Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN JELLY DRINK Averrhoa blimbi L. (KAJIAN PROPORSI BELIMBING WULUH : AIR DAN KONSENTRASI KARAGENAN) [IN PRESS JULI 2014] Firdausia Agustin; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belimbing Wuluh (Averrhoa blimbi L.) mengandung vitamin C sebesar 25 mg/100 g buah segar, dengan kadar air tinggi ± 93% membuat buah ini mudah rusak dan daya simpannya singkat (4-5 hari), sehingga diperlukan pengolahan agar belimbing wuluh memiliki umur simpan lebih lama, dengan mengolah buah menjadi jelly drink. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh proporsi belimbing wuluh : air dan konsentrasi karagenan terhadap karakteristik jelly drink serta menentukan jelly drink perlakuan terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari proporsi belimbing wuluh:air yaitu 1:1, 1:3 dan konsentrasi karagenan 0.80%, 1.00%, 1.20%. Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil Jelly drink perlakuan terbaik rerata pH 2.63, total asam 1.23%, vitamin C 9.62 mg/100 g, viskositas 0.82 cps, sineresis 2.26 mg/menit.   Kata Kunci: Belimbing Wuluh, Vitamin C, Jelly Drink
PEMANFAATAN SELULOSA DARI KULIT BUAH KAKAO (Teobroma cacao L.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN CMC (Carboxymethyl Cellulose) [IN PRESS JULI 2014] Dianrifiya Nisa; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil kakao ketiga di dunia dengan produksi yang terus tumbuh 3,5% tiap tahunnya. Limbah kulit kakao ini salah satunya banyak mengandung 32-45% serat kasar yang berupa lignin dan selulosa. Selulosa merupakan polisakarida yang jika terhidrolisis akan menghasilkan monomer glukosa dan beberapa selobiosa. Sifat dari selulosa ini yaitu tidak larut didalam air dan sangat mudah menyerap air, sehingga cocok digunakan sebagai bahan baku pembuatan CMC (carboxy methyl cellulose). Pembuatan CMC terdiri dari dua tahap yaitu alkalisasi dan karboksimetilasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu RAK (Rancangan Acak Kelompok) menggunakan 2 faktor yaitu konsentrasi Asam trikloroasetat (20% dan 30%) dan lama waktu agitasi (1 jam, 2 jam, 3jam) dengan 3 kali ulangan. Data yg didapatkan akan dilakukan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya konsentrasi Asam Trikloroasetat dan lama agitasi yang dilakukan memberikan interaksi yang nyata terhadap derajat substitusi dan banyaknya konsentrasi Asam Trikloroasetat memberikan pengaruh  nyata terhadap kelarutan dalam air, dan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, pH, viskositas, dan warna.   Kata kunci: Karboksimetilasi, Selulosa, CMC (carboxy methyl cellulose, Kulit Kakao (Teobroma cacao L.)
KARAKTERISASI EDIBLE FILM DARIPATI JAGUNG DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT KUNYIT PUTIH SEBAGAI ANTIBAKTERI [IN PRESS JULI 2014] Riza Rizki Amaliya; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edible film merupakan lapisan tipis yang terbuat dari bahan yang bersifat hidrokoloid serta lemak atau campurannya yang berfungsi sebagai penghambat transfer massa serta dapat digunakan sebagai pembawa senyawa antibakteri yang dapat melindungi produk dari bakteri patogen. Senyawa antibakteri salah satunya fenol dapat ditemukan pada kunyit putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh perpaduan proporsi pati jagung dan filtrat kunyit putih yang tepat untuk menghasilkan edible film yang mempunyai sifat fisik, kimia dan antibakteri yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah konsentrasi pati jagung yang terdiri dari 1, 2 dan 3% (b/vtotal). Faktor kedua adalah konsentrasi filtrat kunyit putih terdiri dari 1, 4 dan 7% (v/vtotal). Analisis data dilakukan dengan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT (α=5%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Multiple Atribute. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik diperoleh pada penambahan konsentrasi pati 3% dan filtrat kunyit putih 1%.   Kata kunci: Antibakteri, Edible film, Kunyit putih, Pati jagung
PENGARUH MODIFIKASI KIMIA DENGAN STTP TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG UBI JALAR UNGU [IN PRESS JULI 2014] Viprillia Andita Widhaswari; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu dapat dikembangkan dan dimanfaatkan menjadi produk antara lain berupa tepung. Namun, penggunaan tepung ubi jalar ungu ini tidak dapat digunakan terlalu banyak dalam pembuatan bahan makanan karena karakteristik patinya memiliki stabilitas yang kurang kokoh. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi terhadap tepung ubi jalar ungu sehingga karakteristik sifat fisik dan kimianya menjadi lebih baik salah satunya dengan modifikasi kimia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor I adalah konsentrasi STPP (0.5% dan 1%) dan faktor II lama perendaman STPP (1 jam dan 1.5 jam)  dengan 3 kali pengulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dengan level beda nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi STPP memberikan pengaruh yang nyata terhadap kenaikan kadar pati, kenaikan kadar abu, penurunan kadar amilosa, kenaikan pH, penurunan kemerahan warna, dan peningkatan kekuningan warna. Perlakuan lama perendaman dan interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter.   Kata kunci: Modifikasi kimia, STPP, Tepung, Ubi jalar ungu
PEMBUATAN MINUMAN SERBUK MARKISA MERAH (Passiflora edulis f. edulis Sims) (KAJIAN KONSENTRASI TWEEN 80 DAN SUHU PENGERINGAN) [IN PRESS JULI 2014] Yesi Ika Susanti; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah markisa merah memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Fitokimia yang berperan adalah karotenoid dan polifenol. Buah markisa merupakan sumber vitamin C yang baik sebagai antioksidan alami. Bentuk serbuk yang lebih praktis diharapkan dapat menambah umur simpan, dapat menambah minat mengkonsumsi markisa yang kaya zat gizi, serta mudah untuk didistribusikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh konsentrasi tween 80 dan suhu pengeringan dengan metode foam mat drying terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah konsentrasi tween 80 (0.10%, 0.50%, dan 1.00% v/vtotal) sedangkan faktor kedua adalah suhu pengeringan (50⁰C dan 70⁰C). Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT(α = 5%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Indeks Efektifitas de Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perlakuan terbaik serbuk markisa menurut parameter fisik dan kimia diperoleh dari perlakuan konsentrasi tween 80 1% dan suhu pegeringan 50⁰C.   Kata kunci: Foam Mat Drying, Tween 80, Markisa Merah, Karotenoid  
KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA PATI UBI JALAR ORANYE HASIL MODIFIKASI PERLAKUAN STPP (LAMA PERENDAMAN dan KONSENTRASI) [IN PRESS OKTOBER 2012] Dyah Ayu Retnaningtyas; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar mengandung: 32.20 g karbohidrat; 1.10 g protein; 0.40 g lemak; dan 900 Sl.Provitamin A (betakaroten), membuat ubi jalar ini mudah rusak sehingga diperlukan inovasisuatu produk yaitu pati modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruhmodifikasi kimia dengan perlakuan konsentrasi STPP dan lama perendaman sertamenentukan pati modifikasi perlakuan terbaik. Metode yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok yang terdiri dari konsentrasi STPP 0.5% dan 1.0 % dan lama perendaman(1.0 dan 1.5 jam). Data hasil pengamatan dengan dianalisis ANOVA dilanjutkan uji lanjutBNT. Hasil pati modifikasi perlakuan terbaik memiliki rerata kadar air 11.3%, pati 84.95%,amilosa 28.86%, kecerahan 69.93, swelling power 4.63 g/g, solubilitas 1.33%, dan viskositas 1219 cP.Kata Kunci: Modifikasi kimia, Pati, STPP, Ubi jalar ungu
PEMBUATAN SERBUK EFFERVESCENT MIANA (Coleus (L) benth) : KAJIAN KONSENTRASI DEKSTRIN DAN ASAM SITRAT TERHADAP KARAKTERISTIK SERBUK EFFERVESCENT [IN PRESS OKTOBER 2014] Dimas Rizal; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sumber antioksidan alami yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan fungsional adalah miana (Coleus (L.) benth.). Penelitian ini bertujuan untuk mempertahankan senyawa yang berperan sebagai antioksidan, dirancang formulasi dengan kajian jenis dekstrin dan asam sitrat yang akan berpengaruh terhadap antioksidan dan karakterstik serbuk effervescent. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi dekstrin yang terdiri dari 3 level. Faktor II adalah konsentrasi asam sitrat yang terdiri dari 3 level. Selanjutnya perbandingan BNT pada (α = 0,05) apabila berbeda nyata, dan jika ada interaksi antara kedua faktor maka dilanjutkan dengan uji DMRT. Untuk uji organoleptik menggunakan Quantitative Deskriptif Analysis (QDA) of Pilot Studi Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode multiple atribute Zeleny.Perlakuan terbaik didapatkan pada penambahan konsentrasi dekstrin 5% dan asam sitrat 5%. Adapun hasil analisis fisik dan kimianya sebagai parameter adalah rerata kadar air 3.84%, kadar total fenol 4201 mg/100g, kadar tanin 8084.93 mg/100g, aktivitas antioksidan 70.66%, tingkat kecerahan(L*) 46.63, tingkat kemerahan(a*) 12.33, tingkat kekuningan(b*) 12.80, dan rerata kelarutan 91.76 %.   Kata Kunci : Miana, Antioksidan, Dekstrin, Asam sitrat, Serbuk Effervescent  
PENGARUH PROPORSI KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN ASAM JAWA (Tamarindus indica) TERHADAP KARAKTERISTIK LEATHER KUNYIT ASAM [IN PRESS JANUARI 2016] Ruthia Kristi Wijayanti; Widya Dwi Rukmi Putri; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leather merupakan salah satu produk olahan yang pada umumnya dibuat dari bahan-bahan berserat dan biasanya disajikan dalam bentuk lembaran tipis sekitar ± 1 mm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi kunyit dan asam jawa yang ditambahkan terhadap karakteristik fisik, kimia dan organoleptik leather kunyit asam, serta mengetahui kombinasi perlakuan terbaik untuk penambahan kunyit dan asam jawa pada leather kunyit asam. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu faktor I adalah proporsi kunyit (4%, 8% dan 12% (b/v)) dan faktor II adalah proporsi asam jawa (5%, 10% dan 15% (b/v)). Data dianalisis menggunakan metode analisis ragam (ANOVA) dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT dengan selang kepercayaan 5%. Leather kunyit asam perlakuan terbaik segi kimia fisik diperoleh pada penambahan kunyit 12% (b/v) dan asam jawa 5% (b/v). Leather kunyit asam perlakuan terbaik segi organoleptik diperoleh pada penambahan kunyit 8% (b/v) dan asam jawa 10% (b/v).   Kata Kunci: Antioksidan, Asam Jawa, Kunyit, Leather Kunyit Asam
PENGARUH KENCUR (Kaempferia galanga L.) DAN MADU KELENGKENG (Nephelium longata L.) TERHADAP KARAKTERISTIKSPICE LEATHER [IN PRESS JANUARI 2016] Florentine Ekaristya; Widya Dwi Rukmi Putri; Nur Ida Panca Nugrahini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan rimpang kencur dan madu kelengkeng terhadap karakteristik spice leather. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu proporsi rimpang kencur (12%, 15%, 18%) dan madu kelengkeng (10%, 20%, 30%). Spice leather dengan perlakuan terbaik adalah yang menggunakan proporsi rimpang kencur 18% dan madu kelengkeng 30% dengan karakteristik: total asam 1.09%, serat kasar 0.32%, total gula 44.5%, gula pereduksi 4.69%, total fenol 6352.3 ppm, flavonoid 2353.3 ppm, aktivitas antioksidan 62.49%, kadar air 24%, tekstur 4.8 mm/s, nilai pH 3.5, dan tingkat kecerahan (L*) 32.25. Hasil uji organoleptik spice leather perlakuan terbaik memiliki skor rasa 4.5 (agak menyukai); warna 5.05 (agak menyukai); tekstur 4.85 (agak menyukai); aroma 4.55 (agak menyukai); dan kelengketan 4.6 (agak menyukai).   Kata kunci: Leather, Madu Kelengkeng, Rimpang Kencur
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG SORGUM COKLAT UTUH (WHOLE GRAIN BROWN SORGHUM FLOUR) TERFERMENTASI RAGI TAPE [IN PRESS APRIL 2016] Yoga Armanda; Widya Dwi Rukmi Putri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sorgum coklat berpotensi untuk dikembangkan menjadi tepung namun sifat alami tepung sorgum yang tidak tahan terhadap suhu tinggi, kekentalan yang rendah serta kekuatan pembengkakan (swelling power) dan kelarutan terbatas menyebabkan tepung sorgum terbatas penggunaannya dalam industri pangan. Untuk mengatasi beberapa kelemahan sifat alami pati tepung sorgum coklat maka perlu dilakukan metode modifikasi pati secara fermentasi dengan memanfaatkan seluruh bagian biji sorgum (whole grain) menggunakan kultur ragi tape. Penggunaan mikroba dalam ragi tape diharapkan dapat memperbaiki sifat pati alami sehingga dapat digunakan untuk berbagai macam produk olahan sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ragi tape dan lama waktu fermentasi terhadap karakteristik sifat fisik dan kimia tepung sorgum coklat utuh terfermentasi. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu konsentrasi ragi tape yang terdiri dari 2%, 4%, 6% b/b serta lama fermentasi yang terdiri dari 6 jam, 12 jam dan 18 jam. Kombinasi perlakuan terbaik pada konsentrasi ragi tape 6% dan lama fermentasi 18 jam dengan karakteristik kadar air 6.10%, kadar pati 67.36%, kadar serat kasar 3.03%, kadar tanin 1.94%, kadar amilosa 21.62%, rendemen 56.54%, pH 5.74, swelling power 8.86 g/g, kelarutan 42.28%, kecerahan 74.13, °hue 65.70 dan viskositas 1840.67 cP.   Kata Kunci: Tepung Sorgum Coklat, Fermentasi, Ragi Tape, Lama Waktu
Co-Authors Adhiwibawa, Marcelinus A.S. Aditya Wardana, Aditya Agus Rahman Salim Agustin Krisna Wardani AGUSTIN KRISNA WARDANI Akbar Annas Akbar Nugroho Anggi Hapsari Anggi Hapsari Ani Rahmawati Ani Rahmawati Aryani Zahara Kartini Bayu Mas Amana Bunga Fastyka Visita Bunga Fastyka Visita Cinta Ayu Lestari D. W Ningtyas Dego Yusa Ali Dewanti Widyaningsih Dhior Antalimar Dhior Antalimar, Dhior Dianrifiya Nisa Dianrifiya Nisa Dimas Rizal Dimas Rizal Djagal Wisesa Marseno Dyah Ayu Retnaningtyas Dyah Ayu Retnaningtyas Dyah Hayu Kusumawati Effendi, Masud Ella Saparianti Elok Waziiroh Elok Zubaidah Endrika Widyastuti Endrika Widyastuti Erni Sofia Murtini Eryk Hendrianto Eryk Hendrianto Eva Ni'maturohmah Evi Erizha Sulistiana Fatmala, Yayank Ulfa Feronika Heppy Sriherfyna Firdausia Agustin Firdausia Agustin Florentine Ekaristya Florentine Ekaristya, Florentine Gabriela Johana Septiany Gabriela Johana Septiany, Gabriela Johana Grace Maria Ulfa Hardanti, Sri Harianto Harianto Haryadi - Hasna, Tanalyna Heliana, Almaria Heri Purwoto Heri Purwoto Hosnariyah Khair Fath Ida Bagus Yoga Vidya Pradipta Ida Bagus Yoga Vidya Pradipta Ika Agustin Puspita Sari Ika Agustin Puspita Sari, Ika Agustin Puspita Ika Winda Purnamasari Ika Winda Purnamasari Indria Purwantiningrum Indria Purwantiningrum Irma Nopriyani Ishmah Hanifah Jaya Mahar Maligan Jaya Mahar Maligan Joni Kusnadi Khairul Ambri Khalif Afwin Kautsary KIKI FIBRIANTO Kusuma Faisal Muhammad Leenawaty Limantara Lia Hapsari M. Jusuf Djafar M. Maria Margaretha Hanna Tiffany Maria Ika Putri Soegiarto Maria Ika Putri Soegiarto, Maria Ika Putri Marningsih Doko Patty Masahid, Ardiyan Dwi Mas’udah, Shofiyatul Megy Wida Fitria Mochamad Nurcholis Monika Maria P.S. Mukhamad Kabul Rafsanjani Mukhamad Kabul Rafsanjani Munawaroh, Putri Syepty SriJanatul N. Sholahudin Nanda Puspita Sari Nasution, Anggi Triwardiningsih Ni Putu Sarah Saraswati Sujarta Ni Putu Sarah Saraswati Sujarta, Ni Putu Sarah Saraswati Nicha Bella Permana Putri Novita Wijayanti Nur Ida Panca Nugrahini Nur Istianah Nur, Mokhamad Panji Deoranto Peni Wigati Putri, Aldila Rahma, Novita Ainur Ratih Dwi Ismawanti Ratih Dwi Ismawanti Ratna Yulianingsih Rifqi Saifur Rahman Rijal Asshidiqy Rikhardo Atmaka Permana Rikhardo Atmaka Permana Risalia Nur Rahmah Anugrah Riyanto, Eko Isro Riza Rizki Amaliya Riza Rizki Amaliya Rizki Eka Aulia Rizki Eka Aulia Rofiq Sunaryanto Rohma, Rohma Rosyidah Yuniarrachmah Rosyidah Yuniarrachmah, Rosyidah Roudlatul Fanani Roudlatul Fanani, Roudlatul Ruthia Kristi Wijayanti Ruthia Kristi Wijayanti Simon Bambang Widjanarko SIMON BAMBANG WIDJANARKO Siti Nur Aisyiah Jamil Sri Suhartini Stefanie Erina Stefanie Erina Sucitra, Novti Sudarma Dita Wijayanti Sudarma Dita Wijayanti Susinggih Wijana Syamsika Tahir Syarifa Ramadhani Nurbaya Tanalyna Hasna Vinda Chairani Octavianti Viprillia Andita Widhaswari Viprillia Andita Widhaswari Vivien Fathuroya Wellang, Ambo Wiranti Dewi Sentiani Wiranti Dewi Sentiani, Wiranti Dewi Yayah Afriyah Yayah Afriyah Yesi Ika Susanti Yesi Ika Susanti Yessica Wijaya Yessica Wijaya Yoga Armanda Yoga Armanda, Yoga Yundari, Yundari