Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

DINAMIKA POPULASI PLANKTON PADA KOLAM PENDEDERAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) SEBELUM PENEBARAN BENIH DI BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERIKANAN BUDIDAYA (BPTPB) CANGKRINGAN Endah Ratna Sari; Sudarsono Sudarsono; Tien Aminatun
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 7 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 7 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i7.7858

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis dan dinamika populasi plankton pada kolam pendederan ikan nila (Oreochromis niloticus) sebelum penebaran benih di BPTPB Cangkringan, Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilakukan pada kolam pendederan dengan luas 50 m2 dan pengambilan sampel air dilakukan selama lima hari pada lima titik dengan teknik komposit sebanyak tiga kali. Hasil penelitian ini diperoleh plankton 51 jenis dari 12 kelas plankton yang terbagi dalam 6 kelas fitoplankton dan 6 kelas zooplankton. Dinamika populasi plankton dengan kelimpahan fitoplankton tertinggi pada hari ke 4 mencapai 492,66 indv/L pada kelas Bacillariophyceae dan terendah pada hari ke 1 mencapai 2,24 indv/L pada kelas Xantophyceae, untuk zooplankton kelimpahan tertinggi pada hari ke 4 mencapai 2733,79 indv/L pada kelas Rotatoria dan terendah pada hari ke 1 mencapai 1,12 indv/L pada kelas Actinopoda. Kata Kunci : dinamika populasi, plankton, kolam pendederan
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA MUSIM PENGHUJAN DI TELAGA WINONG KECAMATAN SAPTOSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Pratiwi Megarani; Sudarsono Sudarsono; triatmanto triatmanto
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 7 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 7 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i7.6028

Abstract

Penelitian mengenai Struktur Komunitas Plankton pada Musim Penghujan di Telaga Winong Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul bertujuan untuk mengetahui jenis plankton, kelimpahan plankton, indeks keanekaragaman plankton, indeks dominansi plankton serta kondisi perairan telaga Winong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Mei 2016 dengan menyaring sampel air telaga menggunakan planktonnet no 25. Sampel diawetkan menggunakan gliserin dan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi Edmonson (1996) dan Needham (1973). Pengukuran kondisi fisika dan kimia perairan dilakukan pada setiap stasiun meliputi pengukuran intensitas cahaya, kekeruhan, kedalaman, suhu, pH, DO, BOD, COD, nitrat, fosfat, sulfat dan kalsium. Hasil penelitian diperoleh plankton yang terdapat di telaga Winong terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton terdiri dari 3 kelas yaitu Chlorophyceae, Cyanophyceae dan Bacillariophyceae. Zooplankton terdiri dari 5 kelas yaitu Monogonanta, Maxillopoda, Imbrichaeta, Granuloreticulosa dan Tubulinea. Kelimpahan plankton telaga Winong sebesar 11.712,346 individu/liter, Indeks keanekaragaman plankton sebesar 1,6039, Indeks dominansi plankton 0,7325. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telaga Winong dalam kondisi tercemar sedang.Kata kunci : plankton, identifikasi, kelimpahan, keanekaragaman, dominansi
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN OBAT DAN PEMANFAATANNYA DI HUTAN TURGO, PURWOBINANGUN, PAKEM, SLEMAN, YOGYAKARTA Lia Pramusintia Daru Mukti; Sudarsono Sudarsono; Sulistiyono Sulistiyono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 5 (2016): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i5.5872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai keanekaragaman jenis tumbuhan obat kelompok herba, semak, perdu, terna, dan liana di Hutan Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta serta pemanfaatannya.            Jenis rancangan penelitian ini berdasarkan pendekatan kualitatif (Qualitative Research). Teknik pengambilan contoh yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Pengambilan data diawali dengan survey lapangan, selanjutnya pengambilan contoh (eksplorasi) pada area penelitian di Hutan Turgo dilihat posisi pohon-pohon besar merata atau tidak sehingga bisa dianggap homogen atau heterogen lalu delineasi dilanjutkan dengan mengidentifikasi tipe habitat. Parameter lingkungan yang diukur antara lain suhu udara, kelembaban udara, pH tanah, dan intensitas cahaya. Identifikasi dilakukan berdasarkan literatur yang ada. Wawancara dengan responden dilakukan dengan teknik snowball.            Hasil penelitian di Hutan Turgo ditemukan 19 suku tumbuhan yang terdiri  dari 33 jenis tumbuhan berkhasiat obat. Tumbuhan obat tersebut dapat dimanfaatkan dengan cara bervariasi, yakni untuk pengobatan dari luar yakni dengan cara tumbuhan ditempelkan dan dioleskan pada bagian kulit yang diinginkan serta pengobatan dari dalam dengan cara tumbuhan diseduh lalu diminum, dimakan langsung, ataupun dengan cara diolah menjadi suatu masakan. Tumbuhan obat yang ditemukan di Hutan Turgo biasa digunakan untuk mengobati penyakit sehari-hari seperti masuk angin, sariawan, sakit perut, bisul, diare, dll. Namun ada pula yang dapat mengobati penyakit menahun seperti stroke, ambeien, sakit paru-paru, sakit lever, kanker, dll.           Kata kunci: keanekaragaman  jenis, tumbuhan obat.
KUALITAS PERAIRAN DI SUNGAI BEDOG, YOGYAKARTA BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN PLANKTON Astri Zayanna Fauzia; Suhartini Suhartini; Sudarsono Sudarsono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i6.6023

Abstract

Sungai yang mengalir di Yogyakarta sangat banyak, salah satu sungai adalah Sungai Bedog. Di sekitar perairan tersebut terdapat beberapa jenis penggunaan lahan dan juga perubahan keadaan lingkungan sehingga dapat menurunkan kualitas air di Sungai Bedog, maka dari itu perlu dilakukan pengamatan tentang organisme yang terdapat di perairan tersebut, khusunya plankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis plankton di Sungai Bedog, perbedaan jenis plankton di setiap stasiun penelitian, indeks keanekaragaman plankton di setiap stasiun dan kualitas perairan berdasarkan nilai indeks keanekaragaman plankton di Sungai Bedog. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Februari – April 2016. Lokasi pengambilan sampel berada pada 5 titik (stasiun) di sepanjang Sungai Bedog dari hulu hingga hilir sungai. Setelah pengambilan sampel lalu dilakukan pengamatan di laboratorium, penghitungan jumlah plankton dan penghitungan indeks keanekargaman menggunakan teori Shannon-Winner. Keadaan perubahan lingkungan yang terjadi mempengaruhi keadaan air sungai Bedog dan juga mempengaruhi keberlangsungan hidup plankton air. Ditandai dengan perubahan faktor fisik-kimia yang mempengaruhi pertumbuhan plankton dalam air. Keanekaragaman akan tinggi jika beberapa jenis organisme berkembang merata dan tidak terjadi dominansi yang tinggi. Indeks keanekaragaman Sungai Bedog yaitu 2,124 ind/L sehingga keadaan ini masuk dalam kategori sedang dan stabilias plankton di sepanjang sungai Bedog dalam kondisi sedang, sehingga perairan pada Sungai Bedog dalam kondisi tercemar sedang. Kata kunci : Plankton, Keanekaragaman, Sungai Bedog
Nilai Penting dan Kemerataan Plankton di Perairan Sungai Bedog Rifa Hidayatun; Sudarsono Sudarsono; Sukiya Sukiya
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i4.5853

Abstract

Penelitian mengenai nilai penting dan kemerataan plankton di Sungai Bedog telah dilakukan pada bulan Februari 2016. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis plankton, nilai penting tertinggi plankton, dan kemerataan plankton di perairan Sungai Bedog dari hulu (Desa Turi, Kabupaten Sleman) sampai hilir (Pantai Baru, Kabupaten Bantul).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan purposive sampel didasarkan pada perubahan penggunaan DAS Bedog dari hulu sampai hilir. Pengambilan sampel plankton dilakukan dengan mengambil sampel air sebanyak 50 liter kemudian menyaringnya  menggunakan planktonnet. Sampel diawetkan menggunakan gliserin dan diidentifikasi di laboratorium biologi menggunakan buku identifikasi Edmonson (1996) dan Needham and Needham (1973). Pengukuran kondisi fisika dan kimia lingkungan dilakukan pada setiap stasiun meliputi pengukuran suhu air, kuat arus, kekeruhan, pH, intensitas cahaya, salinitas, DO, BOD, nitrat, dan fosfat.Hasil penelitian diperoleh plankton yang terdapat di Sungai Bedog terdiri dari fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton yang ditemukan terdiri dari 4 kelas yaitu Bacillariophyceae (17 jenis), Chlorophyceae (10 jenis), Cyanophyceae (7 jenis), dan Conjugate (2 jenis). Zooplankton terdiri dari 6 kelas yaitu Rotifera (20 jenis), Sarcodina (2 jenis), Crustacea (2 jenis), Copepoda (3 jenis), Tubulinea (1 jenis), dan Lobosea (1 jenis). Tabelaria binalis adalah jenis dengan nilai penting tertinggi yaitu 90,12. Kelas Bacillariophyceae adalah kelas dengan nilai penting tertinggi yaitu 192,22. Nilai penting fitoplankton lebih tinggi dibandingkan nilai penting zooplankton yaitu 241,91 dan 58,09. Kemerataan fitoplankton cukup merata, sedangkan zooplankton kurang merata, dan plankton secara keseluruhan di Sungai Bedog adalah cukup merata. Kata kunci : plankton, identifikasi, nilai penting, kemerataan, Sungai Bedog
PENGARUH PERBEDAAN JENIS DAN DOSIS MEDIA KULTUR (KOTORAN SAPI DAN VERMIKOMPOS) TERHADAP BIOMASSA MUTLAK CACING SUTRA (Tubifex sp) DALAM SISTEM RESIRKULASI Novia Locita Saputri; Sudarsono Sudarsono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 8 (2018): Jurnal Prodi Biologi Vol 7 No 8 Tahun 2018
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i8.13412

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis media kultur apa yang sesuai dengan pertumbuhan biomassamutlak cacing sutra, mengetahui dosis yang sesuai dengan pertumbuhan biomassa mutlak cacing sutra. Cacingsutra dikultur dalam wadah dengan media kultur dan dosis yang berbeda yaitu kotoran sapi dan vermikomposdengan konsentrasi perlakuan 0 gram, 400 gram, 500 gram, 600 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediadengan perlakuan kotoran sapi dengan dosis 600 gram/wadah menunjukkan penambahan biomassa mutlak cacingsutra tertinggi dengan rata-rata sebesar 23,30±2,43 gram, menunjukan hasil yang berpengaruh nyata terhadapbiomassa mutlak cacing sutra.Kata kunci: Cacing sutra, kotoran sapi ,vermikompos , lumpur, Biomassa mutlak
KUALITAS PERAIRAN DI TELAGA SARANGAN MAGETAN JAWA TIMUR BERDASARKAN INDEKS KEANEKARAGAMAN PLANKTON Esa Chorik Darwanti; Sudarsono Sudarsono
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Prodi Biologi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v7i1.11999

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman plankton dan mengetahui kualitasperairan berdasarkan indeks keanekaragaman plankton di Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.Metode penelitian ini purposive sampling, pengambilan sampel pada lima stasiun menggunakan plankton net sertauji sifat fisika dan kimia air. Sampel diidentifikasi dan dianalisis dengan menghitung nilai densitas, nilai indekskeanekaragaman Shanon-Wienner, indeks kemerataan dan indeks dominansi. Hasil penelitian teridentifikasi 61jenis 11 kelas plankton terbagi kedalam 11 kelas. Komposisi jenis plankton tertinggi stasiun I (32 ind/L).Kelimpahan plankton (11.597 ind/L ) sehingga dikategorikan mesotrofik dan didominasi kelas Bacillarophyceae.Nilai indeks keanekaragaman plankton berkisar antara 2,8899-3,0285 ind/L, yang berarti kualitas perairantercemar ringan. Nilai indeks kemerataan relatif sedang berkisar antara 0,7030-0,7363 ind/L yang menunjukkanpenyebaran merata.dan nilai indeks dominansi 0,1081-0,2777.Kata kunci : plankton, kualitas perairan, keanekaragaman, Telaga Sarangan
KELIMPAHAN DAN TINGKAT KESUBURAN PLANKTON DI PERAIRAN SUNGAI BEDOG Aprilia Anggraini; Sudarsono Sudarsono; Sukiya Sukiya
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 5, No 6 (2016): Jurnal Biologi Vol 5 No 6 tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v5i6.5923

Abstract

Penelitian yang berjudul Kelimpahan dan Tingkat Kesuburan Plankton di Perairan Sungai Bedog ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis plankton, kelimpahan dan tingkat kesuburan plankton serta hubungan antara kelimpahan plankton dengan kondisi fisik-kimia lingkungan di perairan Sungai Bedog. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian ini dilakukan pada awal bulan Januari sampai April 2016. Lokasi pengambilan sampel air dilakukan dari bagian hulu sampai bagian hilir Sungai Bedog. Pengambilan sampel dilakukan secara langsung ke lapangan dengan cara menyaring air sampel sebanyak 50 liter menggunakan planktonnet. Air sampel yang telah tersaring diawetkan menggunakan gliserin. Air sampel diamati di laboratorium menggunakan mikroskop dan kemudian diidentifikasi. Pengukuran parameter kimia dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis plankton yang ditemukan di perairan Sungai Bedog terdiri atas 38 jenis fitoplankkton dan 31 jenis zooplankton. Nilai densitas total plankton di perairan Sungai Bedog berkisar antara 99,42 sampai 188,98 Ind/L yang menunjukkan bahwa kelimpahan plankton di perairan Sungai Bedog tidak begitu melimpah dengan tingkat kesuburan plankton yang rendah atau disebut dengan perairan oligotrofik. Kondisi fisik dan kimia lingkungan di Perairan Sungai Bedog tidak terlalu berpengaruh terhadap kelimpahan planktonnya dikarenakan masih dalam batas toleransi yang digunakan oleh plankton. Kata Kunci    : Kelimpahan dan Tingkat Kesuburan, Plankton, Sungai Bedog
KEMELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ZOOPLANKTON DI PADANG LAMUN PESISIR PANTAI PANCURAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA gendra devi putra achir; Sudarsono Sudarsono; Tien Aminatun
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 6 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 6 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i6.7812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis zooplankton, mengetahui kemelimpahan zooplankton, dan mengetahui nilai indeks keanekaragaman zooplankton di padang lamun Pantai Pancuran Taman Nasional Karimunjawa. Jenis Penelitian ini adalah deksriptif ekploratif. Penentuan daerah sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling. Titik-titik pengambilan sampel ditentukan dengan kaedah standar yaitu lapisan permukaan 0,2 D; lapisan tengah 0,4 D, 0,6 D; dan lapisan dalam 0,8 D. Ditetapkan delapan titik sampel dan dilakukan pengulangan sebanyak dua kali pengambilan sampel air untuk setiap titik sampel. Pengambilan sampel air menggunakan plankton net ukuran 25 dengan volume air sebanyak 50 liter. Terdapat 24 genus, nematoda, rhizopoda, polychaeta, hirudinea dan larva. Nilai kemelimpahan zooplankton disemua titik sampel berkisar antara 2.895-8.299 ind/L. Nilai tertinggi ditemukan pada stasiun B pada kedalaman 0,2 D, sedangkan  nilai terendah ditemukan pada stasiun G pada kedalaman 0,8 D. Nilai indeks keanekaragaman zooplankton disemua titik sampel berkisar antara 0,154-0,24. Nilai tertinggi ditemukan pada titik sampel E pada kedalaman 0,6 D, sedangkan nilai terendah ditemukan pada titik sampel B pada kedalaman 0,2 D. Indeks keanekaragaman zooplankton pada semua titik sampel merupakan indeks yang tergolong rendah. Kata kunci: zooplankton, pantai pancuran, taman nasional karimunjawa
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON PADA MUSIM PENGHUJAN DI TELAGA BROMO KECAMATAN PALIYAN KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA Annisa Kusumaningrum; Sudarsono Sudarsono; Suhartini suhartini
Kingdom (The Journal of Biological Studies) Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Prodi Biologi Vol 6 No 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/kingdom.v6i2.6122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas plankton serta kualitas fisik-kimia perairan di Telaga Bromo selama musim penghujan pada bulan Januari-Maret 2016. Penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan 4 stasiun yaitu pada tempat mencuci, tengah telaga, tempat dengan naungan vegetasi dan tempat yang tidak memiliki naungan vegetasi. Pengambilan sampel dilakukan 5 kali dengan 5 kali ulangan pada masing-masing stasiun. Hasil identifikasi diperoleh 2 divisi fitoplankton dengan 8 marga dan 3 filum zooplankton dengan 8 marga. Rata-rata densitas fitoplankton berkisar antara 499,13-1.188.576,82 ind/l, sedangkan rata-rata densitas zooplankton berkisar antara 0-138.319,12 ind/l. Data curah hujan dan data kelimpahan plankton yang didapat menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas hujan semakin berkurang kelimpahan plankton. Nilai indeks keanekaragaman berdasarkan indeks Shanon-Wiener menunjukkan skala 0H’1 sehingga Telaga Bromo memiliki kualitas air tercemar dengan status ekosistem yang labil. Indeks kemerataan jenis menunjukkan bahwa komunitas di Telaga Bromo tidak beragam sehingga terdapat dominansi. Genus yang mendominasi fitoplankton adalah Microcystis sedangkan zooplankton adalah genus Brachionus. Kata Kunci :Plankton, Struktur Komunitas Plankton, Telaga Bromo