tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu dua kualitas air dan kelangsungan hidup benih ikan patin (Pangasius pangasius Valenciennes) dengan metode IP, EQI dan perhitungan survival rate. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret – Oktober 2022. Metode penelitian dilakukan secara langsung (in situ) dan di laboratorium (ek situ). Data dari hasil di lapangan dan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji t- Test: Two-Sample Assuming Equal Variances. Hasil dari metode IP menunjukkan air irigasi dan air sumur tercemar ringan, kemudian untuk hasil metode EQI menunjukkan kualitas air irigasi dan air sumur buruk, sedangkan hasil dari uji t menunjukkan dua parameter kualitas air yakni amonia dan nitrat ada perbedaan yang signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap metode memiliki kriteria status mutu yang berbeda. Water quality greatly affects the life of fish to determine good and healthy fish growth. Drilled well water is one of the soil excavation processes carried out in order to get a source of water in the ground. Meanwhile, irrigation water is an effort to provide, regulate and dispose of irrigation water to support agriculture which includes pond irrigation. This study aims to determine the quality status of two water qualities and the survival of catfish fry (Pangasius pangasius Valenciennes) using the IP, EQI and survival rate calculation methods. The research was conducted in March – October 2022. The research method is carried out directly (in situ) and in the laboratory (ek situ). Data from field and laboratory results were then analyzed using the t-Test: Two-Sample Assuming Equal Variances test. The results of the IP method showed that irrigation water and well water were lightly polluted, then the results of the EQI method showed poor irrigation water and well water quality, while the results of the t test showed two water quality parameters, namely ammonia and nitrate, there were significant differences. This shows that each method has different quality status criteria.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA KOLAM TANAH DAN KOLAM BETON BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linnaeus) DI UPTD-PBAPL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR, KALIMANTAN SELATAN Lita Selviana; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Nila (Oreochromis niloticus, Linnaeus) merupakan ikan konsumsi yang memiliki tingkat pertumbuhan cepat dan mudah dikembangbiakkan dalam budidaya serta tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan yang salah satu pakannya diambil dari pakan alami yaitu plankton. Oleh karena itu, ikan nila biasanya dibudidayakan oleh masyarakat dengan media kolam, baik kolam tanah dan kolam beton. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur komunitas plankton pada kolam tanah dan kolam beton budidaya ikan nila, mengetahui kesesuaian kualitas air pada kolam budidaya ikan nila untuk kehidupan plankton dan mengetahui perbedaan struktur komunitas plankton antara kolam tanah dan kolam beton budidaya ikan nila. Data yang diambil berupa data kualitas air dan analisis plankton. Analisi data yang digunakan dalam perhitungan struktur komunitas plankton adalah uji t untuk kelimpahan plankton (N), indeks keanekaragaman (H’), indeks keseragaman (E) dan indeks dominasi (D). Hasil dari perhitungan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan untuk nilai N pada fitoplankton antar kedua kolam, sedangkan pada nilai H’, E dan D tidak menunjukkan ada perbedaan antar kedua kolam. Untuk nilai N, H’ dan E pada zooplankton menunjukkan ada perbedaan antar kedua kolam, akan tetapi untuk nilai D tidak menunjukkan adanya perbedaan. Selanjutnya, variabel kualitas air yang diukur meliputi kecerahan, suhu, pH, DO, BOD, nitrat (NO3) dan fosfat (PO4) dengan hasil bahwa variabel DO dan BOD masih belum sesuai untuk kehidupan plankton. Nila fish or Tilapia (Oreochromis niloticus, Linnaeus) is a consumable fish that has a fast growth rate and is easy to breed in cultivation and is resistant to changes in environmental conditions, one of which is taken from natural feed, namely plankton. Therefore, tilapia is usually cultivated by the community with pond media, both ground ponds and concrete ponds. The purpose of this study is to determine the structure of plankton communities in soil ponds and concrete ponds for tilapia farming, determine the suitability of water quality in tilapia farming ponds for plankton life and find out the differences in plankton community structure between soil ponds and tilapia farming concrete ponds. The data taken are water quality data and plankton analysis. The data analysis used in the calculation of the structure of plankton communities is the t test for plankton abundance (N), diversity index (H'), uniformity index (E) and dominance index (D). The results of the calculations showed that there was a difference for the value of N in phytoplankton between the two pools, while the values of H', E and D did not show any difference between the two pools. The N, H' and E values in zooplankton show that there is a difference between the two pools, but the value of D does not indicate a difference. Furthermore, the measured water quality variables include temperature, brightness, pH, DO, BOD, nitrate (NO3) and phosphate (PO4) variables with the result that the DO and BOD variables are still not suitable for plankton life.
EFEKTIVITAS DOSIS PUPUK KANDANG BURUNG PUYUH UNTUK KELAYAKAN HIDUP LARVA IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum Bonaparte) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR. Mutiari Mutiari; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk kandang merupakan semua produk buangan yang didapatkan dari hasil peliharaan yang digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah, juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pakan alami karena mengandung unsur hara makro untuk proses fotosintesis pada fitoplankton. Adapun pupuk yang digunakan yaitu berasal dari kotoran burung puyuh. Kotoran burung puyuh juga mengandung protein atau nitrogen yang tinggi. Efektivitas pupuk juga dipengaruhi oleh parameter kualitas air, dapat dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pupuk kandang burung puyuh dan survival rate larva ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum Bonaparte). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret - April 2022. Metode penelitian dilakukan secara langsung (in situ) dan di laboratorium (ek situ). Data dari hasil di lapangan dan laboratorium kemudian dianalisis menggunakan uji one way analysis of variance (ANOVA). Hasil dari uji anova menunjukan untuk perlakuan terhadap pupuk kandang burung puyuh selama penelitian menunjukan P>0,05 yang bearti, H0 diterima sehingga tidak ada perbedaan nyata pada semua perlakuan. Manure is all waste products obtained from pet products that are used to increase nutrients, improve physical properties, and soil biology, as well as affect the growth of natural feed because it contains macro nutrients for the photosynthesis process in phytoplankton. The fertilizer used is derived from quail droppings. Quail droppings are also high in protein or nitrogen. The effectiveness of fertilizers is also influenced by water quality parameters, it can be seen from their physical, chemical and biological characteristics. This study aims to determine the effectiveness of quail manure and the survival rate of freshwater pomfret larvae (Colossoma macropomum Bonaparte). This research was conducted in March - April 2022. The research method is carried out directly (in situ) and in the laboratory (ek situ). Data from field and laboratory results were then analyzed using a one-way analysis of variance (ANOVA) test. The results of the anova test showed that the treatment of quail manure during the study showed that P>0.05 was significant, H0 was accepted so that there was no noticeable difference in all treatments.
EFEKTIVITAS DOSIS PAKAN DAGING AYAM TIREN REBUS UNTUK KELAYAKAN HIDUP BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias Gariepinus Burc) DI UPT. PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA AIR TAWAR MENTAOS TIMUR KALIMANTAN SELATAN Valentin Patintingan; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 6 No 1 (2023): Issue June 2023
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas dosis pengunaan pakan daging ayam tiren rebus terhadap kualitas air untuk kehidupan-benih-ikan-lele-Sangkuriang-(Clarias-gariepinus-Burc). Penelitian di lakukan di UPT. Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar Mentaos Timur Kalimantan Selatan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah RAL yang mana nantinya akan dianalisis menggunakan software SPSS dengan mencari regressi dan korelasi. Penelitian ini dilakukan selama 3minggu yang menggunakan aquarium dengan jumlah pakan yang berbeda. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi : pH (Derajat Keasaman), DO (Dissolved oxygen), Suhu, Amonia (NH3), dan BOD (Biologycal Oxigen Demand). Dari hasil penelitian yang dilakukan pemberian pakan dengan ayam tiren rebus kurang efektif dikarenakan jumlah ikan yang hidup hanya 29,86% yang mana dalam hal ini sangat kurang dari parameter yang sesuai yaitu ikan hidup harus >50%. Kesimpulan dosis yang efektif untuk ikan lele Sangkuriang adalah dengan pemberian 1 gram daging ayam tiren rebus karena dengan pemberian 1 gram daging ayam tiren rebus menghasilkan kelangsungan hidup yang baik untuk ikan lele Sangkuriang dan untuk Pemberian pakan daging ayam tiren rebus mempengaruhi kualitas air dalam akuarium hal ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan lele Sangkuriang. Destination study this knowing effectiveness dose usage feed meat chicken tiren boiled to quality water for life seed Catfish Sangkuriang (Clarias gariepinus Burc). Study in do at UPT. Production Fishery Cultivation Water Bid Mentaos East South Kalimantan. Method which used in study this is Which CRD? later will analyzed use software SPSS with look for regression and correlation. Study this conducted During 3 weeks ago use aquarium with amount feed which different. Variable which used in study cover : pH (Degrees Acidity), DO (Dissolved Oxygen), Temperature, Ammonia (NH3), and BOD (Biologycal Oxygen Demands). From results study which conducted gift feed with chicken tiren boiled not enough effective because amount fish which life only 29.86% which one in Thing this very not enough from parameters that in accordance that is fish life must >50%. Conclusion dose which effective for fish Catfish Sangkuriang is with gift 1 gram meat chicken tiren boiled because with gift 1 gram meat chicken tiren boiled produce continuity life which good for fish Catfish Sangkuriang and for Giving feed meat chicken tiren boiled influence quality water in aquarium Thing this very take effect to continuity life fish Catfish Sangkuriang
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTHOS DI BEBERAPA KAWASAN YANG BERBEDA DI KELURAHAN SUNGAI PARING KECAMATAN MARTAPURA KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Annisa Della Shafira; Dini Sofarini; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem air tawar memiliki kepentingan yang sangat penting karena memiliki sumber yang paling dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia salah satunya perairan sungai. Perairan Sungai Paring yang terletak di kecamatan Martapura kabupaten banjar digunakan sebagai pemasok air oleh masyarakat yang bermukim disekitaran aliran air. Adanya aktivitas masyarakat disekitar perairan sehingga dapat menimbulkan permasalah-permasalahan yang mengganggu keseimbangan perairan terutama organisme Makrozoobenthos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makrozoobenthos & pengaruh parameter pendukung kualitas air terhadap makrozoobenthos. Berdasarkan perhitungan makrozoobenthos struktur komunitas Indeks keanekaragaman (H’) pada Stasiun I dengan kategori rendah, Stasiun II & III kategori sedang. Indeks Keseragaman (E) pada stasiun I rendah sampai dengan sedang, pada Stasiun II & III kategori tinggi dan Indeks Dominasi (C) pada Stasiun I menunjukkan ada yang mendominasi yaitu Tubifex sp, sedangkan Stasiun II & III tidak ada yang mendominasi. Berdasarkan Analisis Regresi Linier Sederhana menunjukkan adanya hubungan antara keanekaragaman makrozoobenthos dengan kualitas air ketiga Stasiun pada variabel BOD menunjukkan hubungan yang sangat kuat sedangkan variabel DO menunjukkan hubungan yang sangat rendah. Freshwater ecosystems have very important interests because they have the most needed sources to meet human needs, one of which is river waters. The waters of the Paring River, which is located in the Martapura sub-district, Banjar Regency, are used as a water supplier by the people who live around the water flow. There are community activities around the waters that can cause problems that disturb the balance of waters, especially macrozoobenthos organisms. This study aims to determine the community structure of macrozoobenthos and the effect of parameters supporting water quality on macrozoobenthos. Based on the calculation of macrozoobenthos community structure diversity index (H') at Station I with low category, Stations II & III medium category. The Uniformity Index (E) at Station I was low to moderate, at Stations II & III the high category and the Dominance Index (C) at Station I showed that one dominated, namely Tubifex sp, while Stations II & III did not dominate. Based on the Simple Linear Regression Analysis, it shows that there is a relationship between macrozoobenthos diversity and water quality for the three stations, the BOD variable shows a very strong relationship, while the DO variable shows a very low relationship.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DAN LAJU PERTUMBUHAN RELATIF TUMBUHAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica (forsk ) PADA LIMBAH SASIRANGAN Indriyanti Nainggolan; Zairina Yasmi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pemanfaatan dan laju pertumbuhan relatif tumbuhan kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) sebagai tumbuhan fitoremediasi pada air limbah sasirangan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, analisis sampel dilakukan di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 28 hari menggunakan baskom dengan variasi biomassa tumbuhan pada tiap perlakuan . Penelitian ini menggunakan Uji deskriptif dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan perlakuan (A1) dengan biomassa kangkung air 100 gram, perlakuan (B1) dengan biomassa kangkung air 200 gram, dan perlakuan (C1) dengan biomassa kangkung air 300 gram, dengan parameter kromium (Cr), kadmium (Cd), dan timbal (Pb) . Data hasil dari penelitian ini dianalisa dengan Uji – T menunjukkan bahwa efektivitas tumbuhan kangkung air berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kromium (Cr) , Penyerapan kromium (Cr) tertinggi terjadi pada perlakuan A1 dengan biomassa kangkung air (Ipomoea aquatica (forsk) sebesar 100 gram, efektivitas tumbuhan kangkung air tidak berbeda nyata terhadap penyerapan kadar logam berat kadmium (Cd) serta timbal (Pb) . Laju pertumbuhan Kangkung air (Ipomoea aquatica forsk) tertinggi terdapat pada perlakuan A1 dengan biomassa100 gram The purpose of this study was to determine the effectiveness of the utilization and relative growth rate of water kale plants (Ipomoea aquatica forsk) as phytoremediation plants in sasirangan wastewater. This research was conducted by experimental sample analysis at the Center for Environmental Health Engineering and Disease Control (CEHEDC) Banjarbaru. This study was carried out for 28 days using a basin with variations in plant biomass in each treatment. This study used a descriptive test with 3 treatments and 3 tests, namely by treatment (A1) with 100 grams of water kale biomass, treatment (B1) with 200 grams of water kale biomass, and treatment (C1) with 300 grams of water kale biomass, with parameters chromium (Cr), cadmium (Cd), and lead (Pb). The data from this study analyzed with Test-T showed that the effectiveness of water kale plants differed markedly from the absorption of heavy metal levels of chromium (Cr), the highest absorption of chromium (Cr) occurred in the A1 treatment with water kale biomass (Ipomoea aquatica (forsk) of 100 grams, the effectiveness of water kale plants there is no marked difference to the absorption of heavy metal levels kadmium (Cd) and lead (Pb) . The highest growth rate of water kale (Ipomoea aquatica forsk) was found in the A1 treatment with biomass of 100 grams.
KESUBURAN PERAIRAN KOLAM BENIH DAN INDUK KOLAM IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO) BERDASARKAN KANDUNGAN NITRAT, FOSFAT, SERTA KELIMPAHAN FITOPLANKTON PADA UPTD-PBAL KARANG INTAN, DESA JINGAH HABANG, KECAMATAN KARANG INTAN, KABUPATEN BANJAR, PROVINSI KALIMANTAN S Krisna Wahyu Anjani; Suhaili Asmawi; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unit pelaksanaan teknis daerah perikanan budidaya air payau dan laut karang intan adalah salah satu instansi yang berkegiatan pada ranah budidaya perikanan, mulai dari pemijahan hingga pembesaran. Kegiatan budidaya tak lepas kaitannya dengan kesuburan perairan serta pakan alami yang terkandung didalamnya. Fitoplankton sebagai organisme autotrof yang dapat memproduksi makanan melalui proses fotosintesis, sehingga menjadikannya sebagai produsen perairan atau pakan alami bagi organisme air lainnya. Fitoplankton dapat ditumbuhkan melalaui proses pemupukan pada kolam budidaya. Pupuk mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh fitoplankton. Perairan dapat dikatakan subur apabila dapat memproduktivitas pakan alami serta terdapat kandungan unsur hara berupa nitrat dan fosfat. Kandungan kadar nitrat fosfat serta kelimpahan pakan alami yaitu fitoplankton dapat menjadi indikator kesuburan pada perairan. The technical implementation unit for brackish water and coral diamond marine aquaculture is one of the agencies that engages in aquaculture activities, from spawning to rearing. Cultivation activities cannot be separated from the fertility of the waters and the natural food contained therein. Phytoplankton as autotrophic organisms that can produce food through the process of photosynthesis, thus making it a producer of waters or natural food for other aquatic organisms. Phytoplankton can be grown through the fertilization process in aquaculture ponds. Fertilizer contains nitrogen and phosphorus elements needed by phytoplankton. Waters can be said to be fertile if they can produce natural feed and contain nutrients in the form of nitrates and phosphates. The content of nitrate phosphate levels and the abundance of natural feed, namely phytoplankton, can be an indicator of fertility in the waters.
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) DALAM PERBAIKAN KUALITAS PERAIRAN LIMBAH TAMBANG BATU BARA M. Rafiiansyah Nafis; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji
AQUATIC Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 5 No 2 (2022): Issue Desember-Aquatic Journal
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada void di PT. Anugerah Lumbung Energi Site Kintap Provinsi Kalsel yang berdampak pada parameter endapan suspensi dan pH Perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok bepengaruh terhadap penurunan kadar TSS untuk perbaikan kualitas limbah tambang batu bara dengan nilai TSS berkisar antara 6.9 mg/l -122 mg/l pada pengamatan hari ke 2 perlakuan A3 (150 gr) merupakan penurunan kadar TSS paling rendah. Hasil pengujian Analisis Varian menunjukkan bahwa perlakuan A1 (50 gr). Rata- rata penurunan kandungan pH hari ke 1 sebesar (0.55mg/l), hari ke 2 sebesar (0.61mg/l), hari ke 3 sebesar (0.64mg/l), hari ke 4 sebesar (0.92mg/l), hari ke 5 sebesar (0.99 mg/l). Memiliki tingkat penurunan presentase hari ke 1 (33.46 %) hari ke 2 (17.21%) hari ke 3 (0.96%) hari ke 4 (0.95%) hari ke 5 (0.95%). Nilai rata-rata pengamatan masih dibawah baku mutu. Perlakuan A2 (100gr) berpengaruh terhadap efektivitas pemanfaatan eceng gondok (eichhornia crassipes (mart.) solms). The research was conducted on voids at PT. Anugerah Lumbung Energi Kintap Site, South Kalimantan Province which has an impact on the parameters of suspension deposits and pH of the waters. The results showed that water hyacinth had an effect on reducing TSS levels for improving the quality of coal mine waste with TSS values ​​ranging from 6.9 mg/l -122 mg/l on the second day of observation, treatment A3 (150 g) was the lowest decrease in TSS levels. The results of the Analysis of Variance test showed that the treatment was A1 (50 gr). The average decrease in pH content on day 1 was (0.55mg/l), day 2 was (0.61mg/l), day 3 was (0.64mg/l), day 4 was (0.92mg/l), day 5 of (0.99 mg/l). Has a decreasing rate of percentage on day 1 (33.46%) day 2 (17.21%) day 3 (0.96%) day 4 (0.95%) day 5 (0.95%). The average value of observations is still below the quality standard. Treatment A2 (100gr) affected the effectiveness of the use of water hyacinth (Eichhornia crassipes (mart.) solms).
STATUS MUTU AIR SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI MONTALLAT KABUPATEN BARITO UTARA, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Nadya Aqila Saharani; Abdur Rahman; Deddy Dharmaji; Mijani Rahman
Fish Scientiae Vol 13 No 1 (2023): Issue June-Fish Scientiae Journal
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Resources of Lambung Mangkurat University-South Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/fishscientiae.v13i1.205

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami status mutu air Sub DAS Montallat menggunakan nilai indeks pencemaran (IP) serta mengetahui Daya Tampung Beban Pencemar perairan Sub DAS Montallat menggunakan Metode Neraca Massa. Metode pengolahan data yang dipakai penelitian ini adalah indeks pencemaran, daya tamung beban pencemar, dan perhitungan debit. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), stasiun I tergolong cemarr ringan, stasiun II memenuhi baku mutu dengan kategori cemar ringan, dan stasiun III juga memenuhi baku mutu hingga cemar ringan. Analisis Daya Tampung Beban Pencemar (DTBP) menunjukkan hasil negatif untuk parameter BOD dan DO, sementara parameter TSS, nitrat, dan fosfat menunjukkan hasil positif. Nilai daya tampung menunjukkan bahwa kandungan pencemar pada lokasi tersebut melebihi daya tampung sungai untuk parameter BOD dan DO. This study aims to determine the water quality status of the Montallat Sub-watershed using the pollution index value (IP) and to determine the Pollutant Load Capacity of the Montallat Sub-watershed using the Mass Balance Method. The data processing method used in this research is pollution index, pollutant load carrying capacity, and discharge calculation. Based on calculations using the Pollution Index (IP) method, station I is classified as lightly polluted, station II meets the quality standard to be lightly polluted, and station III also meets the quality standard to lightly polluted. Analysis of Pollutant Load Carrying Capacity (DTBP) showed negative results for the parameters BOD and DO, while the parameters TSS, nitrate and phosphate showed positive results. The carrying capacity value indicates that the pollutant content at that location exceeds the river's carrying capacity for BOD and DO parameters.